Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perbandingan Pemberian Kompres Hangat dan Kompres Dingin terhadap Tingkat Nyeri Menstruasi Indah Rahmadaniah
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 3 No. 1 (2018): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.113 KB)

Abstract

Nyeri menstruasi atau dismenorhea merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia dan gejala yang timbul karena adanya kelainan dalam rongga panggul sangat mengganggu aktivitas perempuan, bahkan seringkali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan aktivitasnya. Angka kejadian nyeri menstruasi didunia sangat besar, yaitu rata-rata lebih dari 50% wanita di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap tingkat nyeri menstruasi di Akbid Abdurahman Palembang. Metode penelitian ini merupakan penelitian pre-exsperimen dengan two group pre test-post test design. Pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 wanita yang mengalami nyeri menstruasi. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan 0,048 (p < 0,05)artinya terdapat perbedaan pemberian kompres hangat dan kompres dingin terhadap tingkat nyeri menstruasi. Kompres dingin lebih efektif dari pada kompres hangat untuk mengurangi nyeri menstruasi
MANFAAT TABLET Fe DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA Indah Rahmadaniah; Cindy Vilia Leviani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v10i1.183

Abstract

Latar belakang: Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia gizi besi karena mempunyai kebutuhan zat besi yang tinggi untuk pertumbuhan dan peningkatan kehilangan akibat menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat tablet Fe dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri yang mengalami anemia di SMA Negeri 11 Palembang Tahun 2018. Metode: Penelitian ini bersifat one group pretest post test design dengan pendekatan quasy eksperimen. Sampel diambil dengan cara purposive sampling dan didapatkan sebanyak 61 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan pemeriksaan kadar Hb dilakukan secara langsung, kemudian hasil data yang didapat dicatat ke dalam lembar observasi. Analisa data yang dilakukan dengan uji statistik t-test dependent. Hasil:  Penelitian menunjukkan bahwa yang mengalami anemia berat sebanyak 21,3%, yang mengalami anemia sedang sebanyak 29,5 % dan mengalami anemia ringan sebanyak 49,2%. Responden yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 54,1% dan responden yang mengalami peningkatan kadar Hb sebanyak 63,9%, hasil uji t-test dependent didapatkan ρ.value 0,000.  Saran: Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dalam waktu yang lebih lama dan dilakukan penyuluhan terlebih dahulu tentang manfaat tablet Fe dan tentang status Gizi. Kata Kunci     : Konsumsi Tablet Fe, Kepatuhan, Anemia
PERBANDINGAN PIJAT OKSITOSIN DAN SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN INVOLUSI UTERUS Indah Rahmadaniah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.364

Abstract

Latar belakang: Pada masa nifas sering terjadi perdarahan yang dapat menimbulkan kematian pada ibu berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup dan mengalami penurunan pada tahun 2015 AKI menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan: diketahuinya perbandingan pijat oksitosin dan senam nifas terhadap penurunan involusi uterus. Metode: Jenis penelitian ini quasy experiment dengan rancangan two group post test only design. Penelitian ini dilaksanakan di BPM Lismarini Palembang. Populasinya adalah ibu bersalin normal, pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel sebanyak 30 orang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 responden untuk kelompok senam nifas dan 15 responden untuk kelompok pijat oksitosin. Data yang digunakan adalah data primer, teknik pengumpulan data dengan cara mengukur tinggi fundus uteri sesudah dilakukan pijat oksitosin dan senam nifas, pengukuran tinggi fundus uteri menggunakan alat kaliper pelvimetri dan kemudian dicatat di lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic t-test independent. Hasil: Pada H1 tidak ada pengaruh yang signifikan antara pijat oksitosin dan senam nifas dalam menurunkan involusi uterus dengan nilai p value 0.159 (> 0,05) sedangkan pada H3 dan H7 ada pengaruh pijat oksitosin dan senam nifas dalam menurunkan involusi uterus dengan nilai p value 0.000 (<0,05). Saran: Disarankan kepada bidan untuk dapat memberikan pijat oksitosin kepada ibu postpartum segera setelah persalinan, karena dapat membantu mempercepat penurunan involusi uterus. Kata Kunci: Pijat Oksitosin, Senam Nifas, Involusi Uterus
Fine Motor Analysis of Infants Aged 7-12 Months Based on Breast Milk Indah Rahmadaniah; Marchatus Soleha; Rini Anggeriani
International Journal of Health Science and Technology Vol 3, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.294 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v3i1.2002

Abstract

This study aims to produce new scientific information about the fine motor skills of breastfed infants. Method: The type of research is an analytic survey. The population, all infants aged 7-12 months as many as 57 babies, the sample was taken by purposive sampling as many as 47 respondents, the data was taken through a survey using Google forms. Data analysis using chi-square statistical test. Result: obtained p-value = 0,058. In conclusion, there is no significant relationship between breastfeeding and fine motor skills in infants aged 7-12 months. 
Efektivitas Seduhan Teh Rosella Kering Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Sagita Darma Sari; Marcatus Soleha; Indah Rahmadaniah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.354 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.273

Abstract

Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi angka kejadian anemia pada kehamilan di Indonesia sebanyak 48,9%. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan zat besi didalam tubuh yaitu dengan cara meningkatkan asupan vitamin C. Rosella (hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman herbal dengan kandungan vitamin C yang tinggi 9 kali lipat dari jeruk citrus dan 10 kali lipat dari buah belimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan pendekatan non-equivalent control-group, Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji t-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dengan jumlah 20 responden dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok eksperimen diberikan seduhan teh rosella kering dengan dosis 115,2 mg/kgBB/hari sedangkan pada kelompok kontrol diberikan tablet Fe 1x1/hari. Setelah 14 hari, maka akan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin kembali baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Hasil uji t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05 didapatkan ( p value = 0,045) pada kelompok eksperimen dan (p value = 0,046) pada kelompok kontrol dengan nilai rata-rata terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen sebanyak 1.070 gr/dl sedangkan rata-rata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 0.900 gr/dl sehingga dapat disimpulkan adanya efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II.
Effectiveness of The Combination of Marmet Technique and Oxytocin Massage Against The Breast Milk Production of Mother Postpartum Sagita Darmasari; Indah Rahmadaniah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i3.123

Abstract

According to UNICEF improper Behaviourand less of knowledge contributed to the death of a child, one of them, namely the mothers do not realize the importance of breast feeding. According to Basic Medical Research percentage of breastfeeding pattern <1 hourin 2010 i.e. 29,3% and increased to 34,5% in 2013. The breastfeeding patterns 1-6 the first hour of the in 2010 as many as 40,7% and decreased to 35,2% in 2013. A few methods to help improve the ASI production such as oxytocin massage methods, marmet technique, warm compresses, massase rolling (back), breast care, and methods of SEMOS (Stimulation of Endorphin Massage, Oxytocin and Suggestive). This research aimed to know the effectiveness combination of the mermet technique and oxytocin message against the breast milk production of motherspostpartum. This research used quasi alphabets experiment withpost testmenthods only with control group design. The results of using independent T-bivariat test obtained p value 0,007 < α (0,05) which means therewas a significant influence between breast milk production of mother postpartum group intervene the breastmilk production of mother postpartum with control group with an average of breast milk production of 30 respondents were divided into two groups that was 15 respondents of the intervention group obtained 1,113cc whereas 15 respondents of control group obtained 0,547cc. The combination of the marmet technique and oxytocin massage and was effective to stimulatehormone prolactin spending that would stimulate the cells of the alveoli and contain myoepithelial for breast milk Production of mothers postpartum process on the first days after birth.
ANALISI MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI Rahmadaniah, Indah; Anggraini, Rini; Soleha, Marchatus; Sari, Sagita Darma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1018

Abstract

Latar belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak, di tahun pertama merupakan periode yang sangat penting, periode ini merupakan kesempatan emas dan masa yang rentan terhadap pengaruh negatif, status kesehatan yang baik, asupan nutrisi yang baik dan cukup, pola pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat selama periode ini sangat membantu anak untuk tumbuh dengan sehat sehingga mampu mencapai kemampuan optimalnya. Tujuan : diketahuinya motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan berdasarkan status gizi dan pemberian ASI. Metode : jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 45 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2020 di BPM Fauziah Hatta Palembang. Data yang digunakan data sekunder dan primer melalui metode melihat catatan bidan dan wawancara. Penilaian status gizi bayi menggunakan pengukuran antopometri berdasarkan IMT/U, untuk menilai motorik kasar bayi dengan menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil :  Pemberian ASI pada bayi usia 3-12 bulan sebesar 80%. Status gizi bayi usia 3-6 bulan dengan kategori baik sebesar 84,4%. Motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan dengan kategori sesuai sebesar 84,4%. Saran: Untuk mendapatkan motorik kasar yang sesuai sebaiknya orang tua mencukupi gizi seimbang untuk bayinya, serta perlunya memberikan mainan/latihan pada anak yang dapat  merangsang motoriknya. Pemantauan perkembangan pada bayi usia 3-12 bulan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3 bulan sekali, penilaian dengan menggunakan KPSP dapat dilakukan di puskesmas terdekat, sehingga orang tua dapat dengan mudah untuk mengetahui perkembangan anaknya.Kata Kunci : Pemberian ASI, Status gizi, Motorik kasar
ANALISI MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI Rahmadaniah, Indah; Anggeriani, Rini; Soleha, Marchatus; Sari, Sagita Darma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.701

Abstract

Latar belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak, di tahun pertama merupakan periode yang sangat penting, periode ini merupakan kesempatan emas dan masa yang rentan terhadap pengaruh negatif, status kesehatan yang baik, asupan nutrisi yang baik dan cukup, pola pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat selama periode ini sangat membantu anak untuk tumbuh dengan sehat sehingga mampu mencapai kemampuan optimalnya. Tujuan : diketahuinya motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan berdasarkan status gizi dan pemberian ASI. Metode : jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 45 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2020 di BPM Fauziah Hatta Palembang. Data yang digunakan data sekunder dan primer melalui metode melihat catatan bidan dan wawancara. Penilaian status gizi bayi menggunakan pengukuran antopometri berdasarkan IMT/U, untuk menilai motorik kasar bayi dengan menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil : Pemberian ASI pada bayi usia 3-12 bulan sebesar 80%. Status gizi bayi usia 3-6 bulan dengan kategori baik sebesar 84,4%. Motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan dengan kategori sesuai sebesar 84,4%. Saran: Untuk mendapatkan motorik kasar yang sesuai sebaiknya orang tua mencukupi gizi seimbang untuk bayinya, serta perlunya memberikan mainan/latihan pada anak yang dapat merangsang motoriknya. Pemantauan perkembangan pada bayi usia 3-12 bulan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3 bulan sekali, penilaian dengan menggunakan KPSP dapat dilakukan di puskesmas terdekat, sehingga orang tua dapat dengan mudah untuk mengetahui perkembangan anaknya.Kata Kunci : Pemberian ASI, Status gizi, Motorik kasar
Educational Strategies to Enhance Motor and Language Development in Children with Stunting: A Systematic Review Rahmadaniah, Indah; Wisuda, Aris Citra; Sansuwito, Tukimin bin
International Journal Scientific and Professional Vol. 4 No. 4 (2025): September-November 2025
Publisher : Yayasan Rumah Ilmu Professor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56988/chiprof.v4i4.119

Abstract

Stunting in early childhood is a complex health problem with broad impacts, not only on physical growth but also on motor and language development, which are essential for children's future success. This review was conducted to identify and synthesize the latest scientific evidence on the effectiveness of various educational approaches in stimulating motor and language development in children with stunting. A systematic literature search was carried out through nine scientific databases, covering publications from 2014 to 2024. Articles that met the inclusion criteria were assessed for quality using the JBI appraisal tool and analyzed thematically. A total of 23 primary articles were analyzed, showing that family- and community-based educational interventions—such as home visits, educational games, simple stimulation media, and the Montessori approach—had a positive impact on improving fine motor, gross motor, and both expressive and receptive language skills in stunted children. Approaches that involved active parental participation and were tailored to the local context proved to be more effective than general or non-targeted methods. This review emphasizes the need to strengthen education-based early stimulation programs in Indonesia’s national strategy for addressing stunting.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN WANITA USIA SUBUR DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PAPSMEAR DI RS UMUM PERTAMINA PALEMBANG Rini Ismayani; Indah Rahmadaniah; Adhika Wijayanti
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.816

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini dengan Papsmear. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) dalam melakukan Papsmear masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS dengan kepatuhan melakukan Papsmear di RS Umum Pertamina Palembang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 410 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (73,9%) dan pendidikan menengah (61%). Kepatuhan melakukan Papsmear masih rendah, hanya 94 responden (28,4%) yang telah melakukan pemeriksaan. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pengetahuan baik telah melakukan Papsmear, sementara hampir semua responden dengan pengetahuan kurang belum melakukannya. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pendidikan tinggi telah melakukan Papsmear, sedangkan seluruh responden berpendidikan dasar belum melakukannya. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan melakukan Papsmear. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan WUS terhadap Papsmear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.