Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemetaan Tempat Ibadah di Jakarta: Sebuah Studi Menggunakan Kmeans Clustering Putri, Intan Aulia; Fadiana, Fadiana; Kristianto, Daniel Yeri
Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jrsit.v1i4.669

Abstract

Tempat ibadah adalah fasilitas umum untuk menunjang kegiatan beribadah setiap umat beragama agar setiap warga yang beribadah merasa nyaman. Indonesia mengakui agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu sebagai agama yang sah secara hukum. Jakarta merupakan ibukota negara Indoensia yang memiliki jumlah penduduk 11.23 juta jiwa pada tahun 202.  Adanya keberagaman agama dan jumlah penduduk yang terus meningkat maka dilakukan pemetaan tempat ibadah untuk 6 agama di Jakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyeberan tempat ibadah 6 agama di Jakarta dan mengetahui cara Metode K-Means dalam proses clustering penyebaran tempat ibadah. Hasil diperoleh bahwa jumlah tempat ibadah terbanyak ada di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Persebaran dengan jumlah sedang berada di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara serta persebaran sedikit berada di Kepulauan Seribu
Analisis Teknik Pemotongan Rambut Gradasi sebagai Dasar Keterampilan Tata Kecantikan Listiana, Ridainisa Dwi; Legawa, Kayla Putri; Khofifah, Anita Nur; Hasanah, Selvi Hasnita; Munaf, Adinda Talitha Syahada; Rahmadiansyah, Hemalia Ayu; Putri, Indah Selfiana; Putri, Intan Aulia; Fitriani, Farida; Elby, Queenasyifa Sakinata; Nabila, Ayesha; Azura, Octavina; Rafila, Firyal Usda; Nefi, Rosa; Yuniarti, Wanda Anggi; Angellita, Vivian Nur; Nurhayati, Ifa
Journal of Creativity Student Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v8i2.39063

Abstract

This study aims to analyze the application of graduation haircut techniques as a foundational skill in beauty and hairdressing for students. This research employed a descriptive qualitative method using a case study design. Data were collected through lecturer explanations during demonstrations of graduation techniques, observations of third-semester students’ haircutting practices, and photographic documentation of haircuts, analyzed in terms of neatness, shape, and technique accuracy. The results indicate that most students were able to apply graduation techniques effectively, particularly in maintaining the basic haircut line. However, weaknesses were observed in the symmetry between the left and right sides of the hair, suggesting the need for repeated practice and intensive guidance. Observations also highlighted that mastery of technical aspects such as cutting angles, body posture, and hairpulling direction is crucial in determining the quality of the haircut. Mastering graduation techniques not only enhances students’ technical skills but also prepares them to meet the demands of the salon industry, where clients expect neat, symmetrical, and trendy haircuts. Therefore, repeated practice, periodic evaluation, and the use of supplementary learning media are essential strategies to improve students’ competence. Based on the findings, it is recommended that students continue practicing, develop the ability to adapt graduation techniques to different hair characteristics, and understand client needs to compete professionally in the salon industry.
Penerapan Teknik Pemotongan Rambut Gradasi sebagai Dasar Keterampilan Tata Kecantikan: Studi Kasus Kualitatif pada Mahasiswa Semester III Fitriani, Farida; Nurhayati, Ifa; Angellita, Vivian Nur; Yuniarti, Wanda Anggi; Nefi, Rosa; Rafila, Firyal Usda; Azura, Octavina; Nabila, Ayesha; Elby, Queenasyifa Sakinata; Listiana, Ridainisa Dwi; Putri, Intan Aulia; Putri, Indah Selfiana; Rahmadiansyah, Hemalia Ayu; Munaf, Adinda Talitha Syahada; Hasanah, Selvi Hasnita; Khofifah, Anita Nur; Legawa, Kayla Putri
Journal of Creativity Student Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v8i2.39173

Abstract

This study aims to analyze the application of graduation haircut techniques as a fundamental skill in beauty and hairdressing education among third-semester students of the Beauty Education program. This research employed a descriptive qualitative approach using a case study design. Data were collected through lecturer explanations during graduation haircut demonstrations, observations of students’ haircutting practices, and photographic documentation of haircut results. Data were analyzed using qualitative data analysis techniques consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that most students were able to apply graduation haircut techniques appropriately, particularly in maintaining the basic haircut line and volume formation. However, weaknesses were found in the symmetry between the left and right sides of the hair, indicating a need for repeated practice and more intensive guidance. The findings imply that mastery of graduation haircut techniques requires not only theoretical understanding but also continuous practical training supported by systematic evaluation. Strengthening these aspects is essential to prepare students to meet the technical and aesthetic standards demanded by the salon industry.
PRODUKSI DAN ANALISIS STABILITAS EMULSI PADA FORMULASI LOTION DARI FRAKSI OLEIN SAWIT Giyanto; Gunawan, Hari; Siahaan, Fathir Alif; Putri, Intan Aulia; Aritonang, Muhammad Iqbal; Akbar, Muhammad Lucky Sohibul
Jurnal Agro Fabrica Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v7i2.352

Abstract

Fraksi olein sawit memiliki potensi besar sebagai bahan dasar dalam formulasi emulsi losion karena kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi dan sifat emolien yang sangat baik. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan olein sawit, baik dalam bentuk murni maupun terfraksinasi, dapat menghasilkan sediaan losion yang stabil secara fisik dan efektif sebagai pelembap kulit. Tinjauan terhadap dua puluh penelitian terbaru mengungkapkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi stabilitas emulsi meliputi rasio minyak terhadap udara, jenis surfaktan, metode homogenisasi, dan penambahan bahan aktif alami seperti ekstrak tumbuhan atau antioksidan. Variasi metode fraksinasi olein juga mempengaruhi viskositas, ukuran globul, dan ketahanan terhadap sertifikat fasa. Formulasi berbasis olein sawit menunjukkan tekstur yang lembut, daya serap yang baik, dan penerimaan sensoris yang lebih baik di kalangan pengguna. Selain itu, kombinasi surfaktan seperti Tween 80 dan setil alkohol berperan penting dalam menjaga stabilitas reologi emulsi. Tinjauan ini menegaskan bahwa fraksi olein sawit memiliki potensi yang kuat untuk berfungsi sebagai alternatif alami, ramah lingkungan, dan layak secara ekonomi untuk pengembangan produk losion modern .
Penguatan Kapasitas UMKM Olahan Pangan Khas Papua Berbasis Sociopreneurship di Kampung Malagusa Papua Barat Daya Sanaba, Hardiman Faramit; Sabaria; Juminah; Santoso, Budi; Darma; Putri, Intan Aulia; Ahmad, Moh. Nasrul; Lunggu, Fajar Kurniawan
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2714

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Malagusa, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) antara UNIMUDA Sorong dan UNIPA. Tujuannya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan inovasi dan teknologi tepat guna pada pengolahan pangan khas Papua berbasis sociopreneurship. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test pada kelompok mitra Olomfagu dan Sinagi Papua. Kegiatan mencakup penggunaan mesin parut sagu, disc mill, dan solar dryer untuk pengolahan sagu dan garam nipah, serta pelatihan pengemasan, branding, dan pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan dan produktivitas masyarakat, dengan pengetahuan naik dari 48,24% → 85%, serta omzet usaha meningkat hingga 233%. Program ini membangun semangat wirausaha sosial berbasis potensi lokal yang mendukung kemandirian ekonomi berkelanjutan di Kampung Malagusa.