Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : CYCLOTRON

Optimalisasi Koordinasi Relay Arus Lebih Kapal Bulk Carrier 50.000 DWT(Dead Weight Ton) Menggunakan Metode Genetic Algorithm Rahim Atmanegara; Istiyo Winarno; Iradiratu DPK; Daeng Rahmatullah
CYCLOTRON Vol 2, No 2 (2019) : CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.581 KB) | DOI: 10.30651/cl.v2i2.3258

Abstract

Abstrak— Koordinasi sistem pengaman sangat diperlukan dalam mengatasi gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik, sehingga gangguan-gangguan yang terjadi dapat diatasi dari sistem yang sedang berjalan. Begitu juga dengan keamanan pada sistem kelistrikan pada Kapal Bulk Carrier 50.000 DWT (Dead weight Ton) dibutuhkan koordinasi sistem pengamanan yang tepat. Dengan mengaplikasikan prinsip koordinasi relay, maka urutan kerja peralatan pengaman sepanjang saluran dari sumber sampai pada beban harus diperhatikan. Koordinasi relay ini mencakup dari main switch board power supply sampai distribusi panel (pembebanan) dan perhitungan yang di ambil mulai dari kabel, relay, kapasitas relay, dan pembebanan dimulai dari main switch board sampai ke beban. Setelah dilakukan perhitungan yang tepat selanjutnya  peneliti menggunakan metode Genetic Algorithm untuk mengoptimalkan koordinasi relay arus lebih tersebut. Dengan metode Genetic Algorithm didapatkan nilai setting TMS (Time Multiplier Setting) pada relay 1 = 0,9 s, T = 1,76 s, Ip = 162,14 A, I set Pickup = 0,23 A, I set Definite = 1,1 A, pada relay 2 Tms = 1,1 s, T = 1,69 s, Ip = 130,57 A, I set Pickup = 2,9 A, I set Definite = 16,86 A, pada relay 3 Tms = 0,31 s, T = 0,39 s, Ip = 109,25 A, I set Pickup = 2,42 A, I set Definite = 16,61 A. Adapun software yang digunakan adalah Matlab (R2009b) dan ETAP 12. Dengan menambahkan metode tersebut pada penelitian ini, diharapkan koordinasi relay arus lebih akan menjadi lebih optimal.Kata kunci: relay arus lebih, Genetic Algorithm, koordinasi relayAbstract— Security system coordination is very important to solve any trouble in electrical power system, That’s trouble can be solved from the system have been working, So That’s why to security electrical power system in Bulk Carrier ship with 50.000 Dead Weight Ton must be requiring a good coordination security system appropriate. By applying principle relay coordination, so the work step which of security equipment channels from the source until electrical load must be controlled. The relay Coordination is include from main switch board power supply until distribution panel and It’s  need calculation from wire,  relay, relay capacity, and the loading have took from main switch board until load. Researcher will be using genetic algorithm method after all Calculation has been done which for optimization overcurrent relay coordination. By using Genetic Algorithm method be obtained value of TMS (Time multiplier Setting) in relay 1= 0,9 s, T = 1,76 s, Ip = 162,14 A, I set Pickup = 0,23 A, I set Definite = 1,1 A, and in the Relay 2 Tms = 1,1 s, T = 1,69 s, Ip = 130,57 A, I set Pickup = 2,9 A, I set Definite = 16,86 A, in relay 3 Tms = 0,31 s, T = 0,39 s, Ip = 109,25 A, I set Pickup = 2,42 A, I set Definite = 16,61 A. The software will be used in this research is Mathlab R2009B software and Electrical Transient Analyzer Program. By using that’s method it might the relay coordination will be optimal.Keywords: Overcurrent Relay, Genetic Algorithm (GA), Relay Coordination
Desain Aerator Paddle Wheel untuk Tambak Udang Berbasis Solar Microinverter Dewantara, Belly Yan; Jauhari, Moh.; rahmatullah, daeng
CYCLOTRON Vol 8 No 01 (2025): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v8i01.23755

Abstract

Penggunaan kincir air dengan motor listrik 1-2 HP dalam tambak udang penting untuk menjaga kandungan oksigen, tetapi mengonsumsi energi tinggi, menyumbang 15% dari biaya operasional. Selain itu, penggunaan motor listrik berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Untuk mengatasi masalah ini, desain Aerator paddle wheel dengan Solar Microinverter dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan. Solar Microinverter memungkinkan energi surya dan listrik grid bekerja bersama untuk menyuplai motor listrik, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan emisi gas rumah kaca dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Aerator paddle wheel dengan Microinverter yang menggunakan energi surya sebagai sumber utama, bersamaan dengan listrik grid. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas tambak udang. Hasil penelitian menunjukkan tiga desain: 1) Aerator 2 HP dengan 4 kincir dan Solar Microinverter 2x550Wp menghemat 13,7%; 2) Aerator 1 HP dengan 2 kincir dan Solar Microinverter 1x550Wp menghemat 13,9%; 3) Aerator 0,5 HP dengan 2 kincir dan Solar Microinverter 350Wp menghemat 20,0%. Penghematan dihitung dalam kondisi operasi kontinyu 24 jam selama setahun.
Desain Aerator Paddle Wheel untuk Tambak Udang Berbasis Solar Microinverter Dewantara, Belly Yan; Jauhari, Moh.; rahmatullah, daeng
CYCLOTRON Vol 8 No 01 (2025): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v8i01.23755

Abstract

Penggunaan kincir air dengan motor listrik 1-2 HP dalam tambak udang penting untuk menjaga kandungan oksigen, tetapi mengonsumsi energi tinggi, menyumbang 15% dari biaya operasional. Selain itu, penggunaan motor listrik berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Untuk mengatasi masalah ini, desain Aerator paddle wheel dengan Solar Microinverter dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan. Solar Microinverter memungkinkan energi surya dan listrik grid bekerja bersama untuk menyuplai motor listrik, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan emisi gas rumah kaca dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Aerator paddle wheel dengan Microinverter yang menggunakan energi surya sebagai sumber utama, bersamaan dengan listrik grid. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas tambak udang. Hasil penelitian menunjukkan tiga desain: 1) Aerator 2 HP dengan 4 kincir dan Solar Microinverter 2x550Wp menghemat 13,7%; 2) Aerator 1 HP dengan 2 kincir dan Solar Microinverter 1x550Wp menghemat 13,9%; 3) Aerator 0,5 HP dengan 2 kincir dan Solar Microinverter 350Wp menghemat 20,0%. Penghematan dihitung dalam kondisi operasi kontinyu 24 jam selama setahun.