Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TAMPAH BAMBU TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA MENGGAMBAR UNTUK PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK Ismanto, Adi
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i1.29215

Abstract

Tampah is a traditional handicraft product made from woven bamboo. Along with the development of technology and modernization, traditional tampah began to be abandoned replaced with other materials such as plastic and metal. To anticipate this, there is an innovation of tampah products that function as decorative elements or decorations by adding paintings on the back or inside of the appearance. The results of the paintings on the bamboo show increase the value of objects and become a means of creativity development activities for various groups, especially for children. Mitra Yayasan Rumah Pagi Bahagia has a mission to create education and independence for foster children. The training method was carried out to develop children's creativity through drawing activities on traditional bamboo tampah which was carried out into 2 stages, which began with questionnaires and exposure to knowledge about traditional bamboo tampah and drawing mix media. Then, stage 2 of the activity will be continued by looking for references and image ideas which are then implemented on bamboo patches, so as to display unique and creative decorative products. It is expected that from this activity, Rumah Pagi Foundation foster children will receive education about drawing mix media and multiply creative activities for the development of creativity that allows them to produce decorative products from bamboo patches. Through this training activity, can be concluded that most of the children know traditional bamboo tampah (80%), but all of them do not know that bamboo tampah can be used as a drawing medium (100%) and all foster children feel and get new experiences in drawing activities using traditional bamboo tampah. The activity of drawing mix media on traditional bamboo patches that has been carried out to children of Rumah Pagi Bahagia Foundation, is expected to provide encouragement for the development of creativity through the process of finding reference ideas and their implementation to produce works with different media.
Penerapan Pendekatan Multisensori dalam Perancangan Interior Little Owl Daycare & Preschool di Gedung Perkantoran Vonny Kornellya; Adi Ismanto; Arlene Davis Kosasih
VISUAL Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/f1q4qp42

Abstract

Perubahan sosial dan ekonomi mendorong meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan binaan lingkungan dalam mendukung kebutuhan pengasuhan anak. Banyak orang tua menghadapi keterbatasan dalam menyediakan pengasuhan yang layak, sehingga tak sedikit dari mereka memilih untuk menitipkan anak kepada kerabat atau tetangga yang belum tentu memiliki pengetahuan dan keterampilan merawat anak usia dini. Situasi ini berisiko menghambat pemenuhan hak tumbuh kembang anak, khususnya dalam aspek stimulasi sensorik, motorik, dan kognitif. Sebagai solusi, Little Owl Daycare and Preschool dirancang di dalam gedung perkantoran Global Tower, Jakarta Selatan, agar terintegrasi dengan lingkungan kerja melalui pendekatan multisensori untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif bagi anak. Proses perancangan menggunakan pendekatan analisis-sintesis untuk mengumpulkan dan menguraikan data yang kemudian dirumuskan dalam konsep dan implementasi perancangan. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif . Hasil rancangan berhasil mengintegrasikan konsep Cuddly Nest dengan pendekatan multisensori yang didukung teknologi modern. Integrasi teknologi seperti dynamic lighting, smart audio system, dan aroma diffuser terbukti efektif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, serta imersif. Pendekatan ini mendukung keterlibatan anak secara holistik sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua pekerja terhadap kualitas pengasuhan.
EFEKTIVITAS MEDIA ILUSTRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BARONG DAN RANGDA DALAM MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA SISWA SMA Ismanto, Adi; Hung, Jennifer; Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i3.35882

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan keberlanjutan dari dua tahap sebelumnya yang telah menghasilkan modifikasi visualisasi karakter Barong sebagai maskot festival SMA serta produksi topeng Barong untuk mendukung penyelenggaraan festival. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penguatan pemahaman siswa mengenai kisah filosofis Barong yang melambangkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Selama ini, keterbatasan siswa terletak pada pemahaman narasi, di mana maskot dan topeng Barong hanya dipahami sebatas simbol visual tanpa makna budaya yang menyeluruh. Kegiatan ini ilustrasi pertarungan abadi kebaikan dan kejahatan berbasis kearifan lokal sebagai media informasi budaya nusantara untuk siswa SMA ini bertujuan menghadirkan ilustrasi grafis berbasis kearifan lokal dilengkapi dengan narasi singkat sebagai sarana edukasi budaya. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan pengumpulan data literatur mengenai kisah Barong, modifikasi visual cerita, pembuatan sketsa, pemindahan ke media watercolor paper ukuran A2, pewarnaan menggunakan campuran cat air, akrilik, dan tinta, serta digitalisasi ilustrasi dengan penambahan judul dan narasi. Hasil karya berupa ilustrasi poster grafis kemudian dipresentasikan kepada siswa SMA dengan menggunakan instrumen evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Selain itu, observasi keterampilan dan angket sikap digunakan untuk mengetahui dampak kegiatan terhadap aspek sikap kebudayaan, dan rasa keterikatan terhadap identitas Nusantara. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan (51% menjadi 89%), keterampilan (44% menjadi 87%), dan sikap budaya (67% menjadi 93%). Siswa tidak hanya memahami simbolisme Barong dan Rangda, tetapi juga menunjukkan rasa bangga, keterikatan budaya, dan keterlibatan dalam proses kreatif. Ilustrasi terbukti menjadi media edukasi yang efektif, komunikatif, dan relevan untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.