Meriatna
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Briket Arang Kulit Pinang (Areca Catechu L.) dengan Variasi Konsentrasi Molase dan Suhu Torefaksi Zahra Muharrani Ambarita; Eddy Kurniawan; Syamsul Bahri; Meriatna; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.24023

Abstract

Briket kulit pinang (Areca catechu L.) dibuat dari arang limbah organik yang dicetak dalam bentuk gumpalan dengan penerapan tekanan selama proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu torefaksi (200℃, 250°C, dan 300°C) dan pengaruh variasi perekat molase terhadap karakteristik briket kulit pinang, menganalisis kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon dan nilai kalor pada briket kulit pinang. Proses penelitian mencakup penyiapan bahan baku, torefaksi kulit pinang dengan suhu 200℃, 250°C, dan 300°C, penghalusan arang kulit pinang, pembuatan perekat molase dengan penambahan air (perbandingan 1:10), pencampuran arang dengan molase serta pencetakan briket dengan variasi suhu torefaksi (200℃, 250°C, dan 300°C) serta variasi konsentrasi perekat molase (5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%). Analisis karakteristik briket dilakukan berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, kadar fixed carbon dan nilai kalor. Dari hasil penelitian pengaruh variasi suhu torefaksi dengan perekat molase pada pembuatan briket kulit pinang, didapatkan briket dengan hasil terbaik pada suhu 300℃ dengan perekat molase 5% yaitu: kadar air terendah sebesar 3,940%, kadar abu sebesar 19,711%, kadar volatile matter sebesar 24,284%, kadar fixed carbon tertinggi sebesar 52,065% dan nilai kalor tertinggi sebesar 5.686,6635 kal/g. Briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor yang sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk briket.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS KULIT BUAH CEMPEDAK (ARTHOCARPUS INTEGER) DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI Siti Khairunnisa Tambunan; Meriatna; Fikri Hasfita; Eddy Kurniawan; Zulnazri; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.25034

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah kulit buah cempedak (Artocarpus integer) sebagai katalis heterogen dalam reaksi transesterifikasi minyak jelantah untuk menghasilkan biodiesel. Variasi yang digunakan meliputi rasio mol minyak terhadap metanol (1:6–1:10) dan konsentrasi katalis (11–14%). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada rasio 1:6 dengan katalis 12%, menghasilkan Yield 68,61%, densitas 0,881 g/ml, viskositas 3,51 mm²/s, bilangan asam 0,5 mg-KOH/gr, serta nilai kalor 9.469 kkal/kg yang memenuhi standar SNI. Analisis XRD katalis menunjukkan fase utama Butschliite (K₂Ca(CO₃)₂), sementara FTIR mengkonfirmasi terbentuknya gugus ester pada biodiesel.
Produksi Bioetanol dari Limbah Kertas HVS (Houtvrij Schrijf papier) melalui Proses Hidrolisis Asam Klorida (HCl) Aditya Maulana Adit; Meriatna; Leni Maulinda; Faisal; Muhammad; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.26102

Abstract

Produksi kertas di Indonesia berdasarkan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) mencapai 12,98 juta ton/tahun.Kertas yang telah digunakan dan dibuang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kertas sangat tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Limbah kertas HVS merupakan salah satu jenis limbah padat yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan hidrolisis asam HCl terhadap bahan baku serta waktu fermentasi terhadap kadar, densitas, dan viskositas bioetanol yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan menggunakan larutan HCl dengan perbandingan 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5 antara asam dan kertas HVS, kemudian difermentasi menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae selama 3, 5, dan 7 hari. Setelah fermentasi selesai, hasil cairan dianalisis meliputi kadar bioetanol tertinggi pada perbandingan 1:5 pada waktu fermentasi selama 5 hari dengan nilai 7,22% menggunakan piknometer, densitas (0,7881g/mL), dan viskositas (1,135mPa·s) menggunakan viskosimeter Ostwald..
EFEKTIVITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN JAHE DALAM MENGHAMBAT OKSIDASI MINYAK JELANTAH Sofyana Juned; Yana Syamsuddin; Hisbullah; Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.27542

Abstract

The repeated use of cooking oil during frying causes oxidation and thermal degradation that reduce oil quality and produce harmful compounds. The utilization of natural antioxidants has become an alternative approach to improve the quality of waste cooking oil. Ginger (Zingiber officinale) contains phenolic compounds with strong antioxidant activity that can inhibit lipid oxidation. This study aimed to evaluate the effectiveness of ginger extract in improving the physicochemical quality of waste cooking oil at different temperatures and extract ratios. The research used two waste cooking oil samples treated with ginger extract at ratios of 1:6, 2:6, and 3:6 under temperatures of 30°C, 50°C, and 70°C. Oil quality was analyzed based on acid value, peroxide value, iodine value, and saponification value according to Indonesian National Standards (BSNI). The results showed that ginger extract significantly improved oil quality by reducing acid value, peroxide value, and saponification value, while increasing iodine value. The optimum condition was obtained at 30°C with a ginger-to-oil ratio of 3:6. Under this condition, peroxide values decreased to 1.6 and 3.2, while iodine values increased, indicating improved oxidative stability. The antioxidant activity of ginger was associated with phenolic compounds such as gingerol, shogaol, and zingerone which inhibited lipid oxidation reactions.