Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI LITERASI HUKUM DAN EKONOMI DALAM MENGHADAPI PINJAMAN ONLINE ILEGAL DI ERA DIGITAL Restyna Aprilia; Khomsahrial Romli; Fitri Yanti; Saifudin Saifudin
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 2 (2026): September
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i2.486

Abstract

Perkembangan layanan keuangan digital memberikan kemudahan akses pembiayaan, tetapi pada saat yang sama meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap praktik pinjaman online ilegal. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pengetahuan mengenai legalitas penyelenggara, tetapi juga keterbatasan kemampuan masyarakat dalam menilai biaya, risiko, hak konsumen, serta alternatif pembiayaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui literasi hukum dan ekonomi dalam menghadapi pinjaman online ilegal di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konseptual yang memadukan perspektif pemberdayaan, legal empowerment, literasi keuangan, dan pendekatan kapabilitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan melalui integrasi literasi hukum dan literasi ekonomi. Literasi hukum diarahkan pada kemampuan mengenali legalitas penyelenggara, memahami hak dan kewajiban, melindungi data pribadi, mengenali praktik penagihan bermasalah, serta menggunakan mekanisme pengaduan. Sementara itu, literasi ekonomi diarahkan pada kemampuan menghitung biaya pinjaman, menilai kemampuan membayar, mengelola keuangan, dan membandingkan alternatif pembiayaan. Kedua literasi tersebut perlu diperkuat dengan akses terhadap sumber daya legal, seperti lembaga keuangan formal, koperasi, lembaga pembiayaan berizin, layanan pengaduan, dan bantuan hukum. Dalam perspektif kapabilitas, akses tersebut berfungsi sebagai faktor konversi yang memungkinkan pengetahuan diubah menjadi kemampuan nyata. Proses pemberdayaan selanjutnya membentuk agensi masyarakat untuk mengenali, menilai, memilih, menolak, dan melaporkan layanan keuangan yang berisiko.
Manajemen Modal Manusia sebagai Investasi Jangka Panjang bagi Pengembangan Masyarakat Islam: Kajian Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Lampung Restyna Aprilia; Mubasit Mubasit; Afif Ansori; Tontowi Jauhari
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.2177

Abstract

This article examines Human Capital Management (HCM) as a long-term investment in the quality of police personnel and positions that investment within the framework of Islamic community development (pengembangan masyarakat Islam), using the Lampung Regional Police (Polda Lampung) as its context. The study applies library research with a descriptive-qualitative approach and content analysis of 18 academic sources and three regulations. Human Capital Theory, the Resource-Based View, the human resource architecture, Islamic human resource and work-ethic literature, and the principles of Islamic community development are synthesised into a framework of five investment pathways: education, training, career development, leadership, and spiritual and moral guidance. The evidence shows a positive association between training, competence, and performance, but it comes from cross-sectional, single-unit designs, and training transfer and leadership recur as weak points. For Polda Lampung, the only traceable data concern spiritual guidance, rated “good” in 2024 in a single qualitative study. The article proposes a conceptual pathway from personnel investment to Muslim community outcomes, six testable propositions, and a data agenda; it does not assess the actual condition of Polda Lampung.