Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REDESAIN INTERIOR GEDUNG DHARMA NEGARA ALAYA (DNA) DENPASAR BERDASARKAN ESENSI DESAIN NEO VERNAKULAR Suputra, I Gede Nanda Arya; Hadiansyah, Mahendra Nur; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pusat Kebudayaan Alaya Dharma Negara diresmikan pada Februari2020, gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kegiatan kreatif warga Denpasar,termasuk pertunjukan, pameran, diskusi, dan lokakarya dengan berbagai topik untukmengisi kegiatan tersebut. Selain itu juga dilengkapi dengan perpustakaan sebagai bentukdukungan untuk tujuan pendidikan, untuk meningkatkan dan meningkatkan kreativitas,khususnya bagi warga Denpasar sesuai dengan bidangnya masing-masing dan bidangminatnya masing-masing. Gedung Pusat Kebudayaan Alaya Dharma Negara konvensionaluntuk kegiatan kreatif warga Denpasar. Pencitraan dan kesan ruangan dapatmenyampaikan tren saat ini dan menarik remaja dan anak muda yang antusias danbersemangat tentang pekerjaan dan proyek mereka, pada saat yang bersamaan.Penamaan bangunan tersebut mengusung bentuk perpaduan antara tindakankontemporer dan tradisional sebagai wujud dari budaya kontemporer warga Denpasaryang selalu unggul, kreatif, dan tetap terbaharukan.Kata kunci: Bali, desain interior, ruang, seni
PERANCANGAN BARU INTERIOR HOTEL RESORT BINTANG EMPAT DI MANDALIKA DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS LOMBOK Muarrafah, Annisa; Andrianawati, Aida; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok menyimpan kekayaan budaya dan pariwisata alam yang indah. Hal tersebut menjadikan Pulau Lombok khususnya wilayah Mandalika menjadi salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) yang memiliki potensi tinggi dalam pengembangan pariwisata. Sehingga, berdasarkan visi yang telah ditetapkan oleh pemerintah diharapkan bahwa Lombok dapat menjadi pariwisata dan akomodasi yang dapat membawa ciri khas lokalitas budaya masyarakat. Dengan adanya kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak terhadap usaha sektor pariwisata hotel dan pengembangan pariwisata. Namun, masih sedikit hotel berbintang yang memberikan kenyamanan terhadap fasilitas umum dan fasilitas khusus yang terakomodasi dengan maksimal serta belum maksimalnya implementasi unsur lokal. Perancangan ini memiliki tujuan untuk dapat memberikan fasilitas ruang yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung hotel resort yang sekaligus dapat merepresentasikan kekayaan dan keadaan lokal dengan pendekatan lokalitas Lombok. Perancangan dan pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara, studi literatur, dan studi banding sehingga membentuk analisis dan solusi yang disesuaikan dengan permasalahan dan fenomena terkait kenyamanan dan kebutuhan lokalitas. Perancangan diharapkan dapat memberikan Pengalaman tidak terlupakan serta meningkatkan pengembangan pariwisata Lombok melalui fasilitas yang diterapkan pada interior hotel resort.Kata Kunci: Desain Interior, Hotel Resort, Lombok, Mandalika, Lokalitas
PERANCANGAN BARU INTERIOR KANTOR REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KAMPUS 2 SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG Dengan Pendekatan Brand Identity Izdihar, Winona Rahma; Andrianawati, Aida; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki dua cabang universitas yang berlokasi di kecamatan Cibiru dan kecamatan Gedebage, Bandung. Objek perancangan yang diambil adalah Gedung rektor kampus 2 milik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang berlokasi di kecamatan Gedebage. Gedung rektor kampus 2 tersebut berbeda dengan gedung rektorat kampus 1 yang berada di kecamatan Cibiru. Kedua gedung tersebut memiliki identitas, tujuan, dan pengguna yang berbeda. Oleh karena itu, kebutuhan dan fasilitas pengguna didalamnya perlu diperhatikan berdasarkan standarisasi bangunan gedung negara dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 22/PRT/M/2018 dan Peraturan Presiden No 73 tahun 2011. Namun faktanya gedung rektor kampus 2 tersebut tidak memenuhi standar luas ruang yang setara dengan ruang Eselon IA. Dikarenakan permasalahan tersebut, maka gedung rektor kampus 2 dirancang dengan pendekatan brand identity yang berfokus kepada menonjolkan identitas dengan memperhatikan kebutuhan dan fasilitas pengguna dengan pertimbangan berdasarkan luasan gedung yang lebih minim dari standar. Maka adanya pertimbangan penambahan dan pengurangan ruang disesuaikan dengan pengguna.Kata kunci: Kantor rektor, Brand identity, Fasilitas pengguna, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
PERANCANGAN INTERIOR BRANCHSTO HOTEL DI BANDUNG DENGA PENDEKATAN ANALOGI EQUESTRIAN Yahya, Muhammad Hilmi; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga berkudatelah mengarah pada perkembangan pesat Branchsto Equestrian Park sebagai pusatkegiatan berkuda yang semakin intens. Dalam perkembangannya, kejuaraan tersebutdiadakan hampir setiap dua pekan, dan menunjukkan peningkatan pesat dibandingkanbeberapa tahun sebelumnya. Pengunjung dari berbagai daerah pun datang untukmengikuti kegiatan berkuda di dalamnya. Untuk mendukung pengunjung yang datang dariluar kota, Branchsto Hotel bintang 3 didirikan sebagai bagian dari kompleks tersebut.Dalam perancangan hotel ini, ditemukan permasalahan seputar optimasi ruang,pencahayaan, dan penghawaan, serta ketersesuaian furnitur dan dekorasi. Selain itu,hotel ini belum memenuhi standar fasilitas pendukung hotel bintang 3, seperti restaurant,bar, dan fasilitas olahraga. Maka dari itu, perancangan Branchsto Hotel ini bertujuanuntuk mengatasi permasalahan tersebut dan menciptakan suasana yang sesuai dengananalogi Equestrian. Metode pengumpulan data meliputi observasi, studi banding,dokumentasi, dan studi literatur. Diharapkan, Branchsto Hotel dapat menjadi pendukungutama bagi pengunjung yang ingin menginap sambil menikmati Branchsto Equestrian Parkdan pesona Kota Bandung. Dengan menerapkan standar ruang yang sesuai untuk hotelbintang 3 serta mempertimbangkan konsep analogi Equestrian, Branchsto Hoteldiharapkan dapat menciptakan pengalaman menginap yang unik dan memuaskan bagipara tamu.Kata kunci: Hotel, Equestrian, Analogi
PERANCANGAN ULANG DESAIN INTERIOR KANTOR WITEL JAMBI Widasana, Gadistya Deranisa; Andrianawati, Aida; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perusahaan memiliki kantor sebagai tempat untuk beraktivitas dan memiliki ciri khas yang beragam dan berkaitan dengan bidangnya masing-masing. Salah satu perusahaan yang menggunakan kantor sebagai tempat bekerja adalah Witel Jambi. Selain itu, kantor juga harus menyesuaikan dengan pola aktifitas penggunanya. Pada Witel Jambi, terdapat 3 anak perusahaan milik Telkom Indonesia dengan beberapa karakteristik. Namun, karakteristik tiap perusahaan tersebut kurang menonjol dan organisasi ruangnya tercampur dengan setiap divisi. Metode yang digunakan pada perancangan ulang ini menggunakan metode wawancara, observasi dan studi lapangan, dokumentasi dan studi literatur. Dan didapatkan data berupa Telkom Indonesia merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang digitalisasi dan di dalam Witel Jambi terdapat 3 anak perusahaan naungan Telkom Indonesia. Dan berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah dilakukan untuk perancangan ulang desain interior Witel Jambi, ditemukan beberapa permasalahan desain seperti sirkulasi area bekerja pegawai terlalu sempit, identitas tiap anak perusahaan tidak terlihat dan organisasi ruang di dalam kantor bercampur satu sama lain. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka diperlukan perancangan ulang untuk desain interior pada kantor Witel Jambi menggunakan pendekatan brand identity. Tujuan dari perancangan ulang desain interior Kantor Witel Jambi adalah mewujudkan sirkulasi ruang kantor yang sesuai dengan aktifitas penggunanya, memiliki identitas perusahaan dan memiliki organisasi ruang yang jelas atau tiap perusahaan memiliki areanya masing-masing.Kata kunci: Perancangan Ulang Desain Interior, Witel Jambi, Identitas Perusahaan, Brand Identity
PERANCANGAN ULANG HOTEL BUTIK VERONA PALACE BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRANDING Arrayan, Priyanka Melvitry; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPS Kota Bandung, tingkat okupansi kamar hotel berbintang di JawaBarat pada Desember 2022 mencapai 60,18 dan naik 3,54 poin dibandingkan tingkatokupansi kamar November 2022 yang mencapai 56,64. Kota Bandung merupakan kotayang merupakan target lokasi yang tepat untuk hotel butik dimana banyak pekerja danwisatawan yang mencari pengalaman berlibur yang penuh gaya. Salah satu hotel butikbintang 3 di Kota Bandung adalah Hotel Verona Palace. Target pengunjung dari hotel iniadalah keluarga dan pekerja, baik menginap maupun untuk menyewa fasilitasMICE. Walaupun disebut sebagai hotel butik, hotel ini belum sesuai dengan brandingnya.Pengelompokan ruangnya juga belum ideal dengan adanya kamar yang bisa diakses darilantai lobby dengan mudah sehingga kurang privat dan aman. Serta tidak adanya kamartidur suite yang merupakan standar umum hotel bintang 3. Metode perancangan adalahmengumpulkan data, melakukan programming pada ruangan yang dirancang, membuattema dan konsep sesuai dengan branding hotel sendiri, yang hasil akhirnya berupagambar kerja dan maket studi.Kata kunci: Hotel, butik, branding
PERANCANGAN ULANG HOTEL BUTIK VERONA PALACE DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA Putri, Safira Rahmalia; Liritantri, Widyanesti; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung, dikenal sebagai des琀椀nasi wisata yang kaya keberagaman, telah menjadipusat perha琀椀an bagi wisatawan domes琀椀k dan internasional, mengakibatkan dampak langsungpada industri perhotelan.Dengan beragam jenis wisata, seper琀椀 alam, budaya, belanja, dankuliner, Kota Bandung memuaskan berbagai preferensi wisata, mencakup mass tourism danalterna琀椀ve tourism. Demi memenuhi kebutuhan pengunjung, terutama melalui hotel, perluadanya fasilitas yang memberikan pengalaman memuaskan. Dengan 琀椀ngginya potensikedatangan wisatawan, persaingan ketat di pasar hotel Bandung mendorong hotel untukmenarik perha琀椀an melalui desain dan layanan unggul. Perancangan ulang diperlukan untukmenciptakan hotel bu琀椀k yang sesuai dengan de昀椀nisi hotel bu琀椀k, meningkatkan keunikan, danmemenuhi kepuasan pengunjung. Studi ini membahas Hotel Verona Palace sebagai contoh hotelbu琀椀k yang belum memperoleh iden琀椀tas unik. Melalui perancangan ulang, diharapkan HotelVerona Palace dapat memberikan pengalaman khas Bandung dan memuaskan pengunjungnya. Kata kunci : Budaya, Hotel Bu琀椀k, Bandung
KAJIAN BUDAYA DUDUK JAWA SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL DI PANTI WREDA YOGYAKARTA Ganesha Puspa Nabila
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.176 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i2.2535

Abstract

Pada umumnya orang lanjut usia dalam meniti kehidupan yang ia jalani dikategorikan kedalam dua macam. Pertama, masa tua tersebut akan diterima dengan wajar melalui kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia usia lanjut dalam menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini tidak mau menerima realitas yang ada (Hurlock, 1996). Terdapat banyak kasus dimana pasien lansia justru merasa depresi dan mendapat tekanan stress ketika harus dirawat di fasilitas panti wreda. Namun hal ini diperburuk dengan kenyataan bahwa pada beberapa kasus panti wreda tidak memiliki sistem yang dapat memfasilitasi masa transisi pasien lanjut usia. Interaksi sosial diharapkan menjadi salah satu jawaban untuk menjawab permasalahan adaptasi diatas, sedangkan budaya duduk Jawa digunakan sebagai langkah pendekatan yang mengarah pada emotional design . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Dengan pengembangan teori interaksi sosial pada budaya duduk Jawa yang diterapkan pada pasien lansia di panti wreda, akan ditelaah lebih jauh terkait pengembangan teori di atas, sehingga hasil kajian berupa konsep-konsep dan arahan dalam merancang ruang dengan dasar environmental psychology, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi jembatan untuk mereaktualisasikan budaya duduk Jawa sebagai stimulus interaksi sosial di panti wreda yang dapat membantu proses adaptasi pasien lansia.