Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agri Analytics Journal

Analisis Nilai Tambah Kopi Herbal Kapulaga Di Desa Sumber Pakem Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Anwar Ma’ruf, Mukhammad; Prayuginingsih, Henik; Prawitasari, Saptya
Agri Analytics Journal Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/agri.v1i2.2057

Abstract

Harga jual produk primer pertanian sering kali rendah dan sering berfluktuasi.Peningkatan harga jual produk primer pertanian dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunyadengan proses pengolahan untuk memberikan nlai tambah, seperti yang dilakukan oleh usaha agroindustri kopi herbal kapulaga. Tujuan penelitian untuk menganalisis: (1) pen-dapatan petani kopi herbal kapulaga (2) nilai tambah kopi herbal kapulaga di Desa Sumber Pakem, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember . Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitain adalah: (1) pendapatan argoindustri kopi herbal kapulaga pada sebesar Rp. 505.084 atau Rp 14.898 /pcs produk kopi herbal kapulaga. (2)Nilai tambah usaha kopi herbal kapulaga sebesar Rp 14.898/kemasan dengan hraga jual Rp 25.000,-/kemasan
Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pemasaran Pengolahan Jamur Tiram (Pleuratus Ostreatus) menjadi Produk Kaldu Jamur di PT. Mitra Jamur Indonesia Sari, Cindy Puspita; Prawitasari, Saptya; Murwanti, Retno
Agri Analytics Journal Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/agri.v3i1.3455

Abstract

Produk jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi ekonomi tinggi karena kandungan gizi yang baik dan ketersediannya melimpah, pengolahan jamur tiram segar sering menghadapi tantangan seperti umur simpan yang pendek dan fluktuasi harga di pasaran, sehingga perlu adanya suatu pengolahan untuk memberikan nilai tambah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai tambah dan keuntungan dalam pengolahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) menjadi kaldu jamur di PT. Mitra Jamur Indonesia serta mengidentifikasi strategi pemasaran yang relevan. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis nilai tambah dilakukan dengan menggunakan metode Hayami, analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran berdasarkan faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengolahan jamur tiram menjadi kaldu jamur menghasilkan nilai tambah yang positif sebesar Rp. 31.685/kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 52%, (2) Keuntungan pada produksi kaldu jamur sebesar Rp. 22.256.506/kg, (3) PT. Mitra Jamur Indonesia berada pada posisi kuadran I Strategi Agresif, strategi yang diusulkan mencakup optimalisasi media sosial, inovasi kemasan, serta kolaborasi dengan distributor untuk memperluas jangkauan pasar.
Analisis Risiko Usahatani Mangga (Mangifera Indica) Di Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Amilia, Amilia; Prawitasari, Saptya; Murwanti, Retno
Agri Analytics Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga Arumanis merupakan tanaman yang banyak diminati di indonesia karena rasanya yang manis dan harga terjangkau. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis tantangan risiko usahatani mangga di Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo (2) menentukan keputusan yang tepat dalam menghadapi risiko di Kelurahan Mimbaan (3) menganalisis cara memitigasi risiko. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus eksploratif. Sampel ditentukan berdasarkan jenis kelamin, umur, Pendidikan terakhir, pekerjaan sampingan, dan lama usahatani. Dengan sejumlah 13 petani mangga.  Metode analisis data menggunakan metode ERM dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat tantangan risiko seperti ketidakpastian cuaca, belum ada peran kelompok tani, dan peminat petani muda (2) berdasarkan matriks ERM terdapat 15 jenis risiko diantaranya, tiga jenis risiko dengan tingkat keparahan kecil, lima jenis risiko dengan tingkat keparahan menengah & besar, dan dua jenis risiko dengan tingkat keparahan sangat besar (3) berdasar analisis analisis diketahui bahwa usahatani mangga di Kelurahan Mimbaan berada pada kuadran I yang mengindikasikan bahwa stragetgi SO (Strenght, Opportunity) adalah strategi alternatif yang baik. Strategi tersebut mencakup pemanfaatan peluang pasar ekspor, pemasaran produk offline online, serta kerjasama dengan industri olahan mangga. Penelitian ini juga membeikan wawasan mengenai mitigasi risiko melalui diversifikasi usaha secara  vertikal dan manajemen yang lebih baik untuk meningkatkan daya saing petani mangga.
Penilaian Risiko Usahatani Tembakau (Nicotianae Tabacum L) Di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Roissinta, Agnesca; Prawitasari, Saptya; Murwanti, Retno
Agri Analytics Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani tembakau menjadi mata pencaharian banyak petani Curahsuri, namun usaha ini mempunyai banyak risiko. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi risiko paling dominan yang berpengaruh pada usahatani tembakau di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng (2) menyusun upaya penanggulangan risiko yang muncul dalam usahatani tembakau di Desa Curahsuri (3) mengetahui strategi yang diterapkan pada usahatani tembakau di Desa Curahsuri. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kualitatif. Sampel ditentukan sebanyak 30 petani tembakau. Metode analisis data menggunakan metode ERM dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 3 macam jenis risiko pada posisi level risiko sangat tinggi, yaitu:. dengan kode A2 (faktor iklim/cuaca), C3 (keterbatasan pengetahuan teknologi), dan E3 (persaingan). (2) berdasarkan matriks risiko dengan kode A2 memerlukan penanggulangan dengan tindakan yang dapat diterapkan petani dengan menunda jadwal awal tanam, dan melakukkan konversi lahan. Kode C3 memerlukan penanggulangan dengan memberikan pelatihan penggunaaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja. Pada kode E2 memerlukan penanggulangan dengan peran pemerintah memberikan kebijakan yang kondusif terkait harga tembakau menjadi stabil dan petani tidak dirugikan. (3) berdasarkan analisis SWOT  diketahi bahwa usahatani tembakau di Desa Curahsuri berada pada kuadran I yang mengindikasikan bahwa strategi SO (Strenght, Opportunity) adalah strategi alternatif yang baik. Strategi tersebut Mejalin kemitraan dengan usahatani tembakau dapat memberikan kepastian pasar dan harga, memanfaatkan kualitas dan kuantitas produksi seperti memperbaiki budidaya dan penggunaan teknologi, dan mengikuti pelatihan dengan komuditas unggulan kelompok tani seperti pelatihan budidaya.