Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Nilai Daya Tarik Warranty Pendekatan Satu Dimensi Untuk Meminimalisasi Biaya Garansi Pada Produk Mesin Dryer 16kg Pemanas Lpg Di Pt Xyz Santy Agrasari; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan purna jual diberikan oleh perusahaan sebagai strategi dalam memberikan pelayanan dan peningkatan kualitas produk kepada konsumen, yaitu garansi. Garansi diberikan berdasarkan keputusan kebijakan warranty yang sesuai. Warranty merupakan jaminan antara produsen dan konsumen bahwa produk tidak akan mengalami kegagalan selama rentang waktu tertentu. Daya tarik warranty terdiri dari tiga pengukuran antara lain masa warranty, biaya warranty, dan kebijakan warranty. Perhitungan biaya warranty dilakukan melalui pendekatan satu dimensi, hal ini dikarenakan objek penelitian yang digunakan adalah produk elektronik dimana pengukuran berdasarkan usia pemakaian produk. Uji distribusi yang terpilih menggunakan uji distribusi Weibull, dimana memiliki pola kerusakan yang tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi. Banyaknya klaim konsumen yang diterima oleh PT XYZ pada produk Mesin Dryer 16Kg Pemanas LPG membuat perlu dilakukan peninjauan ulang mengenai pemberian masa warranty, biaya warranty, serta tindakan pemeliharaan pencegahan dengan tujuan dapat meminimalisasi biaya garansi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kata kunci: warranty, kebijakan satu dimensi, daya tarik warranty Abstract After-sales service is provided by the company as a strategy in providing and improving product quality to consumers, namely a guarantee. Product warranties are given after obtaining a decision on the appropriate warranty policy. Warranty is an assurance between producers and consumers that a product will not fail for a certain period of time. The warranty appeal consists of three measurements including warranty period, warranty costs, and warranty policies. We discuss about the three attractiveness of warranty with one-dimensional approach, the object of this research is electronic products, namely the product Mesin Dryer 16Kg Pemanas LPG in PT XYZ which counting by ages the product under warranty. The selected distribution test value is Weibull, which has an irregular and unpredictable pattern of damage. The number of consumer claims reveived by PT XYZ makes it necessary to review the provision of warranty period, warranty costs, and preventive maintenance measures with the aim of minimizing the warrnaty costs incurred by the company. Keywords: warranty, one-dimensional policy, attraction warranty
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Bartek Pada Proses Produksi Esgotado Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (RBM) Muhammad Rayhan Islamy; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ESGOTADO merupakan pabrik industri tekstil yang berada di kota Bandung dan sudah menjadi salah satu seller besar di Indonesia, banyak toko ataupun perusahaan ternama yang sudah menjadi customer tetap. Produk dari Esgotado adalah tas, baju, sepatu, dan celana tetapi yang paling unggul adalah tas. ESGOTADO memiliki 4 jenis mesin yaitu Mesin Bartek, Mesin Jahit, Mesin Sablon, dan Mesin Obras, mesin – mesin tersebut berfungsi untuk menjalankan seluruh proses produksi tetapi setiap mesin sering mengalami kerusakan yang tentunya mengakibatkan banyak kerugian untuk pabrik. Pada penelitian kali ini penulis memilih Mesin Bartek sebagai objek karena Mesin tersebut digunakan untuk seluruh proses produksi dan mempunyai tingkat kerusakan paling tinggi diantara mesin lainnya. Fungsi Mesin Bartek adalah untuk mengunci jahitan pada bagian tertentu seperti saku atau daerah zipper. Pada penelitian kali ini penulis memfokuskan pengolahan data ke 3 komponen kritis yaitu Needle, Gigi Mesin Jahit, dan Sepatu Mesin Jahit. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dengan metode Risk Based Maintenance, Mesin Bartek memiliki risiko sebesar Rp 650.650.185 (5,721%). Risiko tersebut melewati kriteria penerimaaan perusahaan yaitu Rp 113.724.000 (1% pendapatan per tahun) maka dari itu diperlukannya Interval Perawatan. Interval Perawatan pada komponen Needle 315,36 jam, Sepatu Mesin Jahit 436,63 jam, dan Gigi Mesin Jahit 395,03 jam. Kata Kunci: Maintenance, Failure Mode Effect and Analysis, Risk Based Maintenance. Abstract ESGOTADO is a textile industry factory located in Bandung city. ESGOTADO has become one of the big sellers whose reach is all over Indonesia, many shops or well-known companies that become regular customers. Products from Esgotado are bags, clothes, shoes, pants but the most superior are bags. ESGOTADO has 4 types of machines that function to support the needs of the production process, However, at ESGOTADO there is also frequent damage to the engine which certainly can cause a lot of losses to the factory. In this study the author chose Bartek Machine as an object because this machine is used for all existing production processes and has the highest level of damage among other machines, the function of the Bartek Machine is to lock stitches in certain parts such as pocket or zipper area From the results of data processing carried out by the method of Risk-Based Maintenance the Bartek machine has a risk of Rp 650,650,185 (5.721%). These risks exceed the criteria for receiving the company, which is Rp. 113,724,000 (1% of income per year). The resulting maintenance interval is in the form of a restore task and discard task. The maintenance intervals in the Needle components are 315,36 hours, Sewing Machine Shoes are 436,63 hours and the Sewing Machine Gear is 395,03 hours. Keywords: Maintenance, Failure Mode Effect and Critical Analysis, Risk Based Maintenance.
Usulan Optimasi Jadwal Inspeksi, Remaining Life, Dan Multi Value Attribute Analysis Pada Storage Tank Di Pt. Xyz Menggunakan Metode Risk Based Inspection (rbi) Ida Bagus Wasudewa; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang energi meliputi energi dan petrokimia baik di dalam maupun di luar negeri. Vertical Storage Tank adalah tempat untuk menyimpan produk minyak sebelum produk tersebut didistribusikan kepada konsumen. Vertical Storage Tank untuk Bahan Bakar Minyak Penerbangan (BBMP) berbeda dengan Storage Tank untuk BBM pada umumnya. Perbedaannya terletak pada fasilitas dan peralatan khusus yang digunakan untuk menjamin mutu serta pengendalian mutunya. Pada Storage Tank Avtur dan Avgas harus dilengkapi dengan Floating Suction, lapisan Epicot, dan jalur Draining. Pada sistem tangki timbun, terdapat 12 subsistem yaitu : Vent (Free Vent & Pressure Vacum Valve), Manhole, Gauge Hatch, Floating Suction, Grounding Cable, Water Spray Piping, Dip Plate, Inlate & Outlet Pipe, Low Point Sum, Splash Plate, Level Indicator, dan Foam Piping. Risk Based Inspection (RBI) merupakan sebuah metode yang menggunakan resiko yang dapat ditimbulkan sebagai dasar untuk melakukan inspeksi. Metode RBI yang digunakan adalah RBI Semi Kuantitatif yaitu metode RBI yang menggabungkan antara RBI kuantitatif dan RBI Kualitatif dengan menggunakan standar API 581. Dalam pendekatan persentase kerusakan dapat menggunakan analisis Multi Attribute Value. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi umur sisa, usulan interval inspeksi, estimasi biaya inpeksi usulan, dan pemodelan decision tree pada sistem tangki timbun. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui estimasi umur sisa pada tangki adalah 46 tahun. Usulan jadwal interval inspeksi adalah 4 tahun. Biaya usulan jadwal interval inspeksi adalah Rp 491.686.272. Berdasarkan perhitungan decision tree analysis dengan menggunakan pemodelan Naive Bayes, didapatkan hasil kemungkinan kegagalan/kerusakan terjadi pada kode kerusakan KK05 dengan jumlah 57,69 %. Kata kunci: Risk Based Inspection, Multi Attribute Value, Atmospheric Storage tank, Remaining Life, Decision Tree, Naïve Bayes, Risk Matrix Abstrack PT. XYZ is a company engaged in energy that uses energy and petrochemicals both at home and abroad. Vertical Storage Tank is a place to store products before the product is sent to consumers. Vertical Storage Tanks for Aviation Oil Fuel are different from Storage Tanks for oil fuel in general. The difference lies in the special facilities and equipment used to meet the requirements and control their quality. The Avtur and Avgas Storage Tanks must be equipped with Floating Suction, Epicot layers, and Draining lines. In the tank storage system, there are 12 subsystems, namely: Vent (Free Vent & Pressure Vacum Valve), Manhole, Hatch Gauge, Floating Suction, Grounding Cable, Water Spray Pipe, Dye Plate, Inlate Pipe & Outlet, Low Point, Splash Plate, Level Indicators, and Foam Pipes. Risk Based Inspection (RBI) is a method that uses risks that can be caused as a basis for conducting inspections. The RBI method used is Semi Quantitative RBI, namely the RBI method between Quantitative RBI and Qualitative RBI using the API 581 standard. In the approach to percentage damage can use Multi Attribute Value Analysis. The purpose of this study was to determine the estimated age of acceptance, inspection of inspection intervals, estimated cost of inspection, and decision tree modeling on the tank storage system. From the results of this study, it can be seen that the estimated age remaining in the tank is 46 years. The proposed audit interval schedule is 4 years. The evaluation cost for the Evaluation interval schedule is Rp 491.686.272. Based on the calculation of decision tree analysis using Naive Bayes modeling, the results of the failure / damage that occurred in the KK05 damage code were obtained with the amount of 57.69%. Keywords: Risk Based Inspection, Multi Attribute Value, Atmospheric Storage tank, Remaining Life, Decision Tree, Naïve Bayes, Risk Matrix
Usulan Perancangan Interval Waktu Preventive Maintenance Dan Analisis Risiko Dengan Menerapkan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Pada Komponen Kritis Mesin Bubut Di Pt Smart Teknik Utama Intan Adzani Yunus; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Smart Teknik Utama merupakan perusahaan manufaktur milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi bagian-bagian utama untuk kebutuhan rel kereta api, seperti: rodding system point. Dalam memproduksi produk tersebut, mesin yang digunakan meliputi mesin bubut, mesin milling & drilling, mesin skraf, serta mesin NC cutting. Berdasarkan dari data mesin yang memiliki kerusakan sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir adalah mesin bubut. Dengan menggunakan risk matrix dalam pemilihan komponen terpilih yang signifikan terhadap kerusakan mesin bubut maka diperoleh yaitu komponen toolpost, headstock, dan leadscrew. Metode yang digunakan adalah Risk Based Maintenance dengan tujuan untuk mengetahui nilai risiko yang akan diterima oleh perusahaan apabila komponen prioritas termasuk dalam komponen kritis yang diakibatkan karena mengalami kegagalan fungsi. Berdasarkan dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dapat diperoleh risiko sebesar 1,2% dengan total biaya risiko Rp 7.317.595. Usulan yang digunakan untuk maintenance plan adalah interval waktu preventive maintenance untuk setiap tahun sebesar 78 jam, dalam skala setiap bulan sebesar 6,5 jam, dan skala setiap minggu sebesar 1,6 jam. Kata kunci: Interval Waktu Preventive Maintenance, Maintenance Plan, Risk Based Maintenance, Risk Matrix, Rodding System Point Abstract PT Smart Teknik Utama is a manufacturing company belonging to state owned enterprises (BUMN) that manufactures main parts for railway needs, such as: rodding system point. In producing the products, the machines used include lathe machine, milling & drilling machine, skraf machine, and NC cutting machine. Based on the history data machines that has a very significant damage in the last three years is lathe machine. By using the risk matrix in the selection of selected components that are significant to the damage of the lathe machine then obtained namely components toolpost, headstock, and leadscrew. The method used is Risk Based Maintenance with the aim of knowing the value of the risk to be accepted by the company if the priority component is included in critical components caused by malfunction. Based on the results of collecting and processing the data can be obtained at a risk of 1,2% with a total risk cost of Rp 7.317.595. The proposed maintenance plan is interval preventive maintenance for each year of 78 hours, on a monthly scale of 6,5 hours, and a weekly scale of 1,6 hours. Key words: Time Interval Preventive Maintenance, Maintenance Plan, Risk Based Maintenance, Risk Matrix, Rodding System Point
Perancangan Durasi Warranty Dan Perhitungan Estimasi Biaya Warranty Berdasarkan Analisis Ketahanan Hidup Pesawat Cn-235-220 Mpa Military Transport Di Pt Dirgantara Indonesia Dian Rahmania; Judi Alhilman; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang kedirgantaraan dengan kompetensi inti dalam desain dan pengembangan pesawat, pembuatan struktur pesawat, produksi pesawat, serta layanan pesawat untuk sipil dan militer. Untuk memberikan jaminan bahwa produk berjalan dengan baik, PTDI memberikan kebijakan warranty untuk pesawat yang dijual. Selama periode 2017 hingga 2018 perusahaan mendapatkan 34 klaim kerusakan dari pesawat CN-235-220 MPA sehingga perlu mengeluarkan biaya warranty sebesar Rp 18,963,780,000. Biaya yang dikeluarkan tersebut cukup besar dan melebihi target perusahaan yang menargetkan biaya warranty sebesar 2% dari harga jual produk. Analisis ketahanan hidup sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa lama pesawat tersebut dapat bertahan hingga mengalami kerusakan, dan estimasi biaya warranty dilakukan menggunakan kebijakan Free Replacement Warranty (FRW), sehingga didapatkan durasi warranty dan estimasi biaya warranty dari pesawat CN-235-220 MPA. Dari analisis perhitungan, didapatkan bahwa durasi warranty berdasarkan data MTTF adalah selama 0.5 tahun (6 bulan), dimana dengan waktu selama 6 bulan perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya warranty sebesar Rp 6,582,333,741.22. Biaya warranty yang dikeluarkan perusahaan pun dapat mendekati target yaitu 2% dari harga jual produk. Kata kunci: Warranty, Free Replacement Warranty (FRW), MTTF, Durasi Warranty, Biaya Warranty
Usulan Perancangan Pemeliharaan Kendaraan Load Lugger 03 Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (Rrcm) Pada Pt Krakatau Jasa Logistik Zul Arffan; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Jasa Logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa logisitik dan salah satunya internal handling untuk customer. Kendaraan load lugger 03 merupakan internal handling pada perusahaan yang digunakan selama 24 jam. Oleh karena itu, kendaraan dituntut untuk memenuhi kebutuhan konsumen berupa membawa raw material di perusahaan konsumen. Pada perusahaan PT Krakatau Jasa Logistik sudah menerapkan preventive maintenance dan corrective maintenance tetapi kegiatan pemeliharaan tersebut belum optimal dan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi. Maka dari itu, penelitian ini menerapkan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan dalam pemeliharaan ini untuk mengetahui usulan perancangan maintenance, waktu interval pemeliharaan, dan total biaya pemeliharaan. Dalam menentukan komponen kritis pada kendaraan, penelitian ini menggunakan metode Risk Priority Number dan didapatkan empat komponen kritis yaitu hose, ban, controller valve, dan jack hydraulic. Dengan menggunakan metode RRCM didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan ketentuan 5 proposed maintenance task dengan 2 (dua) scheduled on condition task dan 3 (tiga) scheduled discard task. Untuk scheduled on condition task pada komponen controller valve dilakukan pengecekan berskala selama 56 pekan sekali dan pengecekan berskala pada komponen hose selama 3 pekan sekali. Untuk scheduled discard task pada komponen pergantian ban dilakukan sebanyak 2 pekan sekali, pergantian komponen hose sebanyak 10 pekan sekali, dan komponen jack hydraulic sebanyak 25 pekan sekali. Total biaya pemeliharaan usulan didapatkan sebesar Rp206,024,342 memiliki selisih senilai Rp60,857,470 dari nilai biaya maintenance eksisting perusahaan. Perbandingan dari total biaya pemeliharaan eksisting dan usulan didapatkan bahwa perusahaan dapat menghemat biaya pemeliharaan sebesar 23%. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.3 Juni 2022 | Page 1739 Kata kunci : Maintenance, Reliability and Risk Centered Maintenance, Proposed Maintenance Task, Maintenance Cost
Usulan Interval Waktu Perawatan, Analisis Business Consequence Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Rotary Dryer Menggunakan Metode Risk Based Maintenance Dan Analisis Replacement Di Pt Xyz Silmi Nur Inayah; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Rotary Dryer merupakan mesin yang terdapat pada PT XYZ, yang berperan dalam proses drying bahan baku semen. Karena fungsi tersebut, jika terjadi downtime pada mesin, akan mengakibatkan berhentinya proses produksi. Berdasarkan data frekuensi kerusakan, jumlah kerusakan terjadi sebayak 32 kali dalam periode 2016-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai risiko, interval perawatan optimal pada komponen kritis dan umur ekonomis dari mesin Rotary Dryer. Maka dari itu digunakan metode Risk Based Maintenance untuk mengetahui nilai risiko akibat kegagalan yang terjadi dan interval perawatan optimal pada komponen kritis mesin Rotary Dryer. Selain itu, dilakukan juga penentuan business consequence menggunakan risk matrix business consequence dan untuk penentuan umur ekonomis mesin digunakan metode Analis Replacement. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode Risk Based Maintenance risiko yang harus diterima perusahaan jika terjadi kegagalan sebesar Rp65,066,006, nilai tersebut melebihi batas kriteria penerimaan dan berdasarkan risk matrix business consequence mesin Rotary Dryer berada pada area merah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk mengurangi konsekuensi yang lebih tinggi. Pada interval perawatan usulan setiap 1816 jam, risiko yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan risiko eksisting, dan persentasi risiko memenuhi kriteria penerimaan yang ditetapkan perusahan. Umur ekonomis mesin Rotary Dryer didapatkan pada tahun ke-19 (tahun 2039) berdasarkan perhitungan menggunakan metode Analisis Replacement.  Kata kunci: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis Replacement     Abstract  Rotary Dryer is a machine found in PT XYZ, which plays a role in the drying process of cement raw materials. Because of this function, if there is downtime on the machine, it will result in the cessation of the production process. Based on damage frequency data, the amount of damage occurred 32 times in the 2016-2019 period. The purpose of this study is to determine the risk value, optimal maintenance intervals on critical components and the economic life of the Rotary Dryer machine. Therefore the Risk Based Maintenance method is used to determine the risk value due to failures that occur and optimal maintenance intervals on critical components of the Rotary Dryer machine. In addition, the business consequence determination is also done using a risk matrix business consequence and for determining the economic life of the machine used the Analyst Replacement method. Based on data processing using the Risk Based Maintenance method the risk that must be accepted by the company in the event of a failure of Rp65,066,006, the value exceeds the acceptance criteria limit and based on the risk matrix business consequences Rotary Rotary machine is in the red area, so there needs to be improvements to reduce the higher consequences. At the proposed maintenance interval every 1816 hours, the risk incurred is smaller than the existing risk, and the percentage of risk meets the acceptance criteria set by the company. The economic life of a Rotary Dryer machine is obtained in the 19th year (year 2039) based on calculations using the Replacement Analysis method. Keywords: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis
Analisis Tingkat Efektivitas Mesin Bowl Cutter Laska Dengan Menggunakan Metode Total Effective Equipment Performance (TEEP) Untuk Menentukan Kebijakan Pemeliharaan Pada PT XYZ Samlistiya, Fahmi Rizal; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan makanan olahan beku berbahan baku dasar seafood, yang diolah menjadi produk olahan, baik ke pasar domestik maupun mancanegara. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi mesin, menentukan faktor-faktor pengaruh dalam six big losses, dan merumuskan kebijakan pemeliharaan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Mesin bowl cutter laska dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan memiliki jumlah frekuensi kerusakan tertinggi dibandingkan dengan mesin yang lainnya pada PT XYZ. Metode TEEP digunakan untuk mengukur efektivitas mesin yang dihitung dari utilization dengan overall equipment effectiveness (OEE). Banyak faktor mempengaruhi hasil perhitungan efektivitas, dan faktor dengan persentase tertinggi dievaluasi dengan fault tree analysis (FTA). Hasil temuan ini digunakan sebagai dasar untuk kebijakan pemeliharaan dan didapatkan bahwa pengukuran efektivitas menunjukkan bahwa kondisi mesin Bowl Cutter Laska buruk dan tidak berjalan secara optimal. Nilai OEE rata-rata sebesar 81% dan kurang dari standar JIPM kelas dunia (85%). Hal tersebut juga berlaku pada nilai total effective equipment performance (TEEP) rata-rata sebesar 45%. Rendahnya OEE dan TEEP disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan aset, seperti kapasitas produksi dan waktu operasi yang tidak digunakan secara maksimal sehingga hal tersebut mempengaruhi nilai six big losses pada faktor idling and minor stoppages losses sebesar 20% dan reduce speed losses sebesar 16%. Usulan kebijakan pemeliharaan melibatkan analisis FTA dan penerapan autonomous maintenance secara terjadwal diusulkan untuk mencegah kerusakan mesin. Kata kunci: OEE, TEEP, Six Big Losses, Fault Tree Analysis
Analisis Estimasi Kebutuhan Suku Cadang Mesin Wolf 2 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares, Min-Max Stock, dan Analisis ABC Pada Section Packaging di PT Universal Robina Corporation (URC) Plant 2 Nopia, Popy; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT Universal Robina Corporation (URC) dalam menjalankan proses produksi, perusahaan ini mengalami kendala yaitu target produksi harian terkadang tidak tercapai pada tahun 2021. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dan penilaian Risk Matrix, terdapat 1 komponen mesin yang memiliki tingkat kerusakan tinggi yaitu cutting knife. Saat ini PT URC Indonesia memiliki permasalahan pada persediaan suku cadang yaitu perusahaan hanya menentukan kebutuhan suku cadang berdasarkan asumsi dengan jumlah stock komponen kritis berdasarkan jumlah kerusakan tahun sebelumnya, untuk stock komponen cutting knife berjumlah 12 unit. oleh karena itu diperlukan analisis Reliability Centered Spare (RCS) dan Min-Max Stock. Tujuan menggunakan metode tersebut yaitu untuk perusahaan mendapatkan kebutuhan suku cadang yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan keandalan sebuah mesin dan untuk menentukan titik minimum, maksimum dan reorder point dari persediaan suku cadang komponen kritis sehingga dapat meminimasi terjadinya kekurangan atau kelebihan suku cadang dan biaya yang dikerluarkan akan lebih optimal. Hasil dari penilitian ini dengan menggunakan metode RCS didapatkan kebutuhan suku cadang komponen kritis yang optimal dalam 1 tahun yaitu cutting knife membutuhkan 1 unit. Dan hasil dari penelitian menggunakan metode Min-Max Stock didapatkan hasil kebutuhan suku cadang minimum stock dalam 1 tahun yaitu 6 unit, maksimum stock: 8 unit, dan Reorder Point: 6 unit. Kata kunci— reliability centered spares, min-max stock, dan management maintenance
Perancangan Sistem Pemeliharaan Peralatan Penggiling Ikan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost loss (OECL) di CV. X Fitrachman, Naufal Aqiel; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebagai perusahaan yang tergolong skala menengah, CV. X masih memiliki keterbatasan modal sehingga pada unit produksinya masih dijumpai penggunaan mesin dan peralatan produksi yang sudah berumur tanpa perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan proses produksi sering terganggu karena tingginya tingkat downtime. Untuk itu, perlu dilakukan kajian untuk merancang sistem perawatan yang efektif namun mudah diterapkan pada usaha skala kecil dan menengah. Obyek penelitian adalah mesin penggiling ikan yang terdiri atas mesin cutter, chopper I, dan chopper II. Penelitian ini menggunakan merode pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost Loss (OECL), penentuan faktor six big losses, dan perancangan sistem pemeliharaan. Data yang digunakan adalah jam kerja mesin, downtime, theoretical cycle time, volume produksi, waktu produksi, dan jumlah produk defect selama Januari-Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mesin penggiling ikan masih di bawah nilai standar world class. Nilai OEE mesin cutter sebesar 35,90%; chopper I sebesar 71,98%; dan chopper II sebesar 74,56%, sedangkan nilai standar world class adalah 85%. Sementara itu, nilai OECL ke tiga mesin tersebut adalah Rp 1.088.721.342,- berasal dari nilai OECL mesin cutter sebesar Rp. 462.758.314,- nilai OECL chopper I Rp. 410.400.337,- dan nilai OECL chopper II Rp. 215.562.691,-. Faktor six big losses yang berpengaruh terhadap penurunan efektivitas mesin adalah reduce speed losses, setup losses, breakdown losses, dan idling and mirror stoppage losses. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemakaian mesin penggiling ikan pada CV. X belum efektif sehingga menimbulkan dapat kerugian biaya dan potensi pendapatan perusahaan sebesar Rp Rp 1.088.721.342,- Kondisi itu tidak akan terjadi apabila perusahaan menerapkan sistem pemeliharaan yang baik, salah satunya adalah dengan menerapkan salah satu pilar dari Total Productive Maintenance (TPM) yaitu autonomous maintenanceKata kunci — OEE, OECL, six big losses, mesin penggiling ikan