Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Jadwal Pemeliharaan Mesin Cup Forming CP 14 Menggunakan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) pada PT Glopac Indonesia Cirebon Syarif, Muhamad Iqbal; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Glopac Indonesia merupakan perusahaan produksi kemasan makanan dan dengan salah satu produknya yaitu Paper Cups. Mesin Cup Forming CP14 merupakan salah satu mesin produksi yang bekerja dengan waktu yang lama. Maka, keandalan mesin menurun setiap tahunnya yang mengalami kerusakan mesin. Penelitian ini memfokuskan untuk memberikan interval kerusakan mesin serta jadwal pemeliharaan yang optimal sehingga biaya pemeliharaan akan efektif dan efisien menggunakan metode RRCM. Dalam menentukan komponen kritis pada mesin menggunakan metode FMECA dengan cara menghitung nilai Risk Priority Number dan mendapatkan dua komponen kritis yaitu Roulette dan Incurl. Didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan dihasilkan tiga proposed maintenance task, dua scheduled on-condition task dan satu scheduled discard task. Scheduled on-condition task pada komponen roulette untuk failure mode mata roulette aus dilakukan pengecekan berskala setiap tiga pekan sekali dan komponen incurl pada failure mode baut kendor dilakukan pengecekan berskala setiap empat pekan sekali, untuk scheduled discard task pada komponen roulette pada failure mode v belt putus dilakukan penggantian komponen setiap lima pekan sekali. Total untuk biaya maintenance usulan yaitu Rp21.986.107, untuk biaya maintenance eksisting pada perusahaan yaitu Rp28.751.063 sehingga nilai biaya maintenance usulan lebih rendah sekitar Rp6.764.956 yang dapat menghemat pengeluaran sebelumnya.Kata kunci- maintenance, preventive maintenance, corrective maintenance, reliability and risk centered maintenance
Usulan Kebijakan Pemeliharaan Mesin pada Mesin Shot Blast Mach MWJ 9/10 PT Pindad (Persero) dengan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) Jayaningrum, Cahya Wulan; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Penelitian ini mencoba untuk menentukan pemeliharaan preventif untuk mesin shot blasting berdasarkan data kegagalan mesin shot blasting lini produksi E-Clips PT. Pindad (Persero). Digunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance. Metode ini memilih komponen kritis mesin dan menentukan pemeliharaan preventif berdasarkan masing-masing komponen kritis. Sementara itu, dilakukan perhitungan interval waktu pemeliharaan yang optimal dan juga total biaya pemeliharaan preventif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga kegiatan pemeliharaan yang diusulkan dengan 1 scehduled on-condition task dan 2 scheduled restoration task dengan waktu pemeliharaan optimal. interval untuk setiap kegiatan dalam 130 dan 45 hari. Total biaya pemeliharaan preventif yang diusulkan juga berkurang hingga 12% dari total biaya yang ada. Kata kunci-maintenance, reliability and risk centered maintenance, proposed maintenance task, maintenance cost
Usulan Penentuan Kebutuhan Suku Cadang pada Mesin Duan kwei Menggunakan Metode Reliability Centered Spares di PT. XYZ Nurrahman, Ferro Arief; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. XYZ yang merupakan perusahaan industri farmasi di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dalam proses produksi pembuatan obat yang dilakukan, terdapat proses yang sangat penting yaitu dalam pengemasan karena proses tersebut merupakan proses akhir sebelum obat didistribusi. Dalam tahap proses pengemasan di PT. XYZ menggunakan mesin bernama mesin Duan Kwei yang berfungsi untuk mengemas seluruh obat herbal yang berbentuk tablet, dengan demikian mesin tersebut perlu adanya perhatian khusus agar mesin tersebut dapat bekerja secara optimal dan dapat menghasilkan produk yang sesuai. Pada analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan analisis FMEA diketahui bahwa faktor yang berpengaruh dalam kefetivitasan mesin Duan Kwei adalah keterbatasan stock suku cadang. Berdasarkan data historis perusahaan Sub-sistem sensor dan Bearing memeiliki frekuensi kerusakan yang tinggi, oleh karena itu diperlukannya pemeliharaan khusus terhadap mesin tersebut. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Reliability centered spare yaitu suatu pendekatan yang bertujuan untuk menentukan kebutuhan suku cadang yang dibutuhkan berdasarkan through-life cost dan kebutuhan peralatan dalam operasi maintenance untuk mendukung inventory. Dengan menggunakan metode Reliability centered spare didapatkan kebutuhan Sensor dan Bearing yaitu sebanyak 3 dan 4unit komponen dalam satu tahun dengan safety stock 1unit untuk setiap subsistem.Kata kunci - sensor, bearing, reliability centered spare, through-life cost, safety stock
Usulan Perancangan Formulit Pemeliharaan Mesin Duan KWEI di PT XYZ Menggunakan Metode Total Productive Maintenance (TPM) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Azmi, Moh Daffa Al; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT XYZ merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Pada proses blistering produksi herbal terdapat permasalahan yang ditemukan terkait efektivitas proses pengemasan yang akan menjadi fokus penelitian dikarenakan pada proses ini perawatan mesin secara berkala yang kurang optimal. Mesin yang digunakan pada proses pengemasan yaitu Mesin Duan Kwei yang berfungsi untuk pengemasan. Metode yang digunakan yaitu Total Productive Maintenance (TPM) untuk memaksimalkan efektivitas mesin dan dianalisis efisiensi mesin Duan Kwei menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Perhitungan Six Big Losses digunakan untuk mengetahui faktor apa yang paling mempengaruhi rendahnya nilai OEE. Berdasarkan hasil perhitungan OEE, nilai OEE pada mesin Duan Kwei pada bulan Januari – Desember 2021 yaitu sebesar 59.86%, yang berarti nilai OEE masih berada di bawah standar JIPM. Berdasarkan perhitungan six big losses terdapat dua faktor losses yaitu reduced speed loss dan idling and minor stoppages loss sebesar 35% dan 18%. Nilai OEE yang rendah dapat dijadikan suatu evaluasi untuk meningkatkan efektivitas mesin Duan Kwei dengan rancangan sistem yang terintegrasi berupa rancangan pemeliharaan mesin. Pemeliharaan mesin ini berbasis Total Productive Maintenance (TPM) yang menggunakan dua pilar yaitu autonomous maintenance dan planned maintenance di PT XYZ.Kata kunci- mesin duan kwei, total productive maintenance, overall equipment effectiveness, six big losses.
Usulan Perancangan Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Berbasis Excel pada Mesin Packaging Blizter untuk Memaksimalkan Total Productive Maintenance (TPM) di PT XYZ Permana, Yudha; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur farmasi. Proses produksi pada PT. XYZ sangat kompleks, sehingga sangat penting untuk menjaga pemeliharaan dan perawatan mesin, salah satunya adalah mesin Packaging Blizter. Dimana perlu dilakukan evaluasi peningkatan kinerja mesin. Untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja mesin packaging blizter, dilakukan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan analisa six big losses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas mesin packaging blizter, mengetahui kerugian yang dihasilkan dalam proses produksi dengan six big losses dan membuat rancangan alternatif solusi untuk membantu proses produksi menggunakan mesin packaging blizter. Berdasarkan perhitungan nilai OEE mesin packaging blizter bulan Januari – Desember 2021 didapatkan rata – rata sebesar 69,1% nilai tersebut tidak memenuhi standar global yang telah ditetapkan oleh Japanese Institute of Plant Maintenance (JIPM). Rendahnya nilai OEE dipengaruhi oleh nilai losses yang paling dominan yaitu reduce speed losses sebesar 28%. Berdasarkan fishbone diagram, tingginya nilai losses ini mempengaruhi performance efficiency pada mesin yang disebabkan oleh faktor manusia, mesin, material, dan metode. Berdasarkan rancangan aplikasi yang telah dibuat aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah dalam perhitungan metode TPM, OEE dan six big losses. Aplikasi ini menggunakan Microsoft excel agar lebih mudah diakses serta lebih sederhana.Kata Kunci-overall equipment effectiveness (OEE), six big losses, mesin packaging blizter, total productif maintenance (TPM)
Usulan Perancangan Sistem Pemeliharaan Mesin Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) pada Pemanfaatan Mesin Packer Chronos 6 Fitria, Tariza; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT. Eastern Pearl Flour Mills merupakan perusahaan memproduksi tepung terigu. Pada bulan November 2020 – Oktober 2021, perusahaan mengalami instabilitas total produksi sehingga tidak memenuhi target produksi yaitu 30.000 Ton setiap bulan. Berdasarkan identifikasi permasalahan, penyebabtarget produksi tidak tercapai disebabkan oleh kinerja mesin yang tidak optimal karena frekuensi kerusakan mesin yang tinggi dan usia pemakaian mesin yang sudah lama. Kondisi mesin tersebut menyebabkan downtime yang akan mengganggu produktivitas kerja pada mesin dalam melakukan proses produksi tidak maksimal. Penyelesaian permasalahan dapat dilakukan dengan evaluasi pengukuran efektivitas mesin menggunakan metode OEE dan ORE. Berdasarkan data kerusakan pada bulan November 2020 – Oktober 2021, mesin packer chronos 6 memiliki jumlah frekuensi kerusakan terbanyak, yaitu sebanyak 62 kali.. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh nilai OEE sebesar 62.38% dan nilai ORE sebesar 52%. Nilai tersebut menunjukan rendahnya tingkat efektivitas mesin karena berada dibawah standar JIPM yaitu sebesar 85%. Berdasarkan hasil six big losses, jenis kerugian yang dominan adalah faktor reduced speed loss dan idling and minor stoppages loss dengan nilai sebesar 31.54% dan 20.92%. Hal ini mengakibatkan performance mesin rendah sehingga dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Usulan hasil perancangan berupa sistem pemeliharaan mesin berbasis dengan penerapan dua pilar TPM yaitu quality maintenance dan autonomous maintenance.Kata kunci - overall equipment effectiveness, overall resource effectiveness, six big losses, total productive maintenance
Perhitungan Waktu Pemeliharaan Pada Mesin First Expeller Di PTPN V Menggunakan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) Taufiq Ismail, M; Alhilman, Judi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perusahaan menggunakan mesin First Expeller EK-150-K di PKO Tandun PTPN V dalam proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak setengah jadi (CPO). Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan RPN dari komponen mesin First Expeller EK-150-K dan terpilih 3 komponen kritis yaitu Bearing, Mainshaft, dan Body Cage. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan metode RRCM, maka didapatkan 5 proposed maintenance task diantaranya, 3 schedule on condition task dan 2 schedule discard task. Pada komponen bearing yaitu untuk schedule on condition task dilakukan setiap 0,86 pekan sekali dan untuk scheduled discard task dilakukan setiap 3 pekan sekali, komponen main shaft untuk schedule on condition task dilakukan setiap 19 pekan sekali dan untuk scheduled discard task dilakukan setiap 2 pekan sekali, serta komponen body cage untuk schedule on condition task dilakukan setiap 1 pekan sekali. total biaya maintenance eksisting yaitu Rp 2.630.557.365 sedangkan untuk total biaya maintenance usulan sebesar Rp 2.362.320.483 Berdasarkan data tersebut biaya maintenance usulan memiliki harga lebih rendah sebesar Rp 268.236.882. dari total biaya pemeliharaan eksisting.Kata kunci— Maintenance, Reliability and Risk Centered maintenance, Proposed Maintenance Task, Interval Waktu Pemeliharaan