Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kesiapan Belajar IPA Siswa Kelas VIII Pasca Pandemi Widiastuti, Ni Putu Winni; Selamet, Kompyang; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan belajar IPA dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar IPA siswa kelas VIII pasca pandemi di SMP Negeri 1 Amlapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 166 dan dua guru IPA sebagai sumber data. Teknik yang digunakan dalam mencari sampel yakni purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode penyebaran instrumen kuesioner, metode wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu selama di lapangan  terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian teknik setelah dilapangan menggunakan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Amlapura  yang pernah menjalani masa pembelajaran di pandemi, ketika kembali belajar tatap muka memiliki tingkat kesiapan belajar IPA pasca pandemi secara umum rata-rata dari keseluruhan indikator berada pada kriteria tinggi dengan persentase rata-ratanya 87,52%. (2) hasil wawancara menunjukan bahwa faktor yang mendukung kesiapan belajar siswa yakni (faktor internal) berupa suasana hati siswa dan adanya dukungan dari kondisi fisik, dan prestasi, sedangkan (faktor eksternal) berupa, dukungan,perhatian, dan fasilitas yang diberikan oleh orang tua. Faktor penghambat seperti keterbatasan kemampuan guru baik dari metode mengajar dan penggunaan fasilitas sekolah, masalah broken home, kondisi ekonomi keluarga serta kondisi sekolah berupa kenyamanan dan kelengkapan fasilitas sekolah. 
Analisis Kesiapan Belajar IPA Siswa Kelas VIII Pasca Pandemi Widiastuti, Ni Putu Winni; Selamet, Kompyang; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 6 No. 2 (2023): JPPSI, Oktober 2023
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan belajar IPA dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan belajar IPA siswa kelas VIII pasca pandemi di SMP Negeri 1 Amlapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini seluruh siswa kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 166 dan dua guru IPA sebagai sumber data. Teknik yang digunakan dalam mencari sampel yakni purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini melalui metode penyebaran instrumen kuesioner, metode wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu selama di lapangan  terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian teknik setelah dilapangan menggunakan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Amlapura  yang pernah menjalani masa pembelajaran di pandemi, ketika kembali belajar tatap muka memiliki tingkat kesiapan belajar IPA pasca pandemi secara umum rata-rata dari keseluruhan indikator berada pada kriteria tinggi dengan persentase rata-ratanya 87,52%. (2) hasil wawancara menunjukan bahwa faktor yang mendukung kesiapan belajar siswa yakni (faktor internal) berupa suasana hati siswa dan adanya dukungan dari kondisi fisik, dan prestasi, sedangkan (faktor eksternal) berupa, dukungan,perhatian, dan fasilitas yang diberikan oleh orang tua. Faktor penghambat seperti keterbatasan kemampuan guru baik dari metode mengajar dan penggunaan fasilitas sekolah, masalah broken home, kondisi ekonomi keluarga serta kondisi sekolah berupa kenyamanan dan kelengkapan fasilitas sekolah. 
Kajian Etnosains Proses Pembuatan Gula Merah Dawan sebagai Pendukung Materi Pembelajaran IPA SMP Sapitri, Kadek Raditya Yuli; Sarini, Putri; Selamet, Kompyang
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i3.86990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kajian etnosains proses pembuatan gula merah Dawan sebagai pendukung pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tekning sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan sowball sampling yang diperoleh sebanyak 6 subjek penelitian diantaranya 3 orang produsen gula merah Dawan, dan 3 orang guru IPA SMP Negeri 1 Dawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi daya, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan gula merah Dawan berupa alat jalikan, beruk, wajan, panged, pengeledokan, pencetakan kau-kau, saringan, dan keraras, serta bahan yang digunakan meliputi air nira kelapa, larutan lau, serta kayu jati dan pelepah tumbuhan kelapa sebagai kayu bakar. Proses pembuatan gula merah Dawan dibagi menjadi beberapa tahapan, diantaranya ngirisin, nyaringin, mumpunin, ngeledok, pencetakan, dan pencetakan. Hasil kajian sains ilmiah dari proses pembuatan gula merah Dawan relevan dan dapat didukung oleh beberapa materi dalam pembelajaran IPA SMP, diantaranya klasifikasi makhluk hidup, membedakan perubahan fisika dan kimia serta memisahkan campuran sederhana, kalor dan perpindahan, sekaligus membedakan isolator dan konduktor kalor, pencemaran udara, mengenal larutan asam basa berdasarkan karakteristiknya, sistem gerak pada manusia, pesawat sederhana, dan sistem perkembangbiakan pada tumbuhan.This research aims to explain and discribe an ethnoscience study of the process of making Dawan brown sugar as a support for junior high school science learning material. This research uses an ethnoscience approach with a descriptive qualitative research type. The sampling technique used was purposive sampling and snowball sampling. There were 6 research subjects, including 3 Dawan brown sugar producers and 3 scince teachers at SMP Negeri 1 Dawan. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the tools and materials used in the process of making Dawan brown sugar are in the form of tools, namely jalikan, beruk, pan, panged, pengeledokan, kau-kau molding, klakat, sieve, and keraras, and the materials used include coconut juice, lau solution, as well as teak wood and coconut fronds as firewood. The process of making Dawan brown sugar is divided into several stages, including slicing, nyaringin, mumpunin, ngeledok, molding, and packaging. The results of scientific studies of process of making Dawan brown sugar are relevant and can be supported by several materials in junior high school science learning, including the classification of living things, distinguishing between physical and chemical changes and separating simple mixtures, heat and transfer, as well as distinguishing insulators and heat conductors, air pollution, recoginze acid-base solutions based on their characteristics, movement system in humans, simple machines, and reproductive system in plants.
LESSON STUDY PADA PEMBELJARAN IPA DI SMP NEGERI 2 SERIRIT Suardana, I Nyoman; Devi, Ni Luh Pande Latria; Selamet, Kompyang
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.255 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.21891

Abstract

Lesson study merupakan program pembinaan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan lesson study pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Seririt. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru IPA yang berjumlah 4 orang. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pola lesson study dengan metode pendidikan dan pelatihan. Kegiatan diawali dengan pendidikan melalui pembekalan materi pelatihan. Kegiatan dilanjukan dengan pelatihan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran, serta refeksi pembelajaran. Lesson study dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil lesson study dikumpulkan dari komentar guru model dan guru observer serta respon siswa terhadap pembelajaran. Guru model mengemukakan bahwa sebelum pembelajaran, dia menyiapkan diri dengan baik agar pembelajaran berjalan dengan lebih baik. Hal ini didukung oleh komentar positif dari observer dan respon positif dari 94,44% siswa. Para observer mengemukakan bahwa semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran karena adanya arahan guru model kepada ketua kelompok untuk melakukan pembagian kepada anggotanya masing-masing secara merata. Pembelajaran IPA yang diterapkan menarik, menyenangkan, dan memotivasi belajar siswa.Kata kunci: lesson study, pembelajaran IPA, SMP Negeri 2 Seririt
The Development of Connected Integrated Science Modules based on Differentiated Learning on Solar System Materials Astiti, Kadek Ayu; Selamet, Kompyang; Herliandry, Luh Devi
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a Connected Type Integrated Science Module based on differentiated learning aims to make it easier for students to understand science concepts in an integrated manner. This is done by connecting one concept to another by increasing analytical skills and realizing independent learning. Modules were developed to link one concept with another science concept to improve analytical skills and realize independent learning for students. This type of research and development (R&D) uses the ADDIE model with the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. The results of the validity test from material and media experts obtained an average score of 88.1 and 81.8 in both categories. The practitioner test was carried out using the module by the teacher and obtained an average score of 81.15 in the good category. The development and analysis results obtained show that the module can be used in the learning process but further research is needed on the practicality of using this module and it needs to be developed into other Integrated Science materials.Keywords: Module, connected type of integrated science, differentiated instruction.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpf.v11.n2.202301
KAJIAN ETNOSAINS TRADISI GEBUG ENDE SERAYA DI DESA PATAS, KECAMATAN GEROKGAK DAN RELEVANSINYA PADA MATERI IPA SMP Purnami Dewi, Kadek Ita; Selamet, Kompyang; Juniartina, Putu Prima
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.46798

Abstract

This study is motivated by the limited use of local wisdom as a contextual learning resource in junior high school science. The aims of this study are to examine the ethnoscience concepts embedded in the Gebug Ende Seraya tradition in Patas Village, Gerokgak District, and to analyze their relevance to junior high school science materials. This research employs a descriptive qualitative method with an ethnoscience approach. The research subjects were selected using purposive sampling, including Gebug Ende performers, community leaders, and science teachers at SMP Negeri 5 Gerokgak. Data were collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires, and were analyzed descriptively to identify the tools, stages of implementation, and scientific concepts contained in the tradition. The results show that the main tools used in the Gebug Ende Seraya tradition are the penyalin (a rattan striking stick) and the ende (a shield). The implementation stages include the matur piuning ritual, preparation of tools and costumes, and the performance led by a saye (referee). The ethnoscience study reveals local knowledge that can be reconstructed into scientific concepts, such as vibrations and waves, ecology, classification of living organisms, measurement, solid pressure, temperature and heat, as well as force and motion. The findings indicate that the most dominant concepts are related to the elements of force, motion, and energy, supported by the human organ system element in the junior high school science learning outcomes (Phase D). Therefore, this tradition has strong potential to be integrated as a contextual and meaningful science learning resource.