Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efek Posisi Tubuh Setelah Berlatih Terhadap Masa Pemulihan Pramono, Bayu Agung; Sifaq, Aghus; Bulqini, Arif
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 1 No. 1 (2018): March
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n1.p25-29

Abstract

Latihan fisik memiliki konsekwensi yang cukup besar terhadap perubahan sistem anatomi dan fisiologi tubuh seorang atlet. Perubahan yang paling besar dan langsung terjadi adalah pada perubahan ritme denyut nadi sebelum, saat dan setelah melaksanakan aktifititas fisik olahraga. denyut nadi pemulihan adalah salah satu contoh perubahan yang sangat jelas setelah melakukan aktifitas fisik olahraga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perubahan denyut nadi pemulihan dengan proses penghitungan yang berbeda yaitu berdiri, duduk dan tidur. 12 lelaki dewasa umur kurang lebih 19 tahun mengikuti penelitian ini, mereka dibagi menjadi tiga kelompok pengukuran denyut nadi. Seluruh sampel akan melakukan prosedur tes naik turun tanggan menggunakan protokol YMCA step test. Setelah melakukan protokol tes semua sampel akan dihitung denyut nadi pemulihan setelah 3 menit istirahat. Dari hasil penelitian didapat prosentase penurunan denyut nadi pemulihan setelah istirahat 3 menit adalah dengan pengukuran posisi berdiri sebesar 28.9%, posisi duduk 31.7% dan pada posisi tidur 34.4%. kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi tubuh saat pengukuran denyut nadi memiliki kontribusi yang berbeda-beda dimana proses pemulihan dengan tidur terlentang memiliki prosentase tertinggi dalam menurunkan denyut nadi.
PENINGKATAN KOMPETENSI AKTIVITAS FISIK PENYANDANG DISABILITAS RUNGU KABUPATEN TUBAN MELALUI PELATIHAN INCALCY-DETY Ashadi, Kunjung; Setijono, Hari; Ainin, Ima Kurrotun; Sifaq, Aghus; Wiriawan, Oce; Wibowo, Sapto; Wijono, Wijono; Utami, Tri Setyo; Jatmiko, Tutur
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.32672

Abstract

Terbatasnya kegiatan edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik membuat para penyandang disabilitas rungu di Kabupaten Tuban belum memiliki pemahaman yang cukup untuk meningkatkan kompetensi fisik melalui kegiatan olahraga dalam rangka mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Masalah tersebut dikarenakan terbatasnya pihak yang memberikan perhatian tentang pola hidup sehat bagi para penyandang disabilitas, baik pemerintah, organisasi, masyarakat, atau pihak keluarga mereka. Hal tersebut menimbulkan dampak yang cukup besar pada kualitas hidup, motivasi, kesehatan, dan kesadaran terhadap pentingnya aktivitas fisik bagi penyandang disabilitas. Kegiatan pelatihan INCALCY-DETY ini diikuti oleh 36 orang yang terdiri dari guru sekolah luar biasa, guru olahraga sekolah inklusif, dan perwakilan NPCI (National Paralympic Comittee of Indonesia) Kabupaten Tuban. Metode yang dilakukan dalam pelatihan ini yaitu berupa penyampaian materi INCALCY-DETY secara lisan serta kegiatan praktek rangkaian gerakan latihan secara langsung. Bahan yang digunakan pada kegiatan ini merupakan materi berbentuk powerpoint untuk sesi penyampaian materi serta video tutorial yang dapat membantu para penyandang disabilitas untuk melakukan olahraga secara mandiri. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan, para peserta menyatakan jika mereka merasa senang serta mendapatkan ilmu dari materi tersebut sehingga memotivasi mereka untuk melakukan kegiatan olahraga dengan lebih baik lagi.