Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KATUP DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE TAHUN 2017-2020 Putri Aulia Rachman Salloko; Pratiwi, Dian; The, Fera
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32672

Abstract

Penyakit jantung katup merupakan kelainan dimana katup jantung tidak berfungsi secara normal bisa berupa penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi) katup ataupun kombinasi steosis dan regurgitasi. Berdasarkan Riskesdas 2018, penyakit jantung pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang menderita penyakit jantung di Indonesia. Belum ada penelitian mengenai karakteristik penderita penyakit jantung katup di Maluku Utara. Dari data rekam medik RSUD Dr. H. Chasan Boesirie dari tahun 2017-2020 didapati sebanyak 123 pasien didiagnosis mengalami penyakit jantung katup. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling dari 68 sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan penyakit jantung katup paling banyak ditemukan pada usia 46-65 tahun (32,4%), dengan rasio laki-laki : perempuan 1:1, etiologi terbanyak berupa penyakit jantung rematik (69,1%), kelainan katup terbanyak berupa multivalvular heart disease (54,4%) yang melibatkan katup mitral, aorta, dan trikuspid. Sejumlah 83,8% pasien tidak memiliki penyakit komorbid, dengan komplikasi terbanyak berupa gagal jantung kongesti (38,2%). Hampir semua kasus ditatalaksana dengan medikamentosa (95,6%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usia 46-56 tahun, etiologi penyakit jantung rematik, kelainan katup multivalvular heart disease, tanpa komorbid, komplikasi gagal jantung kongesti, dan tatalaksana medikamentosa adalah karakteristik sebagian besar penderita penyakit jantung katup di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2017-2020.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies Pada Masyarakat Pesisir di Pulau Hiri Ternate Marsaoly, Rian Rinaldy; The, Fera; Wahyudi, Ridwan Bachtiar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15443

Abstract

ABSTRACT The majority of Indonesia population are coastal communities. Skin diseases are known as the most common health problems suffered by coastal communities. Scabies is a disease that can be transmitted easily in public places where people congregate. According to the World Health Organization (WHO), scabies is most prevalent in tropical countries and densely populated areas, including coastal areas. Susceptibility to scabies transmission is caused by environmental conditions, habits, and healthy living behaviors that are not optimal. Currently, there are lack of data related to the incidence of scabies in coastal communities, especially in Maluku Utara Province. This study was conducted to identify risk factors associated with the incidence of scabies in coastal communities on Hiri Island, Ternate City. The research design used in this study was a cross-sectional study. Sampling was carried out using accidental sampling techniques totaling 116 samples. The data were analyzed bivariately using the Chi square test. The results showed a significant relationship between age (p = 0.000), occupation (p = 0.000), personal hygiene (p = 0.000), use of shared personal tools (p = 0.000), and knowledge (p = 0.000) on the incidence of scabies. Meanwhile, there was no significant relationship between income above minimum wage and the incidence of scabies (p = 0.155). Based on the results of this study, health education has an important role to prevent scabies in coastal communities on Hiri Island, Ternate City, by initiating awareness-raising program to maintain personal hygiene, keeping eye on the residence hygiene, and bathing regularly Keywords: Risk Factor, Scabies, Hiri Island  ABSTRAK Sebagian besar penduduk Indonesia adalah masyarakat pesisir. Penyakit kulit diketahui sebagai masalah kesehatan yang paling banyak diderita oleh masyarakat pesisir. Skabies merupakan penyakit yang dapat menular dengan mudah di tempat berkumpulnya masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO), skabies paling banyak terjadi di negara tropis dan daerah padat penduduk, termasuk daerah pesisir. Kerentanan terhadap transmisi skabies diakibatkan kondisi lingkungan, kebiasaan, dan perilaku hidup sehat yang belum optimal. Saat ini, masih sedikit data terkait kejadian skabies pada masyarakat pesisir, terkhusus di Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian skabies pada masyarakat pesisir di Pulau Hiri Kota Ternate. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 116 sampel. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,000), pekerjaan (p = 0,000), kebersihan diri (p = 0,000), penggunaan alat pribadi bersama (p = 0,000), dan pengetahuan (p = 0,000) terhadap kejadian skabies. Sedangkan, tidak ada hubungan bermakna antara penghasilan di atas upah minimum terhadap kejadian skabies (p = 0,155). Berdasarkan hasil penelitian ini, pendidikan kesehatan memiliki peranan penting untuk mencegah terjadinya skabies pada masyarakat pesisir di Pulau Hiri, Kota Ternate, dengan menginisiasi program penyuluhan untuk menjaga kebersihan diri, memperhatikan kebersihan tempat tinggal, dan mandi secara teratur. Kata Kunci: Faktor Risiko, Skabies, Pulau Hiri
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Pecengahan HIV/ AIDS pada Pelajar SMAN 3 Kota Ternate Husen, Cut Irna; The, Fera; Nachrawy, Tuthanurani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11180

Abstract

ABSTRACT Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that reduces a person's immunity by attacking or infecting white blood cells. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a combination of various indications of a disease caused by a reduced immune system caused by HIV infection, Indonesia has found findings of HIV/AIDS cases since it was first discovered in 1987 to March 2016. This study aims to provide an overview of the level of knowledge and attitudes of adolescents about HIV/AIDS prevention in SMA Negeri 3 Ternate City students from December 2022 to January 2023. This type of research is an observational descriptive study with a cross sectional approach, data collection techniques by interviews to fill out questionnaires. In the gender variable of the 294 respondents the most were men, namely 162 respondents (55.1%), and the least were women, namely 132 respondents (44.9%). In this study, it was concluded that the distribution of students at SMAN 3 Kota Ternate towards HIV/AIDS prevention was in the moderate category. Keywords : HIV/AIDS, Knowledge and Attitude, SMA Negeri 3 Ternate City  ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menurunkan kekebalan seseorang dengan menyerang atau menginfeksi sel darah putih. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan gabungan berbagai indikasi penyakit yang diakibatkan oleh berkurangnya sistem kekebalan tubuh yang diakibatkan oleh infeksi HIV, Indonesia mendapati temuan kasus HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1987 sampai dengan Maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS pada pelajar SMA Negeri 3 Kota Ternate terhitung dari bulan desember 2022 s/d Januari 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional, Teknik pengambilan data dengan wawancara untuk mengisi lembar kuesioner. Pada variabel Jenis kelamin dari 294 responden yang paling banyak adalah laki-laki yaitu sebanyak 162 responden (55.1%), dan yang paling sedikit adalah perempuan yaitu sebanyak 132 responden (44.9%). Pada penelitian ini kesimpulan bahwa distribusi pelajar SMAN 3 kota ternate terhadap pencegahan HIV/AIDS pada kategori cukup Kata Kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan Dan Sikap, SMA Negeri 3 Kota Ternate
KARAKTERISTIK PASIEN HEMOROID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Febrina M, Nindya; Hidayat, Ferdian; The, Fera
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i08.659

Abstract

Hemoroid merupakan pelebaran jaringan yang terdiri atas pleksus vena yang berada di dalam pleksus hemoroidalis. Hemoroid dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan yang diakibatkan dari kurangnya minum, diet rendah serat, mengedan yang terlalu lama, mengangkat beban berat, kehamilan dan obesitas. Pada tahun 2018-2020, untuk penderita yang berobat di rsud kota ternate memiliki cakupan yang cukup banyak yaitu sebanyak 61 pasien yang menderita hemoroid. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui karakteristik pasien hemoroid dengan dilakukannya Penelitian secara deskriptif observasional melalui pendekatan retrospektif yang dilakukan di rsud kota ternate. Hasil penelitian dari Distribusi pasien Hemoroid paling banyak didapatkan direntang usia 26-45 tahun (47,5%), dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak (57,5%), pekerja ringan (42,5%), jenis hemoroid interna grade iv (55%), keluhan utama yaitu rasa nyeri sebanyak (65%), serta dilakukan penatalaksanaan secara operatif (70%). Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan derajat hemoroid. Namun, tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan derajat hemoroid.
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN LUARAN PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE Afif Riondi, Muhamad; Kristanti, Endang; The, Fera
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i1.698

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit serebrovaskular akibat aterosklerosis pada pembuluh darah otak. Stroke iskemik dapat berakhir dengan perburukan luaran klinis berupa disabilitas dan kematian karena adanya pengaruh beberapa faktor risiko, seperti usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, tingkat kesadaran awal, tekanan darah, dan kadar kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko dengan luaran klinis pasien stroke iskemik di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dari 34 pasien, 24 (70,6%) pasien mengalami hiperglikemi dengan luaran memburuk 21 (61,7%) pasien. Pasien dengan usia ?45 tahun dengan luaran memburuk sejumlah 19 (55,9%) pasien. Pasien dengan jenis kelamin perempuan 29 (85,3%) pasien dengan luaran memburuk 23 (67,6%) pasien. Pasien dengan riwayat penyakit diabetes mellitus 29 (85,3%) pasien dengan luaran memburuk 23 (67,6%) pasien. Pasien dengan tingkat kesadaran GCS ?8 sejumlah 29 (85,3%) pasien dengan luaran memburuk 23 (67,6%) pasien. Pasien dengan kondisi tekanan darah hipertensi 24 (70,6%) pasien dengan luaran memburuk 21 (61,7%) pasien. Pasien dengan hiperkolesterolemia dengan luaran memburuk 19 (55,9%) pasien. Kesimpulan dari penelitian ini semua variabel memiliki p-value < 0,05, yang berarti ada hubungan bermakna antara faktor risiko dengan luaran klinis pasien stroke iskemik.  
Karakteristik Pasien Gout Arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Hadad, Muh. Ghalib I.; Manaf, Abdul Azis; The, Fera
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i10.855

Abstract

Gout Arthritis adalah penyakit progresif akibat menumpuknya kristal monosodium urat di persendian sebagai akibat dari hiperurisemia yang telah berlangsung kronik. Kota Ternate adalah salah satu daerah di Maluku Utara dengan angka kejadian penyakit sendi yang cukup tinggi, mencapai 6,94% kasus pada tahun 2018. Mengetahui karakteristik pasien gout arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan teknik total sampling yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Distribusi pasien Gout Arthritis paling banyak direntang usia 55-64 tahun (31,57%), jenis kelamin laki-laki (83,3%), pekerjaan wiraswasta (28,6%), pendidikan SMA (28,6%), kadar asam urat tinggi (76,2%), dan pasien yang tidak ada status tofi (61,9%). Karakteristik pasien Gout Arthritis paling banyak ditemukan pada usia 55-64 tahun, laki-laki, wiraswasta, tingkat pendidikan SMA, kadar asam urat tinggi, dan tidak ada status tofi.
Gambaran Faktor Risiko Pasien Nyeri Punggung Bawah di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Al Qadri, Muhammad Adzan; Pontoh , Lely M.; The, Fera
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i10.2037

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang terjadi di daerah punggung bawah pada daerah lumbal (L1-L5). Jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan indeks massa tubuh (IMT) merupakan beberapa faktor risiko yang dapat mengakibatkan NPB. Hingga saat ini belum ada data faktor resiko NPB di Kota Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko pasien NPB di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif berbasis data rekam medis pasien NPB dengan penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis data menemukan bahwa dari 58 pasien NPB, kejadian tertinggi dialami oleh perempuan (52%), rentang usia 46-65 tahun atau kategori lanjut usia (48%), pekerjaan golongan non-PNS (82%) terutama ibu rumah tangga (29%), dan perhitungan IMT pada kategori normal (54%). Dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar pasien NPB merupakan perempuan, usia 46-65 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan IMT kategori normal. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mempertajam temuan ini.
Hubungan antara Penggunaan Kontrasepsi Oral dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Kalumata Tryadi, Muhammad Wahyu; The, Fera; Marsaoli, Ryan Rinaldy
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is defined as a medical condition in which blood pressure persistently exceeds the normal limit of ≥140/90 mmHg. In 2018, the prevalence of hypertension in Indonesia reached 34.11%. One significant contributor factor to the development of hypertension is the use of oral contraceptives, which can influence the renin-angiotensin-aldosterone (RAA) system and promote atherosclerosis, leading to elevated blood pressure. This quantitative study aimed to investigate the association between oral contraceptive use and hypertension among women of reproductive age. An observational cross-sectional design was employed. A total of 44 respondents were selected using incidental sampling, and data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that 56.8%of respondents were non-hypertensive , 61.4% used combined oral contraceptives, 61.4% were aged >35 years old , 54.5% had used contraception for ≥ 2years , and were overweight (59.1%). Bivariate analysis demonstrated a significant association between oral contraceptive use and hypertension (p = 0.03), as well as between body mass index and hypertension (p = 0.02).to Specifically, women using combined oral contraceptives were found to have a 4.063 times higher risk of developing hypertension compared to those using oral progestins. This increased risk may be attributed to the estrogen components, which can affect the RAA system and contribute to elevated blood pressure through angiotensin II-mediated mechanism. In contrast, no significant association was observed between age and the incidence of hypertension in this population (p = 0.143). Similarly, the duration of oral contraceptive use was not significantly associated with hypertension, (0.107), a finding that may be influenced by the relatively small sample size. Keywords : body mass index, duration, hypertension, oral contraceptive DOI : 10.35990/mk.v9n1.p45-56
Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ardiansah, Ikwan; Husen, Abdul Hakim; The, Fera
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.20677

Abstract

Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan intervensi penting pada kasus henti jantung mendadak. Henti jantung adalah kondisi berhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba akibat gangguan sistem elektrikal. Kejadian henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) merupakan kondisi emergensi yang memerlukan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap pengetahuan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, teknik pengambilan sampel secara acak, serta pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Sebanyak 45 mahasiswa berpartisipasi, dengan mayoritas responden laki-laki sebanyak 24 orang (53,3%) dan program studi terbanyak Ilmu Kelautan sebanyak 21 orang (46,7%). Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pelatihan terhadap pengetahuan, dengan nilai p 0,001. Dengan demikian, pelatihan Bantuan Hidup Dasar berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun.