Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Antibacterial Activity of Bacteriocin from Pediococcus pentosaceus Against Propionibacterium acnes: Molecular Docking, In Vitro, and 16S rRNA Genetic Identification Adhitya Naufal Pribadhi; Penggalih Mahardika Herlambang; Ellyka Purwaningrum
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.943-949

Abstract

This study aimed to evaluate the antibacterial potential of bacteriocin produced by lactic acid bacteria against Propionibacterium acnes through an integrative approach involving molecular docking, in vitro assays, and genetic identification using 16S rRNA sequencing. The target protein PDB 7LBU, representing the cell wall of P. acnes, was docked with Small Bacteriocin obtained from PubChem. The best binding affinity was recorded at –7.5 kcal/mol, indicating a stable interaction, supported by cavity analysis and ligand–protein interaction mapping using PyMOL. The results of the in vitro study, as determined by antibacterial activity testing against P. acnes, showed an average inhibition zone of 20.6 mm. In addition, genetic identification through BLAST confirmed the isolate as Pediococcus pentosaceus strain DSM 20336 with a similarity of 99.64%. These findings indicate that the bacteriocin derived from P. pentosaceus has promising potential as a natural agent in the development of alternative therapies for acne.
Persepsi Mahasiswa terhadap Simulasi Pelatihan Resusitasi Jantung Paru dengan Media Virtual Reality di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia: Penelitian Wulandari, Nur Arfa; Herlambang, Penggalih Mahardika; Rido Muid, Rido Muid; Annanto, Gilar Pandu; Firmansyah, Erik; Prasetyo, Sandif
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 05 (2026): Mei 2026
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i05.1929

Abstract

Background: Cardiac arrest is a medical emergency requiring immediate action to prevent sudden death. Virtual Reality (VR) technology has been introduced to enhance the effectiveness of cardiopulmonary resuscitation (CPR) training. This study aims to evaluate students’ perceptions of using VR in CPR training simulations at the Faculty of Medicine, Wahid Hasyim University, Semarang. Methods: This study used a cross-sectional design with a descriptive quantitative approach. A total of 30 first-semester students were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire based on the Technology Acceptance Model (TAM) that included Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), and Behavioral Intention to Use (BIU), as well as variables of simulation effectiveness and VR technical difficulty. Data were analyzed descriptively. Results: The average PU score of 4.15 and PEOU score of 4.20 reflect positive perceptions of the added value and ease of use of VR. ATU scored 4.39, and BIU scored 4.08, indicating positive attitudes and strong intentions to continue using VR in CPR training. However, some students reported technical challenges, with an average score of 2.67. Conclusion: Students demonstrated positive perceptions of using VR in CPR training simulations, with high scores across all TAM aspects.
Urgensi Pengembangan Kurikum Pendidikan Kedokteran di Era Digitalisasi Layanan Kesehatan Herlambang, Penggalih Mahardika; Budiyanti, Rani Tiyas
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.73152

Abstract

Pendahuluan:  Teknologi kesehatan mulai masif berkembang dan diterapkan dalam layanan kesehatan seperti pemanfaatan telemedicine, virtual reality, artificial intelligence, maupun data sharing rekam medis elektronik. Dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital, pengetahuan serta skill dokter merupakan hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan model pengembangan pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan traditional approach  pada artikel jurnal dalam database GoogleScholar, Proquest, dan Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil dan pembahasan: Dalam pendidikan kedokteran, mahasiswa kedokteran diharapkan mengetahui dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menunjang layanan kesehatan digital serta memahami isu etik dan legal yang dapat terjadi. Pengembangan kurikulum pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan sertifikasi kompetensi, integrasi ke dalam kurikulum atau kolaborasi antar pendidikan kesehatan.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan penting untuk dilakukan, pengetahuan maupun skill dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital perlu dikembangkan oleh institusi pendidikan kedokteran agar nantinya mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien dapat terjaga.
Tantangan Etika dan Hukum Penggunaan Rekam Medis Elektronik dalam Era Personalized Medicine Budiyanti, Rani Tiyas; Herlambang, Penggalih Mahardika; Nandini, Nurhasmadiar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 1 (2019): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.41994

Abstract

Background: Personalized medicine is one of the health treatment approaches that has developed in the last ten years. This treatment is specific because it considers the genomics of patients and requires a complete database or medical record covering clinical and genomic data. Nevertheless, there are ethical and legal challenges in the implementation of electronic medical records in personalized medicine.Objective: This study aimed  to determine the ethical and legal challenges in the use of electronic medical records in personalized medicine based on previous literature.Methods: The method used in this study was literature review with sources from journals, books, and articles on electronic medical records, personalized medicine, as well as legal and ethical aspects related both domestically and abroad. Results: Ethical and legal challenges that can occurred in the use of electronic medical records in the personalized medicine era include security and ownership of data, legal responsibility, genomic discrimination, and changes in the relationship between doctors and patients.Conclusion: Indonesia does not yet have specific regulations regarding data security, data ownership, and data sharing in the health sector. Further regulations regarding the use of electronic medical records in the personalized era are needed so that their implementation does not conflict with the ethics and laws that apply in Indonesia
Implementasi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis dalam Jaringan selama Pandemi Coronavirus Disease-19 Herlambang, Penggalih Mahardika; Yana, Dian Rudy; Riambodo, Rido Muid; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.63402

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan Study from Home (SfH) dan Work from Home (WfH) selama pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) berdampak pada proses pendidikan mahasiswa kedokteran, salah satunya dalam penyelenggaraan evaluasi keterampilan klinis atau Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Diperlukan sebuah model OSCE berbasis dalam jaringan (daring) agar uji kompetensi tetap berjalan dengan optimal.Tujuan: Mengembangkan model OSCE berbasis daring yang disesuaikan pada kondisi pandemi Covid-19.Metode: Metode observasional deskriptif digunakan melalui dua tahapan. Tahapan pertama meliputi proses pelaksanaan OSCE berbasis daring. Tahap kedua adalah evaluasi pelaksanaan melalui survei kuesioner online kepada 149 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim yang mengikuti OSCE berbasis daring  pada periode Agustus 2020.Hasil: Proses pelaksanaan OSCE berbasis daring meliputi tahap pra-OSCE, OSCE, dan pasca-OSCE. Pada evaluasi selama  pra-OSCE, 79,5% mahasiswa menyebutkan bahwa sarana telah dipersiapkan dengan baik dan 46,1% menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan saat technical meeting jelas. Pada tahap pelaksanaan,  91,3% mahasiswa  menyebutkan soal OSCE jelas, 65,9% memiliki koneksi internet dan komunikasi berjalan lancar, 53% menyebutkan dukungan technical support baik, dan 88% menyatakan waktu pengerjaan cukup.Kesimpulan: Pelaksanaan OSCE berbasis daring dapat diimplementasikan. Meskipun demikian, dukungan teknis dan persiapan yang matang diperlukan sehingga dalam pelaksanaannya tetap berlangsung secara efektif.