Pendahuluan: Henti jantung adalah kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kematian mendadak. Teknologi Virtual Reality (VR) telah diperkenalkan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan resusitasi jantung paru (RJP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan VR dalam simulasi pelatihan RJP di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 30 mahasiswa semester pertama dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert berbasis Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), dan Behavioral Intention to Use (BIU), serta variabel efektivitas simulasi dan kesulitan teknis VR. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor PU sebesar 4,15 dan PEOU sebesar 4,20 menunjukkan persepsi positif terhadap nilai tambah dan kemudahan penggunaan VR. Skor ATU sebesar 4,39 dan BIU sebesar 4,08 menunjukkan sikap positif serta niat tinggi mahasiswa untuk menggunakan VR dalam pelatihan RJP. Namun, kendala teknis masih dilaporkan oleh beberapa mahasiswa dengan skor rata-rata 2,67. Simpulan: Mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan VR dalam simulasi pelatihan RJP, dengan skor tinggi pada semua aspek TAM.