Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Antibacterial Activity of Bacteriocin from Pediococcus pentosaceus Against Propionibacterium acnes: Molecular Docking, In Vitro, and 16S rRNA Genetic Identification Adhitya Naufal Pribadhi; Penggalih Mahardika Herlambang; Ellyka Purwaningrum
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.943-949

Abstract

This study aimed to evaluate the antibacterial potential of bacteriocin produced by lactic acid bacteria against Propionibacterium acnes through an integrative approach involving molecular docking, in vitro assays, and genetic identification using 16S rRNA sequencing. The target protein PDB 7LBU, representing the cell wall of P. acnes, was docked with Small Bacteriocin obtained from PubChem. The best binding affinity was recorded at –7.5 kcal/mol, indicating a stable interaction, supported by cavity analysis and ligand–protein interaction mapping using PyMOL. The results of the in vitro study, as determined by antibacterial activity testing against P. acnes, showed an average inhibition zone of 20.6 mm. In addition, genetic identification through BLAST confirmed the isolate as Pediococcus pentosaceus strain DSM 20336 with a similarity of 99.64%. These findings indicate that the bacteriocin derived from P. pentosaceus has promising potential as a natural agent in the development of alternative therapies for acne.
Persepsi Mahasiswa terhadap Simulasi Pelatihan Resusitasi Jantung Paru dengan Media Virtual Reality di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia: Penelitian Wulandari, Nur Arfa; Herlambang, Penggalih Mahardika; Rido Muid, Rido Muid; Annanto, Gilar Pandu; Firmansyah, Erik; Prasetyo, Sandif
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 05 (2026): Mei 2026
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i05.1929

Abstract

Pendahuluan: Henti jantung adalah kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kematian mendadak. Teknologi Virtual Reality (VR) telah diperkenalkan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan resusitasi jantung paru (RJP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan VR dalam simulasi pelatihan RJP di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 30 mahasiswa semester pertama dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert berbasis Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), dan Behavioral Intention to Use (BIU), serta variabel efektivitas simulasi dan kesulitan teknis VR. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata skor PU sebesar 4,15 dan PEOU sebesar 4,20 menunjukkan persepsi positif terhadap nilai tambah dan kemudahan penggunaan VR. Skor ATU sebesar 4,39 dan BIU sebesar 4,08 menunjukkan sikap positif serta niat tinggi mahasiswa untuk menggunakan VR dalam pelatihan RJP. Namun, kendala teknis masih dilaporkan oleh beberapa mahasiswa dengan skor rata-rata 2,67. Simpulan: Mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan VR dalam simulasi pelatihan RJP, dengan skor tinggi pada semua aspek TAM.
Urgensi Pengembangan Kurikum Pendidikan Kedokteran di Era Digitalisasi Layanan Kesehatan Herlambang, Penggalih Mahardika; Budiyanti, Rani Tiyas
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.73152

Abstract

Pendahuluan:  Teknologi kesehatan mulai masif berkembang dan diterapkan dalam layanan kesehatan seperti pemanfaatan telemedicine, virtual reality, artificial intelligence, maupun data sharing rekam medis elektronik. Dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital, pengetahuan serta skill dokter merupakan hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan model pengembangan pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan traditional approach  pada artikel jurnal dalam database GoogleScholar, Proquest, dan Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil dan pembahasan: Dalam pendidikan kedokteran, mahasiswa kedokteran diharapkan mengetahui dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menunjang layanan kesehatan digital serta memahami isu etik dan legal yang dapat terjadi. Pengembangan kurikulum pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan sertifikasi kompetensi, integrasi ke dalam kurikulum atau kolaborasi antar pendidikan kesehatan.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan penting untuk dilakukan, pengetahuan maupun skill dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital perlu dikembangkan oleh institusi pendidikan kedokteran agar nantinya mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien dapat terjaga.