Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Ekspresi CD3 dan CD26 pada Limfosit T sebagai Biomarker Potensial Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Suselo, Yuliana Heri; Balgis, Balgis; Indarto, Dono
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.598 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v48n3.843

Abstract

Systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang sering dijumpai pada wanita. Penyakit ini ditandai oleh hiperautoreaktivitas limfosit T dan B. Di dalam sistem imun, CD3 dibantu CD26 sebagai molekul kostimulator berkaitan erat dengan aktivasi dan migrasi limfosit T. Pada penyakit SLE, ekspresi CD3 dan CD26 serta aktivitas enzim CD26 belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekspresi CD3 dan CD26 dalam darah serta kultur limfosit T pasien SLE. Rancangan penelitian ini bersifat eksperimen laboratorium dengan pendekatan studi retrospektif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta selama lima bulan (Mei–September 2012). Diagnosis SLE ditentukan menurut kriteria dari American College of Rheumatology (ACR). Darah vena diambil dari tiga pasien SLE dan dua orang sehat. Satu µg/mL phytohaemmaglutinin (PHA) digunakan untuk stimulasi kultur limfosit T. Ekspresi CD3 dan CD26 ditentukan dengan flows sytometry. Substrat H-Gly-Pro pNA digunakan untuk menguji aktivitas enzim CD26. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t. Ekspresi CD3 dan CD26 menurun dalam darah dan kultur limfosit T pada pasien SLE dibanding dengan kontrol, sedangkan aktivitas enzim CD26 pada kultur limfosit T pasien SLE lebih tinggi daripada kontrol (0.042 vs 0.030 U/mL), tetapi perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (p>0.05). Simpulan, terdapat penurunan ekspresi CD3 dan CD26 baik disirkulasi darah maupun di kultur limfosit T subtipe CD4+. CD3 dan CD26 berpotensi sebagai biomarker penting untuk SLE. Namun, riset lanjutan masih perlu dilakukan untuk menjelaskan peran keduanya dalam patogenesis penyakit SLE. [MKB. 2016;48(3):140–7]Kata kunci: CD3, CD26, systemic lupus erythematosus (SLE)CD3 and CD26 Expression on T Lymphocytes as a Potential Biomarker of Systemic Lupus ErithematosusSystemic lupus erythematosus (SLE) is an autoimmune disease that is frequently found in women and characterized by hyperautoreactivity of T and B cells. In the immune system, expressions of CD 3 and CD26 (as co-stimulatory molecule) are related to T cells activation and migration. Co-expression of CD3 and CD26 in SLE patients has not been determined. The aim of this study was to investigate the co-expression of CD3 and CD26 in blood and T cell culture of SLE patients. This was an analytical descriptive study with a retrospective approach. This study was performed at the Biomedical laboratory, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, for five months (May–September 2012). SLE diagnosis was determined by using the criteria from the American College of Rheumatology (ACR). Vein blood was collected from three female patients with SLE and two healthy female controls. T cells isolated from the blood were cultured and stimulated with 1 µg/mL phytohaemmaglutinin (PHA). Flow cytometry was used to determine the coexpression of CD3 and CD26. CD26 enzyme activities in T cell culture were spectrophotometrically measured using H-Gly-Pro pNA substrate. Collected data were then analyzed using Student’s t test. Decreased coexpression of CD3 and CD26 was lower in blood samples and T cell cultures of SLE female patients than in control. Meanwhile, CD26 enzyme activities in SLE T cell cultures were higher than control (0.042 vs 0.030 U/mL) but no statistical difference was found (p>0.05). In conclusion, there is a decreased coexpression of CD3 and CD26 in blood circulation and T cell cultures subtype CD4+. CD3 and CD26 in SLE patients could be a prospective biomarker. Further research is required to unravel the roles of CD3 and CD26 in SLE pathogenesis. [MKB. 2016;48(3):140–7]Key words: CD3, CD26, systemic lupus erythematosus (SLE) 
RELATIONSHIP OF DIETARY INTAKE AND PHYSICAL ACTIVITY WITH BODY COMPOSITION IN ADULTS: A CASE-CONTROL STUDY Thesman, Inggrit Bela; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3230

Abstract

Obesitas yang ditandai dengan kelebihan lemak tubuh dan gangguan komposisi tubuh menyebabkan gangguan kesehatan dan risiko tinggi terhadap kasus penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara asupan karbohidrat, lemak, protein, serta aktivitas fisik dengan persentase lemak visceral dan massa otot pada individu dewasa yang mengalami obesitas. Studi analitik observasional ini menggunakan desain kasus kontrol, dengan merekrut 25 partisipan dengan status berat badan normal dan 25 partisipan obesitas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) dan aktivitas fisik dinilai menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Asupan makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan persentase lemak sementara, regresi linear ganda menunjukkan bahwa asupan karbohidrat (B = 0,007, β = 0,171, p = 0,028), aktivitas fisik (B = -0,001, β = -0,200, p = 0,028), jenis kelamin (B = 6,041, β = 0,522, p < 0,001), dan BMI (B = -1,021, β = -0,961, p < 0,001) merupakan prediktor signifikan untuk persentase massa otot. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dan aktivitas fisik dengan persentase massa otot setelah disesuaikan dengan faktor perancu. Konsumsi karbohidrat disertai aktivitas fisik dapat meningkatkan massa otot.
DEVELOPMENT OF ANAEMIA TREATMENT USING ETHANOL EXTRACT OF MIRABILIS JALAPA YELLOW FLOWERS Widyanti, Fera; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2299

Abstract

Mirabilis jalapa merupakan tumbuhan tropis dengan berbagai warna yang banyak ditemukan di Indonesia namun saat ini pemanfaatannya hanya sebatas tanaman hias dan pagar. Kombinasi M. jalapa warna kuning dan pink memiliki fitokimia yang berperan dalam metabolisme zat besi tetapi belum ada penelitian terkait dengan kandungan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan zat gizi dan fitokimia ekstrak M. jalapa warna kuning dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. M. jalapa warna kuning terlebih dahulu digiling menjadi serbuk kemudian dilakukan maserasi dengan menggunakan larutan heksana dan etanol selama 24 jam di Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta pada bulan Januari 2024. Besi dan seng dianalisis dengan metode Atomic Absorption Spectrum (AAS) di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.  Kandungan zat gizi dianalisis dengan menggunakan uji proximate dan kandungan fitokimia dengan Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS) pada mode ionisasi positif dan negatif di LPPT Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2024. Ekstrak etanol M. jalapa kuning mengandung kadar air 18.71%, abu 12.08%, protein 25%, lemak 4.74%, karbohidrat 39.47%, besi 0.11%, seng 8.95% dan vitamin C 5.51%. Fitokimia family Betaxanthin terdeteksi pada mode ionisasi positif sedangkan Betacyanin ditemukan pada mode ionisasi negatif. Ekstrak etanol M. jalapa kuning mengandung besi dan Betaxanthin yang berpotensi untuk terapi alternatif anemia.
Finding Airon Deficiency Anemia (IDA)at Young Women with Overweigth or Obesity Ayusari, Amelya Augusthina; Azizah, Shofura; Wijayanti, Lilik; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri; Mashuri, Yusuf Ari; Hastami, Yunia; Rahayu, Dwi
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2395

Abstract

Background: Young women can suffer from anemia due to monthly menstruation and by having many activities without adequate iron-filled nutrition. Otherproblems found on them are overweight and obesity. The data show that one with overweight or obesity can lead to iron deficiency anemia (IDA) along with increasingproinflammatory cytokines, which will cause the transcription of hepcidin. The increaseof hepcidin transcription will inhibit the absorption of iron from the intestine into the circulation, inhibiting spending iron reserves into circulation, and inhibitingthe release of iron recycled from splenic macrophages. This can cause IDA. The purpose of this study was to obtain the proportion of iron deficiency anemia in overweight or obese young women.Methods: The design of this study was cross sectional using purposive sampling. The subjects of this study were the student from fiveselected Senior high schools inBoyolali, Central Java, Indonesia. The determination of IDAis done by using hemoglobin and indexes of erythrocytes. Results: This study was the follow-upof the previous study, which was conducted to 14 obese and/or overweightyoung women withanemia From 14 subjects, there wasone subject suffered from other anemia and 13 subjects with IDA (using index erythrocytes examination). Their mean of MCV was 72.68±4.29fl, MCH was 23.08±2.63pg, and MCHC was 35.21±0.65 %.Conclusions: From this study, almost all overweight or obeseyoung women with anemia were indicated as IDA (92.8%).
Effect of Freeze-Drying, Spray-Drying, and Foam-Mat-Drying Encapsulation Techniques on Vitamin C Level in Fruit Powder: A Scoping Review Baruroh, Durotul; Suselo, Yuliana Heri; Kusumawati, Ratna; Dono Indarto
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.586

Abstract

Vitamin C is an essential micronutrient with important antioxidant and physiological roles. However, it is highly unstable during processing due to its sensitivity to heat, oxygen, and light. This scoping review mapped evidence on drying-based encapsulation techniques: freeze drying, spray drying, and foam-mat drying. It examines their effect on the vitamin C level in fruit powder. A systematic search was conducted in PubMed, ScienceDirect, Springer, MDPI, and Google Scholar for studies published between 2015 and 2025. The search followed the PRISMA-ScR framework. Seven studies met the criteria and covered acerola, camu-camu, banana, açaí, papaya, satsuma mandarin, orange peel, and mulberry. The findings show that freeze-drying was consistently the most effective technique for retaining vitamin C levels. Some studies even reported an increase in vitamin C levels, possibly due to the breakdown of the fruit matrix, which made the nutrient more available. During Spray drying, low retention values (11%) were obtained in banana paste, and almost total retention (99%) was achieved in camu-camu pulp. The retention of mulberry juice during optimized foam-mat drying amounted to a maximum level of 90%. Coating materials, such as gum Arabic (GA) and carboxymethyl cellulose (CMC), provided better stability in vitamin C levels. However, there are some gaps regarding encapsulation efficiency, degradation kinetics, and particular mechanisms of the matrix that could clarify retention rates beyond 100%. Thus, future studies should focus on these parameters for the refinement of scalable yet low-cost drying strategies of functional fruit powders.
The Development of Snack Bars from Salak Seed Flour and Red Beans as Potential Supplementary Food for Anemic Adolescent Girls Liana, Gladya Lady; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.591

Abstract

Anemia is a condition in which the body experiences a lack of Hb in the blood. One of the causes of anemia is the need for iron and protein that is not fulfilled by the daily intake. Snake fruit seed flour and red beans have high potential to be developed into health-beneficial products such as snacks. The purpose of this study was to develop snack bars as a treatment for anemia in adolescent girls and to analyze hedonic tests, microbiological contamination, and nutritional content. The data analysis used was the Kruskal-Wallis test with Dunn's Post-Hoc test. This study shows that the snack bar formulation of snake fruit seed flour and red bean has a statistically significant effect with a p-value <0.05. Based on the level of liking of high school adolescent girls, the most preferred formulations are formulations P0 and P3. The P0 treatment has nutritional content (carbohydrate 43.33%, protein 14.30%, fat 19.70%, total calories 400 Kcal, iron 3.6 mg, vitamin C 24.5 mg, and zinc 4.8 mg) and the P3 formulation has nutritional content (carbohydrate 49.49%, protein 10.71%, fat 13.53%, total calories 360 Kcal, iron 11.4 mg, vitamin C 28.0 mg, and zinc 5.2 mg), so it has the potential to innovate supplementary feeding for anemic adolescent girls.
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular di Masa Pandemi COVID-19 Kusumawati, Ratna; Sulastomo, Heru; Indarto, Dono; Jusup, Sinu Andhi; Rahardjo, Setyo Sri; Purwaningtyas, Niniek; Susilawati, Tri Nugraha; Suselo, Yuliana Heri; Wulandari, Sri
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i1.70327

Abstract

Pendahuluan: Jumlah kasus penyakit kardiovaskular (PKV) di dunia menunjukkan kecenderungan meningkat termasuk di Indonesia. Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah melaporkan adanya peningkatan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus (DM) yang menjadi faktor risiko penting PKV. Penyakit hipertensi dan DM merupakan penyakit penyerta utama pada kasus coronavirus disease 2019 (COVID-19) sehingga dapat memperburuk gejala dan menyebabkan kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi tentang pencegahan dan deteksi dini PKV di wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah di masa pandemi COVID-19.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di RT 03 RW 02 desa Gowongan, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan pengukuran denyut nadi latihan, talk show  mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV serta pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah.Hasil dan pembahasan: Hasil kegiatan pengabdian ini peserta mendapatkan informasi yang valid mengenai pencegahan dan deteksi dini PKV. Selain itu, kegiatan ini menstimulasi keperdulian peserta untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hasil lain yang didapatkan adalah peserta dapat melakukan pengukuran denyut nadi latihan secara mandiri untuk mengoptimalkan olahraga yang dilakukan.Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan deteksi dini PKV kepada masyarakat talkshow, pelatihan dan layanan kesehatan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini dapat memberikan informasi valid kepada masyarakat dan memacu keperdulian masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini PKV.
Audit Kasus Stunting Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali Arrasyi, Shahifa Suha; Septiana, Dian; Suselo, Yuliana Heri
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.77078

Abstract

Pendahuluan: Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) memiliki prevalensi stunting tahun 2022 yaitu 20,8% dan pada Kabupaten Boyolali 20%. Dalam mengatasi stunting, dilakukan audit stunting yang merupakan program identifikasi faktor risiko penyebab stunting. Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari yang  merupakan salah satu kecamatan lokus stunting di Kabupaten Boyolali dengan prevalensi  8,7%.Metode: Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali pada 30 Mei 2023. Audit stunting diawali dengan membuat irisan balita stunted-wasting, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan balita termasuk dalam kategori stunting atau pendek karena penyebab lain. Menurut KepMenkes 1928/2022 PNPK Stunting, balita tergolong (berisiko) stunting apabila usia berat ≤ usia tinggi ≤ usia kronologis dan didapatkan 5 balita yang tergolong (berisiko). Ibu dan balita berisiko akan diundang datang ke RSUD Pandan Arang untuk audit kasus stunting. Audit kasus stunting berupa pengukuran antropometri, wawancara ibu balita dan konsultasi kesehatan balita stunting.Hasil dan pembahasan: Faktor penyebab stunting di Kecamatan Gladagsari diantaranya yaitu pengasuhan bersama antara suami dan istri, keadaan sanitasi lingkungan (termasuk kepemilikan jamban sehat), faktor gangguan makan (intoleransi makanan), Selama 3 bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan makanan, frekuensi kunjungan ke posyandu, ASI eksklusif, MPASI, status imunisasi dasar, konsistensi minum vitamin A, ibu peserta KB, pemahaman manfaat KMS, pemahaman manfaat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di posyandu, pemahaman stunting, pengetahuan tentang gizi seimbang, beragam dan aman.Kesimpulan: Melalui kegiatan audit kasus stunting yang dilakukan di Kecamatan Gladagsari diketahui beberapa faktor risiko yang menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. 
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Anggota Klub Jantung Sehat Rahardjo, Setyo Sri; Jusup, Sinu Andhi; Indarto, Dono; Wulandari, Sri; Suselo, Yuliana Heri; Kusumawati, Ratna; Sulastomo, Heru; Purwaningtyas, Niniek; Susilawati, Tri Nugraha
Journal of Midwifery in Community Vol 1, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v1i2.79502

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia secara nasional memperlihatkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) terutama penyakit kardiovaskular (PKV) cenderung mengalami peningkatan. Hal tersebut terjadi juga di wilayah kota Surakarta. Tim Pengabdi berinisiatif melaksanakan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota Klub Jantung Sehat (KJS) terkait PKV sekaligus untuk skrining faktor risiko PKV yang meliputi hipertensi, hiperkolesterol, diabetes mellitus (DM), dan obesitas. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol dan antropometri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 85 anggota KJS dan diselenggarakan pada hari Minggu, 18 Juni 2023 jam 07.00 - 09.00 di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (FKOR UNS) Jl. Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini pemahaman para anggota KJS terkait PKV melalui diskusi dan tanya jawab selama penyuluhan dan konseling selama pemeriksaan kesehatan mengalami peningkatan. Kegiatan sejenis perlu dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sebagai upaya preventif dan promotif terhadap penyakit tidak menular di masyarakat.
Edukasi dan Deteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus Susilawati, Tri Nugraha; Jusup, Sinu Andhi; Rahardjo, Setyo Sri; Indarto, Dono; Wulandari, Sri; Suselo, Yuliana Heri; Kusumawati, Ratna; Sulastomo, Heru; Purwaningtyas, Niniek
Journal of Midwifery in Community Vol 2, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jmc.v2i1.93242

Abstract

Indonesia currently is experiencing a shift in disease patterns marked by a significant increase in the number of non-communicable diseases (NCDs), especially cardiovascular diseases, specifically diabetes mellitus (DM). A similar phenomenon also occurs in Surakarta city. Community service team conducts educational activities and health checks that aim to increase the knowledge of members of the Klub Jantung Sehat (KJS) related to cardiovascular disease as well as for screening risk factors for cardiovascular diseases including hypertension, hyperuricemia, diabetes mellitus (DM), and obesity. The methods used are counseling and checking blood pressure, uric acid, blood sugar at any time, and anthropometry. This community service activity was attended by 33 KJS members and was held on Sunday, 23 June 2024 at 07.00 - 09.00 at the Faculty of Sports, Sebelas Maret University (FKOR UNS) Jl. Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Surakarta City, Central Java, however only 19 participants took part in the complete screening. The results achieved from this community service are an increase in the knowledge of KJS members related to cardiovascular diseases through discussions during counseling as well as during health checkups. The results of the health examination, it was found that 6 people (31.58%) had hypertension, 2 people (10.52%) had DM, and 11 people (57.89%) were found to meet the criteria of overweight and obesity. The members of KJS who had uric acid levels above normal were 10 people (52.63%). Similar activities should be carried out regularly and continuously as a preventive and promotive effort against non-communicable diseases in the community.