Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi Orang Tua Siswa di SD Talakbroto, Wates dan Kedung Lengkong Kecamatan Simo Boyolali Yulia Sari; Lilik Wijayanti; Siti Marufah; Widya Susanti; Endang Listyaningsih; Sri Haryati; Slamet Riyadi
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.156

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku sehari-hari yang didasarkan pada kesehatan dan kebersihan yang dilaksanakan oleh keluarga dan setiap anggota keluarga sehingga dapat berperan dalam kesehatan dan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Anak usia sekolah dasar (SD) lebih sering terserang infeksi gastrointestinal parasitik karena aktivitas mereka yang lebih banyak berhubungan dengan tanah. Tanah merupakan media transmisi bagi cacing STH ke manusia melalui kontak langsung berupa tangan atau kuku yang masuk ke tangan melalui mulut. Rendahnya tingkat sanitasi pribadi pada anak SD seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain maupun sesudah buang air besar (BAB) menyebabkan masih tingginya angka kecacingan. Peningkatan pengetahuan tentang Perilaku hidup Bersih dan Sehat pada orang tua murid merupakan salah satu cara dalam pencegahan kejadian gastrointestinal pada anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan menggunakan berbagai media. Tes dilaksanakan sebelum dan sesudah kegiatan yang merupakan salah satu bentuk evaluasi dari kegiatan ini. Hasil tes pengetahuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari rata-rata hasil pretest 73,8 dan post-test 98,4. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan orang tua siswa tentang PHBS (p  <0,005).
EFEKTIVITAS KUERSETIN DARI EKSTRAK APEL LOKAL TERHADAP BERAT BADAN DAN GLUKOSA DARAH PUASA TIKUS MODEL DIABETES Nila Authoria Authoria; Lilik Wijayanti Wijayanti; Ratih Puspita Febrinasari
GIZI INDONESIA Vol 46 No 2 (2023): September 2023
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v46i2.847

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood glucose levels due to insulin resistance by pancreatic β cells. Local apple plants can be used as a therapy for diabetes mellitus due to their content of quercetin which can control the increase in blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of local apple extract of Romebeauty and Manalagi types to changes in body weight and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus rats. This experimental study used pre and post-tests with a control group design involving 25 Wistar rats with diabetes mellitus model by injection STZ-NA. They were divided into 5 groups: negative control (KN), positive control with glibenclamide 0.09 mg/kg BW (KP), and the treatment group with local apple extract of Romebeauty and Manalagi at a dose of 90 mg/kg BW with 32,5 mg/g quercetin (P1), 180 mg/kg BW with 65 mg/g quercetin (P2), and 270 mg/kg BW with 97,5 mg/g quercetin (P3). The rats were weighed 4 times and fasting blood glucose levels were measured before and after the intervention. The results showed that there was a significant difference in body weight in all treatment groups after 14 days of intervention (p=0.003). Besides, there were significant differences in fasting blood glucose levels before and after the intervention in the KP (p=0.043), P1 (p=0.001), and P3 (p=0.005). Thus, it can be concluded that local apple extract affects changes in blood glucose levels and body weight of the diabetes mellitus rat model.ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin oleh sel β pankreas. Tumbuhan apel lokal sebagai tanaman komoditi holtikultura mampu dijadikan sebagai terapi untuk diabetes melitus karena mempunyai kandungan kuersetin yang mampu mengontrol kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari efektivitas pemberian ekstrak apel lokal jenis romebeauty dan manalagi terhadap perubahan berat badan dan kadar glukosa darah puasa tikus model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah eksperimental pre and post test with control group design menggunakan 25 tikus wistar model diabetes mellitus dengan injeksi STZ-NA dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negative (KN), kontrol positif dengan glibenklamide 0,09 mg/kgBB (KP), dan kelompok perlakuan diberikan ekstrak apel lokal jenis romebeauty dan manalagi dosis 90 mg/ kgBB mengandung 32,5 mg/g kuersetin (P1), 180 mg/ kgBB mengandung 65 mg/g kuersetin (P2) dan 270 mg/ kgBB mengandung 97,5 mg/g kuersetin (P3). Selama penelitian berlangsung, tikus dilakukan penimbangan sebanyak 4 kali serta dilakukan pengukuran kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah intervensi . Hasil menunjukkan bahwa terjadi perbedaan berat badan tikus yang signifikan pada semua kelompok perlakuan setelah 14 hari diberikan intervensi (p=0,003). Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok KP (p=0,043), P1 p=(0,001), dan P3 (p=0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak apel lokal terhadap perubahan kadar glukosa darah dan berat badan tikus model diabetes melitus.Keywords: ekstrak apel lokal, kadar glukosa darah, berat badan, diabetes melitus
Women osteoporosis prevention by protein, fat, vitamin D, phosphorus intake and chicken feet cookies consumption as source of calcium Rahma Ayu Ramadhania; Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa; Lilik Wijayanti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i2.1699

Abstract

Osteoporosis as a major health problem has four times risk in women than men. Protein, fat, vitamin D, and phosphorus are the main nutrients in bone development. Through this study, it can be known protein, fat, vitamin D, and phosphorus changes from the consumption of cookies chicken feet flour (Gallus domesticus), containing 130 mg calcium, equivalent to 15% of  RDA to prevent osteoporosis due to low calcium intake with a quasi-experimental pre-test and post-test approach with control in women early adulthood for 14 days in Health Office of Tasikmalaya District in June 2022, with 102 people as sample based on Slovin's calculation with 10% of margin error through the multistage sampling method, which consists of cluster random sampling and simple random sampling. Observation of protein, fat, vitamin D, and phosphorus using the semi food frequency questionnaire. Data analysis used Post Hoc LSD. Based on data analysis, it is known that the difference in protein, vitamin D, and phosphorus intake significantly different with p> 0,05 of the three groups each other. While the difference in fat intake significantly different from the positive and negative control groups with p> 0,05. Consumption of cookies can increase protein, fat, vitamin D, and phosphorus intake. 
OLAHRAGA DAN KONSUMSI BUAH SEBAGAI NUTRISI MEDIS PADA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM): Exercise and Fruit Consumption as Medical Nutrition for Non Communicable Diseases (NCDs) Wijayanti, Lilik; Haryati, Sri; Dirgahayu, Paramasari; Suparyanti, Endang Listyaningsih; Negara, Khesara Sastrin Prasita; Riyadi, Slamet; Supriyana, Dwi Surya; Ma'rufah, Siti; Setyawan, Sigit
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v3i1.174

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) atau biasa juga disebut sebagai penyakit degeneratif  adalah merupakan jenis penyakit yang tidak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam waktu yang panjang. Beberapa penyakit yang termasuk PTM adalah diabetes mellitus (DM) dan hipertensi. Kegiatan  ini  untuk menambah  pengetahuan tentang  olah raga dan  konsumsi buah sebagai nutrisi medis pada pasien PTM. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan terhadap 36 orang pasien yaitu  15 orang pasien DM dan 21 orang penderita hipertensi di kelompok prolanis K – Nisa. Pasien yang datang dilakukan pengukuran tekanan darah, penghitungan nadi latihan, penyuluhan tentang DM, hipertensi dan penghitungan nadi latihan, olah raga dan pengisian kuosioner sambil dilakukan focus group discussion. Hasil pengisian kuosiner sudah beberapa pengetahuan yang memberikan hasil yang baik dan beberapa yang masih memerlukan peningkatan. Pengetahuan yang sudah baik yaitu pengetahuan tentang olah raga, nadi latihan, komplikasi PTM, definisi tekanan darah tinggi, manfaat olah raga dan durasi waktu olah raga dan jumlah konsumsi buah. Pengetahuan yang masih perlu ditingkatkan adalah gejala awal penyakit DM dan hasil pemeriksaan gula darah pada pasien DM. Dari hasil kegiatan ini diperlukan adanya sosialisasi yang terus menerus kepada masyarakat tentang gejala awal penyakit DM dan perlunya pemeriksaan gula darah. Pengetahuan pasien PTM sudah baik tentang olah raga dan konsumsi buah sebagai nutrisi medis.
PENGARUH UJI KOMPETENSI DALAM JENJANG KARIR TERHADAP MOTIVASI PERAWAT UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI DI RS PETROKIMIA GRESIK GRHA HUSADA Twistiandayani, Retno; Wijayanti, Lilik; Trisno, Tejo
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1046

Abstract

Ketidaksesuaian antara kompetensi perawat dengan tugas atau pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, menjadikan suatu tantangan RS Petrokimia Gresik Grha Husada dalam melakukan uji kompetensi dalam jenjang karir perawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh uji kompetensi dalam jenjang karir terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Grha Husada.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan the pre and post test control group design. Populasi dalam penelitian adalah semua perawat di RSPGGH sebanyak 50 perawat. Teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi sebesar 24 baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode analisis yang digunakan univariat, bivariat dengan uji paired t-test, independent t-test dan koefisien determinan.Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata motivasi perawat sesudah dilakukan perlakuan rata-rata motivasi perawat pada kelompok perlakuan meningkat sebesar 10,09 menjadi 100,67. Adanya pengaruh uji kompetensi dalam jenjang karir terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi (p = 0,020). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,471 yang menunjukkan uji kompetensi memiliki pengaruh kontribusi sebesar 22,22% terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi, sedangkan sisanya 77,78% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menerapkan jenjang karir yang jelas mulai dari mapping, uji kompetensi sampai pada kredensialing perawat untuk memberikan pengakuan dan penghargaan perawat sehingga bisa memotivasi perawat dalam peningkatan kompetensiKata Kunci: Jenjang Karir, Motivasi Perawat, Uji KompetensiDOI: 10.5281/zenodo.4738394
The Effect of Ethanol Ants Nest Extract on Profil Lipid Mice Model Obesity with Type 2 Diabetes Nuriza, Rizky Alfiqi; Rahardjo, Setyo Sri; Wijayanti, Lilik
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3212

Abstract

The Ants Nest plant (Myrmecodia pendans) is known to have the potential to reduce blood glucose cholesterol, LDL (Low-Density Lipoprotein), and HDL (High-Density Lipoprotein) in obese patients with Type 2 Diabetes (T2D) because it contains high flavonoid and tannin content that can prevent oxidative stress and inhibit the work of pancreatic β cells, α-glucosidase work, Glut-2, and lipase enzymes. This study aims to study the effect of the management of Ethanol Ants Nest Extract (EANE) on changes in the cholesterol, LDL, and HDL levels of obese rats with T2D. The extraction of the ants nest was carried out using the maceration method with ethanol solvent. Cholesterol, LDL, and HDL values will be obtained through the CHOD PAP. The rats were divided into 6 groups, namely: KNo (standard control), KN (T2D obesity), KP (T2D obesity given metformin), P1, P2, and P3 (T2D obesity given ethanol extract of ant nest 150mg/KgBW/day, 300mg/KgBW/day, and 600mg/KgBW/day for 14 days by gastric sonde). Induction of DM model using streptozocin and nicotinamide. Data were analyzed using Paired T-test and continued by using One-way ANOVA. There was a decrease in cholesterol, LDL, and HDL after 14 days of intervention, which was highest in the P3 group with cholesterol, LDL, and HDL of 64,06 ± 1,97 mg/dl (p < 0.0001), 44,56 ± 2,22 mg/dl (p < 0.0001), and 45,33 ± 2,56 mg/dl (p < 0.0001). The treatment of ethanol extract from ants nest has an effect in reducing cholesterol, LDL, and HDL.
PENGARUH UJI KOMPETENSI DALAM JENJANG KARIR TERHADAP MOTIVASI PERAWAT UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI DI RS PETROKIMIA GRESIK GRHA HUSADA Twistiandayani, Retno; Wijayanti, Lilik; Trisno, Tejo
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1046

Abstract

Ketidaksesuaian antara kompetensi perawat dengan tugas atau pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, menjadikan suatu tantangan RS Petrokimia Gresik Grha Husada dalam melakukan uji kompetensi dalam jenjang karir perawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh uji kompetensi dalam jenjang karir terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi di Rumah Sakit Petrokimia Gresik Grha Husada.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan the pre and post test control group design. Populasi dalam penelitian adalah semua perawat di RSPGGH sebanyak 50 perawat. Teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi sebesar 24 baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode analisis yang digunakan univariat, bivariat dengan uji paired t-test, independent t-test dan koefisien determinan.Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata motivasi perawat sesudah dilakukan perlakuan rata-rata motivasi perawat pada kelompok perlakuan meningkat sebesar 10,09 menjadi 100,67. Adanya pengaruh uji kompetensi dalam jenjang karir terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi (p = 0,020). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,471 yang menunjukkan uji kompetensi memiliki pengaruh kontribusi sebesar 22,22% terhadap motivasi perawat untuk peningkatan kompetensi, sedangkan sisanya 77,78% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menerapkan jenjang karir yang jelas mulai dari mapping, uji kompetensi sampai pada kredensialing perawat untuk memberikan pengakuan dan penghargaan perawat sehingga bisa memotivasi perawat dalam peningkatan kompetensiKata Kunci: Jenjang Karir, Motivasi Perawat, Uji KompetensiDOI: 10.5281/zenodo.4738394
Finding Airon Deficiency Anemia (IDA)at Young Women with Overweigth or Obesity Ayusari, Amelya Augusthina; Azizah, Shofura; Wijayanti, Lilik; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri; Mashuri, Yusuf Ari; Hastami, Yunia; Rahayu, Dwi
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2395

Abstract

Background: Young women can suffer from anemia due to monthly menstruation and by having many activities without adequate iron-filled nutrition. Otherproblems found on them are overweight and obesity. The data show that one with overweight or obesity can lead to iron deficiency anemia (IDA) along with increasingproinflammatory cytokines, which will cause the transcription of hepcidin. The increaseof hepcidin transcription will inhibit the absorption of iron from the intestine into the circulation, inhibiting spending iron reserves into circulation, and inhibitingthe release of iron recycled from splenic macrophages. This can cause IDA. The purpose of this study was to obtain the proportion of iron deficiency anemia in overweight or obese young women.Methods: The design of this study was cross sectional using purposive sampling. The subjects of this study were the student from fiveselected Senior high schools inBoyolali, Central Java, Indonesia. The determination of IDAis done by using hemoglobin and indexes of erythrocytes. Results: This study was the follow-upof the previous study, which was conducted to 14 obese and/or overweightyoung women withanemia From 14 subjects, there wasone subject suffered from other anemia and 13 subjects with IDA (using index erythrocytes examination). Their mean of MCV was 72.68±4.29fl, MCH was 23.08±2.63pg, and MCHC was 35.21±0.65 %.Conclusions: From this study, almost all overweight or obeseyoung women with anemia were indicated as IDA (92.8%).
Differences of Quercetin Content in Fresh and Extracts Local Apples using High Performance Liquid Chromatography Method Nila Authoria; Lilik Wijayanti; Ratih Puspita Febrinasari
Journal of Healthcare and Biomedical Science Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Healthcare and Biomedical Science (JHBS)
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/jhbs.v1i1.1369

Abstract

Background : Oxidative stress is an imbalance between pro-oxidants and endogenous antioxidants resulting in cell damage and degenerative diseases. As horticultural commodities, apples have superior varieties of Manalagi and Romebeauty. Apples contain exogenous antioxidants, namely quercetin that effectively contributes to the management of oxidative stress. Purpose : The study used laboratory experimental methods to determine differences in quercetin content in fresh apples and apple extracts of Manalagi and Romebeauty. Research methodology : Determination of quercetin content of fresh apples and apple extract used the High Performance Liquid Chromatograph (HPLC) method. The samples used were fresh apples and apple viscous extract of Manalagi and Romebeauty obtained respectively from UPT Medika Material Laboratory of Batu City and Food Engineering Laboratory of Soegijapranata Catholic University Semarang using maceration process with ethanol solvent.Findings : The results showed that the average levels of quercetin in fresh apples of Manalagi and Romebeauty varieties were 13,685 ppm and 15,544 ppm respectively. Extraction of 70% ethanol from 100 grams of Manalagi and Romebeaty varieties resulted in 38.123 grams and 52.699 grams of thick extract. The average levels of quercetin in Manalagi and Romebeauty extracts were 422.235 ppm and 243.454 ppm. It can be concluded that the extract can optimize the quercetin content. Research limitations : The quercetin content in local apple extracts of Manalagi and Romebeauty can be used as an alternative to antioxidant therapy due to oxidative stress. Originality/value : Analyzing differences in quercetin content in fresh apples and apple extracts.
Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis Parasiter pada Peternak dan Keluarganya di Desa Singosari Boyolali Sari, Yulia; Haryati, Sri; Setyawan, Sigit; Negara, Khesara Sastrin Prasita; Dirgahayu, Paramasari; Wijayanti, Lilik; Ma’rufah, Siti; Listyaningsih S, Endang; Riyadi, Slamet; Supriyana, Dwi Surya
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76619

Abstract

Pendahuluan: Infeksi zoonosis parasitik mempunyai angka prevalensi tertinggi di dunia, khususnya di negara dengan pendapatan rendah dan sanitasi yang buruk. Lebih dari sepertiga penduduk dunia terinfeksi zoonosis parasitik [1], 450 juta di antaranya mengeluhkan timbulnya gejala [2]. Angka prevalensi infeksi zoonosis parasitik di Indonesia sendiri sangat bervariasi pada tiap provinsi. Untuk kasus kecacingan yang masuk dalam infeksi zoonosis parasitik, angka prevalensi berkisar dari yang terendah, 2,5%, hingga yang tertinggi mencapai 62% [3].Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang masih belum banyak memiliki informasi terkait dengan infeksi parasitik gastrointestinal. Pada Laporan Provinsi Jawa Tengah untuk Riset Kesehatan Dasar [5], belum ada data terintegrasi yang menunjukan prevalensi infeksi zoonosis parasitik [5]. Selain belum terintegrasi, penelitian terkait infeksi zoonosis parasitik juga belum dilakukan di banyak daerah di Jawa Tengah. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Boyolali, fokus utama pada peternak dan keluarganya di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Di Desa Singosari persentase perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terendah kedua (60,25%) di Boyolali [6]. Maka dari itu peneliti merasa perlu untuk melakukan Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis parasitik pada peternak dan keluarganya Di Singosari, Mojosongo, Boyolali.Metode: Pengabdian ini dilakukan di pemukiman warga sekitar peternakan yang berada di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Metode pengabdian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode HIRARC yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control. Pengabdi memberikan intervensi berupa pendampingan kepada peternak dan keluarganya di Desa Singosari, Mojosongo, Singosari.Hasil dan pembahasan: Hasil pretest menunjukkan prosentase pengetahuan PHBS sebesar 75% dan infeksi zoonotik 50%. Perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebesar 95% dan infeksi zoonotik 85%.Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan efektif dengan peningkatan pengetahuan PHBS dan Infeksi zoonosis, selain itu berdasarkan pantauan juga telah merubah perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada peternak dan keluarganya di lingkungan peternakan Desa Singosari, Mojosongo, Boyolali.