Ayusari, Amelya Augusthina
Nutrition Department, Faculty Of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia Dr. Moewardi Hospital Surakarta City, Indonesia Nutrition, Metabolism And Medicine Research Group

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Palang Merah Remaja dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Era COVID-19 Myrtha, Risalina; Ayusari, Amelya Augusthina; Kusumawati, Ratna; Murasmita, Alamanda; Sukmagautama, Coana; Priamas, Adigama; Fadly, Ainal
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.609 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12327

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian terbesar di dunia yang memberikan beban sosial ekonomi yang berat. PTM merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko sejak dini. Generasi muda dapat berkontribusi dalam pencegahan PTM dengan cara membagikan pesan-pesan bermanfaat tersebut ke lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan persembahan alumni untuk memberikan pelatihan pencegahan PTM yang dilakukan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh anggota PMR SMA Negeri 1 Surakarta. Organisasi ini merupakan organisasi yang cukup aktif, tetapi selama ini belum pernah mengangkat tema PTM dalam kegiatannya. Pengetahuan anggotanya tentang PTM masih kurang. SMA Negeri 1 Surakarta merupakan salah satu sekolah favorit di Surakarta dan menjadi percontohan dan tolak ukur prestasi bagi sekolah lainnya. Kegiatan ini dibagi 2 sesi yaitu pencegahan dan penatalaksanaan awal PTM dan adaptasi kebiasaan baru pada era tatanan baru. Pelatihan ini diikuti oleh 34 orang anggota PMR SMA Negeri 1 Surakarta. Didapatkan kenaikan signifikan rerata nilai postest (nilai rerata 10) dibandingkan pretest (nilai rerata 6,24+2,26; (p 0,001). 68% peserta sangat setuju pelatihan ini menarik, 56% peserta sangat setuju bahwa materi pelatihan ini mudah dipahami, dan 84% peserta sangat setuju materi pelatihan ini relevan dengan kondisi saat ini. Pelatihan ini menambah pengetahuan tentang pencegahan PTM pada anggota PMR. Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan adanya kebiasaan baru. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya faktor risiko PTM atau memperburuk faktor risiko yang ada. Kami menyarankan dilakukannya skrining dini faktor risiko PTM pada semua siswa.
Pengaruh Faktor Biologis dan Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Gondok di Kismantoro Wonogiri Dewi, Yulia Lanti Retno; Wiboworini, Budiyanti; Widardo, Widardo; Augusthina, Amelya; Rahayu, Dwi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 3 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.3.159-162

Abstract

Latar Belakang: Gondok merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kecamatan Kismantoro kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah endemik kekurangan iodium dan telah diketahui lebih dari setengah abad yang lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor biologis dan sosial ekonomi terhadap kejadian gondok di Kismantoro, Wonogiri.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Data dikumpulkan dengan kuesioner pada orang yang telah diketahui menderita gondok dan tidak sebagai kontrol.  Data yang diambil meliputi faktor biologis dan sosial ekonomi. Jumlah subjek penelitian sebanyak 38 orang .Hasil : Penderita gondok sebanyak 55.3%, umur terbanyak diatas 50 tahun 57.9%, jenis kelamin perempuan sebanyak 86.8%, riwayat gondok dalam keluarga 23.7%, pendidikan rendah 73.7%, pekerjaan sebagai petani 60.5% dan pendapatan rendah 63.2%.  Uji Fisher menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.001).Simpulan: Faktor biologis dan faktor sosial ekonomi mempengaruhi kejadian gondok di Kismantoro.Kata kunci: gondok,  Kismantoro, Wonogiri, faktor biologis, faktor sosial ekonomiABSTRACTTitle: The  Influence of Biological and Socioeconomic Factors on The Event Of Endemic Goiter  In Kismantoro, Wonogiri Background: Endemic goiter is a public health problem in Indonesia. Kismantoro sub-district, Wonogiri at Central Java is one of these endemic area. It has been known for a long time, around five decades. This study was aimed at analyzing the influence of biological and socioeconomic factors on the event  of endemic goiter.Method: The study is an observational analytic with case control design.A specially designed questionnaires was used to collect the data. Data on biological socioeconomic factors were taken from 38 subjects.Result: Subjects with goiter 55.3 %, 57.9% of subjects with goiter aged >50 y, and 86.8% are females, 23.7% have history of endemic goiter in their families, working as farmer 60.5%, lower education in 73.7%, and lower incomes in 63.2%.  Fisher test showed significant result (p<0.001)Conclusion: Biological and socioeconomic factors aggravate endemic goiter in Kismantoro , Wonogiri. Keywords: goiter, Kismantoro, Wonogiri, biological factor, socioeconomic factor
Optimalisasi Palang Merah Remaja dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Era COVID-19 Risalina Myrtha; Amelya Augusthina Ayusari; Ratna Kusumawati; Alamanda Murasmita; Coana Sukmagautama; Adigama Priamas; Ainal Fadly
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12327

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian terbesar di dunia yang memberikan beban sosial ekonomi yang berat. PTM merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko sejak dini. Generasi muda dapat berkontribusi dalam pencegahan PTM dengan cara membagikan pesan-pesan bermanfaat tersebut ke lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan persembahan alumni untuk memberikan pelatihan pencegahan PTM yang dilakukan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh anggota PMR SMA Negeri 1 Surakarta. Organisasi ini merupakan organisasi yang cukup aktif, tetapi selama ini belum pernah mengangkat tema PTM dalam kegiatannya. Pengetahuan anggotanya tentang PTM masih kurang. SMA Negeri 1 Surakarta merupakan salah satu sekolah favorit di Surakarta dan menjadi percontohan dan tolak ukur prestasi bagi sekolah lainnya. Kegiatan ini dibagi 2 sesi yaitu pencegahan dan penatalaksanaan awal PTM dan adaptasi kebiasaan baru pada era tatanan baru. Pelatihan ini diikuti oleh 34 orang anggota PMR SMA Negeri 1 Surakarta. Didapatkan kenaikan signifikan rerata nilai postest (nilai rerata 10) dibandingkan pretest (nilai rerata 6,24+2,26; (p0,001). 68% peserta sangat setuju pelatihan ini menarik, 56% peserta sangat setuju bahwa materi pelatihan ini mudah dipahami, dan 84% peserta sangat setuju materi pelatihan ini relevan dengan kondisi saat ini. Pelatihan ini menambah pengetahuan tentang pencegahan PTM pada anggota PMR. Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan adanya kebiasaan baru. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya faktor risiko PTM atau memperburuk faktor risiko yang ada. Kami menyarankan dilakukannya skrining dini faktor risiko PTM pada semua siswa.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MAKAN BUAH, KEBIASAAN MENGONSUMSI SAYUR, DAN PARTISIPASI PROLANIS DENGAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) DI MASA PANDEMI Budiyanti Wiboworini; Amelya Augusthina Ayusari; Dwi Rahayu; Widardo Widardo; Yulia Lanti; Kusmadewi Eka Damayanti; Risalina Myrtha; Kisrini Kisrini; Joko Sudarsono; Sutartinah Sri Handayani; Intaniar Intaniar; Ulul Albab
Biomedika Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i2.14733

Abstract

ABSTRAKPemerintah Indonesia menyelenggarakan sistem prolanis dengan salah satu tujuannya untuk membantu pasien DM melakukan pengendalian kadar gula darah, dengan pemberian edukasi makanan sehat, seperti kebiasaan makan buah dan sayur yang cukup. Namun, selama pandemi COVID 19 prolanis mengalami hambatan, sehingga pasien DM kurang motivasi dan pengawasan melaksanakan anjuran hidup sehat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi makan buah, kebiasaan mengonsumsi sayur dan partisipasi prolanis terhadap kadar gula darah pasien DM di masa pandemik. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional, dengan 68 pasien DM di wilayah Surakarta, pada Juli Agustus 2020. Hubungan antara frekuensi makan buah, kebiasaan mengonsumsi sayur dan partisipasi prolanis terhadap kadar gula darah pasien diuji bivariat Chi-Square. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara frekuensi makan buah, kebiasaan mengonsumsi sayur, dan keikutsertaan prolanis dengan kadar gula darah memiliki p=0,22; p=0,825; dan p=0,171 secara berurutan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara frekuensi makan buah, kebiasaan mengonsumsi sayur, dan keikutsertaan prolanis dengan kadar gula darah. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Prolanis, Makan Buah dan Sayur, Kadar Gula Darah, Pandemi ABSTRACTThe Indonesian government has implemented a prolanis system with one of the goals of helping DM patients control blood sugar levels, by providing education on healthy foods, such as eating enough fruits and vegetables. However, during the COVID-19 pandemic, Prolanis encountered obstacles, so DM patients lacked motivation and supervision to carry out these healthy living recommendations. This study aims to determine the relationship between f eating fruits frequency, vegetables consuming habit, and prolanis participation with blood sugar levels of DM patients during the pandemic. This study used a cross-sectional study, with 68 DM patients in Surakarta at July-August 2020. The relationship between eating fruits frequency, vegetables consuming habit, and prolanis participation with blood sugar levels was tested by Chi-Square bivariate. The results of this study stated that the relationship between frequency of eating fruit, habit of consuming vegetables, and participation in prolanis with blood sugar levels had p=0.22; p=0.825; and p=0.171 respectively. So it can be concluded that there is no significant relationship between the frequency of eating fruit, the habit of consuming vegetables, and the participation of prolanis with blood sugar levels. Key Words: Diabetes Mellitus, Prolanis, Eating fruits and vegetables, The Patient's Blood Sugar Level, Pandemi
Relationship between Vitamin C and Length of Hospital Stay for Covid-19 Patients with Comorbidities Budiyanti Wiboworini; Amelya Augusthina Ayusari; Risalina Myrtha; Dwi Rahayu; Widardo Widardo; Yulia Lanti; Amalina Shabrina; Joko Sudarsono; Sutartinah Sri Handayani; Graciella Angelica Lucas
Majalah Kedokteran Bandung Vol 54, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v54n1.2582

Abstract

Covid-19 patients with comorbidities, such as hypertension, diabetes, and respiratory diseases, have a higher risk for severe disease and mortality compared to patients without comorbidities. Some data shows that the administration of high dose vitamin C (1–2 g/day) can reduce the amount of the inflammatory mediators and shorten the length of hospital stay. This study aimed to determine the relationship between vitamin C administration and of length of hospital stay for Covid-19 patients with comorbidities. This study was a retrospective observational study on  consecutively sampled medical record data of UNS Hospital patients from July 2020 to January 2021. A total of 78 patient medical records were included of this study. The inclusion criteria were all medical records of patients who suffered from Covid-19 with comorbidities admitted to the hospital while the exclusion criteria were medical records of patients who did not get oral or intravenous vitamin C. The chi-square bivariate test was used to determine the relationship between the administration of vitamin C and the length of hospital stay for Covid-19 patients with comorbidities. Of the 78 subjects only 52 subjects were included in the statistical analysis. Medical records were divided into two groups: group 1, that consisted of medical records of patient who received more than 1,000 mg Vitamin C, and group 2, who received less than 1,000 mg Vitamin C. Results demonstrated that the administration of high dose vitamin C of more than 1,000 mg was not associated with the length of hospital stay (p=0.677). Thus, high dose of vitamin C is not associated with the length of hospital stay for Covid-19 patients with comorbidities, such as hypertension, diabetes, and respiratory disease. 
Correlation between dietary fat consumption with body mass index and body composition (a preliminary study in community based) Amelya Augusthina Ayusari; Budiyanti Wiboworini; Kusmadewi Eka Damayanti; Dwi Rahayu; Widardo Widardo; Yulia Lanti
Health Science Journal of Indonesia Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v12i2.2443

Abstract

Pendahuluan: Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi lemak dengan indeks massa tubuh dan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi harian lemak total, asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan kolesterol total dengan beberapa paramater gizi. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross-sectional, dengan 102 subjek. Pemeriksaan yang dilakukan adalah tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan pengukuran komposisi tubuh menggunakan timbangan komposisi tubuh Omron® HBF-212. Analisis konsumsi lemak total, asam lemak tak jenuh ganda dan kolesterol total menggunakan Software nutrisurvey 2007. Uji korelasi yang digunakan adalah Spearman Rho dengan menggunakan SpSS 21. Hasil: Konsumsi lemak total tidak berhubungan dengan indeks massa tubuh, massa lemak total, dan massa lemak visceral. Konsumsi PUFA berhubungan secara negatif dengan indeks massa tubuh (p <0,014, -0,24) dan massa lemak total (p <0,001, -0,326), sedangkan konsumsi total kolesterol total berhubugan secara negatif dengan indeks massa tubuh (p <0,019, -0,23), dan massa lemak total (p <0,001, -0,337). Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi lemak dengan indeks massa tubuh dan komposisi tubuh. (Health Science Journal of Indonesia 2019;10(2):128-31) Kata kunci: konsumsi lemak; indeks massa tubuh; komposisi tubuh Abstract Introduction: Studies showed some relation between fat consumption with body mass index and body composition. We conducted a study to investigate relationships between daily consumption of total fat, polyunsaturated fatty acid (PUFA) and total cholesterol with some nutritional parameters. Methods: This was cross-sectional study, with 102 subjects. The study was examined height, body weight, body mass index and body composition measurements using the Omron® HBF-212 body composition monitor. There was nutrisurvey 2007 to measure total fat, polyunsaturated fatty acid and total cholesterol consumption. We analyzed the correlation by using SpSS 21 (Spearman Rho) Results: Total fat consumption was not related to body mass index, total fat mass, and visceral fat mass. PUFA consumption was negatively associated with body mass index (p <0.014, -0.24) and total fat mass (p <0.001, -0.326), while consumption of total cholesterol was negatively associated with body mass index (p <0.019, -0.23), and total fat mass (p <0.001, -0.337) Conclusion: There was a relation between fat consumption with body mass index and body composition.(Health Science Journal of Indonesia 2019;10(2):128-31). Keywords: fat consumption; body mass index; body composition
The Relationship between Weight Gain and The Anemia in The Third Trimester Pregnant Women in Sangkrah Surakarta Health Center Area Bella Nadhifa; Rufidah Maulina; Amelya Augusthina Ayu Sari; Noviyati Rahardjo Putri; Siti Nurhidayati
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i1.9548

Abstract

Anemia during pregnancy is a blood disorder that occurs in pregnant women when hemoglobin (Hb) in the body is less than 11 gr / dl in the 1st and 3rd trimesters, and less than 10.5 gr / dl in the 2nd trimester. In Surakarta, there are 1,077 pregnant women with anemia (10.15%) in 2020, while in 2019 the number of pregnant women with anemia reached 10.51%. One of the factors causing anemia in pregnant women is nutritional status. The nutritional status of pregnant women can be measured by the mother's weight gain before pregnancy and during pregnancy. The purpose of this study was to determine the relationship between weight gain and the incidence of anemia in pregnant women in the III trimester in Sangkrah Surakarta Health Center area in 2022. This study used the cross sectional method. The population in this study was pregnant women in the third trimester which were 88 people in Sangkrah Health Center area. The sampling technique in this study was  total sampling. Data analysis using Chi-square statistical tests. The results showed that most respondents with abnormal weight gain experienced anemia as many as 33 pregnant women (37.5%). The results of the Chi-square test analysis ρ-value of 0.025 α (0.05) which means that there is a relationship between weight gain and the incidence of anemia in pregnant women in the third trimester in Sangkrah Surakarta Health Center area. It is recommended that the community can play an active role in preventing anemia for pregnant women by paying attention to the nutritional needs of pregnant women based on the ideal weight gain to achieve a good nutritional status of pregnant women.
Finding Airon Deficiency Anemia (IDA)at Young Women with Overweigth or Obesity Ayusari, Amelya Augusthina; Azizah, Shofura; Wijayanti, Lilik; Indarto, Dono; Suselo, Yuliana Heri; Mashuri, Yusuf Ari; Hastami, Yunia; Rahayu, Dwi
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2395

Abstract

Background: Young women can suffer from anemia due to monthly menstruation and by having many activities without adequate iron-filled nutrition. Otherproblems found on them are overweight and obesity. The data show that one with overweight or obesity can lead to iron deficiency anemia (IDA) along with increasingproinflammatory cytokines, which will cause the transcription of hepcidin. The increaseof hepcidin transcription will inhibit the absorption of iron from the intestine into the circulation, inhibiting spending iron reserves into circulation, and inhibitingthe release of iron recycled from splenic macrophages. This can cause IDA. The purpose of this study was to obtain the proportion of iron deficiency anemia in overweight or obese young women.Methods: The design of this study was cross sectional using purposive sampling. The subjects of this study were the student from fiveselected Senior high schools inBoyolali, Central Java, Indonesia. The determination of IDAis done by using hemoglobin and indexes of erythrocytes. Results: This study was the follow-upof the previous study, which was conducted to 14 obese and/or overweightyoung women withanemia From 14 subjects, there wasone subject suffered from other anemia and 13 subjects with IDA (using index erythrocytes examination). Their mean of MCV was 72.68±4.29fl, MCH was 23.08±2.63pg, and MCHC was 35.21±0.65 %.Conclusions: From this study, almost all overweight or obeseyoung women with anemia were indicated as IDA (92.8%).
Dietary Trends Among Adolescents in Surakarta City During the COVID-19 Pandemic Fathimatuzzahrah, Hanifah; Widardo, Widardo; Ayu Sari, Amelya Augusthina
Smart Medical Journal Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v6i1.58698

Abstract

Introduction: Restrictions on activities outside the home due to the COVID-19 pandemic, including schools, can influence dietary profiles, especially those of adolescents. The effort to suppress COVID-19 transmission changes Adolescents’ lifestyles, physical activity, and eating behavior towards deterioration endangers their health, and increases the risk of degenerative diseases such as obesity, diabetes, and other NCDs that can exacerbate COVID-19 disease. This study aims to explore nutritional modifications during the COVID-19 pandemic in adolescents aged 15 to 19 years, compared with their usual diets before the pandemic, and identify variables that may correlate with the changes. Methods: This study used a cross-sectional design. Data were collected by online questionnaire and interviews on food intake, body mass index (BMI), and physical activity among 96 adolescents from Surakarta City. We used the Wilcoxon test and the Kruskal-Wallis test for comparative analysis.Results: The results showed that the COVID-19 pandemic modified insignificantly the dietary intake, BMI, and physical activity. In particular, we recorded and analyzed the modified consumption of main dishes (p=0,745), side dishes (p=0,082), vegetables (p=0,000), fruits (p=0,528), snacks (p=0,128), and beverages (p=0,046) using Wilcoxon's analysis (p<0,005). In addition, the Kruskal-Wallis analysis showed that gender, BMI, and physical activity had varied comparisons with dietary intake during COVID-19.Conclusion: The COVID-19 pandemic had an insignificant impact on changes in dietary intake which were not significantly affected by gender, BMI, and physical activity in adolescents in Surakarta City.
Relationship between Body Mass Index and Central Fat Accumulation in Adolescents in Surakarta Wijaya, Angellica Eliora; Ayusari, Amelya Augusthina; Wiboworini, Budiyanti; Damayanti, Kusmadewi Eka
Smart Medical Journal Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v8i3.110627

Abstract

Introduction: Obesity diagnosis can be determined through the calculation of body mass index (BMI). However, BMI can only serve as a screening tool for obesity and can not measure fat distribution while waist-to-height ratio (WHtR) is considered better for determining central fat distribution in adolescents. The aim of this study is to examine the relationship between body mass index and central fat accumulation in adolescents in Surakarta.Methods: The method used was cross-sectional, involving measurements of weight, height, and waist circumference. The subjects of this study are tenth-grade adolescents from three high schools in Surakarta, with a total of 83 subjects. The variables in this study are the z-score of BMI-for-age (ratio) with waist circumference (ratio) and waist-to-height ratio (WHtR). Statistical analysis used the Spearman test.Results: The Spearman correlation analysis demonstrated a significant association between body mass index (BMI) and waist circumference (p < 0,001; r = 0,777), as well as BMI and WHtR (p < 0,001; r = 0,785).Conclusion: There is a strong positive relationship between body mass index and central fat accumulation among high school students in Surakarta.Keywords: adolescents; BMI; central fat; waist circumference; WHtR
Co-Authors ., Maryani ., Suyatmi Adigama Priamas Agatha Adika Putri, Claudia Ahadina Rahma Zulardi Ainal Fadly Alamanda Murasmita Alifah, Noor Alifiana Jatiningrum Amalina Shabrina Arifah, Umi Azizah, Shofura Bella Nadhifa Budiyanti Wiboworini Budiyanti Wiboworini Budiyanti Wiboworini Budiyanti Wiboworini Budiyanti Wiboworini Chofsoh Z, Anifa Coana Sukmagautama Desiana, Dyah Tantry Deyona Annisa Putri Dhia Ramadhani Diffah Hanim Doewes, Muchsin Dono Indarto Dwi Rahayu Dwi Rahayu Dwi Rahayu Dwi Rahayu Dyah Tantry Desiana Ediningsih, Endang Ediningsih, Endang Endang Dewi Lestari, Endang Dewi Endang Ediningsih Esha R, Andrini Fadly, Ainal Fathimatuzzahrah, Hanifah Gisti Respati Riyanti Graciella Angelica Lucas Handayani, Sutartinah Sri Hanim, Diffah Hastami, Yunia Intaniar Intaniar Jatiningrum, Alifiana Joko Sudarsono Joko Sudarsono Joko Sudarsono Kisrini Kisrini Kisrini Kisrini Kusmadewi Eka Damayanti Kusmadewi Eka Damayanti Kusmadewi Eka Damayanti Kusmadewi Eka Damayanti Kusumaningrum, Sulistyani Latifah ., Latifah Lestari, Endang Dewi Lilik Wijayanti M. Yogi Riyantama Isjoni MAFTUHAH, ATIK Maryani . Mashuri, Yusuf Ari Maulina, Rufidah Mega Fatimah Rosana Mila Ulfia Monica Fradisha Zukhri Muchsin Doewes Muhammad Daffa Ardiawan Murasmita, Alamanda Myrtha, Risalina Noviyati Rahardjo Putri Nur Aini, Ardelia Nurwijayanti Priamas, Adigama Purbaningrum, Ayunita Putranto, R Prihandjojo Andri Putri, Deyona Annisa R AJ Sri Wulandari Ramadhani, Dhia Ratna Kusumawati Ratna Kusumawati Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Riyanti, Gisti Respati Shabrina, Amalina Siti Nurhidayati Sudarsono, Joko Sukmagautama, Coana Suselo, Yuliana Heri Suselo, Yuliana Heri Sutartinah Sri Handayani Sutartinah Sri Handayani Sutartinah Sri Handayani Suyatmi . Ulfia, Mila Ulul Albab umi arifah, umi Widardo Widardo Widardo Widardo Widardo Widardo Widardo Widardo widardo, Widardo Wijaya, Angellica Eliora Wulandari, R AJ Sri Yulia Lanti Yulia Lanti Yulia Lanti yulia lanti retno dewi Yulia Lanti Retno Dewi Yuliana Heri Suselo Zukhri, Monica Fradisha Zulardi, Ahadina Rahma