Maulana, Haris
Departemen Budidaya Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Keragaman Genetik Klon Ubi Jalar Ungu Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi Prayudha, Harlino Nandha; Noerrizki, Amalia Murnihati; Maulana, Haris; Ustari, Debby; Rostini, Neni; Karuniawan, Agung
Buletin Palawija Vol 17, No 2 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 2, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.595 KB) | DOI: 10.21082/bulpa.v17n2.2019.p94-101

Abstract

Keragaman genetik ubi jalar dapat dinilai berdasarkan analisis terhadap karakter-karakter tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pendugaan keragaman klon ubi jalar ungu berdasarkan karakter agronomi dan morfologi tanaman. Percobaan dilaksanakan selama musim hujan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat mulai November 2018 sampai April 2019. Perlakuan adalah 11 klon ubi jalar ungu yang berasal dari Indonesia, Peru, dan Jepang. Pengamatan terdiri atas karakter agronomi dan morfologi, serta komponen hasil. Pendugaan keragaman genetik menggunakan analisis klaster, analisis komponen utama, uji mantel, dan perhitungan ragam genotipik dan fenotipik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keragaman genetik berdasarkan karakter agronomi dan karakter morfologi. Jarak genetik berdasarkan analisis klaster dan analisis komponen utama pada karakter agronomi dan morfologi masing- masing adalah 0,31–5,18 Euclidean dan 1,73–4,55 Euclidean. Korelasi keragaman agronomi dengan keragaman morfologi sangat lemah (r=0,096). Perhitungan ragam genotipik dan fenotipik juga menunjukkan bahwa keragaman karakter agronomi cenderung luas. 
Pengaruh Dosis Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max L) Varietas Dena 1 Dan Devon 1 Aditya Murtilaksono; Amarullah Amarullah; Eko Hary Pudjiwati; Nurmaisah Nurmaisah; Samjon Samjon; Eso Solihin; Haris Maulana
Soilrens Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v19i1.35088

Abstract

One of the problems on soybean production in North Kalimantan is the acidic soil conditions. The use of soybean varieties that are resistant to acidic soil conditions is an alternative to overcome this problems. Dena 1 and Devon 1 soybeans were the varieties that can be grown in acid soils. In addition to the right seeds, application of fertilizer is also needed to support the growth and grain yield of soybean. This study aimed to determine the interaction between varieties with Urea dosage on growth and grain yield of soybean varieties Dena 1 and Devon 1. The experimental design of this study was factorial randomized block design with two factors. The first factor was the soybean variety which consisted of: V1 = Devon 1 and V2 = Dena 1. The second factor was the Urea fertilizer dosage which consisted of four levels: P0 = Control, P1 = 1.32 g/plant, P2 = 2.64 g/plant, P3 = 5.28 g/plant. The results showed that there were no interaction between varieties and the Urea fertilizer dosage on growth and grain yield of soybeans. However, the variety independently had a significant effect on plant height and leaf width, which was shown by the Dena1 (V2) treatment.
Keragaman Genetik Klon Ubi Jalar Ungu Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi Harlino Nandha Prayudha; Amalia Murnihati Noerrizki; Haris Maulana; Debby Ustari; Neni Rostini; Agung Karuniawan
Buletin Palawija Vol 17, No 2 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 2, 2019
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v17n2.2019.p94-101

Abstract

Keragaman genetik ubi jalar dapat dinilai berdasarkan analisis terhadap karakter-karakter tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pendugaan keragaman klon ubi jalar ungu berdasarkan karakter agronomi dan morfologi tanaman. Percobaan dilaksanakan selama musim hujan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat mulai November 2018 sampai April 2019. Perlakuan adalah 11 klon ubi jalar ungu yang berasal dari Indonesia, Peru, dan Jepang. Pengamatan terdiri atas karakter agronomi dan morfologi, serta komponen hasil. Pendugaan keragaman genetik menggunakan analisis klaster, analisis komponen utama, uji mantel, dan perhitungan ragam genotipik dan fenotipik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keragaman genetik berdasarkan karakter agronomi dan karakter morfologi. Jarak genetik berdasarkan analisis klaster dan analisis komponen utama pada karakter agronomi dan morfologi masing- masing adalah 0,31–5,18 Euclidean dan 1,73–4,55 Euclidean. Korelasi keragaman agronomi dengan keragaman morfologi sangat lemah (r=0,096). Perhitungan ragam genotipik dan fenotipik juga menunjukkan bahwa keragaman karakter agronomi cenderung luas. 
Daya Hasil Aksesi Kacang Hijau Lokal Asal Maluku dan Nusa Tenggara Timur pada Musim Tanam yang Berbeda Puji Syara Anggia; Haris Maulana; Nono Carsono; Reginawanti Hindersah; Agung Karuniawan
Buletin Plasma Nutfah Vol 26, No 2 (2020): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v26n2.2020.p123-134

Abstract

Kacang hijau merupakan komoditas pangan legum yang penting di Indonesia dilihat dari segi agronomi, ekonomi, maupun gizi dan kesehatan, namun produktivitasnya masih rendah. Salah satu masalah pada komoditas ini adalah masih terbatasnya ketersediaan genotipe unggul sebagai tetua yang stabil pada dua musim tanam. Provinsi Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki berbagai macam keragaman aksesi kacang hijau lokal. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui interaksi antara genotipe (aksesi lokal) dengan musim tanam serta memperoleh aksesi kacang hijau lokal asal Maluku dan NTT yang memiliki daya hasil tinggi pada dua musim tanam. Penelitian dilaksanakan pada musim hujan bulan Januari–Maret 2019 dan musim kemarau bulan Juli sampai Agustus 2019 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang. Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 26 aksesi kacang hijau lokal. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Karakter yang diamati meliputi karakter panjang biji, diameter biji, jumlah biji per polong, dan bobot biji per plot. Interaksi genotipe dengan lingkungan (G×E) diestimasi menggunakan varians gabungan dari dua musim tanam. Stabilitas hasil pada dua musim tanam diestimasi menggunakan model stabilitas parametrik dan nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter panjang biji, diameter biji, jumlah biji per polong, dan bobot biji per plot dipengaruhi oleh G×E dengan kontribusi masing-masing sebesar 23,77, 21,3, 25,75, dan 31,57%. Delapan aksesi teridentifikasi memiliki hasil yang stabil dan berdaya hasil tinggi pada dua musim tanam, yaitu MB 1, MB 2, MB 6, MB 7, MB 9, MB 10, MB 12, dan MB 14. Aksesi-aksesi tersebut dapat direkomendasikan sebagai kacang hijau lokal yang berdaya hasil tinggi.
Variabilitas Genetik F1 Orange Fleshed Sweet Potato (OFSP) Asal Peru Di Jatinangor Berdasarkan Karakter Agromorfologi Haris Maulana; Harlino Nandha Prayudha; Yoshua Liberty Filio; Rima Suci Mulyani; Debby Ustari; Sitaresmi Dewayani; Eso Solihin; Agung Karuniawan
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5124.753 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.20808

Abstract

Ubi jalar merupakan tanaman yang memiliki variabilitis genetik tinggi. Variabilitas genetik merupakan sumber informasi penting yang dibutuhkan oleh pemulia tanaman untuk mengembangkan suatu tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi variablitas genetik F1 Orange Flesh Sweet Potato (OFSP) asal Peru di Jatinangor berdasarkan karakter agromorfologi. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2016 sampai Mei 2017, di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 70 genotip F1 OFSP hasil persilangan ubi orange dari Peru dan tujuh varietas cek ubi jalar. Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design. Analisis variabilitas genetik atau keragaman genetik dan hubungan kekerabat menggunakan analisis kluster dan analisis komponen utama (Principal Component Analisys/PCA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variablitias genetik 70 genotip F1 OFSP adalah tinggi.
The effect of shoot explant types of eleven stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) accessions on in vitro growth Suseno Amien; Arini Zahra Azhari; Citra Bakti; Haris Maulana
Jurnal Agro Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/13367

Abstract

Explants play an important role in thepropagation system of stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). A Completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment with factorial pattern consisting of two factors, namely three types of explants (shoot tip, first node, and second node) and eleven accessions of stevia namely a1 (Bogor), a2 (Garut), a3 (Canada), a4 (Tawangmangu), a5 (STG1), a6 (SBG 4), a7 (SBG 10), a8 (SGB 2), a9 (BR5), a10 (SGR 7.5), a11 (TR 3.5). The results showed that shoot tip explant was the best explant than first node and second node for the number of shoots (18.11 shoots), number of leaves (93.49 leaves) and wet weight (3.56 grams). The best accession of shoot height was a10(SGR 7.5) (19.95 cm), the highest number of shoots wasa7(SBG 10) (21.87 shoots), the highest number of leaves wasa7(SBG 10) (138.00 leaves), the heaviest wet weight wasa7(SBG 10) (3.56 grams), the highest leaf chlorophyll content was a10 (SGR 7.5) (0.63 µg mL-1). Accessions with the fastest root initiation time at the rooting stage was a11 (TR 3.5) (4.00 DAC), the highest number of roots wasa10 (TR 3.5) (27.11 roots), the best root length wasa2(Garut) (4.51 cm). Information on the best explant types and stevia accessions in the in-vitro multiplication stage can be used as the basis for stevia breeding programs in Indonesia.AbstractEksplan berperan penting dalam sistem perbanyakan Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu tiga jenis eksplan (ujung pucuk, ruas pertama, dan ruas kedua) dan sebelas aksesi stevia yaitu a1 (Bogor), a2 (Garut), a3 (Canada), a4 (Tawangmangu), a5 (STG1), a6 (SBG 4), a7 (SBG 10), a8 (SGB 2), a9 (BR5), a10 (SGR 7.5), a11 (TR 3.5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan ujung pucuk merupakan eksplan terbaik dibandingkan buku pertama dan kedua untuk jumlah tunas (18,11 tunas), jumlah daun (93,49 daun) dan berat basah (3,56 gram). Aksesi terbaik pada tinggi pucuk adalah a10(SGR 7.5) (19,95 cm), jumlah pucuk tertinggi a7 (SBG 10) (21,87 pucuk), jumlah daun terbanyak a7 (SBG 10) (138.00 helai daun), bobot basah terberat a7 (SBG 10) (3,56 gram), kandungan klorofil daun tertinggi adalah GR 7,5 (0,63 µg mL-1). Aksesi dengan waktu inisiasi akar tercepat pada tahap perakaran adalah TR 3,5 (4,00 HST), jumlah akar terbanyak adalah TR 3,5 (27,11 akar), panjang akar terbaik adalah a2(Garut) (4,51 cm). Informasi jenis eksplan dan aksesi stevia terbaik pada tahap multiplikasi in-vitro dapat dijadikan dasar program pemuliaan stevia di Indonesia.
Aplikasi Pupuk Cair Plus Silika Dengan Pupuk Anorganik N,P,K Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Pada Inceptisol Jatinangor Eso Solihin; Apong Sandrawati; Wawan Kurniawan; Haris Maulana; Zaenal Mutaqin
Jurnal Agro Wiralodra Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v4i2.70

Abstract

This experiment aims to determine the effect of various concentrations of liquid fertilizer plus silica combined with N, P, and K inorganic fertilizers on the growth and yield of rice plants (oryza zativa). The trial was conducted in July 2018 to November 2018 in the Ciparanje experimental garden of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor, Sumedang. The method used is Randomized Block Design (RBD) which consists of ten treatments with three replications; Treatment (A) Control, (B) standard NPK, (C) Plus Silica Liquid Fertilizer, (D) ¼ NPK + Silica Plus Liquid Fertilizer, (E) ½ NPK + Silica Plus Liquid Fertilizer, (F) ¾ NPK + Liquid Fertilizer Silica Plus, (G) NPK + Silica Plus Liquid Fertilizer, (H) ¾ NPK + ¼ Silica Plus Liquid Fertilizer, (I) ¾ NPK + ½ Silica Plus Liquid Fertilizer, (J) ¾ NPK + ¾ Silica Plus Liquid Fertilizer. The results showed that there was an effect of silica fertilizer on the growth and number of tillers after rice 8 MST. The treatment of F (¾ NPK + Liquid Fertilizer Plus Silica) gave the highest value to the yield of rice plants with the results of 53.31 gr of crop.