Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Respon Janda Cerai Hidup dalam Menanggapi Labeling di Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Sari, Nola; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 7 No 4 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i4.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon janda cerai hidup dalam menanggapi labeling di Nagari Surian. Adanya stigma dan stereotip pada janda yang menjadi sorotan mengakibatkan mereka dilabeling sehingga memancing respon pro dan kontra janda dalam menanggapinya. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan informan meanggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 14 orang dengan kriteria informan meliputi perempuan janda cerai hidup yang mengalami labeling di Nagari Surian. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan observasi dimana peneliti mengamati interaksi informan dengan masyarakat setempat. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan respon janda dalam menanggapi labeling. Peneliti melakukan studi dokumentasi untuk memperoleh data mengenai jumlah perempuan janda di Nagari Surian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon janda dalam menanggapi labeling di Nagari Surian terbagi menjadi tujuh bagian diantaranya pertama, Janda merespon label dengan menutup diri dari lingkungan sosial. Kedua, janda merespon dengan perilaku konformitas. Ketiga, janda menyikapi label dengan santai. Keempat, janda merespon dengan menyibukkan diri dengan bekerja. Kelima, janda mengacuhkan label dengan tetap melakukan penyimpangan baik dengan melalui percekcokan yang disertai umpatan maupun merespon dengan perkelahian.
Artikel Penelitian Sari, Rimpi Laila; Wirdanengsih, Wirdanengsih; Amelia, Lia
Jurnal Perspektif Vol 7 No 4 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i4.1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab pernikahan dini yang terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena pernikahan dini di Nagari Situjuah Ladang Laweh mengalami peningkatan dibandingkan nagari lain di Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Temuan dianalisis dengan teori Struktural Fungsional dengan skema AGIL oleh Talcott Parsons dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi masyarakat di Nagari Situjuah Ladang Laweh Penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah informan sebanyak 18 orang yang terdiri dari kriteria yaitu pasangan yang menikah dini, orang tua, tokoh masyarakat, kepala KUA dan penghulu. Wawancara mendalam kepada masyarakat untuk melihat faktor penyebab pernikahan dini. Studi dokumentasi diperoleh dari arsip Kantor Wali Nagari dan KUA. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, langkah–langkahnya yaitu reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada masyarakat di Nagari Situjuah Ladang Laweh diantaranya pertama, Mariage by Accident (Seks Pranikah). Kedua keinginan sendiri. Ketiga, Faktor Ekonomi. Keempat, Faktor Pendidikan dan Kelima Budaya.
Implementasi Program Pendikar Takesi Sebagai Upaya Penanaman Karakter Peduli Sosial Siswa SMAN 4 Padang Kencana, Difha; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i2.204

Abstract

Karakter peduli sosial merupakan salah satu karakter yang perlu ditanamkan pada masa sekarang karena karakter peduli sosial mulai memudar khususnya dikalangan peserta didik hal ini terbukti dari beberapa permasalahan yang terjadi di kalangan peserta didik seperti pertengkaran, bullying dan lain-lain. Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu, menganalisis pelaksanaan program pendikar takesi sebagai upaya penanaman karakter peduli sosial kepada siswa di SMAN 4 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Peneliti menggunakan teori Thomas Lickona dalam karyanya yang berjudul educating for character. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial dilakukan melalui; pertama kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus program rutin sekolah terdiri dari kegiatan harian dan mingguan. kedua kegiatan spontan yang dilakukan ketika terdapat musibah yang menimpa teman maka akan ada siswa yang berkeliling untuk mendapatkan sumbangan dan antusias dari siswa sangat tinggi. Ketiga guru memberikan teladan secara langsung yang selanjutnya akan dicontoh oleh siswa. Guru memberikan teguran langsung, memberi contoh bagaimana cara bersikap yang baik. keempat pengembangan budaya sekolah dilaksanakan dengan kegiatan sekolah sesuai dengan indikator karakter peduli sosial yaitu kegiatan rutin pendikar takesi di setiap hari jumat. Hal ini membuktikan dalam penanaman karakter pada siswa sangatlah penting dan harus di dorong dengan kegiatan- kegiatan rutin serta dorongan dari guru dan orang tua
Moral Degradation of Manners Among Public Junior High School Students Saputra, Kiki; Moeis, Isnarmi; Suryanef, Suryanef; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3860

Abstract

The purpose of this study is to describe the various forms of moral degradation in students' Manners behavior in Junior High School in Padang City, as well as the factors that influence it. This research uses a qualitative approach. The research sample was purposively selected with the consideration that the data source has relevant knowledge related to the phenomenon under study. The data collection techniques used included observation, interviews, and document analysis. Data validity was checked through triangulation of data sources. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The subjects in this study were junior high school students and teachers where this research took place. This research was conducted in the even semester of the 2023/2024 academic year. The results of the study obtained conclusions, first, the forms of moral degradation of manners of junior high school students in Padang City, namely: Students do not respect teachers, Students say dirty words, Students interrupt other people's opinions, Do not ask permission to enter the classroom, Disturb other students when they are learning. Second, the degradation of moral manners of junior high school students in Padang City is influenced by two factors, namely Internal factors and factors from within the students themselves. External factors are school environment, family environment, community environment, and peers.
Cerita Rakyat Nagari Sasak: Analisis Historigrafi Tradisional Fitrisia, Azmi; Danu, Dicha Maulia; Ardipal, Ardipal; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1036

Abstract

Folklore is an important part of traditional historiography. Apart from the fact that much of the richness of folklore remains undiscovered, the values contained within it also need to be preserved and passed down from generation to generation. In Minangkabau, every nagari (village community) has its own folklore many of which relate to the origins of the nagari, moral values, cooperation, and other aspects of communal life. This article seeks to explore the historiographical aspects of the folklore found in Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. This article seeks to reveal the historiographical aspects contained in the folklore of Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. The purpose of this article is to explore the richness of Nagari Sasak’s folklore and to examine the traditional historiographical elements within it. The research data were obtained from various sources, including interviews and online materials. This approach is possible because folklore is often rewritten, critiqued, and analyzed conceptually. The findings show that there are two main folktales in Nagari Sasak: “The Origin of Nagari Sasak” and “The Oath of the Crocodile and the Water.” An interesting aspect of these folktales lies in their transcription process, which marks a progressive step as the socialization and dissemination of local folklore extend beyond the Minangkabau region. Translating these transcribed stories into an international language would make them accessible to a global audience. The two folktales contain complex messages and values, including identity, morality, mutual cooperation, solidarity, helpfulness, love for one’s homeland, responsibility, harmonious relations between humans and nature, environmental awareness, and religious values. However, some anachronisms remain within the narratives. Therefore, this issue deserves attention from amateur historians and professional organizations to improve the accuracy and preservation of such traditional historiographical works.
Adaptasi Siswa dari Pembelajaran Daring ke Pembelajaran Tatap Muka di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (Studi Kasus: Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota) Oktavia, Yeli; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 3 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.627 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i3.40

Abstract

This research was motivated by the Government's policy of issuing a Joint Decree of 4 Ministers, namely the Minister of Education and Culture, the Minister of Religion, the Minister of Health, and the Minister of Home Affairs Number 03/KB/202l, Number 384 of 2021 regarding Guidelines for the Implementation of Learning in the 2019 Coronavirus Disease Pandemic. With the issuance of this policy, education has changed from online learning to face-to-face learning. SMA Negeri 1 GugAdaptation,uak District is one of the schools that has implemented face-to-face learning in the era of adapting new habits. With the change in education, students must adapt from online learning to face-to-face learning in the era of adapting new habits. This study aims to analyze according to the reality that occurs in the field regarding the adaptation of students from online learning to face-to-face learning in the era of adaptation of new habits. This study was analyzed using Talcott Parson's Structural Functional theory. This theory explains that in order for a group to survive, 4 things are needed, namely Adaptation (adaptation), Goal Attainment (achievement of goals), Integration (integration) and Latency (maintenance of patterns). This research was conducted using a qualitative approach with an intrinsic case study type. In determining the research informants, this study used a purposive sampling technique with 10 informants consisting of 1 principal, 1 subject teacher and 8 students of class XI IPS SMA Negeri 1 Guguak District. Data collection techniques using participant observation techniques, in-depth interviews and documentation studies. The validity of the data is done by data triangulation. For the data analysis technique, the researcher uses the data analysis model according to Miles and Huberman which consists of data reduction, data presentation and conclusions or verification. The results showed that the adaptation of students from online learning to face-to-face learning there were 3 adaptations, namely, 1) adaptation of rules, such as rules for bringing supplies to school and rules for dressing, 2) adaptation in the use of technology, namely cell phones, 3) adaptation in social interaction with other students.
Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi Siregar, Alim; Wirdanengsih, Wirdanengsih; Saputra, Relly Anjar Vinata Wisnu
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 1 No. 4 (2022): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB) | DOI: 10.24036/nara.v1i4.83

Abstract

This study aims to determine the teacher's perception of face-to-face learning after online learning during the pandemic at SMA N 3 Padang. It is interesting to study the teacher's perception of the change in learning from online learning to face-to-face learning. This research is analyzed with Alferd Schutz's phenomenological theory which explains how to interpret or understand social action through interpretation, where the interpretation clarifies the true meaning. The perspective used by Schutz in understanding other people's awareness and self-awareness is the concept of intersubjectivity, namely the life of the world or daily life, in this theory there are two aspects to consider, namely knowledge and action. The method used in this research is to use a qualitative approach with the type of study intrinsic case. The technique of taking informants was carried out by random sampling, namely by taking random samples, with a total of 19 informants, namely teachers at SMA N 3 Padang who were more deeply involved in teachers who teach in the social studies section. Data collection techniques were carried out by means of non-participant observation, in-depth interviews and documentation studies. To obtain data validity, data triangulation was carried out. The data analysis technique used the Milles and Huberman model. The results of this study indicate the teacher's perception of face-to-face learning after online learning during the pandemic is based on the phenomenology that occurs, namely the change in online learning into full face-to-face learning.
Internalisasi Karakter Baik Pembelajaran Muatan Lokal Aksara Incung Sari, Wella Yulia; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 1 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.717 KB) | DOI: 10.24036/nara.v2i1.90

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses internalisasi karakter baik pembelajaran muatan lokal aksara Incung di SMP Negeri 4 Sungai Penuh. Penelitian ini berlandaskan teori sehingga mendukung penelitian ini maka digunakan teori Lickona dari Thomas Lickona. Teori ini membahas tentang pendidikan karakter, pendidikan karakter adalah usaha untuk membentuk seseorang memahami nilai-nilai etika secara sengaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan karakter baik siswa maka ditarik kesimpulan nilai karakter baik yang di peroleh siswa dalam pelajaran muatan lokal aksara incung kelas 9B di SMP Negeri 4 Kota Sungai Penuh. Proses internalisasi karakter baik pembelajaran muatan lokal aksara Incung di SMP Negeri 4 Sungai Penuh terfokus pada satu nilai karakter baik yaitu nilai karakter tanggung jawab yang terbagi menjadi dua aspek yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial proses internalisasi berlangsung dengan cara 2 tahapan yang meliputi tahapan penanaman nilai kepada diri seseorang dan proses penguatan sesuatu yang telah ada pada diri seseorang atau disebut juga proses disentralisasi.