Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Respon Janda Cerai Hidup dalam Menanggapi Labeling di Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin Sari, Nola; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 7 No 4 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i4.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon janda cerai hidup dalam menanggapi labeling di Nagari Surian. Adanya stigma dan stereotip pada janda yang menjadi sorotan mengakibatkan mereka dilabeling sehingga memancing respon pro dan kontra janda dalam menanggapinya. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan informan meanggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 14 orang dengan kriteria informan meliputi perempuan janda cerai hidup yang mengalami labeling di Nagari Surian. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan observasi dimana peneliti mengamati interaksi informan dengan masyarakat setempat. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan respon janda dalam menanggapi labeling. Peneliti melakukan studi dokumentasi untuk memperoleh data mengenai jumlah perempuan janda di Nagari Surian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon janda dalam menanggapi labeling di Nagari Surian terbagi menjadi tujuh bagian diantaranya pertama, Janda merespon label dengan menutup diri dari lingkungan sosial. Kedua, janda merespon dengan perilaku konformitas. Ketiga, janda menyikapi label dengan santai. Keempat, janda merespon dengan menyibukkan diri dengan bekerja. Kelima, janda mengacuhkan label dengan tetap melakukan penyimpangan baik dengan melalui percekcokan yang disertai umpatan maupun merespon dengan perkelahian.
Artikel Penelitian Sari, Rimpi Laila; Wirdanengsih, Wirdanengsih; Amelia, Lia
Jurnal Perspektif Vol 7 No 4 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i4.1027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab pernikahan dini yang terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena pernikahan dini di Nagari Situjuah Ladang Laweh mengalami peningkatan dibandingkan nagari lain di Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Temuan dianalisis dengan teori Struktural Fungsional dengan skema AGIL oleh Talcott Parsons dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi masyarakat di Nagari Situjuah Ladang Laweh Penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah informan sebanyak 18 orang yang terdiri dari kriteria yaitu pasangan yang menikah dini, orang tua, tokoh masyarakat, kepala KUA dan penghulu. Wawancara mendalam kepada masyarakat untuk melihat faktor penyebab pernikahan dini. Studi dokumentasi diperoleh dari arsip Kantor Wali Nagari dan KUA. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, langkah–langkahnya yaitu reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor penyebab terjadinya pernikahan dini pada masyarakat di Nagari Situjuah Ladang Laweh diantaranya pertama, Mariage by Accident (Seks Pranikah). Kedua keinginan sendiri. Ketiga, Faktor Ekonomi. Keempat, Faktor Pendidikan dan Kelima Budaya.
Moral Degradation of Manners Among Public Junior High School Students Saputra, Kiki; Moeis, Isnarmi; Suryanef, Suryanef; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3860

Abstract

The purpose of this study is to describe the various forms of moral degradation in students' Manners behavior in Junior High School in Padang City, as well as the factors that influence it. This research uses a qualitative approach. The research sample was purposively selected with the consideration that the data source has relevant knowledge related to the phenomenon under study. The data collection techniques used included observation, interviews, and document analysis. Data validity was checked through triangulation of data sources. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The subjects in this study were junior high school students and teachers where this research took place. This research was conducted in the even semester of the 2023/2024 academic year. The results of the study obtained conclusions, first, the forms of moral degradation of manners of junior high school students in Padang City, namely: Students do not respect teachers, Students say dirty words, Students interrupt other people's opinions, Do not ask permission to enter the classroom, Disturb other students when they are learning. Second, the degradation of moral manners of junior high school students in Padang City is influenced by two factors, namely Internal factors and factors from within the students themselves. External factors are school environment, family environment, community environment, and peers.
Cerita Rakyat Nagari Sasak: Analisis Historigrafi Tradisional Fitrisia, Azmi; Danu, Dicha Maulia; Ardipal, Ardipal; Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1036

Abstract

Folklore is an important part of traditional historiography. Apart from the fact that much of the richness of folklore remains undiscovered, the values contained within it also need to be preserved and passed down from generation to generation. In Minangkabau, every nagari (village community) has its own folklore many of which relate to the origins of the nagari, moral values, cooperation, and other aspects of communal life. This article seeks to explore the historiographical aspects of the folklore found in Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. This article seeks to reveal the historiographical aspects contained in the folklore of Nagari Sasak, Ranah Pesisir District, Pasaman Barat Regency. The purpose of this article is to explore the richness of Nagari Sasak’s folklore and to examine the traditional historiographical elements within it. The research data were obtained from various sources, including interviews and online materials. This approach is possible because folklore is often rewritten, critiqued, and analyzed conceptually. The findings show that there are two main folktales in Nagari Sasak: “The Origin of Nagari Sasak” and “The Oath of the Crocodile and the Water.” An interesting aspect of these folktales lies in their transcription process, which marks a progressive step as the socialization and dissemination of local folklore extend beyond the Minangkabau region. Translating these transcribed stories into an international language would make them accessible to a global audience. The two folktales contain complex messages and values, including identity, morality, mutual cooperation, solidarity, helpfulness, love for one’s homeland, responsibility, harmonious relations between humans and nature, environmental awareness, and religious values. However, some anachronisms remain within the narratives. Therefore, this issue deserves attention from amateur historians and professional organizations to improve the accuracy and preservation of such traditional historiographical works.