KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Unknown Affiliation

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI PROMOSI ONLINE TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN DI GRIYA TATHA SALON & WEDDING KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI ALDA RAHMADHANI, BERLIAN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Griya Tatha Salon & Wedding merupakan salon yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yang menyediakan jasa sewa baju dan merias pengantin serta berbagai macam perawatan. Strategi pemasaran yang lebih baik dan disesuaikan dengan perkembangan jaman diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan penghasilan salon. Promosi yang baik dan menarik merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan pengusaha supaya salon yang dikelola dapat terus berkembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi online terhadap peningkatan penjualan di Salon Griya Tatha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara dengan owner atau pemilik dari Griya Tatha Salon & Wedding, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber pustaka dan hasil penelitian terdahulu. Pencarian data yang dilakukan menggunakan, observasi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa promosi online melalui berbagai media sosial dapat meningkatkan penghasilan salon. Efektivitas ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat era ini akan media sosial, sehingga promosi melalui media sosial akan lebih mudah tersampaikan dari pada melalui media cetak. Meskipun penghasilan meningkat seiring meningkatnya popularitas salon yang dipromosikan dari media sosial, peningkatan kualitas dan promo harga produk-produk salon. Kata Kunci: promosi online, peningkatan penjualan, salon Abstract Griya Tatha Salon & Wedding is a salon located in Pare sub-district, Kediri Regency which provides rental services and bridal makeup and a variety of treatments. A better marketing strategy and adapted to the times are expected to increase salon popularity and income. A good and attractive promotion is one of the strategies that must be carried out by entrepreneurs so that the salon managed can continue to grow. This study aims to determine the effect of online promotion on increasing sales at the Griya Tatha Salon. This research is a qualitative descriptive study, where primary data is obtained through interviews with the owner or owner of Griya Tatha Salon & Wedding, while secondary data are obtained from literature sources and the results of previous studies. Data search is performed using, observation of documentation and interviews. Research results obtained from interviews and observations show that online promotion through various social media can increase salon income. This effectiveness can be seen from the enthusiasm of the people of this era for social media, so that promotion through social media will be more easily conveyed than through print media. Although the income increased with the increasing popularity of salons that were promoted from social media, an increase in the quality and price promotion of salon products. Keywords: online promotion, sales increase, salon
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN PACAR (LAWSONIA INERMIS LINN) DAN KOPI GULA (COFFEE SUGAR) TERHADAP HASIL ORGANOLEPTIK HENNA ANGGRAENI REZA, BAHLA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Henna adalah daun kering dan bubuk dari semak hijau kerdil Lawsonia inermis, anggota keluarga Lythraceae. Tanaman pacar tumbuh subur di iklim kering. Arab Saudi, Iran, Sri Lanka, India, Mesir dan Sudan adalah produsen utama. Henna adalah pewarna kulit alami atau suatu bentuk seni tubuh yang sering dilakukan oleh para wanita. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun pacar (Lawsonia Inermis Linn) dan Kopi Gula (Coffee Sugar) terhadap hasil organoleptik henna yang meliputi kekentalan, tekstur, warna dan tingkat kesukaan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi daun pacar dan kopi yaitu dengan perbandingan ?? = 3 gram daun pacar dan 15 ml kopi gula, ?? = 5 gram daun pacar dan 20 ml kopi gula dan ?? = 6 gram daun pacar dan 20 ml kopi gula. Variabel Terikat dari penelitian ini adalah sifat organoleptik yang meliputi kekentalan, tekstur, warna dan tingkat kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis dan analisis data menggunakan anova tunggal dengan bantuan program SPSS versi 21 terdapat pengaruh penggunaan daun pacar dan kopi gula terhadap hasil jadi organoleptik henna ditinjau dari kekentalan dengan nilai Fhitung sebesar 14,510 dan nilai signifikan 0,000; tekstur dengan nilai Fhitung sebesar 10,179 dan nilai signifikan 0,000; warna dengan nilai Fhitung sebesar 12,658 dan nilai signifikan 0,000; dan tingkat kesukaan panelis dengan nilai Fhitung sebesar 8,489 dan nilai signifikan 0,000. Hasil penelitian berdasarkan nilai dari seluruh aspek penilaian X1 memiliki rata-rata 3,10; X2 memiliki rata-rata 2,74; X3 memiliki rata-rata 2,63. Kata Kunci : Henna, daun pacar, ekstrak kopi gula dan sifat organoleptik ABSTRACT Henna is the dried and powdered leaf of the dwarf evergreen shrub Lawsonia inermis, a member of the family Lythraceae. The henna plant thrives in arid climates. Saudi Arabia, Iran, Sri Lanka, India, Egypt and the Sudan are its major producers. Henna is a natural skin coloring or a form of body art that is often done by women. The purpose of this study was to determine the effect of the use of henna (Lawsonia Inermis Linn) and Sugar Coffee (Sugar Coffee) on organoleptic henna results including thickness, texture, color and liking. This type of research is experimental. The independent variable in this study was the proportion of henna and coffee leaves, with a ratio of ?? = 3 grams of henna leaf and 15 ml of coffee sugar, ?? = 5 grams of henna leaf and 20 ml of sugar coffee and ?? = 6 grams of henna leaf and 20 ml of sugar coffee . The dependent variable of this study is the organoleptic trait which includes thickness, texture, color and panelist preference level. Data collection by observation method carried out by 30 panelists and data analysis using a single ANOVA with the help of SPSS version 21 there is an influence of the use of henna leaves and sugar coffee on the results of finished organoleptic henna in terms of thickness with a Fcount value of 14.510 and a significant value of 0.000; texture with Fcount value of 10.179 and significant value of 0.000; color with a calculated F value of 12,658 and a significant value of 0,000; and the panelist preference level with a Fcount value of 8.489 and a significant value of 0.000. The results of the study based on values ??from all aspects of X1 assessment had an average of 3.10; X2 has an average of 2.74; X3 has an average of 2.63. Keywords : henna, henna leaf, coffee sugar extract and organoleptic properties
TATA UPACARA PERKAWINAN PRANIKAH DAN MAKNA HANTARAN PENGANTIN “PUTRI JENGGOLO” SIDOARJO JUNITA SARI, DEVY; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengantin putri jenggolo khas sidoarjo pengantin tradisional yang merupakan warisan budaya lokal sidoarjo yang tercermin pada tata rias, tata busana, dan penataan rambut serta rangkaian prosesi pernikahan diantaranya dengan berbagai macam jenis hantaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1) jenis hantaran pengantin pada tata upacara perkawinan pranikah pengantin putri jenggolo serta maknanya, dan (2) perbedaan hantaran pelengkap dan hantaran adat dalam upacara pengantin putri jenggolo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang diperoleh dapat diolah menjadi data dalam bentuk deskriptif naratif. Lokasi penelitian dilakukan di jln magersari kelurahan magersari sidoarjo. Penelitian ini di tetapkan informan pertama yang menjadi narasumber dalam penelitian ialah pemangku adat Sidoarjo, ketua HARPI Melati sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hantaran pada upacara adat pranikah pengantin jenggolo ada 3 tahapan yaitu pada tahapan prosesi nakokno barang yang dibawa tebu wulung sekerat,cengkir gading da gula kopi, yang kedua pada prosesi mbalesi barang yang dibawa kue yang bersifat rekat, yang ke tiga pada prosesi peningsetan barang yang dibawa bumbu kinang dan bunga setaman (2) perbedaan hantaran pelengkap dan hantaran adat dalam upacara adat pengantin putri jenggolo yaitu hantaran pelengkap merupakan hantaran yang disediakan oleh keluarga laki-laki contohnya kue yang bersifat rekat. Hantaran adat yaitu hanatran yanga sudah turun temurun dari nenek moyang sesepuh adat. Kata kunci : pengantin putri jenggolo, tata upacara perkawinan, hantaran pengantin.AbstractPengantin Jenggolo khas pengantin tradisional sidoarjo yang merupakan warisan budaya lokal sidoarjo yang tercermin dalam tata rias, mode, dan penataan rambut serta serangkaian prosesi pernikahan termasuk berbagai jenis pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis persalinan pengantin perempuan dalam upacara pernikahan pranikah pengantin Jenggolo dan artinya, dan (2) perbedaan dalam persalinan pelengkap dan tradisional dalam upacara pengantin pengantin perempuan Jenggolo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang diperoleh dapat diolah menjadi data dalam bentuk naratif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Magersari Kelurahan Magersari Sidoarjo. Set informan pertama sebagai informan dalam penelitian ini adalah pemangku kepentingan adat Sidoarjo, ketua HARPI Melati Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Kata kunci: pengantin jenggolo, upacara pernikahan, hadiah pernikahan
TATA UPACARA PERKAWINAN PRANIKAH DAN MAKNA HANTARAN PENGANTIN “PUTRI JENGGOLO” SIDOARJO JUNITA SARI, DEVY; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengantin putri jenggolo khas sidoarjo pengantin tradisional yang merupakan warisan budaya lokal sidoarjo yang tercermin pada tata rias, tata busana, dan penataan rambut serta rangkaian prosesi pernikahan diantaranya dengan berbagai macam jenis hantaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1) jenis hantaran pengantin pada tata upacara perkawinan pranikah pengantin putri jenggolo serta maknanya, dan (2) perbedaan hantaran pelengkap dan hantaran adat dalam upacara pengantin putri jenggolo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang diperoleh dapat diolah menjadi data dalam bentuk deskriptif naratif. Lokasi penelitian dilakukan di jln magersari kelurahan magersari sidoarjo. Penelitian ini di tetapkan informan pertama yang menjadi narasumber dalam penelitian ialah pemangku adat Sidoarjo, ketua HARPI Melati sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hantaran pada upacara adat pranikah pengantin jenggolo ada 3 tahapan yaitu pada tahapan prosesi nakokno barang yang dibawa tebu wulung sekerat,cengkir gading da gula kopi, yang kedua pada prosesi mbalesi barang yang dibawa kue yang bersifat rekat, yang ke tiga pada prosesi peningsetan barang yang dibawa bumbu kinang dan bunga setaman (2) perbedaan hantaran pelengkap dan hantaran adat dalam upacara adat pengantin putri jenggolo yaitu hantaran pelengkap merupakan hantaran yang disediakan oleh keluarga laki-laki contohnya kue yang bersifat rekat. Hantaran adat yaitu hanatran yanga sudah turun temurun dari nenek moyang sesepuh adat. Kata kunci : pengantin putri jenggolo, tata upacara perkawinan, hantaran pengantin.AbstractPengantin Jenggolo khas pengantin tradisional sidoarjo yang merupakan warisan budaya lokal sidoarjo yang tercermin dalam tata rias, mode, dan penataan rambut serta serangkaian prosesi pernikahan termasuk berbagai jenis pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis persalinan pengantin perempuan dalam upacara pernikahan pranikah pengantin Jenggolo dan artinya, dan (2) perbedaan dalam persalinan pelengkap dan tradisional dalam upacara pengantin pengantin perempuan Jenggolo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Data yang diperoleh dapat diolah menjadi data dalam bentuk naratif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Magersari Kelurahan Magersari Sidoarjo. Set informan pertama sebagai informan dalam penelitian ini adalah pemangku kepentingan adat Sidoarjo, ketua HARPI Melati Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengiriman pada upacara pernikahan tradisional pengantin jenggolo terdiri dari 3 tahap, yaitu pada tahap prosesi Nakokno barang dilakukan oleh tebu sliver, cengkir gading dan gula kopi, yang kedua adalah prosesi mbalesi barang yang dibawa oleh kue lengket, yang ketiga dalam prosesi barang yang dibawa dengan rempah-rempah kinang dan bunga setaman (2) perbedaan antara pengiriman komplementer dan adat dalam upacara tradisional pengantin laki-laki dan perempuan jenggolo, yaitu pengiriman komplementer adalah pengiriman yang disediakan oleh keluarga pria misalnya kue lengket. Pengiriman tradisional adalah hadiah pernikahan yang telah diturunkan dari nenek moyang para tetua tradisional. Kata kunci: pengantin jenggolo, upacara pernikahan, hadiah pernikahan
Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizuz) terhadap sifat fisik masker wajah berbahan dasar tepung kefir susu sapi untuk anti aging RESPURWANING TYAS, DIDIN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25357

Abstract

Kefir mempunyai kandungan asam organik (asam laktat dan asam asetat), selain kefir yang baik untuk perawatan kulit wajah dengan kandungan asam laktat, terdapat pula kandungan dari kulit buah naga merah yang kaya akan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah terhadap masker berbahan dasar kefir dinilai dari sifat fisik yang meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, kekentalan, dan kemudahan pengangkatan masker, 2) untuk mengetahui masa simpan hasil jadi masker yang terbaik, dan 3) untuk mengetahui kandungan asam salisilat dan kadar air pada hasil jadi masker terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan tepung kulit buah naga merah dan tepung kefir yaitu (0gram:5gram), (1,5gram:5gram), (3gram:5gram), (4,5gram:5gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji sifat fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata makan dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 1) warna masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 2) aroma masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 3) tekstur masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 4) daya lekat masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 5) kekentalan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 6) kemudahan pengangkatan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 7) kesukaan panelis terhadap masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), Berdasarkan uji Duncan diketahui hasil yang signifikan, yaitu hasil masker terbaik pada produk masker dengan proporsi 3 gram tepung kulit buah naga merah dan 5 gram tepung kefir. Selanjutnya diketahui hasil uji microbiologi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk masker terbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Hasil analisis kandungan asam salisilat sebesar 0,38% dan kadar air sebesar 2,06%.Kata Kunci: Masker Wajah, Anti Aging, Tepung Kulit Buah Naga Merah, Tepung Kefir.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga l ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN PRATIWI, LILIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.25993

Abstract

PENGARUH PROPORSI TEPUNG PISANG DAN MADU TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK MASKER WAJAH TRADISIONAL KUSUMA AYUNINGTIYAS, ELOK; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26405

Abstract

AbstrakMasker wajah merupakan kosmetik yang digunakan pada tahapann terakhir dalam tindakan perawatan wajah, yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Pada penelitian ini, campuran tepung pisang dan madu digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatann masker wajah. Tepung pisang mengandung berbagai vitamin dan antioksidan yang berfungsii memperlambat proses penuaan dini. Hasil menunjukan bahwa madu mengandung Alfa Hydoxyy Acid (AHAS) yang sangat baik sebagai skin cream. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pisang dan madu terhadap sifat organoleptik masker wajah tradisional, 2) mengetahui hasil proporsi masker wajah tepung pisang dan madu yang paling disukai meliputi warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dayalekat, kemudahan pengangkatan dan kesukaan panelis, 3) mengetahui masa simpan masker wajah tepung pisang dan madu yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bbebas dalam penelitian ini adalah proporsi tepung pisang dan madu yaitu X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji organoleptik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anava tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan hasil masker terbaik pada produk masker X2 dengan proporsi 6 gram tepung pisang dan 9 gram madu. Selanjutnya diketahui hasil uji mickrobilogi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk maske rterbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Kata Kunci: Masker wajah, Tepung pisang, MaduAbstractFaceemasks are cosmeticsswhich will be used on the last step of facial careeactions, work inddepth since they cannremove dead skinncells. In this research, mixed banana flouraand honey was applied as base materialsfor making face masks. It was because banana flour contains various vitamins and antioxidants which the functions are to reduce an aging processsand to keep life more ageless. The results of study on honey show that it contains AlfaaHydoxy Acid (AHAS) which is really good as a skin cream. The purpose of this research are 1) to determine the effects of proportion between banana flour face masks and honey toward organolepticiincluding colourr, scentt, texturee, viscosityy, easy toowash 2) to determine results of the most liked on the proportion between bananaaflour faceemasks andhhoney includinggcolour, scent, texture, viscosity, easyyto wash 3) know the best shelfflife of bananaaflour andhhoneymmasks. The independentvvariable of this reseach is theeproportion between bananaaflour face maskssand honeyywhich are X1 (4gram:11gram), X2 (6gram:9gram), X3 (8gram:7gram). The dependenttvariable of this reseach is physical charateristicssmask which are colour, scent, textureeviscosity, easy to wash, and the panelist favourite. The data collection was carried out by observationt throght 30 panelist. The data analysis of this research is using single result is the best mask result is on proportion 6 gram bananaaflour and 9 gramahoney. Furthermore , the result of the microbiologicalatest on the product, it is the best mask product can be storeduuntil the 7th day.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG KEDELAI (GLYCINE MAX) , YOGURT DAN STROBERI TERHADAP SIFAT FISIK MASKER RAMBUT LINTANG ANGKASA, HENI; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n1.26582

Abstract

Abstrak Masker rambut merupakan kosmetik perawatan rambut yang berfungsi memperbaiki rambut yang rusak dengan bahan alami seperti tepung kedelai, yogurt dan stroberi. Tepung kedelai mengandung protein yang baik untuk memperbaiki keratin pada batang rambut. yogurt mengandung B12 untuk memberikan nutrisi folikel rambut untuk pertumbuhan rambut, sedangkan stroberi mengandung vitamin C yang baik untuk kelenturan rambut, serta menjaga agar rambut tidak rusak. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung kedelai, yogurt dan stroberi terhadap hasil jadi yang dinilai dari sifat fisik meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, kekentalan dan kemudahan dibilas 2) Untuk mengetahui proporsi masker rambut yang paling disukai panelis; 3) Untuk mengetahui masa simpan hasil jadi masker rambut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan observasi yang dilakukan 30 panelis. Teknik analisis data menggunakan uji Anova tunggal dan uji Duncan dengan hasil terbaik pada aspek, warna, aroma, daya lekat dan kemudahan dibilas, pada produk masker X1 dengan proposi 2 gram tepung kedelai, 13 ml yogurt dan 10 ml stroberi dan hasil masker terbaik pada aspek kekentalan yang terbaik yaitu pada X2 dengan proporsi 4 gram tepung kedelai, 11 ml yogurt dan 10 ml stroberi. hasil uji mikrobiologi produk terbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Kata Kunci : Masker Rambut, Kedelai, Yogurt, Stroberi. Abstract Hair mask is a hair care cosmetics that serves to repair damaged hair with natural ingredients such as soy flour, yogurt and strawberries. Soy flour contains good protein to repair keratin in the hair shaft. yogurt contains B12 to provide hair follicle nutrition for hair growth, while strawberries contain vitamin C which is good for hair flexibility, and keeps hair from being damaged. The purpose of this study was 1) to find the effect of the proportion of soy flour, yogurt and strawberry to the results of hair masks on phisical characteristics which are colour, smell, texture, stiky, viscosity and ease of washing; 2) To know the proportion of hair masks that are most preferred by panelists; 3) To find investigate the savings period of the mask. This research is an experimental research. The method of collecting data uses observations made by 30 panelists. Data analysis techniques used a single ANOVA test and Duncan test with the best results on aspects, color, aroma, adhesion and ease of rinsing, on Xmask products1 with a proportion of 2 grams of soy flour, 13 ml of yogurt and 10 ml of strawberries and the best mask results the best viscosity aspect is at X2 with a proportion of 4 grams of soy flour, 11 ml of yogurt and 10 ml of strawberries. the results of the best product microbiology test can be stored until the 7th day. Keywords: Hair mask, soy flour, yogurt, strawberry.
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu ARIVA PUTRI, DILA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32394

Abstract

Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luka
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu ARIVA PUTRI, DILA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32395

Abstract

Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luka