Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL MAHENDRA, PANDU; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah karbit sebagai material pengganti semen dalam pembuatan beton mutu normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah persentase pemakaian limbah karbit dan pengaruhnya dalam pembuatan beton normal. Penelitian ini dilakukan dengan menggantikan prosentase tertentu dari berat semen dengan limbah karbit. Beton dicetak munggunakan cetakan silinder berukuran tinggi 20 cm dengan diameter 10 cm. Pengujian dilakukakan ketika beton mencapai umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Uji yang dilakukan adalah uji kuat tekan menggunakan Compression Testing Machine laboratorium Teknik Sipil UNESA. Hasil dari penelitian ini didapat nilai kuat tekan maksimal limbah karbit berada pada titik 10%. Melebihi itu kuat tekan beton akan mengalami penurunan. Pada persentase 12,5 % nilai kuat tekan mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan sifat halus dari karbit tidak mampu menyamai sifat dari semen. Butiran limbah karbit tidak mampu menyamai kehalusan dari semen. Butiran yang terlalu banyak justru akan menimbulkan rongga pada beton. Rongga tersebut akan menurunkan nilai kuat tekan beton pada saat pengujian dialakukan. Beton uji yang mengandung limbah karbit terlalu banyak akan mengalami segresi yang menyebabkan keretakan di banyak sisi ketika pengujian Kata kunci : Limbah Karbit, Kuat Tekan, Beton Normal Abstract This research was conducted by utilizing carbide waste as a cement replacement material in the manufacture of normal quality concrete. The purpose of this study was to determine the number of percentages of carbide waste usage and its effect in making normal concrete. This research was conducted by replacing a certain percentage of the weight of cement with carbide waste. Printed concrete uses cylindrical molds measuring 20 cm high with a diameter of 10 cm. The test was carried out when the concrete reached the ages of 7, 14, 21 and 28 days. The test is a compressive strength test using Compression Testing Machine UNESA civil engineering laboratory. The results of this study obtained the maximum compressive strength of carbide waste at the point of 10%. Moreover, the compressive strength of the concrete will decrease. At the percentage of 12.5% ??the value of compressive strength has decreased. This is because the subtle nature of carbide is not able to match the properties of cement. Carbide waste granules are unable to match the fineness of cement. Too many grains will cause cavities in the concrete. The cavity will reduce the value of concrete compressive strength when the test is carried out. Test concrete that contains too much carbide waste will experience a secretion that causes cracks on many sides when testing Keywords: Carbide Waste, Compressive Strength, Normal Concrete
PENGARUH SUBSTITUSI FLY ASH PADA BAHAN PENGIKAT CAMPURAN PAVING BLOCK DITINJAU DARI KUAT TEKAN, KEAUSAN DAN PENYERAPAN AIR RHEZA PRATAMA, SANDHY; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah industri sering digalakkan untuk upaya pengendalian dampak terhadap lingkungan dan upaya pengelolalaan lingkungan. Material fly ash yang berasal dari sisa pembakaran batu bara dan merupakan limbah industri. Penggunaan fly ash sering kali digunakan sebagai substitusi semen karena bersifat pozzolan (bahan yang mengandung senyawa silika dan alumina). Penggunaan substitusi fly ash dalam pembuatan paving block ditujukan untuk mereduksi kadar volume bahan pengikat. Pada penelitian ini substitusi fly ash 0%, 5%, 10%, 15% 20% dan 25% terhadap bahan pengikat. Dengan adanya subtitusi fly ash dapat berpengaruh pada kuat tekan, keausan dan penyerapan air paving block. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada paving block dengan menggunakan substitusi fly ash. Pada komposisi 3 penggunaan 10% substitusi fly ash memiliki nilai kuat tekan tertinggi yaitu 19,69 Mpa dibandingkan dengan komposisi yang lain. Sedangkan penyerapan air terendah pada komposisi 3 yaitu sebesar 4,20 % dan keausan 0,124 mm/menit dalam penelitian ini. Kata kunci : Fly ash, Keausan, Kuat tekan, Paving block, Penyerapan air, . Abstract The use of industrial waste is often encouraged for efforts to control the impact on the environment and environmental management efforts. Fly ash material derived from residual coal combustion and industrial waste. The use of fly ash is often used as cement substitution because it is pozzolanic (a material containing silica and alumina compounds). The use of fly ash substitution in the manufacture of paving blocks is intended to reduce the volume content of the binder. In this study the substitution of fly ash was 0%, 5%, 10%, 15% 20% and 25% for the binder. With the substitution of fly ash can affect the compressive strength, wear and absorption of paving block water. The results of this study that there is an influence on paving blocks using fly ash substitution. In composition 3 the use of 10% substitution of fly ash has the highest compressive strength of 19.69 Mpa compared to other compositions. While the lowest water absorption in composition 3 is 4.20% and wear is 0.124 mm / minute in this study. Keywords: fly ash, compressive strength, paving block, water absorption, wear
PEMANFAATAN SERAT RAMI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PADA PEMBUATAN PANEL BETON RINGAN MENGGUNAKAN EAFS (ELECTRIC ARC FURNACE SLAG) SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR ADAM IHZA MAHENDRA, DYMAS; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinding panel merupakan suatu komponen non struktural yaitu dinding yang dibuat dari suatu kesatuan blok dinding parsial, yang kemudian dirangkai menjadi sebuah dinding yang kokoh. Dinding panel yang ringan, tipis, dan kuat merupakan salah satu material yang cocok untuk bangunan rumah yang tahan gempa. Beton yang lemah terhadap tarik dapat ditingkatkan kekuatannya yaitu dengan menambahkan serat sebagai tambahan bahan campuran untuk beton. Bahan serat yang digunakan pada beton dapat berupa serat kawat, serat plastik (polypropylene), atau serat alami. Salah satu serat yang bisa digunakan sebagai tambahan bahan campuran beton yang bersifat ekonomis dan ramah lingkungan adalah serat rami. Dan salah satu bahan campuran beton ringan yaitu pasir juga mempunyai dampak buruk dalam kerusakan alam. Electrical Arc Frunance Slag atau limbah dari pembakaran atau peleburan baja yang merupakan limbah dari hasil proses pembakaran dari pabrik baja dapat dimanfaatkan sebagai substitusi pasir pada beton. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh serat rami dan Electrical Arc Frunance Slag pada campuran beton ringan terhadap sifat mekanis. Pada penelitian ini akan melakukan experimental dengan menggunakan persentase Electrical Arc Frunance Slag 5% dan variasi serat rami 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan 1,25% untuk kuat tekan dan kuat lentur pada beton ringan. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan serat rami dan Electrick Arc Furnace Slag pada campuran beton ringan mampu memperbaiki kuat tekan, kuat lentur balok, dan kuat lentur panel pada beton ringan. Penggunaan serat rami optimal yang dapat ditambahkan pada campuran beton ialah sebesar 0,75% dapat meningkatkan kuat tekan, kuat lentur balok, dan kuat lentur panel sebesar 4,44 Mpa, 1,59 Mpa, dan 0,53 Mpa. Kata Kunci: EAFS, Serat Rami, Kuat Tekan, Kuat Lentur Abstract Wall panels are a non-structural component that is a wall made from a unitary partial wall block which is then assembled into a sturdy wall. The lightweight, thin and strong panel wall is one of the materials that is suitable for earthquake resistant home buildings. Weak strength of the concrete can be increased by adding fiber as a mixture of concrete. Fiber materials used in concrete can be wire fibers, plastic fibers (polypropylene), or natural fibers. One of the fibers that can be used as an additional concrete mixture that is economical and environmentally friendly is hemp fiber. one of the ingredients of a lightweight concrete mixture that is sand has a bad impact on natural damage. Electrical Arc Frunance Slag or waste from combustion or steel smelting which is a waste from the results of the combustion process of a steel plant can be used as a substitute for sand in concrete. The purpose of this study was to determine the effect of flax fiber and Electrical Arc Frunance Slag on lightweight concrete mixtures on mechanical properties. In this study will do an experimental using the percentage of 5% Electrical Arc Frunance Slag and variations of flax fiber 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, 1%, and 1.25% for compressive strength and strong bending on lightweight concrete. The results of this study concluded that utilizing hemp fiber and Electric Arc Furnace Slag on lightweight concrete mixes was able to improve compressive strength, beam flexural strength, and panel flexural strength in lightweight concrete. The optimal use of hemp fiber can be added to the concrete mixture by 0.75% which can increase compressive strength, beam flexural strength, and panel flexural strength of 4.44 Mpa, 1.59 Mpa, and 0.53 Mpa. Keywords: Rami Fiber, EAFS, Compressive Strength, flexural Strength
PENERAPAN SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) PADA BETON MUTU NORMAL Risdianto, Yogie
WAKTU Vol 8 No 2 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i2.852

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC), merupakan sebuah aplikasi dalam dunia teknologibeton, memiliki keunggulan Flowability, Passingability, Fillingability dan mampu meningkatkankuat tekan beton, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dalam dunia usaha beton. Dalampenelitian ini SCC dengan menggunakan bahan tambahan berupa Superplasticizer berjenisConplast SP430 dengan penambahan komposisi Conplast SP430 yang bervariasi yaitu 0.5; 1; 1.5;2 liter pada campuran beton.Pengujian Workability dilakukan dengan menggunakan alat Slump Cone, V-Funnel untukpengujian tingkat Fillingability, sedangkan L-Shaped Box digunakan untuk pengujian tingkatPassingability pada campuran beton. Dari tes Workability hasil penelitian menunjukkanpenggunaan Conplast SP430 sebesar 2 liter sudah mampu mencapai kriteria dari SCC.Dari tes kuat tekan beton hasil penelitian menunjukkan penggunaan Conplast SP430sebesar 1 liter mengalami kenaikan kuat tekan beton sebesar 26.88 % dari benda uji yangdianggap kontrol yaitu tanpa penambahan Conplast SP430 pada umur 28 hari. Untuk pengujiankuat tekan saat beton berumur 7 hari rata-rata mencapai 312.88 kg/cm2. Sedangkan untuk umurbeton 28 hari, rata-rata kuat tekan beton yang dicapai sebesar 356.82 kg/cm2.
Penerapan Pembelajaran Daring Terhadap Pemahaman Mahasiswa pada Mata Kuliah Pelabuhan Prodi S1 Teknik Sipil dan D3 Teknik Transportasi Jurusan Teknik Sipil Unesa selama Wabah Covid-19 Risdianto, Yogie; Andjani, Nur; Wulandari, Meity; Handayani, Krisna Dwi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.469 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pembelajaran secara online (daring) dan klasikal di era pandemi COVID-19 pada mata kuliah Pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pola desain faktorial (Pola F). Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi yang berisi rangkaian soal dalam bentuk ujian UTS dan UAS. Subjek penelitian yaitu mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil sebagai kelompok kemampuan awal rendah dan program studi S1 Teknik Sipil sebagai kelompok kemampuan awal tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar mata kuliah pelabuhan dengan pembelajaran menggunakan media online pada siswa jenjang kemampuan awal tinggi adalah 71,64 sedangkan mahasiswa jenjang kemampuan awal rendah adalah 74,48. Nilai thitung= 1,145 < ttabel=2,010. Mahasiswa yang memiliki jenjang kemampuan awal tinggi memiliki nilai tes prestasi belajar mata kuliah pelabuhan yang lebih rendah, hal ini tidak terpengaruh oleh jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Abu Sekam Padi dan Carbon Nanotube sebagai Material Alternatif Penyusun Beton Ringan Seluler Risdianto, Yogie; Andajani, Nur; Widjaya, Andang; Handayani, Krisna Dwi; Wulandari, Meity
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 4 No 1 (2022): Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v4n1.p14-20

Abstract

Dunia kontruksi membutuhkan inovasi dan alternatif untuk membuat material baru yang lebih baik. Khususnya pada beton ringan, dapat ditambahkan alternatif berupa bahan yang lebih rendah biaya dengan memanfaatkan limbah dan bahan lain yang kandungannya dapat menambah kekuatan pada beton ringan. Penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan Carbon Nanotube sebagai bahan peyusun. Abu sekam padi merupakan limbah dari hasil pembakaran sekam padi yang memiliki kandungan silika yang cukup tinggi dan Carbon Nanotube (CNTs) adalah salah satu jenis dari karbon nano material. Penggunaan dua material selain semen dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pada kuat tekan, berat volume, dan penyerapan air. Metode yang digunakan eksperimen dilaboratorium sehingga dapat diketahui proses dan cara-cara yang paling optimal. Pengumpulan data diambil dengan cara membuat benda uji berbentuk kubus 5x5x5 cm pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian ini dalam penambahan abu sekam padi dan CNTs tersebut dihasilkan kuat tekan beton ringan tertinggi pada variasi 15% sebesar 0.594 MPa dengan berat volume sebesar 0.99gr/cm3, sedangkan pada variasi 0.0% sebagai kontrol diperoleh kuat tekan 0.66 MPa dengan berat volume sebesar 0.85gr/cm3, dengan pengujian umur 14 hari.
Penambahan Kapur Sebagai Stabilisasi Tanah Ekspansif untuk Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Andajani, Nur; Risdianto, Yogie
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 4 No 2 (2022): Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p90-95

Abstract

Tanah ekspansif tergolong tanah plastisitas tinggi mempunyai ciri kembang susut tinggi, tidak baik bilamana langsung didirikan bangunan di atasnya. Pada beberapa proyek pembangunan jalan sering menimbulkan permasalahan geoteknik, sehingga sangat tidak nyaman bila dirasakan oleh pengguna jalan. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan tanah atau stabilisasi. Stabilisasi tanah ekspansif dilakukan dengan menambahkan material yang lebih baik, sehingga mengurangi sifat plastisitas tanah tersebut. Stabilisasi menggunakan kapur, bertujuan memperkecil sifat plastisitas tanah, disamping untuk mengetahui batas minimum persentase kapur yang ditambahkan agar tanah ekspansif dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Unesa. Kadar Kapur yang ditambahkan adalah 0%, 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui tes Atterberg Limit, Pemadatan Proctor Standart dan Calibration Bearing Ratio (CBR) test. Hasil yang didapat penambahan 10% kapur menurunkan Nilai batas cair sebesar 18.62%, dan menurunkYogiean Indeks Plastisitas Tanah sebesar 78.80%. Dengan penambahan 10% kapur nilai CBR untuk penetrasi 0,1 adalah 34,5 dan untuk penetrasi 0,2 adalah 31,54. Batasan minimum yang harus dipenuhi agar tanah dapat digunakan sebagai lapisan tanah dasar (subgrade) untuk perkerasan jalan yaitu harus ditambahkan 2.76% Kapur untuk CBR penetrasi 0,1 dan 3.23 % Kapur untuk CBR penetrasi 0,2.
Peningkatan Kompetensi Desain Building Information Modelling (BIM) melalui Pelatihan Perangkat Lunak Autodesk Revit bagi Guru dan Siswa SMK PGRI 1 Ngawi Dlauissama, Dlauissama; Sabariman, Bambang; Dwi Handayani, Krisna; Risdianto, Yogie; Talitha Rachma, Siti
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v2i1.1587

Abstract

SMK PGRI 1 Ngawi menghadapi tantangan dalam peningkatan keterampilan siswa khususnya dalam pemanfaatan perangkat lunak di bidang desain konstruksi. Terbatasnya fasilitas serta kurangnya pelatihan penggunaan perangkat berbasis digital, merupakan tantangan dalam mempersiapkan lulusan menghadapi industri konstruksi modern. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “Pelatihan Desain Building Information Modelling (BIM) dengan Perangkat Lunak Autodesk Revit bagi Guru dan Siswa,” tim dosen Universitas Negeri Surabaya memberikan pelatihan intensif yang mencakup pembuatan gambar portal, pondasi, serta penulangannya. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung, pre-test, post-test, serta latihan mandiri berupa tugas desain sederhana untuk mengukur pemahaman peserta. Rata-rata nilai pre-test peserta adalah 64 dengan nilai tertinggi 68, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 84 dengan nilai tertinggi mencapai 100. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Peserta memberikan umpan balik positif pada setiap indikator penilaian yang mencakup relevansi materi, kejelasan penyampaian, kesesuaian durasi pelaksanaan, kemanfaatan pelatihan, kemudahan mengikuti kegiatan, penambahan pengetahuan/keterampilan, dan kepuasan kegiatan secara keseluruhan. Hasil ringkasan menunjukkan bahwa PKM dinilai berhasil dan relevan dengan kebutuhan peserta. Kata kunci: Pelatihan, Desain Bangunan, Desain Struktur, BIM, Autodesk Revit
Data Distribution Analysis of Alumni of the Civil Engineering Study Programme as a Response to LAMTEK Accreditation Standards Nusantara, Danayanti Azmi Dewi; Risdianto, Yogie; Wulandari, Meity
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v7i1.83289

Abstract

Background: A higher education quality assurance system through accreditation activities is necessary as an indicator for measuring the quality of higher education institutions to ensure that the needs of students and the community are met in accordance with established quality standards. This study aims to determine the achievements of graduates against the gold standard of Surabaya State University (UNESA), determine the time required for graduates to find their first job, evaluate the relevance of the field of study to the graduates’ fields of work, and identify the scale of their workplaces. Methods: Tracer Study data were collected from Civil Engineering undergraduate alumni graduating between 2019 to 2022. Data were gathered in 2023 through questionnaires administered through the UNESA tracer study website. The responses were analysed using quantitative descriptive methods and presented in the form of percentage-based graphs. Results: The distribution of Tracer Study data shows that the highest gold standard achievement was recorded in 2021, with 75% of alumni meeting the indicators. Regarding waiting time, more than 40% of graduates obtain their first job within three months across all years. The relevance between the field of study and the field of work reached over 40% for the ‘Very Relevant’ category, while the majority of alumni were employed in national-scale companies. Conclusion: According to the Tracer Study data distribution analysis, Unesa's Gold Standard achievement reached 75%. Furthermore, the short waiting period for employment indicates the high level of graduate readiness for the workforce. The strong relevance between academic fields of study and professional fields of work, along with the dominance of employment in national-scale companies, indicates that the Civil Engineering Study Programme at Unesa is relevant to the needs of the labor market.
Developing Sustainable High-Volume Fly Ash Concrete with Enhanced Self-Consolidating Capabilities Risdianto, Yogie
Journal of Technology and Engineering Vol 3 No 2 (2025): Journal of Technology and Engineering (In-Press)
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v3i2.374

Abstract

This study explores the potential of high-volume fly ash concrete (HVFAC) with enhanced self-consolidating capabilities as a sustainable alternative to traditional concrete. The primary issue addressed is the environmental impact of cement production, which contributes significantly to CO2 emissions. The study aims to optimize the use of fly ash in concrete mixtures to reduce CO2 emissions while maintaining concrete's strength, workability, and durability. A library research methodology was employed, analyzing existing literature on HVFAC, self-consolidating concrete, and sustainable concrete development. The research reveals that while high fly ash content can slightly reduce early-age strength, it enhances long-term durability and resistance to chemical attacks. The integration of superplasticizers is essential to improve self-consolidating properties, allowing the concrete to flow smoothly without mechanical compaction. Additionally, the study emphasizes the significant environmental benefits of HVFAC, including reduced CO2 emissions and resource conservation. However, challenges remain in optimizing the mix design and achieving a balance between fly ash content, strength, and workability. The research concludes that HVFAC has substantial potential for sustainable construction practices, provided that future research addresses the remaining challenges and refines mix designs for broader application.