Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL PADA GURU MI NURUL YAQIN Nirmalawaty, Caroline Monica; Rivaldi, Azi; Siregar, Desnita; Wahyuni, Munika Yestri; Susanto, Ratnawati
Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2021): EDUSCIENCE : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEmotional intelligence is a teacher’s intelligence to be used in controlling his or her emotions when communicating with students, parents, peers, and other school members constructively and effectively in carrying out their duties and role as a teacher. The teacher's pedagogical ability to regulate emotions can be a measure of a teacher's success in carrying out his or her role and duties. This is useful as an evaluation of the teaching and learning process and improving the skills of teachers in schools. This study aims to determine the ability of teachers to manage emotional intelligence as one of the pedagogical competencies of teachers. This research uses a qualitative descriptive method to achieve its goal. The data collection technique was carried out by distributing networking questionnaires. The research subjects were the teachers at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yaqin, Semanan - West Jakarta. Data analysis was carried out by describing the research indicators. The results showed that emotional intelligence as a teacher's pedagogic ability has a positive and meaningful influence so that teachers have the ability to recognize self-emotions, to manage their emotions, to motivate themselves, to recognize other people's emotions, and to build relationships with others. Keywords: emotional intelligence, pedagogic competence, teacher, social interaction AbstrakKecerdasan emosional adalah kecerdasan yang dimiliki oleh seorang guru untuk dipergunakan dalam mengontrol emosi dirinya saat berkomunikasi dengan siswa, orang tua murid, rekan sejawat, dan warga sekolah lainnya secara konstruktif dan efektif dalam melaksanakan tugas serta perannya sebagai seorang guru. Kemampuan pedagogik guru dalam mengatur emosi dapat menjadi tolak ukur keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan peran dan tugasnya. Hal itu berguna sebagai evaluasi terhadap proses belajar mengajar serta meningkatkan keterampilan guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kecerdasan emosional sebagai salah satu kompetensi pedagogik guru. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dalam jaringan. Subjek penelitian adalah para guru Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yaqin, Semanan - Jakarta Barat. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional sebagai kemampuan pedagogik guru memiliki pengaruh yang positif dan berarti sehingga guru mempunyai kemampuan untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan dengan sesama. Kata kunci: kecerdasan emosional, kompetensi pedagogik, guru, interaksi sosial
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU Rahma, Maulitha; Yulis, Erna; Pratiwi, Neisya; Susanto, Ratnawati; Syofyan, Harlinda
Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2021): EDUSCIENCE : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the current era of globalization, a teacher must have pedagogical competence in utilizing information and communication technology. We can conclude that teachers' pedagogical competence in utilizing information and communication technology plays an important role in the success of the learning process, therefore teachers are required to operate computers and communicate to students in delivering material well. The main research problems can be formulated as follows: (1) What is the description of the use of the communication model as a teacher pedagogic developer? (2) What is the description of using a model based on instructional communication patterns as a teacher pedagogic developer? The objectives of this study are: (1) To describe the use of the communication model as a teacher pedagogic developer. (2) To describe the use of a model based on instructional communication patterns as a teacher pedagogic developer. The results of communication research between teachers and students can be concluded: (1) Teachers use reading / writing more (2) Teachers use more and activities in conveying information to students. (3) The teacher prefers to use dialogical openness, interpersonal communication, group, informative, ideas, persuasive, politeness, expression, mentoring, and student-teacher oriented. Keywords: communication, pedagogic competence, teacher AbstrakDi era perkembangan globalisasi saat ini, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Bisa kita simpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sangat berperan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, oleh sebab itu guru dituntut untuk mengoperasikan computer dan berkomunikasi kepada peserta didik dalam penyampaian materi dengan baik. Dapat dirumuskan permasalahan pokok penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran pemanfaatann model komunikasi sebagai pengembang pedagogik guru? (2) Bagaimana gambaran pemanfaatann model berbasis pola komunikasi instruksional sebagai pengembang pedagogik guru? Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk menggambarkan pemanfaatann model komunikasi sebagai pengembang pedagogik guru. (2) Untuk menggambarkan pemanfaatann model berbasis pola komunikasi instruksional sebagai pengembang pedagogik guru. Hasil penelitian komunikasi antar guru dan peserta didik dapat disimpulkan: (1) Guru lebih menggunakan bacaan/tulisan (2) Guru lebih menggunakan dan aktivitas dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik. (3) Guru lebih menggunakan keterbukaan dialogis, berkomunikasi anta-pribadi, kelompok, informatif, ide, persuasif, kesantunan, pengukapan, pendampingan, dan student-teacher oriented. Kata kunci: komunikasi, kompetensi pedagogik, guru
PKM PENINGKATAN PENGETAHUAN PEDAGOGIK, KEMAMPUAN REFLEKTIF, KECERDASAN EMOSIONAL, POLA KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK Susanto, Ratnawati; Yumeldasari, Yumeldasari; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v8i02.5032

Abstract

The concept of the Pedagogical Competency Development Model (PTUPT, 2019-2021) is a new pedagogic paradigm that has a significant level for alleviating the problem of teacher pedagogical competency development in DKI Jakarta. The purpose of community service is carried out within the framework of meeting the needs of the two research partners at SDN Duri Kepa 03 and SMP Al - Chasanah towards increasing pedagogic knowledge, reflective abilities, emotional intelligence, instructional communication patterns and pedagogical competencies and implementation is carried out within the framework of the Independent Learning Campus policy research program Independence and community service based on PTS research results. The implementation method is carried out by testing knowledge through a computer program based on a web-based pedagogic competency measurement system, socialization, training, self-evaluation, reflective, exploration, practice by playing video recordings of models, model application pocket books, model strategy books, simulations, sharing knowledge and experiences, interviews and coaching, Talent Search Matrix. The results obtained show that: (1) there is an increase in knowledge and skills on the five dimensions with indicators 75% of teachers and with an effectiveness level of 75%, (2) 75% of teachers giving opinions on The questionnaire stated that the average community service program was at an effectiveness level of 75%. Keywords: Pedagogical Competency Development Model, New Pedagogic Paradigm, Talent Search Matrix.
LITERASI SAINS PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK SISWA SDS HATI KUDUS JAKARTA Syofyan, Harlinda; Susanto, Ratnawati; Vebryanti, Vebryanti; Ramadhanti, Dita; Dwiyanti, Karina; Oktavia, Heni; Athifah, Annisah Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i3.2705

Abstract

AbstractSDS Kudus Heart Jelambar Grogol is a private school. Referring to the problems that have been identified, then based on the proposer's justification with the partners, the priority scale to be determined is to provide counseling and reactivate waste management in the school environment in particular and the surrounding environment in general. To overcome these problems, the proposed solution is to provide assistance to the Science Literacy Movement on waste management to students which includes understanding the types of waste, the benefits and disadvantages, and how to sort waste and think about recycling products that can be produced from this activity. The methods used are socialization, training, self-evaluation, reflective teaching, exploration, simulation, documentation. Output targets to be achieved are: (a) Training services and knowledge assistance to the formation of competencies (b) Products: Worksheets, (c) Intellectual Property Rights, (d) Publications in Abdimas Journal of Esa Unggul University, (e) Publications on University repositories Esa Unggul. Keywords: Science literacy, waste management, extension. AbstrakSDS Hati Kudus Jelambar Grogol merupakan sekolah swasta.  Merujuk pada permasalahan-permasalahan yang telah diidentifikasi, maka berdasarkan justifikasi pengusul bersama dengan mitra, ditetapkan skala prioritas yang akan dilakukan adalah degan memberi penyuluhan dan mengaktifkan kembali pengelolaan sampah di lingkungan sekolah khusunya dan lingkungan sekitar pada umumnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka solusi yang diajukan adalah melakukan pendampingan Gerakan Literasi Sains tentang pengelolaan sampah kepada siswa yang meliputi pemahaman terhadap jenis sampah, manfaat dan kerugiannya, serta cara memilah sampah serta memikirkan produk daur ulang yang dapat dihasilkan dari kegiatan ini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, evaluasi diri, pengajaran yang reflektif, eksplorasi, simulasi, dokumentasi. Target luaran yang akan dicapai adalah: (a) Jasa pelatihan dan pendampingan pengetahuan hingga kepada terbentuknya kompetensi  (b) Produk : Lembar kerja, (c) HaKI, (d) Publikasi pada Jurnal Abdimas Universitas Esa Unggul, (e) Publikasi pada repository Universitas Esa Unggul. Kata Kunci: Literasi sains, pengeloaan sampah, penyuluhan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DENGAN FISHBOND DIAGRAM PADA SISWA SDS HATI KUDUS Susanto, Ratnawati; Syofyan, Harlinda; Nurlinda, Belina Dwi; Br, Gempita Besella; Sugiharta, Rizki; Sumarni, Sumarni; Lestari, Tantri Hertika
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i2.2586

Abstract

AbstractSDN Duri Kepa 17 Pagi and SDN Jelambar 01 Pagi have problems over pedagogic competency values that focus on the ability to understand the characteristics of the students. This is due to the absence of pedagogic pedagogy development programs for teachers after graduating from lectures and the challenges and developments of the era that influenced learning styles and educational interactions. So the solution offered is the accompaniment of Pedagogic Literacy Movement for the characteristics of learners. Method of implementation of socialization, training, self-evaluation, reflective pedagogical paradigm, exploration, simulation, documentation, discussion of friendship, mapping and practice. Objectives Outcome targets: (a) Training and advisory services of knowledge up to the formation of pedagogic competence, (b) Products: Modules, Worksheets, PPR matrices, Journal of Friendship, Matrix Johari Window and TSM, (c) HaKI, (d) Journal of Abdimas Esa Unggul University and additional procedural of SNIPMD, (e) Publication on Esa Superior University repository. The result obtained is an increase in pedagogic literacy. The conclusion is that there are improvements: (a) School paradigm as a learning organization, (b) pedagogic theory knowledge, (c) variation of teaching approach, (d) variation of teaching style, (e) communication model, (f). Ability to identify the characteristics of students, (g) attitude of entry behavior. Keywords: literacy skills, fishbond diagrams, long-term memory AbstrakSDS Hati Kudus memiliki permasalahan sebagai berikut: (a) Guru kelas 5 kurang kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran, (b) Kecenderungan guru kelas 5 untuk melatih siswa menghafal daripada memahami, (c) Guru kelas 5 tidak menggunakan tools belajar guna membantu meningkatkan kemampuan pemahaman yang berpengaruh kepada memori jangka panjang, (d) Siswa kelas 5 kurang mendapatkan kesempatan belajar memahami, (e) Belajar banyak terarah kepada konsep menghafal, (f) Penanaman kepercayaan diri belum optimal dan (g) Kurang kesempatan siswa kelas 5 untuk mengemukakan pemahamannya lewat sharing ataupun presentasi. Maka solusi yang ditawarkan: (a) Tahap 1. Pemetaan modalitas belajar siswa, (b) Tahap 2. Tahap memperkenalkan cara belajar memahami melalui penggunaan Fish bond diagram dengan kalimat eksplorasi 5W 1 H, (c) Tahap 3. Tahap bimbingan belajar memahami dengan menggunakan tools fish bond diagram dan pertanyaan eksplorasi 5W 1 H, (d) Tahap 4. Tahap memaparkan dan menjelaskan pemahaman melalui karya, dan (e) Tahap 5. Pengukuran dan Evaluasi Progra. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, evaluasi diri, paradigma pedagogik reflektif, eksplorasi, simulasi, dokumentasi, diskusi pertemanan, pemetaan dan praktek. Hasil yang diperoleh adalah: peningkatan kemampuan literasi dapat meningkat secara efektif dengan penggunaan Fishbond diagram. Kata kunci: kemampuan literasi, fishbond diagram, memori jangka panjang
GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK BAGI GURU UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SDN DURI KEPA 17 PAGI DAN SDN JELAMBAR BARU 01 PAGI Susanto, Ratnawati; Febrianti, Nurul; Husna, Nia Iftahul; Putri, Astri Anggita; Umri, Cut Alfina; Ramadhanti, Dita; Dwiyanti, Karina
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i1.2455

Abstract

AbstractSDN Duri Kepa 17 Pagi and SDN Jelambar 01 Pagi have problems over pedagogic competency values that focus on the ability to understand the characteristics of the students. This is due to the absence of pedagogic pedagogy development programs for teachers after graduating from lectures and the challenges and developments of the era that influenced learning styles and educational interactions. So the solution offered is the accompaniment of Pedagogic Literacy Movement for the characteristics of learners. Method of implementation of socialization, training, self-evaluation, reflective pedagogical paradigm, exploration, simulation, documentation, discussion of friendship, mapping and practice. Objectives Outcome targets: (a) Training and advisory services of knowledge up to the formation of pedagogic competence, (b) Products: Modules, Worksheets, PPR matrices, Journal of Friendship, Matrix Johari Window and TSM, (c) HaKI, (d) Journal of Abdimas Esa Unggul University and additional procedural of SNIPMD, (e) Publication on Esa Superior University repository. The result obtained is an increase in pedagogic literacy. The conclusion is that there are improvements: (a) School paradigm as a learning organization, (b) pedagogic theory knowledge, (c) variation of teaching approach, (d) variation of teaching style, (e) communication model, (f). Ability to identify the characteristics of students, (g) attitude of entry behavior. Keywords: school literacy movement, pedagogic literacy movement, quality of learning Abstrak SDN Duri Kepa 17 Pagi dan SDN Jelambar 01 Pagi memiliki permasalahan atas nilai-nilai kompetensi pedagogik yang berfokus pada kemampuan memahami karakteristik anak didik. Hal ini disebabkan karena tidak terdapatnya program pengembangan kompetensi pedagogik bagi guru setelah lulus dari perkuliahan dan berbagai tantangan dan perkembangan era yang berpengaruh pada gaya belajar dan interaksi edukatif. Maka solusi yang ditawarkan adalah pendampingan Gerakan Literasi Pedagogik untuk karakteristik peserta didik. Metode pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, evaluasi diri, paradigma pedagogik reflektif, eksplorasi, simulasi, dokumentasi, diskusi pertemanan, pemetaan dan praktek. Tujuan Target luaran: (a) Jasa pelatihan dan pendampingan pengetahuan hingga kepada terbentuknya kompetensi pedagogik, (b) Produk : Modul, Lembar kerja, matriks PPR, Jurnal Pertemanan, Matrikx Johari Window dan TSM, (c) HaKI, (d) Publikasi pada Jurnal Abdimas Universitas Esa Unggul dan tambahan proceding SNIPMD, (e) Publikasi pada repository Universitas Esa Unggul. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan literasi pedagogik. Kesimpulannya adalah terdapatnya peningkatan: (a) Paradigma sekolah sebagai organisasi pembelajaran, (b) pengetahuan teori pedagogik, (c) variasi pendekatan mengajar, (d) variasi gaya mengajar, (e) model komunikasi, (f). Kemampuan mengidentifikasi karakteristik anak didik, (g) sikap melakukan entry behavior. Kata kunci: gerakan literasi sekolah, gerakan literasi pedagogik, mutu pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN PROSES PEMBELAJARAN INOVATIF DAN INTERAKTIF DI SMP St. ANDREAS, JAKARTA Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i2.2282

Abstract

AbstractThe problems of national education which are the focus of the Community Service Program (AbdiMas) to schools are based on: (1) the tendency of learning on teacher activities, (2) identical use of lecture and demonstration methods in teacher activities, and (3) learning materials that emphasize more on concepts rather than competencies. So it is needed the skills of management of innovative and interactive learning process as teacher pedagogic competence.. Implementation of training is given to educators at SMP St. Andreas, Jakarta. using presentation methods, lectures, and active participation of participants in discussions, questions and answers, demonstrations and practices and simulations. The data presentation is done by using quantitative and qualitative analysis. By using Talent Search Matrix the results show that: (1) 62.5% of teachers are in a position to exceed the standard / exceed expectations in building innovative and interactive learning in total from the overall dimensions of social constructivism as well as the use of teaching methods and tools; (2) 25% of teachers have occupied the position of meeting the potential standards and performance of innovative and interactive learning process through the dimension of social constructivism, the use of teaching methods and tools; (3) 12.5% of teachers are in sufficient position to facilitate innovative and interactive learning. The conclusion is that partner schools are ready to design future roles in innovative and interactive learning. Keywords: management skills process learning, innovative, interactive AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang menjadi fokus program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah berdasar pada: (1) kecenderungan pembelajaran atas aktifitas guru, (2) identiknya penggunaan metode ceramah dan demonstrasi dalam aktifitas guru, dan (3) materi pembelajaran yang lebih menekankan pada konsep daripada kompetensi. Proses pembelajaran ini berlangsung menjadi sebuah warisan budaya sebuah ruang kelas. Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen proses pembelajaran inovatif dan interaktif sebagai kompetensi pedagogik guru. Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik di SMP St. Andreas, Jakarta. dengan menggunakan metode presentasi, ceramah, dan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, tanya jawab, demonstrasi serta praktek dan simulasi. Penyajian data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif . Dengan menggunakan Talent Search Matrix diperoleh hasil bahwa: (1) 62,5% guru menempati posisi melampaui standar/melebihi harapan dalam membangun pembelajaran yang inovatif dan interaktif secara total dari keseluruhan dimensi konstruktivisme sosial maupun penggunaan metode dan alat pengajaran; (2) 25% guru telah menempati posisi memenuhi standar potensi dan kinerja proses pembelajaran yang inovatif dan interaktif melalui dimensi konstruktivisme sosial, penggunaan metode dan alat pengajaran; (3) 12,5% guru berada pada posisi cukup dalam memfasilitasi pembelajaran inovatif dan interaktif. Kesimpulan yang diperoleh adalah sekolah mitra siap untuk merancang peran masa depan dalam pembelajaran inovatif dan interaktif. Kata kunci : keterampilan manajemen proses pembelajaran, inovatif, interaktif
KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS MELALUI GERAKAN SEDERHANA SENAM OTAK (BRAIN GYM) DI SD PELITA 2, JAKARTA BARAT Susanto, Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1740

Abstract

AbstractThe problems of national education faced today and become a part of concern to provide guidance in the form of education and training in program Service for People (AbdiMas) to schools is the findings on: (1) The focus of learning is still based on cognitive and tend to emphasize the left brain (2 ). The learning approach is oriented mainly to the teachers, and less attention to the needs and problems of children's learning, and (3) learning environment that is not conducive to optimizing the potential of the child. So much needed classroom management skills as teacher competence in understanding, diagnosing, facilitating the creation of a learning environment that is safe, comfortable, fun, natural (stress-free) and facilitate the child learns to move information capture and engage the senses Senses as device dimensions of learning. It can be created through conditioning learning/customizing of brain exercise with movement PACE and the combination of some simple movements of other, learners can define learning goals, coordinating the movements to the rhythm of learning, have a social environment and a positive emotional, process skills pay attention (noticing), development process, a good learning attitude, aspreciation to yourself and others and celebrating the success of self. The training given to the teachers and students of Pelita 2 Primary School in Yayasan Budhi Bakti.Keywords: Classroom Management Skills, Gymnastics brain, Brain Gym, PACE. AbstrakPermasalahan pendidikan nasional yang dihadapi saat ini dan menjadi bagian perhatian untuk melakukan pendampingan berupa pendidikan dan pelatihan dalam program Pengabdian bagi Masyarakat (AbdiMas) kepada sekolah adalah adanya temuan atas: (1)  Fokus pembelajaran yang masih berbasis kognitif  dan cenderung menekankan pada otak kiri (2). Pendekatan pembelajaran yang masih berorientasi pada guru, dan kurang memperhatikan kebutuhan dan permasalahan belajar anak, dan (3) Suasana pembelajaran yang belum kondusif  untuk mengoptimalkan potensi anak.  Maka sangat dibutuhkan keterampilan manajemen kelas sebagai kompetensi guru dalam upaya memahami, mendiagnosa, memfasilitasi terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, alami (bebas stress) dan memfasilitasi anak belajar menangkap informasi dengan bergerak dan melibatkan penca indera sebagai dimensi perangkat belajar. Hal ini dapat diciptakan melalui pengkondisian belajar/pembiasaan senam otak dengan gerakan PACE dan kombinasi beberapa gerakan sederhana lainnya, peserta didik dapat menentukan tujuan belajarnya, mengkordinasikan gerakan untuk irama belajar, memiliki lingkungan sosial dan emosional yang positif, keterampilan proses memperhatikan (noticing), pengembangan proses, sikap belajar yang baik, aspresiasi pada diri dan orang lain serta merayakan keberhasilan diri.  Pelaksanaan pelatihan diberikan kepada para pendidik dan peserta didik SD Pelita 2 di Yayasan Budhi Bakti.Kata Kunci : Keterampilan Manajemen Kelas, Senam otak,  Brain Gym, PACE.
Pelatihan Multimedia bagi Guru dalam Menunjang Pembelajaran Daring Syofyan, Harlinda; Susanto, Ratnawati; Ulum, M. Bahrul
International Journal of Community Service Learning Vol 5, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.815 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i4.41361

Abstract

Pandemi covid-19 mengakibatkan proses belajar mengajar di Indonesia harus dilaksanakan secara online/daring. Hal seperti ini terjadi di SDN 1 Jelambar Baru, sekolah negeri yang berada di wilayah Jakarta Barat. Situasi pembelajaran daring menimbulkan tantangan dan permasalahan bagi guru dan siswa. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat permasalahan yaitu tuntutan dan kebutuhan guru untuk meningkatkan keterampilannya dalam membuat media untuk mendukung pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi yang telah diusulkan adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan bahan ajar multimedia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, refleksi diri, dan simulasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini adalah: (1) kesesuaian materi dengan yang diinginkan oleh guru SDN Jelambar Baru 01, (2) mendapat respon positif dari guru dengan bukti kehadiran 100% dan kegiatan interaktif 67%, dan, (3) beberapa peserta memahami materi yang telah disampaikan dan yang ditandai dengan peningkatan penggunaan penggunaan power point 7%, Google Meet 7%, Props 40%, dan video snimation sebesar 25%.