Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2-DIMENSI DAN GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI JALAN TRENGGULI-KUDUS KM 39+850 Nur Jannah, Afni; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i3.1915

Abstract

Jalan Raya Trengguli-Kudus yang terletak di jalur pantura (jalur pantai utara) beberapa kali mengalami kerusakan yang berulang, bahkan setelah diperbaiki. Jalan ini merupakan jalur utama mobilisasi dan distribusi logistik di Pulau Jawa sehingga kerusakan signifikan pada jalan ini akan memengaruhi kegiatan sosial ekonomi. Dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan dan distribusi kerusakan pada jalan ini, digunakan metode geofisika resistivitas 2D dan Ground Penetrating Radar (GPR). Konfigurasi yang digunakan dalam metode resistivitas adalah Wenner-Schlumberger. Data sekunder data bor dan hasil tes pit juga digunakan sebagai validasi dalam interpretasi. Penelitian dilakukan pada perkerasan aspal (flexible pavement) KM 39+850. Jumlah lintasan metode resistivitas terdiri dari dua lintasan dengan panjang 60 m dan sembilan lintasan untuk GPR. Lintasan GPR dari tujuh lintasan melintang sepanjang 11 m dengan jarak antar lintasan 10 m dan dua lintasan memanjang dengan panjang 60 m. Hasil dari penelitian ini menunjukkan lokasi penelitian berdasarkan data resistivitas yang divalidasi dengan bor terdiri dari litologi pasir dan kerikil, lanau kelempungan, lempung padat, dan lempung lunak. Beberapa jenis kerusakan yang teridentifikasi berdasarkan penampang GPR divalidasi dengan hasil tes pit dan kondisi di lapangan adalah rutting (alur) pada lapisan aspal, distorsi pada lapisan agregat kelas B hingga tanah asli, retak pada lapisan aspal – agregat kelas B, dan penurunan tanah (settlement) pada lapisan agregat kelas B – tanah asli. Adanya penurunan ini juga didukung oleh posisi lempung pada sayatan 3D resistivitas yang terlihat menurun ke arah selatan yang memperkuat dugaan adanya pergerakan material ke arah sungai.
Application of Very Low Frequency (VLF) Method for Underground River Estimation in Donorojo Sub-District, Pacitan Bahri, Ayi Syaeful; Rochmah, Khusnul Nur; Fajar, M. Haris Miftakhul; Rochman, Juan Pandu Gya Nur; Lestari, Wien; Fida, Fachri Almawali Abil
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 14, No 2 (2024): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v14i2.83171

Abstract

Pacitan is included in the Gunung Sewu karst area in the Southern Mountain Zone, and carbonate rocks dominate the constituent rocks. Karst has a unique drainage system because it is dominated by subsurface flow. This research was conducted in Cemeng and Klepu villages, Donorojo sub-district, Pacitan, with 4 track data. Data were collected using the very low frequency electromagnetic (VLF-EM) method with a track length ranging from 200-450 m, a measurement spacing of 5 m, and a transmitter frequency of 19.8 kHz. Data processing uses filtering and inversion, resulting in a cross-section of resistivity values. Based on the subsurface resistivity cross-section profile, the cavity in the carbonate rock layer with a resistivity value of 0-500 Ωm is identified as an underground river. The underground river is found on tracks 1, 2, 3, and 4 near the surface, with a depth of about 30 m below the surface.