Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISA DEFORMASI SELAT SUNDA PRA DAN PASCA ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU 22 DESEMBER 2018 BERDASARKAN DATA CORS-BIG Ningsih, Sri Ayu; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2087

Abstract

Selat Sunda merupakan selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Pada selat ini terdapat gunung api yang aktif yaitu AnakKrakatau. Pada 22 Desember 2018 Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan terjadi longsoran bawah laut sekitar 64 hektar. Berdasarkan kejadian tersebut, maka perlu dilakukannya penelitian mengenai deformasi yang terjadi di wilayah Selat Sunda sebelum dan sesudah erupsi.Penelitian ini berfokus pada penentuan kecepatan pergeseran dan regangan menggunakan data pengamatan titik CORS di sekitar Selat Sunda yang dikelola oleh BIG. Pengolahan data menggunakan software GAMIT.Uji statistik bertujuan untuk mengetahui sebelum dan sesudah erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda mengalami perubahan pola pergeseran secara signifikan atau tidak.Hasil penelitian ini adalah, vektor pergeseran Selat Sunda sebelum dan sesudah erupsi, yang masih dipengaruhi Blok Sunda dominan ke arah Timur, dengan besar pergeseran sebelum erupsi 6,477 mm/tahun sampai 28,058 mm/tahun, sedangkan sesudah erupsi 14,309 mm/tahun sampai 23,774 mm/tahun. Vektor pergeseran Selat Sunda sebelum dan sesudah erupsi, yang terbebas dari pengaruh Blok Sunda arahnya beragam disetiap titik, dengan besar pergeseran sebelum erupsi 6,446 mm/tahun sampai 19,012 mm/tahun, sedangkan sesudah erupsi 3,122 mm/tahun sampai 19,841 mm/tahun. Secara statistik pola pergeseran sebelum dan sesudah erupsi, Selat Sunda tidak mengalami perubahan yang signifikan. Pola regangan Selat Sunda sebelum erupsi, mengalami proses ekstensi seluruhnya,dengan nilai ekstensi terbesar adalah 0,4594 μstrain, sedangkan sesudah erupsi mengalami proses kompresi seluruhnya, dengan nilai kompresi terbesar adalah -0,6362 μstrain. Kata Kunci: Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau, Deformasi, CORS, GAMIT.
ANALISA HAMBURAN BALIK CITRA SENTINEL-1 UNTUK PEMANTAUAN KELAS UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT (Studi Kasus: PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Rejosari, Natar, Kabupaten Lampung Selatan) Rulian, Nadya; Armijon, Armijon; Murdapa, Fauzan
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 1 No. 02 (2021): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v1i02.2093

Abstract

Identifikasi umur kelapa sawit dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra sensor aktif yang memiliki keunggulan dapat beroperasi siang atau malam dan tidak terpengaruh masalah tutupan awan atau kabut.  Adanya perbedaan umur kelapa sawit memengaruhi adanya perbedaan luas kanopi yang menyebabkan terjadinya variasi kekasaran permukaan kanopi  sehingga tingkat hamburan balik yang dipancarkan sensor berbeda-beda. Penelitian ini menganalisa keeratan hubungan (korelasi) antara nilai hamburan balik Citra Sentinel-1 dan umur kelapa sawit serta mengkelaskan kelapa sawit berdasarkan umurnya menggunakan data Citra SAR Sentinel-1 dengan dual polarisasi (VV dan VH) mode Interferometric Wide Swath (IW) dan basemap umur kelapa sawit di lokasi kajian.  Metodologi penelitian mencakup kegiatan  pre-processing (kalibrasi radiometrik,  terrain flattened gamma,  filtering dan  koreksi geometrik),  klasifikasi menggunakan algoritma SVM (Support Vector Machines),  uji akurasi menggunakan matrik konfusi serta analisa statistik dengan menghitung koefisien korelasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa umur kelapa sawit dan nilai hamburan balik citra Sentinel-1 memiliki hubungan yang kurang erat, karena pada polarisasi VV koefisien korelasinya hanya sebesar 0,531% (sedang) dan untuk polarisasi VH sebesar  0,599% (sedang).  Selain itu,  hasil uji akurasi klasifikasi menggunakan matriks konfusi memperlihatkan bahwa skenario dengan lebih dari satu variabel menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik.Kata Kunci: Algoritma SVM (Support Vector Machines),  Hamburan Balik ,  Penginderaan Jauh Sensor Aktif,  Sentinel-1,  Umur Kelapa Sawit
EFEKTIVITAS DAN PERBANDINGAN PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN METODE RTK-NTRIP DENGAN METODE RTK-RADIO Rizkia, M Reza; Murdapa, Fauzan; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2659

Abstract

Kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan GNSS metode RTK (Real Time Kinematic) baik RTK-Radio maupun RTK-NTRIP. Pada metode RTK-NTRIP terdapat dua jenis yaituRTK- NTRIP Single Base dan Network RTK. Kedua metode tersebut dibedakan berdasarkan jumlah titik ikat CORS yang digunakan sehingga menyebabkan terjadinya variasi data. Dari variasi data yang dihasilkan akanterdapat perbedaan koordinat. Dengan adanya perbedaan koordinat tersebut tentunya akan mempengaruhi hasil jarak antar titik serta luas bidang tanah sehingga data yang dihasilkan tidak akan sama. Oleh karena itu, perludilakukan perbandingan titik koordinat, jarak antar titik, serta luas bidang untuk mengetahui tingkat signifikansinya.Metode penelitian ini mencakup kegiatan pengambilan data menggunakan metode RTK-NTRIP Single Base, Network RTK dan RTK Radio dengan masing-masing 10 bidang tanah, selanjutnya penggambaran hasil pengukuran, perhitungan ketelitian (kordinat, jarak antar titik, luas), menguji dengan menggunakan toleransi yang dikeluarkan oleh BPN, dan menguji ketelitian dengan uji T-student. Pada RTK-NTRIP Single Base,ketelitian posisi (X,Y) memiliki nilai RMS Error sebesar 0,2498 m, kesalahan rata-rata dari jarak antar titik adalah 0,1094 m dengan nilai RMS Error sebesar 0,1358 m, serta selisih rata-rata luas bidang tanah sebesar2,294 m2 dengan nilai RMS Error sebesar 3,087 m. Pada Network RTK ketelitian posisi (X,Y) memiliki nilai RMS Error sebesar 0,2571 m, kesalahan rata-rata dari jarak antar titik adalah sebesar 0,135 m dengan nilai RMSError sebesar 0,2509 m, serta selisi rata-rata luas bidang tanah sebesar 4,778 m2 dengan nilai RMS Error sebesar 5,7268 m. Dari hasil perhitungan uji signifikansi tidak ada perbedaan secara signifikan. Kata kunci: RMS Error, RTK-NTRIP Single Base Nearest, Network RTK, RTK-Radio
ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN METODE RTK NTRIP DENGAN BEBERAPA PROVIDER 4G Sampurna Jaya, M Ridho Nugroho; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2661

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi GSM (Global System For Mobile) telah bergerak mengarah ke konvergensi berbagai layanan. GSM kini digunakan sebagai sarana pembantu penggunaan GPS dalam pengukuran bidang tanah. Salah satu teknologi pemetaan yang di kembangkan di Indonesia yaitu CORS dapat digunakan dalam pemetaan situasi dengan metode RTK-NTRIP (Real Time Kinematic). Pada pengukuran bidang menggunakan metodeRTK-NTRIP sering dihadapkan masalah koneksi internet dan sinyal pada provider.Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan analisis pengukuran bidang tanah menggunakan metode RTK–NTRIP dengan beberapa provider untuk menguji perbedaan dan ketelitian pada posisi, jarak, luas serta mengetahui apakah metode RTK–NTRIP menggunakan provider 4G dapat memenuhi standar toleransi yang diberikan oleh BPN. Hasil pengukuran RTK-NTRIP provider Telkomsel memiliki nilai rata–rata selisih terkecil terhadap metode Rapid diantara provider Indosat dan Three dengan nilai perbedaan posisi sebesar RMSEx 0,028 m dan nilai RMSEy 0,031 m, perbedaan jarak sebesar 0,024 m dan luas sebesar 0,16 m².Hasil ketelitian pegerseran linier koordinat metode RTK-NTRIP provider Telkomsel terhadap metode Rapid Static memiliki rata–rata terkecil diantara provider lainya sebesar 0,038 m dengan nilai RMSE sebesar 0,011 m dan hasil ketelitian pergeseran linier jarak provider Telkomsel terhadap metode Rapid Static memiliki rata-rata sebesar 0,024 m dengan nilai RMSE sebesar 0,037 m.Mengacu PMNA/KBPN NO 3 Tahun 1997, toleransi perbedaan jarak yaitu 25 cm toleransi yang ditetapkan oleh BPN, hasil pengukuran RTK–NTRIP provider Telkomsel, Indosat, dan Three memiliki rata–rata selisih jarak terhadap meteran ≤ 10 cm. Hasil toleransi ketelitian luas pada pengukuran metode RTK–NTRIP dengan provider Telkomsel, Indosat, dan Three rata–rata masuk dalam standar toleransi ketelitian luas BPN dengan catatan pengukuran ini dilakukan di bidang.yang datar,terbuka, dan panjang base line ≤ 10 km.Kata kunci: BPN, CORS, Rapid Static, RTK – NTRIP, RTKLIB
PERUBAHAN PETA ZONA NILAI TANAH (ZNT) DI KECAMATAN SUKARAME KOTA BANDAR LAMPUNG Munanda, Triyoga Wahyu; Murdapa, Fauzan; Dewi, Citra
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2662

Abstract

Kecamatan Sukarame merupakan kecamatan yang letaknya tergolong strategis. Seiring adanya pembangunan yang terjadi disekitar Kecamatan Sukarame seperti Kampus ITERA, Mall Transmart Lampung dan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera yang akses keluar masuk gerbang Tol Kotabaru menuju pusat Kota Bandar Lampung melintasi Kecamatan Sukarame, membuat Kecamatan Sukarame menjadi semakin strategis. Tentunya hal tersebut memicu banyaknya minat investor dan bertambahnya jumlah penduduk di Kecamatan Sukarame. Sehingga menjadi salah satu faktor meningkatanya kebutuhan tanah dan berdampak pada perubahan nilai tanah yang mempengaruhi zona nilai tanah. berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bermaksud untuk mengetahui perubahan zona nilai tanah dan estimasi/prediksi nilai tanah di Kecamatan Sukarame.Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan Peta ZNT tahun 2020 berdasarkan model nilai tanah dengan pendakatan harga pasar. Metode dalam membuat model nilai tanah yaitu analisis regresi dengan persamaan terpilih linlin. Variabel bebas yang digunakan meliputi jarak dari bidang tanah ke jalan utama, Gerbang Tol Kotabaru, Kampus ITERA, dan Mall Transmart Lampung serta lebar jalan. Kemudian dilakukan analisis perubahan zona nilai tanah pada tahun 2017 hingga tahun 2020 dan dilakukan juga estimasi/ predikasi zona nilai tanah untuk tiga tahun selanjutnya yaitu tahun 2023.Hasil penelitian ini terjadi perubahan pada masing-masing zona pada ZNT tahun 2017, perubahan zona yang sebelumnya tahun 2017 terdapat 8 zona nilai tanah berubah menjadi 13 zona nilai tanah pada tahun 2020 dengan selisih peningkatan nilai tertinggi sebesar Rp3.825.000/m2 pada zona 1 yang terbentuk di sepanjang jalan utama yaitu jalan Ryacudu dan Jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan untuk estimasi nilai tanah pada tahun 2023 terjadi peningkatan sebesar 30%.Kata Kunci: Kota Bandar Lampung, Average Nearest Neighbor (ANN), Pusat Oleh-oleh Lampung
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Yuanda, Rivaldi; Dewi, Citra; Murdapa, Fauzan
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 01 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i01.2663

Abstract

Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat  ketahanan pangan untuk setiap kecamatannya belum diketahui. Kemiskinan yang semakin meningkat dan luas lahan sawah yang semakin berkurang, berbanding terbalik dengan keadaan ketahanan pangan Kabupaten Kerinci di beberapa tahun terakhir. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemetaanketahanan pangan agar informasi persebaran tingkat ketahanan pangan masing-masing kecamatan di Kabupaten Kerinci bisa diketahuidan mudah dipahami.Mengacu pada peraturan food security and vulnerability atlas tahun 2020, dan menentukan tingkat ketahanan pangan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kerinci yang nantinya akan disajikan secara spasial. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan overlay, seluruh parameter yang mempengaruhi tingkat ketahanan pangan. Setelah di overlay dilakukan klasifikasi untuk menentukan ketahanan pangan nya.Hasil perhitungan bobot parameternya yaitu rasio penduduk tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk 26%, rasio luas sawah terhadap luas wilayah 25%, rasio sarana dan prasarana penyedia pangan terhadap rumah tangga 16%, kecamatan tidak memiliki akses penghubung memadai 14%, rasio rumah tangga tanpa akses air bersih terhadaprumah tangga 11%, dan rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk 8%. Berdasarkan hasil Analisa menunjukan bahwa daerah dengan kategori pangan sangat tahan terdapat pada 2 kecamatan, kategori cukup tahan 9 kecamatan, kategori cukup rentan 4 kecamatan, kategori sangat rentan 1 kecamatan.Kata Kunci: Ketahanan Pangan, GIS, Analytical Heirarchy Process (AHP), Food Security and Vulnerability atlas tahun 2020, Kabupaten Kerinc
MODEL NILAI TANAH DI KELURAHAN WAY HUI KECAMATAN JATI AGUNG Kinasih, Sekar; Dewi, Citra; Murdapa, Fauzan; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2877

Abstract

Kelurahan Way Hui memiliki lokasi strategis karena berbatasan langsung dengan kota Bandarlampung juga salah satu jalan utama yang di akses menuju gerbang Tol Trans Sumatera. keberadaan Institut Teknologi Sumatera berdampak langsung pada bidang properti, seiring dengan harga tanah yang terus meningkat diperlukan Analisa terhadap model nilai tanah di Kelurahan Way Hui untuk memperoleh model yang sesuai terhadap nilai tanah juga mengetahui nilai tanah tertinggi di kelurahan Way Hui. Penelitian ini menggunakan data penawaran dan transaksi tanah tahun 2021 dengan besarnya penyesuaian merujuk pada SE-55/PJ.6/1999. Penggunaan variabel terikat nilai tanah dan variabel bebas yaitu faktor fisik dan aksesbilitas. Pembentukan model nilai tanah menggunakan bentuk fungsional dipilih berdasarkan nilai koesifien determinasi tertinggi, selanjutnya model terpilih dilakukan beberapa tahapan uji asumsi klasik.Model nilai tanah yang sesuai untuk kelurahan Way Hui yaitu model linier dengan persamaan NT = β0 1232537,985 + 192,270 LT + (-850,653) UNV + 248,391 JPT + 4355,899 JU + 227142,963 LJ + 345199,6 kemampuan model menjelaskan pengaruh variabel bebas sebesar 63,2%. Luas tanah (LT), jarak ke ITERA (UNV), jarak ke pintu tol (JPT), jarak ke jalan umum (JU) dan lebar jalan (LJ) berpengaruh secara signifikan. Nilai tanah tertinggi berpusat pada Jl. Airan Raya sebesar Rp3.124.178Kata kunci: Analisis Linier Bergands, Model, Nilai, Tanah, Way Hui
KAJIAN PENERAPAN PENGUKURAN GPS METODE RAPID STATIC MENGGUNAKAN PENGOLAHAN SOFTWARE GAMIT TRACK PADA PENGUKURAN BIDANG TANAH Akbar, Nicolas; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2878

Abstract

Pengukuran bidang tanah di Indonesia maraknya pada saat ini menggunakan pengukuran GPS metode Real Time Kinematik (RTK) dengan metode pengkoreksian Networked Transport of RTCM via internet protocol (NTRIP) yang mengandalkan pengiriman koreksi via jaringan internet. Pada daerah tertentu terdapat kendala pada proses tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya jaringan internet yang terbatas. Metode Pengamatan GPS dengan proses post processing dapat menjadi alternatif dalam mengatasi hal tersebut karena proses koreksi dilakukan saat pengolahan.Metodologi penelitian meliputi proses pengamatan data GPS dengan metode rapid static dengan interval 1 detik dan lama pengamatan 10 menit di setiap titiknya secara kontinu kemudian melakukan pencatatan waktu mulai dan selesai alat merekam pada masing-masing titik batas bidang tanah, selanjutnya data tersebut diproses pada software GAMIT TRACK. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan perhitungan RMSE dan juga perbandingan terhadap toleransi pengukuran bidang tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa koordinat hasil pengolahan GAMIT TRACK menghasilkan kualitas yang cukup baik, ini dibuktikan dengan nilai selisih koordinat terhadap pengukuran terestris ETS yaitu 0,0413 meter pada Easting (dx) dan 0,0266 meter pada Northing (dy) dengan nilai RMSEr sebesar 0,0501 meter. Perbandigan untuk nilai panjang sisi bidang tanah rata-rata mempunyai selisih sebesar 0,0065 meter dengan nilai RMSE 0,0645 m.  Uji hasil pengukuran bidang tanah pengolahan GAMIT TRACK terhadap toleransi pengukuran BPN untuk ketelitian dengan peta skala 1:1000 yakni 0,3 meter atau lebih baik,maka ketelitian pengukuran tersebut masih masuk toleransi. Uji toleransi perbedaan pengukuran hasil panjang sisi yakni dibawah 10 sentimeter maka perbedaan hasil pengukuran panjang sisi masih masuk toleransi. Uji toleransi hasil perbedaan pengukuran luas bidang tanah BPN yakni tidak lebih dari 0,5 √luas atau dalam hal ini ≤ 8,99 m² maka hasil pengukuran luas bidang tanah masih masuk toleransi pengukuran luas BPN.Kata Kunci : Bidang Tanah, ETS,. GAMIT TRACK, GPS, Rapid Static
Kajian Penentu Variabel Bebas Dengan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP) Untuk Perhitungan Nilai Tanah Di Kecamatan Way Halim Fitriana, Dewi; Dewi, Citra; Murdapa, Fauzan
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2881

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik, Kecamatan Way Halim mengalami peningkatan jumlah penduduk sebanyak 14.075 jiwa dari tahun 2015 sampai tahun 2021. Hal ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan tanah yang berbanding lurus dengan peningkatan nilai tanah. Terdapat beberapa variabel bebas yang mempengaruhi hal tersebut, seperti faktor aksesibilitas, faktor tata guna lahan dan faktor ruang publik. Oleh karena itu, perlu dikaji variabel bebas paling yang mempengaruhi nilai tanah. Penelitian ini menggunakan data peta administrasi Kec. Way Halim, peta jaringan jalan, data transaksi di lapangan dan data hasil kuisioner yang akan dihitungmenggunakan metode analitical hierarchy process (AHP). Sehingga dapat diimplementasikan ke dalam nilai tanah di Kec. Way Halim. Selanjutnya Peta ZNT dengan metode AHP akan dibandingkan dengan Peta ZNT milik Kementrian ATR/BPN untuk mengetahui perbedaan nilai tanah. Hasil perhitungan ini diperoleh bobot tertinggi yaitu jalan arteri yaitu sebesar 31%, fasilitas kesehatan 15%, pasar modern 11%, jalan kolektor 10%, pasar tradisional 9%, pemukiman 6%, perdagangan dan jasa 6%, fasilitas olahraga 5%, jalan lokal 4%, industri 3%. Untuk zona yangmemiliki nilai tanah tertinggi berada di range harga Rp 5.703.000 – Rp 9.093.000 yaitu berada pada zona sekitar jalan arteri, kolektor dan fasilitas kesehatan, sedangan nilai tanah terendah terdapat pada range harga < Rp. 2.326.000 berada jauh dari fasilitas umum dan tidak dilewati jalan arteri maupun kolektor. NIR pada zona yang ada di Way Halim dikelompokan kedalam satu area dengan bobot yang sama dengan mengasumsikan bahwa area yang mempunyai kemiripan bobot maka mempunyai nilai tanah yang hampir sama.Kata kunci: Analitical Heirarchy Process (AHP), Bobot, Nilai Tanah, Variabel Bebas, Zona Nilai Tanah.
ANALISA POLA DEFORMASI STASIUN CORS BIG SEKITAR PUSAT GEMPA DI KABUPATEN PANDEGLANG 14 JANUARI 2022 Rizkandi, Ridho; Murdapa, Fauzan; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.3038

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi tempat bertemunya empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana gempa bumi. Pada 14 Januari 2022 terjadi gempa bumi di barat daya Sumur Kabupaten Pandeglang. Gempa bumi yang terjadi berkekuatan 6,7 Magnitudo dengan kedalaman 10 Km (BMKG, 2022). Untuk itu perlu dilakukannya penelitian deformasi yang terjadi di wilayah terdampak gempa untuk mengetahui perubahan pergeseran dan pola arah yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data Rinex 7 Stasiun CORS BIG, Data Rinex 12 Stasiun IGS, file precise ephemeris final orbit dan, file broadcast ephemeris. Data tersebut akan diproses menggunakan GAMIT/GLOBK untuk mendapatkan nilai Velocity dari data tersebut. Setelah itu nilai Velocity dari data tersebut dilakukan uji statistik untuk mengetahui apakah sebelum dan sesudah gempa mengalami perubahan pola pergeseran arah dan kecepatan secara signifikan.Hasil peneltian ini adalah nilai kecepatan pergeseran stasiun CORS sebelum gempa 14 januari 2022 adalah -1,119 mm/13hari sampai 6,15 mm/13hari untuk arah timur, -3,599 mm/13hari sampai 7,163 mm/13hari untuk arah utara, sedangkan nilai kecepatan pergeseran stasiun CORS sesudah gempa 14 januari 2022 adalah -2,842 mm/13hari sampai 5,907 mm/13hari untuk arah timur, -7,945 mm/13hari sampai 5,165 mm/13hari untuk arah utara.Sedangkan Nilai perubahan kecepatan pergeseran horizontal terbesar antara sebelum dan sesudah gempa adalah stasiun CPSR dengan nilai 3,985 mm dimana stasiun CPSR berada di area terdampak gempa paling berat. Sedangkan nilai perubahan kecepatan pergeseran horizontal terkecil antara sebelum dan sesudah gempa adalah stasiun CRKS dengan nilai 0,145 mm.Kata Kunci: Gempa, GAMIT/GLOBK, Kecepatan, CORS.