Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu Yogyakarta berdasarkan Konsep Transit Oriented Development Zhaza Az-Zahrawaani Gunawan; Nur Miladan; Bambang S Pujantiyo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72195.51-66

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan konsep pengembangan kawasan yang berorientasi pada transportasi berkelanjutan, efektif, dan efisien. TOD dinilai menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi kemacetan. Stasiun Tugu terletak di pusat Kota Yogyakarta serta dekat dengan pusat-pusat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Hal tersebut menjadikan Kawasan Stasiun Tugu berpotensi dikembangkan menjadi kawasan TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu berdasarkan konsep TOD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif untuk menghitung nilai kesesuaian kawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, interpretasi peta, dan studi dokumen. Fokus penelitian ini adalah mengukur kesesuaian fisik kawasan terhadap konsep TOD yang dilihat dari jalur pedestrian ramah pejalan kaki, interkoneksi jaringan jalan, guna lahan campuran, densitas kawasan, tempat parkir, ruang terbuka, dan moda angkutan umum massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan stasiun transit Tugu memiliki nilai kesesuaian 36% sehingga masuk ke dalam kategori kesesuaian sedang berdasarkan konsep TOD. Oleh karena itu, Kawasan Stasiun Transit Tugu memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD. Diperlukan peningkatan, integrasi, dan pemenuhan terhadap setiap variabel konsep TOD dalam pengembangannya.
Kesesuaian Amenitas di Sekitar Kawasan Stadion Manahan terhadap Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Dito Suryo Fitrianto; Galing Yudana; Nur Miladan
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.91171.41-50

Abstract

Stadion Manahan merupakan pusat kawasan pariwisata olahraga yang ada di Kota Surakarta. Dengan adanya pengembangkan Kota Surakarta yang menerapkan prinsip berkelanjutan, maka aspek-aspek di dalam kota juga perlu menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan, termasuk pariwisata. Pariwisata berkelanjutan memiliki beberapa aspek utama yang diperhatikan, yaitu aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Di sekitar kawasan Stadion Manahan, terdapat berbagai amenitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, dan toko cenderamata yang tersebar di sekitar kawasan. Meskipun demikian, belum diketahui mengenai penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut untuk mendukung kawasan Stadion Manahan sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan. Dalam rangka untuk mengetahui penerapan prinsip berkelanjutan pada amenitas tersebut, maka dilakukan penelitian terkait daya dukung lingkungan pada bangunan-bangunan amenitas tersebut. Ketentuan yang harus dicapai untuk memiliki daya dukung lingkungan yang baik adalah hasil perhitungan Koefisien Dasar Bangunan berada di bawah 80%. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis skoring untuk menilai kesesuaian kondisi amenitas dengan prinsip berkelanjutan pada tiap-tiap parameter variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan memiliki nilai perhitungan Koefisien Dasar Bangunan seluruhnya di bawah 80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa amenitas di sekitar kawasan Stadion Manahan telah menerapkan daya dukung lingkungan yang baik dalam rangka mendukung penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di kawasan Stadion Manahan.