Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa SD Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Duta Remaja Sebagai Pendidik Teman Sebaya di SDN Pamitran Kota Cirebon Widiyastuti, Dyah; Nurcahyani, Lia; Sriyatin, Sriyatin
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12670

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan siswa melalui program “Duta Remaja” sebagai pendidik teman sebaya untuk  meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja pada siswa SD sehingga siswa tersebut dapat meningkat pula pengetahuan nya yang tujuan nya agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pemilihan Duta Remaja sebagai pendidik teman sebaya  melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja pada siswa kelas V, selanjutnya memilih tiga duta remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Teman Sebaya selama dua hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis, selanjutnya ketiga duta tersebut menyampaiakan materi kespro remaja kepada siswa kelas IV usia 10-12 tahun sejumlah 15 orang.  Hasil kegiatan menunjukan nilai rata-rata pre test pengetahuan siswa sebesar sebesar 74 dan post test sebesar 79 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 5. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (siswa kelas IV) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja bagi siswa SD oleh Duta Pendidik Teman Sebaya. Saran agar pihak pendidikan dapat memanfaat Duta pendidik Teman sebaya yang sudah terpilih agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.
Dinamika Penggunaan Lahan dan Pengembangan Kawasan Aerotropolis di Bandara Yogyakarta International Airport Nurdiansyah, Irfan; Widiyastuti, Dyah
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.74488

Abstract

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) direncanakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis konsep aerotropolis. Konsep tersebut mengalihkan peran bandara sebagai infrastruktur strategis dan simpul transportasi udara menjadi penggerak pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan sejauh mana konsep aerotropolis telah terwujud di kawasan sekitar Bandara YIA pada fase pascaoperasional selama periode 2020–2024 dengan perubahan penggunaan lahan sebagai indikator utama. Metode penelitian dilakukan melalui dua tahap analisis. Pertama, analisis spasial perubahan penggunaan lahan menggunakan interpretasi citra satelit Sentinel-2A dan Esri Imagery. Kemudian, analisis evaluatif berdasarkan elemen aerotropolis yang meliputi konektivitas, spasial, dan fungsional. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan selama periode penelitian relatif terbatas, yakni sebesar 14,49 ha atau sekitar 0,5% dari luas wilayah kajian. Perubahan tersebut didominasi oleh konversi menuju infrastruktur strategis, khususnya jaringan rel kereta. Namun, sistem Kereta Bandara YIA yang beroperasi secara point-to-point menuju pusat kota membentuk pola pergerakan penumpang yang cenderung tertutup. Pola ini membatasi interaksi dengan kawasan sekitar bandara dan berpotensi menghambat terbentuknya klaster ekonomi pendukung sebagai ciri utama aerotropolis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan aerotropolis memerlukan integrasi antara sistem transportasi, logistik, dan perencanaan tata guna lahan agar bandara dapat berfungsi sebagai katalis pertumbuhan kawasan, bukan sekadar simpul pergerakan.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pelatihan Pendidik Masyarakat di RW 05 Kedung Krisik, Desa Argasunya Widiyastuti, Dyah; Nurcahyani, Lia; Fitrianingsih, Yeni; Lisnawati, Lisnawati
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22705

Abstract

Remaja adalah periode dimana mereka mengalami pertumbuhan fisik yang cepat, pertumbuhan seksual, dan perubahan psikologis yang mendalam. Remaja sangat berisiko terhadap masalah kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, yang akan menyebabkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pernikahan dini serta Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV AIDS yang merupakan permasalahan dalam bidang Kesehatan Ibu dan Anak. Faktor penyebab munculnya perilaku seksual remaja adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Berbagai penelitian telah merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini, tetapi belum sepenuhnya dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan kader kesehatan remaja melalui program “Pelatihan Kader Komunitas” sebagai pendidik teman sebaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia 10-12 tahun  agar dapat mencegah perilaku seksual yang berisiko. Pelaksanaan kegiatan pelatihan kader komunitas sebagai pendidik teman sebaya dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja menggunakan video edukasi, selanjutnya dari sepuluh kader kesehatan yang ada dipilih empat orang kader kesehatan remaja untuk diberikan pelatihan “Pendidik Komunitas” selama satu hari menggunakan modul yang sudah dibuat oleh penulis. Nilai rata-rata pre test pengetahuan kader kesehatan remaja sebesar sebesar 84,1 dan post test sebesar 93,8 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari pre test ke post test sebesar 9,7. Terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sasaran (kader kesehatan remaja) dari pre test ke post test setelah diberikan materi pendidikan kespro remaja. Saran agar pihak puskesmas dapat memanfaatkan kader kesehatan remaja yang terpilih sebagai pendidik teman sebaya agar dapat diberikan kesempatan untuk memberikan informasi kepada teman sebaya yang lainnya.