Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Greening education 101: peningkatan kompetensi civitas akademika SMK Negeri 1 Puring Kebumen dalam merespon krisis lingkungan dan iklim dunia Putri Khoirin Nashiroh; Yohanes Primadiyono; Fitria Ekarini; Khoirudin Fathoni; Ayup Suran Ningsih; Galih Prapdipto Wisnujati; Ade Putra; Iqbal Kend Pratama; Ranu Iskandar; Endang Pratiwi; Nur Fitri Sukrina; Umi Rokhayatun; Pudji Parjono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.34150

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan dan iklim global menuntut pendidikan untuk turut serta dalam solusi melalui pendekatan Greening Education, sebagaimana diinisiasi oleh UNESCO. SMK Negeri 1 Puring yang memiliki visi ramah lingkungan menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Greening Education 101, yang bertujuan meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai konservasi lingkungan. Kegiatan menggunakan pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diterapkan pada seluruh tahapan pelaksanaan. Metode pelatihan terdiri atas ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktik mandiri, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta pada tanggal 11 Juni 2025 dan menghasilkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 88%; keterampilan dari 25% ke 56%; sikap dari 88% ke 100%; dan nilai konservasi dari 44% ke 81%. Hal ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam menginternalisasi prinsip greening education. Namun, pelaksanaan hanya satu hari menjadi kendala dalam pendalaman materi dan pengukuran outcome jangka panjang. Partisipasi peserta juga bervariasi, dengan dominasi komunikasi satu arah. Pelatihan Greening Education 101 efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang pendidikan berkelanjutan. Diperlukan pelatihan lanjutan berdurasi lebih panjang dan pendekatan komunikasi dua arah untuk mendukung transformasi lingkungan sekolah secara menyeluruh. Kata kunci: greening education; pendidikan lingkungan; SMK; sustainable development. Abstract The global environmental and climate crisis demands that education participate in solutions through the Greening Education approach, as initiated by UNESCO. SMK Negeri 1 Puring, with its environmentally friendly vision, became a partner in a community service activity entitled Greening Education 101, which aims to improve the competence of the academic community in the aspects of knowledge, skills, attitudes, and values of environmental conservation. The activity uses the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) managerial approach, which is applied at all stages of implementation. The training includes lectures, questions and answers, demonstrations, independent practice, and mentoring. Evaluation was carried out quantitatively and qualitatively through pretests and posttests. Twenty-four participants attended the training and significantly improved all aspects. Knowledge increased from 38% to 88%; skills from 25% to 56%; attitudes from 88% to 100%; and conservation values from 44% to 81%. This demonstrates the effectiveness of the training in internalizing the principles of greening education. However, the one-day implementation hampered in-depth understanding of the material and the measurement of long-term outcomes. Participant participation also varied, with one-way communication predominating. The Greening Education 101 training effectively improved participants' competencies in sustainable education. Further, longer training and a two-way communication approach are needed to support comprehensive school environmental transformation. Keywords: environmental education; greening education; sustainable development; vocational high schools.
Model Evaluasi Pembelajaran Berbasis E-Learning: Kajian Konseptual di Era Digital Pendidikan Sekolah Menengah Atas Ndari, Wedhowati Mulang; Khasna, Nida Yumna Adiibah; Zhafirah, Azzah Zayyan; Sudarni, Ajeng Rahma; Ekarini, Fitria
INFORMATION MANAGEMENT FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information Management Vol 10 No 2 (2025): INFORMATION MANAGEMENT FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (DES 2025)
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/imbi.v10i2.3752

Abstract

Abstrak: Transformasi Pendidikan pada era digital dan percepatan teknologi akibat pandemi COVID-19 telah mendorong sekolah menengah atas untuk memanfaatkan e-learning sebagai model pembelajaran. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti belum terjaminnya keaslian penilaian, keterbatasan kemampuan digital pendidik dan peserta didik, serta belum optimalnya penggunaan data aktivitas belajar sebagai dasar evaluasi. Penelitian ini bertujuan menyusun model evaluasi e-learning yang lebih menyeluruh dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah melalui metode studi literatur. Proses analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan evaluasi, meninjau relevansi teori evaluasi modern, serta merumuskan kerangka evaluasi baru yang dapat diterapkan pada pembelajaran digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan evaluasi tradisional belum mampu menangkap proses dan capaian belajar secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan model evaluasi yang memadukan pendekatan Context, Input, Process, Product, penilaian autentik, dan pemanfaatan data digital. Model tersebut dinilai mampu membantu sekolah mengidentifikasi kendala belajar lebih awal, meningkatkan ketepatan penilaian, memberikan dasar intervensi yang lebih tepat, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Secara keseluruhan, model evaluasi ini berpotensi meningkatkan mutu dan akuntabilitas pembelajaran berbasis e-learning di Tingkat sekolah menengah atas. Kata kunci: E-Learning, Evaluasi Pembelajaran, Evaluasi Digital
ANALISIS DESAIN ANTARMUKA APLIKASI GOJEK DAN GRAB BERDASARKAN THE PRINCIPLE OF BEAUTIFUL WEB DESIGN Salma Afifah Maharani; Meliya Kholisatun Nisa; Nafisah Desvita Aji Saputri; Riska Dami Ristanto; Fitria Ekarini
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 5, No 2 (2025): JEIS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol5no2.813

Abstract

Along with the rapid development of technology today, User Interface (UI) design plays a crucial role in enhancing the comfort, efficiency, and loyalty of users to an application. This UI requires all software application developers to continue innovating and developing, particularly in designing intuitive and visually appealing interfaces. This study aims to analyze and compare User Interfaces based on the theory presented in the book “The Principle of Beautiful Web Design” regarding the interface design of two well-known online transportation applications in Indonesia, namely Gojek and Grab. A descriptive approach was employed, focusing on five key elements of User Interface design: layout, color, visual appeal, typography, and illustrations and icons. Data was obtained through visual observation and documentation of the interfaces of both applications. The analysis results show significant differences in these five aspects. Gojek emphasizes efficiency and functionality through a compact and direct design, while Grab emphasizes friendliness and emotional aesthetics through a more open and illustrative look.Desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan loyalitas setiap pengguna terhadap sebuah aplikasi. Pengembang aplikasi perangkat lunak dituntut untuk terus berinovasi dan berkembang, terutama dalam mendesain antarmuka yang intuitif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan User Interface berdasarkan teori dari buku “The Principle of Beautiful Web Design” pada desain antarmuka dua aplikasi transportasi daring ternama di Indonesia, yaitu Gojek dan Grab. Pendekatan deskriptif digunakan dengan fokus pada lima elemen utama desain User Interface seperti tata letak, warna, daya tarik visual, tipografi, serta ilustrasi dan ikon. Data diperoleh melalui observasi visual dan dokumentasi dari tampilan antarmuka kedua aplikasi. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan dalam lima aspek tersebut. Gojek menonjolkan efisiensi dan fungsionalitas melalui desain yang padat dan langsung, sedangkan Grab mengedepankan kesan ramah dan estetika emosional melalui tampilan yang lebih terbuka dan ilustratif.
Pengaruh Penerapan Blockly Games Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dasar Pemrograman Siswa Kelas IX SMP Negeri 17 Semarang Meliya Kholisatun Nisa; Salma Afifah Maharani; Nafisah Desvita Aji Saputri; Riska Dami Ristanto; Fitria Ekarini
KERNEL: Jurnal Riset Inovasi Bidang Informatika dan Pendidikan Informatika Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.kernel.2026.v7i1.8470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Blockly Games terhadap peningkatan pengetahuan dasar pemrograman siswa kelas IX SMP Negeri 17 Semarang. Perkembangan teknologi menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir komputasional serta memahami logika pemrograman sejak dini. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering kali menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak, seperti percabangan, perulangan, objek, dan atribut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 33 siswa. Instrumen penelitian berupa modul pembelajaran dan tes objektif yang telah melalui proses validasi. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest setelah penerapan Blockly Games (t = -4,825; p 0,001). Analisis ukuran efek menunjukkan nilai Cohen's d sebesar 0,84 yang termasuk dalam kategori efek besar (large effect size). Temuan ini menunjukkan bahwa Blockly Games efektif dalam meningkatkan pengetahuan dasar pemrograman siswa melalui penyajian materi yang visual, interaktif, dan menarik. Oleh karena itu, Blockly Games berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan literasi pemrograman dan kemampuan berpikir komputasional pada siswa SMP.
STUDI LITERATUR ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI SOCRATIVE SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN Ariya Saccani; Ajeng Rahma Sudarni; Fitria Ekarini
ADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/a1808677

Abstract

This study aims to analyze the use of the Socrative application as an online assessment tool in the context of digital learning. This literature review examines national studies from 2021–2025 that discuss Socrative’s role in formative and summative assessments, its impact on learning outcomes, and its effectiveness in increasing student engagement. The reviewed studies indicate that Socrative provides real-time feedback, automatic scoring, interactive quiz formats, and flexible access across devices, making it a practical and efficient tool for digital classroom assessment. The analysis also shows that Socrative contributes to improving students’ conceptual understanding and motivation, particularly when used in game-based or student-centered evaluation models. However, limitations remain, including its inability to assess complex analytical responses and the dependency on stable internet access. The findings suggest that Socrative is highly suitable for formative assessment and digital learning environments, although further research is needed to explore its use in higher-order evaluation. This study contributes to a comprehensive understanding of Socrative’s pedagogical benefits and challenges within contemporary digital education.