Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Implementasi Model Rasch pada Analisis Kualitas Butir Soal Jaringan Dasar pada Jenjang Pendidikan Vokasi Aliffiansyah, Arjuna Noor; Ekarini, Fitria; Djuniadi, Djuniadi
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/metaedukasi.v7i2.17889

Abstract

Fokus utama pendidikan vokasi saat ini adalah mencetak lulusan dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS), namun objektivitas kualitas instrumen penilaian yang digunakan sering kali belum terverifikasi secara empiris. Studi ini difokuskan pada evaluasi karakteristik psikometrik serta mutu butir instrumen asesmen harian pada materi Jaringan Dasar Komputer untuk siswa kelas XI dengan memanfaatkan kerangka kerja Item Response Theory (IRT), spesifiknya Model Rasch. Mengadopsi menerapkan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 32 siswa kelas XI SIJA SMK Negeri 7 Semarang sebagai subjek. Instrumen yang diuji terdiri atas 20 item tes objektif tipe pilihan ganda yang dirancang dengan orientasi HOTS, dimana data tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak jMetrik untuk menghasilkan data tingkat kesukaran, Peta Wright, serta statistik kecocokan butir (item fit). Temuan riset memperlihatkan reliabilitas estimasi butir berada pada kategori cukup (0,72), sedangkan konsistensi responden tergolong lemah (0,61). Berdasarkan analisis Peta Wright, teridentifikasi adanya ceiling effect signifikan, dimana kompetensi mayoritas siswa melampaui tingkat kesulitan soal yang disajikan. Mengacu pada kriteria MNSQ, 90% butir soal dinyatakan valid (sesuai model), sementara dua butir terdeteksi misfit. Secara keseluruhan, instrumen ini memiliki validitas konstruk yang memadai dan lebih tepat difungsikan sebagai tes penguasaan (mastery test) dibandingkan instrumen seleksi. Meski demikian, revisi diperlukan dengan menaikkan level kesulitan soal guna meningkatkan daya pembeda dan akurasi pengukuran bagi siswa berkemampuan tinggi.
PEMANFAATAN AI CHATBOT DALAM PEMBELAJARAN SMK AL- ASROR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SOCIETY 5.0 DAN INDUSTRY 4.0 Hammam, Rafif; Ekarini, Fitria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35488

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital menuntut siswa vokasi memiliki literasi digital yang memadai agar siap menghadapi era Industry 4.0 dan Society 5.0. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kesenjangan kemampuan digital masih terjadi, terutama dalam keterampilan mengakses informasi, merumuskan pertanyaan, dan mengevaluasi jawaban sebagai kompetensi dasar dalam penggunaan AI Chatbot secara kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi siswa vokasi dalam memanfaatkan AI Chatbot sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep Industry 4.0 dan Society 5.0 sekaligus memperkuat literasi digital. Kegiatan ini dilakukan di sebuah sekolah menengah kejuruan di Jawa Tengah dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 14 siswa kelas X Desain dan Produksi Busana sebagai mitra. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbentuk esai dan wawancara, serta kuesioner Likert sebagai pendukung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep Industry 4.0 dan Society 5.0 sebesar 3,72 dari skala 5 menunjukkan tingkat persepsi positif sebesar 74,4%. Temuan ini menegaskan bahwa AI Chatbot efektif sebagai media pembelajaran vokasi yang interaktif dan relevan bagi generasi digital.Abstract: The rapid development of digital technology requires vocational students to possess strong digital literacy to meet the demands of Industry 4.0 and Society 5.0. Yet, gaps in competence remain, particularly in accessing information, formulating questions, and evaluating answers skills essential for using AI Chatbots effectively. This community service program aimed to assist vocational students in utilizing AI Chatbots as learning tools to enhance their understanding of Industry 4.0 and Society 5.0 while strengthening digital literacy. The activity was carried out at a vocational high school in Central Java using a descriptive qualitative approach involving 14 students from the Fashion Design and Production program. Data were collected through essay questionnaires, interviews, and a supporting Likert-scale instrument. The results show an increase in students’ understanding of both concepts, reaching 3.72 out of 5 or a positive perception level of 74.4%. These findings indicate that AI Chatbots function as effective and interactive learning media that support the digital literacy development of vocational students.
Greening education 101: peningkatan kompetensi civitas akademika SMK Negeri 1 Puring Kebumen dalam merespon krisis lingkungan dan iklim dunia Putri Khoirin Nashiroh; Yohanes Primadiyono; Fitria Ekarini; Khoirudin Fathoni; Ayup Suran Ningsih; Galih Prapdipto Wisnujati; Ade Putra; Iqbal Kend Pratama; Ranu Iskandar; Endang Pratiwi; Nur Fitri Sukrina; Umi Rokhayatun; Pudji Parjono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.34150

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan dan iklim global menuntut pendidikan untuk turut serta dalam solusi melalui pendekatan Greening Education, sebagaimana diinisiasi oleh UNESCO. SMK Negeri 1 Puring yang memiliki visi ramah lingkungan menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Greening Education 101, yang bertujuan meningkatkan kompetensi civitas akademika dalam aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai konservasi lingkungan. Kegiatan menggunakan pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diterapkan pada seluruh tahapan pelaksanaan. Metode pelatihan terdiri atas ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktik mandiri, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta pada tanggal 11 Juni 2025 dan menghasilkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 88%; keterampilan dari 25% ke 56%; sikap dari 88% ke 100%; dan nilai konservasi dari 44% ke 81%. Hal ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam menginternalisasi prinsip greening education. Namun, pelaksanaan hanya satu hari menjadi kendala dalam pendalaman materi dan pengukuran outcome jangka panjang. Partisipasi peserta juga bervariasi, dengan dominasi komunikasi satu arah. Pelatihan Greening Education 101 efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang pendidikan berkelanjutan. Diperlukan pelatihan lanjutan berdurasi lebih panjang dan pendekatan komunikasi dua arah untuk mendukung transformasi lingkungan sekolah secara menyeluruh. Kata kunci: greening education; pendidikan lingkungan; SMK; sustainable development. Abstract The global environmental and climate crisis demands that education participate in solutions through the Greening Education approach, as initiated by UNESCO. SMK Negeri 1 Puring, with its environmentally friendly vision, became a partner in a community service activity entitled Greening Education 101, which aims to improve the competence of the academic community in the aspects of knowledge, skills, attitudes, and values of environmental conservation. The activity uses the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) managerial approach, which is applied at all stages of implementation. The training includes lectures, questions and answers, demonstrations, independent practice, and mentoring. Evaluation was carried out quantitatively and qualitatively through pretests and posttests. Twenty-four participants attended the training and significantly improved all aspects. Knowledge increased from 38% to 88%; skills from 25% to 56%; attitudes from 88% to 100%; and conservation values from 44% to 81%. This demonstrates the effectiveness of the training in internalizing the principles of greening education. However, the one-day implementation hampered in-depth understanding of the material and the measurement of long-term outcomes. Participant participation also varied, with one-way communication predominating. The Greening Education 101 training effectively improved participants' competencies in sustainable education. Further, longer training and a two-way communication approach are needed to support comprehensive school environmental transformation. Keywords: environmental education; greening education; sustainable development; vocational high schools.
STUDI LITERATUR ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI SOCRATIVE SEBAGAI ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN Ariya Saccani; Ajeng Rahma Sudarni; Fitria Ekarini
ADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/a1808677

Abstract

This study aims to analyze the use of the Socrative application as an online assessment tool in the context of digital learning. This literature review examines national studies from 2021–2025 that discuss Socrative’s role in formative and summative assessments, its impact on learning outcomes, and its effectiveness in increasing student engagement. The reviewed studies indicate that Socrative provides real-time feedback, automatic scoring, interactive quiz formats, and flexible access across devices, making it a practical and efficient tool for digital classroom assessment. The analysis also shows that Socrative contributes to improving students’ conceptual understanding and motivation, particularly when used in game-based or student-centered evaluation models. However, limitations remain, including its inability to assess complex analytical responses and the dependency on stable internet access. The findings suggest that Socrative is highly suitable for formative assessment and digital learning environments, although further research is needed to explore its use in higher-order evaluation. This study contributes to a comprehensive understanding of Socrative’s pedagogical benefits and challenges within contemporary digital education.