Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Virtual Reality Application of Motor Vehicle Simulation Test for Making SIM C Mobile Based Zulchairi, Zulchairi Hidayat S.Kom.; Husaini, Husaini; Hidayat, Hari Toha
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2024): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v7i1.7520

Abstract

Virtual reality technology allows a person to simulate an object that presents a visual display similar to the real world. The problem that occurs regarding this research is that many people do not know that the motor vehicle simulation test for making a SIM C, because of that many people are lazy to go to make a SIM C, and people are often confused in the driving test for making a SIM C. So the purpose of building this virtual reality application is to conduct a motor vehicle simulation test more specifically so that they can find out how the motor vehicle simulation test is to get a SIM C. Through this information media, people can interact directly with virtual reality applications to find out simulation tests that are more interesting and easy to understand. The application built displays animated objects and text on mobile android in real time, aiming to find out pass and not pass when doing this simulation from the application that has been made. Testing is done by playing this simulation which when playing the simulation we must go at a maximum speed of 30 kph if it is more than 30 kph then we will be declared a failure of the test and if the driver goes off the track or hits the obstacle it will be declared a failure. So you have to repeat from the beginning and each mistake is given a 2x chance to repeat and if the rider still fails the 3rd simulation test then the rider is declared a failure in conducting the simulation test. If the motorcyclist does not crash and successfully passes all obstacles or does not get out of the way and does not exceed the speed of 30 kph to the finish, he will pass and be entitled to a C driver's license. fps testing in the application is to see the speed of the application on mobile android and the average fps on fps is 24 - 64 fps, so from the results of the fps test using android 1, namely android 7.0 the test results are from 59.9 fps to 60.1 fps, while from testing android 2, namely android 9.0 the test results are from 59.9 to 60.1. In testing this questionnaire we will find the entire number of question values by summing them up using the Likert scale method and then based on the results of these calculations the value obtained on all questions is 81.6%, it can be concluded that the virtual reality application of motor vehicle simulation tests for making a mobile-based SIM C is very good when used by users.
Prototype Monitoring Sistem Kontrol Air Condition (AC) Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Dengan Sensor Suhu Berbasis Raspberry Pi Fadilla, Nuri; Nasir, Muhammad; Hidayat, Hari Toha
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2022): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v5i1.4755

Abstract

 Each hospital has a room which uses air conditioning as an additional facility for patient comfort. From observations sofar, there is often an imbalance between the number of patients and nurses (paramedics), especially in the nursing service divisionwho is on duty 24 hours to monitor the condition of inpatients one by one in the room. This led to the motivation to create an airconditioner (AC) control system with a raspberry pi-based temperature sensor remotely via a monitor or smartphone with a webpage as the user interface. The implementation of this research followed the steps of remote control. The Wifi network is used as aliaison, and the Rasberry Pi is used as a data control device sent by Arduino where the DHT11 sensor reads the temperature in theroom which is sent to Arduino. The Rasberry Pi has installed the Apache web server, which allows it to be accessed from a webbrowser on the monitor or smartphone. From the test, the longest distance between the smartphone and the Rasberry Pi is 24 meters.All buttons on the web page have worked according to their function. The success rate is up to 80% on 30 tests at a distance of 30meters. Testing to determine the temperature of the cold room uses the ice vapor method so that the room temperature test resultsobtained reach 18 ° C. Testing to find out the room temperature is hot, using a heating method such as a hairdryer so that the roomtemperature test results obtained reach 31 ° C. To test the temperature comparison, a digital thermometer is used as a comparisonwith the results obtained between the module and the digital thermometer that the measurement results with the two tools do nothave a significant difference in temperature and humidity. keywords: AC,Sensor DHT11,Arduino,Rasberry Pi, IoT,Web.
Pembuatan Film Animasi Sejarah Islam Masuk Ke Aceh Berbasis 3D Devi, Kharisma; Hidayat, Hari Toha; Mursyidah, Mursyidah
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 1, No 1 (2018): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v1i1.1857

Abstract

Perkembangan film yang sangat cepat dapat dilihat dari para pengelola industri film 3D yang berlomba-lomba menciptakan film animasi yang mendekati nyata/real dan tentunya menarik bagi para penontonnya. Animasi yang bertemakan sejarah ini dibuat sebagai sarana pendidikan sejarah bagi anak-anak. Film animasi Islam masuk ke Aceh adalah salah satu film animasi sederhana yang bertujuan untuk mengingatkan kembali sejarah penting yang ada di Aceh, sehingga masyarakat kembali mengetahui sejarah yang ada di daerahnya sendiri. Film animasi Sejarah Islam masuk ke Aceh ini menggunakan teknik Lip-Sync dan teknik Frame by Frame pada karakter. Lip-sync adalah penyesuaian gerak mulut dan suara yang akan diucapkan karakter, dengan mengatur bentuk mulut menggunakan tools shapskey, caranya berikan nilai pada shapkeys sehingga bentuk mulut sesuai, pemberian nilai tersebut dilakukan dengan melihat bentuk mulut dari Preston Blair Phoneme agar sesuai dengan bentuk mulut karakter. Frame by frame adalah mengatur gerakan pada karakter agar gerakan berjalan pada karakter mendekati objek nyata dengan mengatur dalam waktu satu detik terdapat 24 frame, pengaturan timeline pada aplikasi yang digunakan yaitu 1 langkah dalam satu detik. Selisih antara frame adalah 3 frame yaitu, gerakan 1 diatur pada frame 0, gerakan 2 diatur pada frame 3, dan gerakan 3 diatur pada frame 6 dan seterusnya, semakin banyak frame maka gerakan semakin halus dan terlihat lebih nyata.
Rancang Bangun Prototype Jemuran Berbasis Iot (Internet Of Things) Husna, Raudhatul; Nasir, Muhammad; Hidayat, Hari Toha
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 4, No 1 (2021): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v3i2.1883

Abstract

— Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan kekhawatiran apabila hendak menjemur pakaian. Kekhawatiran tersebut bertambah ketika rumah dalam keadaan kosong, sedangkan jemuran yang digunakan untuk mengeringkan pakaian masih berada di luar rumah. Pakaian yang dijemur tidak kering dengan maksimal, dan yang lebih buruknya lagi dapat menjadi lebih kotor hingga timbulnya bau. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibuat rancang bangun sebuah alat jemuran pakaian otomatis. Sistem alat dibuat menggunakan Wemos sebagai modul pengendali utama. Jemuran pakaian otomatis ini bekerja apabila sensor LDR dan sensor hujan mendeteksi adanya perubahan lingkungan sekitar. Sensor DHT11 (kelembaban) mendeteksi perubahan kelembaban ruangan jemuran. Kemudian hasil sensor tersebut diolah oleh arduino wemos. Motor DC digunakan untuk memasukkan dan mengeluarkan jemuran. Bukan hanya itu, arduino juga mengolah sensor untuk menyalakan pemanas alternatif seperti lampu dan kipas apabila kelembaban ruangan semakin tinggi. Kondisi jemuran akan dikirim melalui notifikasi ke Telegram menggunakan Android. Hasil akhir penelitian ini adalah sebuah sistem kontroler yang dapat mengeluarkan dan memasukkan jemuran secara otomatis, jika kondisi cuaca tidak hujan dan terang maka jemuran akan ke luar ruangan dengan kecepatan rata-rata sensor mengirim notifikasi ke telegram yaitu sensor LDR adalah 19.82 cm/s . Apabila kondisi cuaca hujan dan gelap maka jemuran akan ke dalam ruangan dengan kecepatan ratarata sensor mengirim notifikasi ke telegram yaitu sensor hujan 21.88 cm/s, sensor LDR 21.82 cm/s, sensor DHT11 3.95 cm/s, kipas dan lampu 2.35 cm/s. Kualitas jaringan menggunakan metode QoS dengan parameter delay menunjukkan sangat bagus dengan nilai 1.592 ms
Penerapan Iot (Internet of Things) Untuk Kontrol Kebakaran Dikota Lhokseumawe Hidayat, Rahmat; Husaini*, Husaini; Hidayat, Hari Toha
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 2, No 2 (2019): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v2i2.2592

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman manusia sudah banyak menciptakan inovasi baru pada masalah yang dihadapi manusia. Namun ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian dalam menciptakan inovasi baru. Contohnya seperti penanganan kebakaran yang terjadi sekarang masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan butuh waktu yang lumanyan lama untuk petugas pemadam kebakaran mengetahui bahwa adanya kebakaran. Sehubungan dengan keadaan tersebut mengakibatkan penanganan yang telat dari petugas karena lambatnya informasi yang diterima ataupun hal lain seperti pemadam yang susah dihubungi hal ini mendorong developer hardware untuk menciptakan sebuah perangkat untuk pendeteksian adanya api dan asap dapat menentukan arah titik api. Sensor (api dan asap) yang telah dipasangi dan ditempatkan pada sebuah tempat yang dapat digunakan sebagai identitas untuk mendeteksi adanya api dan asap. Alat yang digunakan tidak dapat berpindah dari satu tempat kepada tempat yang lain karena prototype yang dibuat adalah menetap. Sensor api akan berdeteksi saat api menyala kemudian sensor akan mengirim data yang diterima dan dikirimkan kewemos. Kemudian wemos akan memproses data tersebut dan mengirimkan keadmin melalui aplikasi telegram. Sehingga admin segera cepat mengetahui titik kebakaran dengan segera cepat menangganinya. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode QoS (Quality of Service) untuk mengukur parameter delay dan Jitter yang dihasilkan dalam satu jaringan yang digunakan. Hasil pengujian yang telah dilakukan sebanyak 50 kali percobaan dalam penelitian ini delay dihasilkan -0.1007 second. Dan untuk hasil jitter adalah 0.1819 dari hasil pengujian Jarak maksimum pembacaan sensor api dan sensor asap yaitu 1 cm. Dari hasil 50 kali percobaan, persentase keberhasilan sistem dalam mengirim notifikasi berupa titik kebakaran dan kegagalan sistem dalam mengirim notifikasi yaitu 20%.
PENGUJIAN KUALITAS KELAYAKAN PERANGKAT LUNAK DENGAN PENERAPANPERANCANGAN MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT Hidayat, Hari Toha
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 2 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.805 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v2i2.17304

Abstract

Membangun suatu perangkat lunak yang berkualitas tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam membuat suatu perangkat lunak yang berkualitas. Semakin berkualitas suatu perangkat lunak atau aplikasi maka akan semakin mahal harga yang dijual. Perangkat lunak yang berkualitas tidak hanya sekedar mencari keuntungan belaka akan tetapi mutu dari kualitas dan kuantitasnya yang sudah menjadi jaminan dari aplikasi yang ditawarkan.   Pembuatan suatu perangkat lunak yang berkualitas selalu memperhatikan kebutuhan akan penggunanya, sehingga mampu memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh para penggunanya. Selain itu, suatu aplikasi yang berkualitas selalu melalui tahapan – tahapan pengujian yang tidak singkat sehingga benar – benar menjamin akan kualitas produknya.  Nilai yang diperoleh dari pengujian untuk kelengkapan fitur diperoleh nilai standard error terkecil yakni 0,008 dan error tertinggi yakni 0,058. Untuk variabel kemudahan penggunaan dengan standar error terkecil 0,013 dan tertinggi 0,063. Variabel yang terakhir diuji yakni fleksibilitas dengan nilai error terkecil 0,015 dan tertinggi 0,035. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pada pembuatan sistem informasi akuntansi biaya operasional Sekolah (SIA BOS) dinyatakan layak digunakan oleh pengguna.
Analisis dan Desain Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Simpenmas) Politeknik Negeri Lhokseumawe Hidayat, Hari Toha; Amin, Haris Al; Mursyidah, Mursyidah; Atthariq, Atthariq
Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) Vol. 4 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Department of Electronic and Informatic Engineering Education, Faculty of Engineering, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.182 KB) | DOI: 10.21831/elinvo.v4i2.27079

Abstract

Information systems of research and community service need to be developed to improve the management of research outputs and community service outcomes by lecturers while making it easier to evaluate tertiary accreditation. This system was developed using the waterfall model. This article aims to describe the stages of system development consisting of: (1) investigating user needs; (2) data and needs analysis in the process of making a system; (3) design; and (4) implementation. The result is the need for a system that specifically can provide facilities for uploading research outputs and community service such as journal publications, textbooks / texts, and scientific forum speakers. In addition to other mandatory menus, menus that are also being developed are the daily notes menu and the progress report menu. The design stages produce the design of the menu flow. The implementation stages of the research and community service information system use PHP language using the Laravel framework. Future studies need to test the use of systems that can use Apache jmeter and Selenium.
Implementation of Cloud Computing in E-Gizi for Recording and Reporting Toddler Nutrition Status in Batuphat Timur Village via Mobile Applications Munanda, Allissa; Hidayat, Hari Toha; Safriadi, Safriadi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v4i2.6127

Abstract

Based on existing data in 2022, Aceh still at the fifth highest level in indonesia for the stunting category. At this time, many posyandu still use books to record children’s growth development and this is very ineffective. Based on this fact, a mobile application is needed that can be used for recording and reporting child growth and development. The reseach aims to produce an application that is effective and can be implemented in the East Batuphat posyandu, so that it make easier for posyandu officiers to record and report child growth and development. This reseach used the blackbox testing method to detemine the level of user satisfaction with the feasibility of the application. The result of testing the feasibility of applications using blackbox testing are 95.8% user satisfaction and 4.2% user dissatisfactions and result based on child data obtained from the East Batuphat health center more than 80% of children are in good nutritional status.
Penerapan E-Raport Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan Cloud Computing pada Smart Village di Desa Uteunkot Muliawati, Muliawati; Hidayat, Hari Toha; Safriadi, Safriadi; Anwar, Anwar
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jaise.v4i1.5402

Abstract

Berdasarkan data tahun 2023, Aceh masih menduduki peringkat kelima tertinggi di Indonesia dalam kategori kekurangan energi kronis (KEK). Saat ini, puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe terutama di Desa Uteunkot, masih mengandalkan pencatatan KEK menggunakan buku, yang terbukti kurang efektif. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan pengembangan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan KEK guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi e-raport KEK dalam bentuk mobile agar dapat digunakan untuk melihat persentase yang didapatkan oleh masyarakat yang kekurangan gizi. Dalam penelitian ini digunakan metode blackbox testing untuk mengetahui kepuasaan pengguna terhadap aplikasi, untuk pengujian web service digunakan QoS. Tingkat kepuasan pengguna mencapai 97.4% akan tetapi dari ketidakpuasan pengguna mencapai 2.6%. Berdasarkan pengujian QoS diperoleh hasil 11,77/sec dalam waktu respon pada permintaan 1,10,50,100,250,500 dan 1000. Pada pengguna 10,50,250,500 dan 1000 mencapai rata-rata 21,28/sec dalam waktu respon dengan permintaan 1 pengguna. AbstractBased on data from 2023, Aceh is still ranked fifth highest in Indonesia in the category of chronic energy deficiency (CHD). Currently, the Muara Dua Health Center in Lhokseumawe City, especially in Uteunkot Village, still relies on recording SEZ using books, which has proven to be less effective. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to develop a mobile application that can be used for recording and reporting SEZ to improve the efficiency and effectiveness of the process. This research aims to create a mobile application of SEZ e-raport so that it can be used to see the percentage obtained by malnourished people. In this study, the blackbox testing method was used to determine user satisfaction with the application, for web service testing used QoS. The level of user satisfaction reached 97.4% but from user dissatisfaction reached 2.6%. Based on QoS testing, the results obtained are 11.77/sec in response time on requests 1,10,50,100,250,500 and 1000. At users 10,50,250,500 and 1000 reached an average of 21.28/sec in response time with a request of 1 user.
Analisis Perbandingan Metode Per Connection Queue (PCQ) dengan Metode Hierarchical Token Bucket (HTB) dalam Manajemen Bandwidth pada Router Mikrotik Firjatullah, M Ariq; Indrawati, Indrawati; Hidayat, Hari Toha
eProceeding of TIK Vol 5, No 2 (2025): eProTIK: November, 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh pengguna internet adalah kecepatan akses internet yang lambat. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurangnya sistem manajemen bandwidth yang efektif. Prinsip dasar dari manajemen bandwidth adalah mengatur pembagian lalu lintas internet secara seimbang. Tanpa pengendalian yang tepat, satu atau beberapa pengguna dapat menggunakan bandwidth secara berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penerapan manajemen bandwidth dengan menggunakan metode antrian paket data. Dalam hal ini, metode Per Connection Queue dan Hierarchical Token Bucket telah dianggap sebagai metode yang efektif. Namun, belum ada kesepakatan tentang metode mana yang terbaik di antara keduanya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan kualitas jaringan yang diterapkan menggunakan kedua metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas jaringan yang diterapkan dengan menggunakan metode Per Connection Queue dan Hierarchical Token Bucket. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengujian pada jaringan lokal, dan kemudian dianalisis menggunakan QoS. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan metode Hierarchical Token Bucket lebih unggul kualitasnya daripada metode Per Connection Queue.