Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH COGNITIVE THERAPY TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN YANG AKAN MENJALANI HEMODIALISA DI RS PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Geglorian, Theodora Rosaria; -, Ismonah; Arief, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan hilangnya fungsi ginjal yang berlangsung dalam kurun waktu lama. Pada pasien yang menderita gagal ginjal kronik kualitas dari nefron mengalami penurunan. Sehingga diperlukan tindakan untuk mengeluarkan zat-zat yang berlebih di dalam tubuh pasien. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah hemodialisa. Di Indonesia data dari PERNEFRI tahun 2012 jumlah pasien GGK dengan hemodialisa baru dan pasien hemodialisa aktif dari tahun 2007-2012 mengalami peningkatan. Masalah yang sering dialami oleh pasien yang akan menjalani hemodialisa adalah ansietas. Upaya untuk mencegah ansietas dapat dilakukan cognitive therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cognitive therapy terhadap tingkat ansietas pada pasien yang akan menjalani hemodialisa di RS Panti Wilasa Citarum Semarang. Rancangan pada penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan desain penelitian one groups pre-post test design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cognitive therapy terbukti memberi pengaruh terhadap penurunan tingkat ansietas dengan p value = 0.000. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar perawat menerapkan cognitive therapy kepada pasien hemodialisa yang mengalami ansietas sebelum dilaksanakan hemodialisa.
Hubungan Quick Blood dan Ultrafiltration Goals terhadap Kejadian Kram Pada Pasien dengan Hemodialisa di RSUD Kardinah Tegal Geglorian, Theodora Rosaria; Hidayati, Sri; Ratnaningsih, Ani; Atmaja, Arifin Dwi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.35673

Abstract

Tingginya angka penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Di mana dari tahun 2015 sebanyak 15.524 meningkat menjadi 77.892 pada tahun 2017, dan diprediksi akan semakin meningkat tiap tahunnya. Hal ini menimbulkan keresahan bagi seluruh masyarakat. Salah satu kejadian yang dapat terjadi pada pasien hemodialisa yaitu munculnya kram. Kejadian kram ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang belum jelas. Dari beberapa penelitian yang telah dipelajari bahwa faktor yang berhubungan belum diujikan. Maka pada penelitian ini akan dikaukan uji untuk mengetahui hubungan quick blood (QB) dan ultrafiltration goals (UFG) terhadap angka kejadian kram pada pasien dengan hemodialisa di RSUD Kardinah Tegal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan sampe dengan purposive sampling. Didapatkan jumlah responden sejumlah 50 responden yang bersedia dan mejalani hemodialisa. Didapatkan nilai F hasil (3.331) > F tabel (2.802) untuk QB dan nilai F hasil (10.902) > F tabel (2.802) untuk UFG. Berdasarkan hasil bahwa ada hubungan antara QB dan UFG terhadap angka kejadian kram pada pasien hemodialisa. Adanya hubungan antara QB dan UFG terhadap angka kejadian kram, maka pemberi pelayanan kesehatan khususnya hemodialisa harus lebih hati-hati, baik penentuan QB dan UFG, pengkajian berkala tentang kejadian kram pada pasien dan mempersiapkan kebutuhan (pengobatan) jika kram terjadi. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA MENGENAI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA KEGIATAN PROLANIS Satria, Ramadhan Putra; Itsna, Ita Nur; Geglorian, Theodora Rosaria; Risnanto
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i2.21

Abstract

Lanjut usia atau sering disebut dengan lansia merupakan kumpulan manusia yang rentan mengalami gangguan biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Gangguan biologis sangat berpengaruh dengan penurunan daya tahan tubuh lansia yang mengakibatkan berbagai macam penyakit yang menghampirinya. Hipertensi, diabetes melitus, asam urat merupakan penyakit yang biasa berada di lansia, hal tersebut dikarenakan beberapa fungsi organ tubuh lansia sudah tidak bisa berfungsi sempurna dan pasti akan terjadi penyakit tersebut. Angka kejadian hipertensi, diabetes mellitus dan asam urat di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sepanjang tahun 2016 sampai 2017 yaitu sejumlah 6,9 persen menjadi 8,5 persen hal tersebut dikarenakan adanya perubahan gaya hidup manusia yang semakin bekembang. Perubahan gaya hidup manusia disebabkan urbanisasi dan globalisasi yang menyebabkan terjadinya peningkatan penyakit tidak menular (PTM) dan hal tersebut meningkatkan kematian secara global pada seluruh dunia.
PENGARUH RELAKSASI NAPAS DALAM DAN GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN LETRIS INDONESIA Unayah, Maelia; Selani, Desy Luviana Putri; Satria, Ramadhan Putra; Geglorian, Theodora Rosaria; Rosyad, Yafi Syabila
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i2.879

Abstract

Latar Belakang Nyeri menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling banyak dialami perempuan, terutama pada usia remaja.Hal ini mengindikasikan perlunya intervensi efektif untuk mengurangi nyeri menstruasi pada remaja.Upaya penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun nonfarmakologi. Terapi farmakologi umumnya menggunakan obat analgesik, namun tidak dapat digunakan secara berlebihan karena berisiko menimbulkan efek samping. Metode nonfarmakologi lebih disarankan, di antaranya teknik relaksasi, distraksi, yoga, senam dismenore, biofeedback, hingga guided imagery (Hastomo et al., 2019; Dewi & Andayani, 2021). Tujuan Penelitian menganalisa pengaruh relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan skala nyeri menstruasi pada remaja SMK Kesehatan Letris Indonesia 2. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pre- eksperiment menggunkan rancangan one grup pretest-posttest. Desain ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap skala nyeri menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. hasil penelitian berdasarkan hasil penelitian ini penurunan skala nyeri menstruasi setelah melakukan intervesnsi relaksasi napas dalam dan guided imagery hampir 19 responden tidak mengalami nyeri menstruasi, 31 responden mngalami nyeri ringan, 6 responden mengalami nyeri sedang. Hasil uji statistik di peroleh nilai( p- value = 0,001, a: 0,05) maka dapat Disimpulkan ada pengaruh relaksasi napas dalam dan guided imagery terhadap penurunan skala nyeri menstruasi remaja SMK Kesehatan Letris Indonesia 2.
Simulasi Penanganan Dini pada Kecelakaan di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Itsna, Ita Nur; Geglorian, Theodora Rosaria; Satria, Ramadhan Putra
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i2.901

Abstract

Kecelakaan di lingkungan sekolah menengah atas (SMA) merupakan kejadian yang berpotensi menimbulkan cedera ringan hingga berat apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penanganan dini yang sesuai dengan prinsip pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi serta menurunkan tingkat keparahan cedera. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa serta tenaga pendidik dalam melakukan penanganan dini pada kecelakaan yang umum terjadi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah simulasi penanganan kecelakaan, meliputi pemberian materi teori, demonstrasi, dan praktik langsung pertolongan pertama pada kondisi seperti luka, perdarahan, pingsan, dan cedera ringan. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengenali situasi darurat serta melakukan tindakan pertolongan pertama secara benar dan aman. Simulasi ini terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan dan keselamatan di sekolah. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membentuk kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi situasi kecelakaan.
Upaya Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Deteksi Dini Sindroma Metabolik pada Remaja Oktiawati, Anisa; Itsna, Ita Nur; Insani, Uswatun; Ni’mah, Jumrotun; Faisaluddin, Faisaluddin; Unayah, Maelia; Geglorian, Theodora Rosaria; Ristian, Mohamad Anggie; Efendi, Wisda Dwilina; Safira, Indi Anis
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i2.920

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) pada remaja mengalami peningkatan seiring perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan meningkatnya kejadian sindroma metabolik. Sindroma metabolik merupakan kumpulan faktor risiko berupa obesitas sentral, hipertensi, dan gangguan metabolik yang berperan penting dalam terjadinya DMT2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan upaya pencegahan DMT2 melalui deteksi dini sindroma metabolik pada remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMK Famuba Muhammadiyah Lebaksiu Kabupaten Tegal dengan sasaran siswa kelas XII. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, perhitungan indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, disertai wawancara riwayat kesehatan. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan sebanyak 152 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar responden berada pada rentang usia 15–17 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar siswa memiliki tekanan darah normal, namun ditemukan pula responden dengan hipertensi ringan, kecenderungan hipotensi, serta indikator risiko sindroma metabolik berdasarkan IMT, lingkar perut, dan kadar gula darah. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman remaja mengenai faktor risiko DMT2 dan pentingnya deteksi dini sindroma metabolik. Deteksi dini yang disertai edukasi kesehatan menjadi strategi promotif dan preventif yang penting dalam mencegah perkembangan DMT2 pada remaja.