Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : IPSSJ

UJI FISIOLOGI BAKTERI DARI LEMPER AYAM Eka Imbia Agus Diartika, Jessy Damayanti, Miftahul Hasanah, Pujo Duryat, Vindy Aprilia Putri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan bakteri dalam menghidrolisis amilum, protein, dan lemak, yang penting untuk identifikasi spesies bakteri berdasarkan aktivitas fisiologisnya. Uji fisiologis ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang. Bakteri yang diuji berasal dari lemper ayam, dengan metode isolasi pada media padat untuk memisahkan mikroba tertentu dari populasi campuran. Uji hidrolisis amilum menggunakan media amilum agar dan larutan iodium. Bakteri dengan kemampuan amilolitik menghasilkan enzim amilase yang menghidrolisis amilum menjadi gula sederhana, menghasilkan zona bening di sekitar koloni. Uji menunjukkan bahwa koloni I mampu menghidrolisis amilum, sedangkan koloni II tidak. Uji hidrolisis protein menggunakan medium skim milk agar. Bakteri yang dapat menghidrolisis protein menghasilkan enzim proteinase yang menghidrolisis protein menjadi asam amino. Namun, tidak ada zona bening di sekitar koloni I atau II, menunjukkan bahwa keduanya tidak mampu menghidrolisis protein. Uji hidrolisis lemak menggunakan medium NA+minyak zaitun+neutral red. Bakteri yang mampu menghidrolisis lemak menghasilkan enzim lipase yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Hasilnya menunjukkan bahwa koloni II mampu menghidrolisis lemak, ditandai dengan warna merah pada bagian dasar, sedangkan koloni I tidak. Secara keseluruhan, praktikum ini menegaskan peran penting enzim amilase dan lipase dalam proses hidrolisis pada bakteri, serta perbedaan kemampuan hidrolisis di antara spesies bakteri yang berbeda. Praktikum ini memberikan wawasan tentang sifat fisiologis bakteri dan pentingnya identifikasi spesies berdasarkan aktivitas biokimia mereka
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR SEBAGAI PUPUK PADAT DAN PUPUK CAIR Eka Imbia Agus Diartika, Jessy Damayanti, Miftahul Hasanah, Pujo Duryat, Vindy Aprilia Putri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah organik telah menjadi isu global yang signifikan, memerlukan solusi efektif dan berkelanjutan. Upaya pengurangan sampah organic dapat dilakukan dengan pembuatan pupuk padat dan cair. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampah organik dari pasar tradisional Bululawang Kabupaten Malang. Metode pembuatan pupuk cair melibatkan fermentasi limbah buah dan sayuran menggunakan air cucian beras, air kelapa, dan molase, sementara pupuk padat dibuat dengan mencampurkan limbah sayuran dengan kompos kotoran hewan dan EM4. Setelah fermentasi selama 15 hingga 20 hari, hasilnya menunjukkan bahwa pupuk padat berwarna coklat kehitaman dengan tekstur menggumpal dan bau menyerupai tanah, sedangkan pupuk cair berwarna merah kecoklatan dengan aroma yang lebih kuat dan tekstur yang lebih pekat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua jenis pupuk mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, meskipun tidak semua uji coba dapat diselesaikan dalam waktu penelitian. Literatur yang dikaji menunjukkan bahwa kombinasi pupuk padat dan cair memberikan efek paling signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, baik dalam hal tinggi tanaman maupun jumlah daun. Pupuk cair menyediakan nutrisi yang mudah diserap tanaman, sementara pupuk padat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi secara bertahap. Kesimpulannya, pemanfaatan sampah organik sebagai bahan dasar pupuk organik efektif dalam mengurangi limbah dan mendukung pertanian berkelanjutan, dengan potensi untuk diterapkan secara luas di masyarakat. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan aplikasi pupuk ini dalam berbagai kondisi tanah dan tanaman.
PEMANFAATAN REMPAH-REMPAH UNTUK BAHAN SUPLEMEN DALAM PEMBUATAN TEMPE Eka Imbia Agus Diartika, Jessy Damayanti, Miftahul Hasanah, Pujo Duryat, Vindy Aprilia Putri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan rempah-rempah sebagai bahan suplemen dalam pembuatan tempe, dengan fokus pada pengaruh rempah terhadap kualitas tempe berdasarkan warna, tekstur, aroma, dan rasa. Tempe, yang merupakan produk fermentasi biji kedelai, seringkali dikaitkan dengan nilai gizi yang tinggi dan sifat probiotiknya. Dalam penelitian ini, lima jenis rempah-rempah—merica, ketumbar, kemiri, bawang, dan cabai—ditambahkan ke dalam proses pembuatan tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rempah-rempah mempengaruhi kualitas tempe. Tempe yang diperkaya dengan merica dan kemiri menunjukkan warna putih cerah, tekstur sangat padat, aroma yang sangat menggugah selera, serta rasa yang enak dan gurih. Sebaliknya, tempe dengan tambahan bawang memiliki rasa yang hambar meskipun teksturnya tetap padat. Uji organoleptik juga mengungkapkan bahwa tekstur tempe menjadi lebih kompak karena aktivitas miselium kapang yang menghubungkan biji kedelai. Meskipun rempah-rempah mengandung zat antimikroba, mereka tidak secara signifikan menghambat pertumbuhan kapang Rhizopus sp., mikroba utama dalam fermentasi tempe. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan rempah-rempah dalam pembuatan tempe tidak hanya dapat meningkatkan citarasa tetapi juga mempertahankan kualitas fisik tempe, menjadikannya alternatif menarik dalam diversifikasi produk tempe.
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MAHASISWA Eka Imbia Agus Diartika
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 02 November (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology students who are supposed to be promoters in preserving the environment still lack environmental ethics and care for the environment. The purpose of this study is to know the application of the principles of environmental ethics, environmental care attitude, and the relationship between the application of environmental ethics principles and caring attitude towards the environment of Biology students at the State University of Malang. This type of research is descriptive correlational by analyzing the relationship between the application of environmental ethics principles and the environmental care attitude of Biology S1 students in Malang State University. The application of environmental ethics principles in the UM biology department is 7 people (14%) have applied the principles of environmental ethics well and 43 people (86%) have applied the principles of environmental ethics very well. The attitude of caring for the environment in the UM biology department is 18 people (36%) who have a good environmental care attitude and 43 people (86%) have a very good environmental care attitude. The relationship between the application of environmental ethics principles and the caring attitude of biology students in the State University of Malang amounted to 0.003 <0.01 based on Spearman Correlation calculations, so there was no correlation between the application of environmental ethics principles and environmental care attitude towards biology students at the State University of Malang. Thus, the higher environmental ethics does not necessarily make the attitude of caring for biology students of Malang State University higher.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KOGNITIF TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN BIOLOGI PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS XI IPA SMAN 2 KARANGAN TRENGGALEK Eka Imbia Agus Diartika, Sunarmi, Amy Tenzer
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 02 November (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes kognitif tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS), RPP, dan LKS yang dapat mengukur dan melatih kemampuan HOTS siswa pada materi sistem gerak manusia serta menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk yang dikembangkan. Produk dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Kesimpulan pada penelitian ini adalah instrumen tes kognitif tipe HOTS, RPP, dan LKS yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif dalam mengukur dan melatih HOTS siswa.
STRATEGI PENGEMBANGAN WIRAUSAHA GURAMI BERKELANJUTAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Eka Imbia Agus Diartika; M. Ilham Nurhakim
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ)
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan utama yang dihadapi wirausaha perikanan gurami di Tulungagung. Fokus utama penelitian ini mencakup penurunan produksi gurami, kenaikan harga pakan, dan ketidakstabilan harga pasar yang menjadi penghambat utama keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi fenomena secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik perikanan yang memiliki sembilan kolam gurami, serta didukung oleh observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama berasal dari kombinasi faktor internal, seperti kualitas kolam yang buruk dan manajemen pakan, serta faktor eksternal, termasuk perubahan harga pasar dan dinamika lingkungan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi pola utama dan tema kunci. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan kolam yang lebih baik, diversifikasi strategi pemasaran, dan inovasi pakan alternatif sebagai solusi praktis. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model wirausaha perikanan berkelanjutan yang relevan untuk diterapkan di berbagai konteks serupa.
ELEMENTARY SCHOOL ONLINE LEARNING MANAGEMENT DURING COVID-19 Imam Junaris; Eka Imbia Agus Diartika
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 02 November (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori dasar manajemen berpendapat bahwa perencanaan dan evaluasi merupakan prasyarat untuk banyak hasil positif dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan struktural antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi dalam konteks pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Dalam survei cross-sectional ini, kami memasukkan 284 guru (laki-laki = 104, perempuan = 108) dari populasi yang terdiri dari sekitar 7029 guru sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kami menggunakan Structural Equation Model (SEM) untuk menganalisis data. Penelitian ini mengungkapakan dua temuan utama. Pertama, perencanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi dan evaluasi pembelajaran daring. Kedua, evaluasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi pembelajaran daring. Evaluasi cenderung menjadi kontributor yang lebih kuat untuk implementasi yang lebih baik dalam pembelajaran daring daripada perencanaan. Terlepas dari berbagai masalah dan kendala pembelajaran daring yang dihadapi oleh guru sekolah dasar, penelitian ini memberikan implikasi untuk analisis mendalam pada merancang program intervensi yang efektif bagi guru dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam merencanakan dan memonitoring pembelajaran daring.