Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IMPLEMENTASI LAYANAN PERENCANAAN KARIR SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM MEREDUKSI FENOMENA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SUMENEP Toha, Mashuri; Maulidi, Achmad; Wahyudi, Hery Fadli; Jannah, Syaifatul
Jurnal Karaton Vol 3 No 1 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang bentuk perencanaan karir siswa dalammenanggulangi fenomena putus sekolah di Kabupaten Sumenep. Diantaraproblem pendidikan yang menjadi perhatian stakeholders pendidikan adalahmasih tingginya angka putus sekolah, khususnya di Kabupaten Sumenep. Banyakfaktor yang menjadi penyebab anak putus sekolah, diantaranya ialah kurangmampu secara ekonomi, maraknya tradisi pernikahan dini, dan tradisi merantauke Jakarta. Selain itu kurangnya pemahaman yang komprehenshif tentang karirjuga turut menjadi penyebab anak putus sekolah, sehingga dibutuhkanperencanaan dan perancangan keputusan pemilihan pekerjaan dan jabatan yangsesuai dengan passion dan kemampuan yang dimiliki, Oleh karena itu fokuskajian dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor dominan penyebab anak putussekolah, bentuk-bentuk perencanaan karir siswa, dan keterlibatan pihakpemerintah dan lembaga pendidikan dalam menanggulangi fenomena putussekolah di Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode kualitatif fenomenologis, Studi fenomenologis dalam penelitian inimenggali informasi berkenaan dengan pengalaman, perasaan dan sikap yangmuncul atas perasaan tersebut dari beberapa informan yang di antaranya adalahpeserta didik di Kabupaten Sumenep, pemangku kebijakan di sekolah, instansiyang membawahi atau berhubungan dan pemerintah kota KabupatenSumenepdengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan FGD. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor dominan yang menjadi pemicutimbulnya fenomena putus sekolah yang ada di Kabupaten Sumenep yaitu faktorperantauan, faktor pernikahan dini, faktor perhatian & pengawasan orang tua,faktor budaya & lingkungan, faktor kurangnya kesadaran tentang pendidikan,dan faktor seni tradisional. Adapun bentuk-bentuk perencanaan karir siswadilakukan melalui tiga langkah, yaitu penilaian diri, eksplorasi karir, identifikasikarir dan penetapan tujuan karir. Sedangkan bentuk keterlibatan pihakpemerintah dan lembaga pendidikan dalam menanggulangi fenomena putussekolah di Kabupaten Sumenep berupa bantuan biaya pendidikan, bantuandermawan, program penyuluhan, dan family coaching.
Habituasi Nilai Andhap Asor dalam Perilaku Santri di Pesantren Wahyudi, Heri Fadli; Wardi, Moh.; Jannah, Syaifatul; Hidayati, Nazlah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.729

Abstract

Individual behavior is not formed suddenly, but is influenced by various factors. In the context of Islamic boarding school education, fostering student behavior is an important aspect, and one of the distinctive values of Islamic boarding schools that can be utilized in fostering behavior is andhap asor. This study aims to find out how Andhap Asor is instilled as a strategy for shaping student behavior. It also examines how the reinforcement and development of Andhap Asor behavior are maintained. This study was conducted using a qualitative field approach, collecting data from informants, namely Kiai, administrators, and students at the Raudlatul Ulum Palongan Islamic Boarding School, Bluto District, through interviews and documentation, which were then analyzed using Huberman's data analysis method. The findings of the study are as follows. First, behavioral training is carried out through the initial stage of theory transfer as a form of stimulus, then reinforced through the reinforcement process and continued continuously with the creation of an environment that reflects the values of Andhap Asor. Second, the Andhap Asor culture developed in Islamic boarding schools is framed in Islamic values, which are instilled through a structured habituation process. Based on these findings, it can be concluded that the behavioral guidance of students at Islamic boarding schools through behavioral counseling strategies can be effective by integrating Andhap Asor values as a cultural foundation. Thus, this strategy not only shapes behavior technically, but also instills character in accordance with the noble values of Islamic boarding schools.
TELAAH NILAI DEMOKRASI DALAM LAGU MADURA “PAJJHÂR LAGGHU” MELALUI PERSPEKTIF BUDAYA LOKAL Jannah, Syaifatul
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Hudan Linnaas Vol 6 No. 2, 2025
Publisher : Al-Amien Prenduan University, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v6i2.2238

Abstract

The song Pajjhâr Lagghu is a traditional Madurese song taught in schools in Madurese language classes to introduce local culture to students. However, teaching often emphasizes only the singing aspect without exploring the democratic meaning and message contained within it. Therefore, this study aims to describe the democratic values in the song Pajjhâr Lagghu. The research method uses a qualitative approach with a literature review design. The analysis technique employs Gadamerian hermeneutics, a method of interpreting the meaning within a text. The research findings reveal that there are three democratic values in the Pajjhâr Lagghu song that teachers can adopt as efforts to foster democratic awareness. These values are time discipline, found in the lyrics of Pajjhar Lagghu arena pon nyonarah Bapak tani se tedung pon jhaga’a, the ability to control oneself so as not to disturb others, found in the lyrics ajhalan aghi sarat kawajibhan, and sensitivity (the attitude of helping others), found in the lyrics mama’mor nangharanah ban bhangsanah.