Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : BANGUN REKAPRIMA

RANCANG BANGUN MESIN FRICTION WELDINGUNTUK PENGELASAN BAJA ST 37 DENGAN DIAMETER MAKSIMAL ½ INCH Kurniawan, Ipung; Pujono, Pujono; Nurhilal, Mohammad; Prabowo, Dian
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 8, No 1, April (2022): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.714 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i1, April.3537

Abstract

Pengelasan gesek merupakan proses pengelasan tanpa menggunakan bahan tambah. Gesekan diakibatkan oleh pertemuan kedua benda kerja yang menghasilkan panas kemudian melumerkan kedua ujung benda kerja dan akhirnya terjadi proses penyambungan benda kerja. Tujuan dalam rancang bangun mesin friction welding yaitu membuat perancangan pada mesin friction welding, menghitung komponen elemen mesin, menghitung mekanika teknik pada rangka, menghitung gaya dorong aktuator, menghitung estimasi total waktu proses produksi, melakukan uji fungsi pada bagian sistem transmisi dan kontrol tekan dan uji hasil variasi diameter besi pejal silinder. Metode perancangan dengan pendekatan metode VDI 2222. Hasil dari rancangan berupa desain mesin friction welding. Dihasilkan motor listrik yang digunakan memiliki daya 1,5 HP, puli yang digunakan Ø6 inch dan Ø2 inch, sehingga didapati putaran sebesar 4200 rpm, panjang v-belt 1.324,18 mm, poros memiliki ukuran Ø25 mm.Hasil dari rancang bangun didapatkan hasil yaitu material yang digunakan yaitu besi siku dan kanal U dengan ukuran frame 1200x400x855 mm, slider 400x206x200 mm. Gaya dorong yang dihasilkan aktuator sebesar 480 N. Estimasi total waktu produksi selama 20,24 jam. Sistem transmisi mampu meneruskan daya dari motor penggerak menuju rotary chuck dan kontrol tekan mampu bergerak maju dan mundur. Mesin friction welding berhasil menyambung besi pejal silinder dengan Ø6 mm, Ø8 mm, Ø10 mm dalam waktu 1 menit,berhasil menyambung 2 besi pejal silinder dengan ukuran Ø1/2 inchi dengan variasi tekanan 6[bar], 7[bar], 8[bar], namun besi tersambung tidak sempurna. Hasil uji tarik menunjukkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 153 MPa
RANCANG BANGUN PISAU PEMOTONG JERAMI PADA MESIN PENGHANCUR JERAMI PADI Pujono, Pujono; Pribadi, Joko Setia; Firmansyah, Agung; Kurniawan, Ipung
Bangun Rekaprima Vol. 7 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.629 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v7i2.2992

Abstract

Pengolahan limbah padi (jerami) kering masih sangat minim, mayoritas petani akan membakar jerami padi kering supaya lahan dapat ditanami kembali. Padahal jika dikelola dengan baik, jerami padi kering dapat dibuat tepung yang digunakan sebagai campuran pakan bagi hewan ternak unggas. Untuk mengubah sampah jerami padi kering menjadi campuran pakan hewan unggas diperlukan alat teknologi tepat guna yang efektif dan praktis, sehingga mudah diopersikan dan menghasilkan bentuk produk pengolahan jerami yang sesuai kebutuhan. Beberapa studi dan pembuatan alat sudah dilakukan dengan menggunakan berbagai mekanisme. Pada penelitian kali ini akan dibuat mesin penghancur jerami padi dengan mengoptimalkan bentuk dan dimensi pisau potong sehingga dapat menghasilkan ukuran potongan yang sesuai dan mempunyai kapasitas dan kecepatan potong yan besar. Proses rancang bangun pisau pemotong jerami pada mesin penghancur jerami padi ini menggunakan metode perancangan VDI 2222 untuk mempermudah dalam proses perancangan, yaitu dengan melakukan tahapan merencana, mengkonsep, merancang, penyelesaian. Dari hasil perancangan didapatkan bahwa pisau penghancur pada mesin penghancur jerami padi memiliki beberapa komponen yaitu bilah pisau, piringan atas, ring kipas, kipas pendorong, pilar penopang, dan piringan bawah. Pisau potong berbentuk serrated edge atau mata pisau yang bergerigi. Hasil perencanaan pisau penghancur pada mesin penghancur jermi padi, ditetapkan jumlah pisau sebanyak 8 (delapan) buah. Dengan jumlah pisau tersebut kecepatan hasil potong yang dihasilkan adalah 0,018 m3/menit serta kapasitas pemotonganya sebanyak 25,9 kg/menit. Ukuran hasil potongan menunjukkan bahwa penggunaan pisau bergerigi menghasilkan ukuran potong antara 7-10 mm, sedangkan bentuk pisau rata menghasilkan potongan 10 ”“ 15 mm.
Rancang Bangun Mesin Spinning Flame Hardening Semi Otomatis Pujono, Pujono; Alghifari, Rizal Aziz
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.602 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1114

Abstract

Pengerasan permukaan dengan api adalah proses perlakuan panas dengan menggunakan nyala api langsung yang dihasilkan dari gas oxy-acetylen dimana permukaan dari bagian baja dipanaskan dengan cepat ke suhu di atas titik kritis baja. Setelah struktur butir permukaan telah menjadi austenit (austenitized), bagian tersebut dinginkan dengan cepat, perubahan austenit menjadi martensit sementara meninggalkan inti dari bagian dalam aslinya. Tujuan dalam perancangan mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis, pembuatan mesin dan pengujian hasil. Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan berbasis pada kebutuhan masyarakatdan pemilihan konsep menggunakan metode penilaian rangking, software gambar menggunakan Autocad dan gambar kerja menggunakan standar ISO. Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu poros penggerak menggunakan poros tetap dengan material AISI 4340 dan badan mesin yang tertutup. Dalam pengujiannya, untuk kecepatan 60rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 55,9 HRC dengan waktu proses pemanasan 3,74 menit, untuk kecepatan 90rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 33,33 HRC dengan waktu proses pemanasan 2,42 menit. Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1961 x 1418 x 1284 mm dengan massa mesin sebesar 150 kg dan diameter lubang minimal pada benda yaitu 18 mm.Kata Kunci: Pengerasan permukaan dengan api, roda gigi, kekerasan Rockwell C.
Inspeksi Upper Wing Top Skin Panel Menggunakan Phased Array Ultrasonic Testing (PAUT) Pujono, Pujono; Galih, Endro Wahyu
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.544 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2.1202

Abstract

Non Destructive Testing (NDT) adalah cara yang paling ekonomis untuk melakukan inspeksi dan cara untuk menemukan cacat. Salah satu metode inspeksi NDT adalah Ultrasonic Test yang digunakan untuk inspeksi khusus upper wing dengan menggunakan alat ultrasonic phased array di pesawat. Ultrasonic test memiliki keunggulan di atas seluruh metode NDT untuk kedalaman penetrasi dalam mendeteksi defect yang sangat baik, preparasi penggunaan alat dan benda uji yang tidak rumit dan portable, dan dapat menampilkan informasi jarak pada layar CRT atau LED. Tujuan dalam Inspeksi upper wing top skin panel menggunakan ultrasonic phased array adalah untuk mengetahui cacat korosi pada skin pesawat agar dapat dijadikan dasar dalam melakukan tindakan pencegahan dan perawatan body pesawat. Dalam uji ultrasonik ini penulis menggunakan metode phased array ultrasonic testing (PAUT). Phased array merupakan metode NDT yang dapat mendeteksi cacat dengan cepat dan akurat secara optimal dengan waktu pengerjaan yang seminimal mungkin. Metode ini sendiri agak berbeda dengan ultrasonic testing biasa, transducer/probe ultrasonic phased array ini memiliki 64 element. Dengan kata lain tranducer phased array ini dapat megarahkan dan memfokuskan pancaran gelombang ultrasonicnya. Ada 3 area yang dilakukan uji PAUT yaitu (1) trailing edge dan forward fastener row dari rear spar di Rib bay 3 ”“ 4 dan rib bay 9 ”“ 27, (2) trailing edge dan forward fastener row dari false rear spar. (3) forward fastener row dan after fastener row dari rear spar di rib bay 4-5 dan 5-6. Hasil yang diperoleh adalah terjadi korosi pada Rib 26-Rib 27 pada wing bagian kanan. Korosi ini terjadi pada baut dari rear spar, hal ini karena Mikroorganisme terdapat pada air yang berada pada tanki bahan bakar pesawat, air ini dapat berisi oksida besi dan garam mineral.
Rancang Bangun Prototype Mesin Friction Welding Pujono, Pujono
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.007 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1405

Abstract

Las gesek (friction welding) merupakan sebuah metode pengelasan yang memanfaatkan tenaga mekanik menjadi energi panas. Proses pengelasan akan terjadi dengan memanfaatkan panas yang muncul akibat gesekan. Untuk memperbesar panas yang terjadi, benda yang dilas tidak hanya diputar, tetapi juga ditekan satu terhadap yang lain. Pembuatan mesin ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan membuat konstruksi dan perancangan yang benar agar dihasilkan mesin friction welding yang mampu menyatukan komponen. Komponen yang akan disambung berbahan dasar nylon. Metode yang digunakan adalah input desain/identifikasi masalah, pembuatan konsep desain, pemilihan ide terbaik, perhitungan elemen mesin, pembuatan drawing, produksi/pembuatan mesin dan pengujian mesin. Hasil dari rancang bangun didapatkan hasil sebagai berikut mesin menggunakan motor penggerak 1 HP, dengan putaran 1450 rpm, diameter poros minimal adalah 24,75 mm, pulley yang digunakan adalah pulley bertingkat dengan diameter berturut-turut 2 x 3 x 4 inchi, sehingga didapatkan variasi putaran 725 rpm,1450 rpm dan 2900 rpm, umur bantalan adalah 21,59 tahun. Mesin friction welding berhasil menyambung dua buah komponen nylon berbentuk silindris dengan diameter 3/4 inchi dan dalam waktu 1 menit.