Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN BEAUTY SALON & SPA DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Lomantojoa, Ariella Alandra; Purwoko, Gervasius Herry
KREASI Vol. 10 No. 1 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i1.5322

Abstract

Sejak pandemi, tren healing muncul sebagai jawaban atas isu kesehatan mental masyarakat di mana banyak orang pergi healing ke tempat bernuansa alam untuk mendapatkan ‘wisata terapetik’ akibat meningkatnya kebutuhan psikologis selama pandemi. Setelah pandemi menjadi endemi, tren healing tetap dilakukan untuk mengatasi tekanan dari kesibukan, pekerjaan, ataupun aktivitas lain sehingga tren healing muncul sebagai salah satu bentuk work-life balance. Sebuah Beauty Salon & Spa merupakan tempat yang menyediakan fasilitas perawatan rambut, wajah, kuku, dan relaksasi yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat bersantai dan memanjakan diri. Perancangan proyek arsitektur interior Beauty Salon & Spa menggunakan pendekatan healing environment yang memiliki tujuan untuk menghadirkan keseimbangan dari pikiran, tubuh, dan jiwa untuk mengurangi kecemasan,stres, dan mendatangkan pemulihan. Pengaplikasian healing environment dalam perancangan Beauty Salon & Spa memadukan unsur alam, indra, dan psikologis, di mana unsur alam berperan sebagai stimulus yang diterima oleh indra manusia dan memberikan dampak positif secara psikologis terhadap penggunanya. Pendekatan healing environment juga berfokus untuk memberikan kenyamanan secara fisik maupun psikologis melalui berbagai faktor fisik dalam ruangan, yang berkaitan dengan pencahayaan, penghawaan, suara, taman dan alam, tata ruang, suasana, warna, tekstur, aroma positif, serta seni dan selingan visual positif. Dengan demikian, pendekatan healing environment dapat mendukung pelanggan Beauty Salon & Spa untuk merasakan pemulihan.
PENGARUH BENTUK DASAR DAN ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP BEBAN ENERGI PADA BANGUNAN BERTINGKAT DI JAKARTA GERVASIUS HERRY PURWOKO
Serat Rupa: Journal of Design Vol 1 No 3 (2017): SRJD-MAY
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v1i3.482

Abstract

Due to expensive energy costs nowadays, the architects are demanded to produce relatively efficient building designs, especially those with many stories. As a consequence, both accurate estimation and energy saving measures are extremely needed even at the early stage of the planning process. In fact, the consumption for the building energy has been mostly absorbed by air conditioning and lighting needs. In practice, both of them have been affected by direct contact of the sunlight penetrating through the building casing, either by conduction, convection or radiation processes. While both shapes and positions of the building casing are very much dependent on the basic shapes and the building orientation, a critical question is needed to investigate any further: to what extent each basic shape of the buildings is likely to increase or decrease the energy and which orientation gives significant effects. Designed in an experimental research, this study aims to investigate the characteristics of the building shapes in obtaining the heat and to examine the total energy consumption. A series of testing measures is conducted by changing the building basic shapes and their orientation according to the basic conditions previously set. In so doing, obtaining calculated energy consumption difference could be achieved. It is expected that the results of this study is worth considering reference for architects and hence they are able to determine appropriate building basic shapes as well as their appropriate orientation during the planning phase.  Keywords: building basic shapes; building energy; orientation; sunlight
PERANCANGAN PROYEK CAFÉ DAN MARKETING GALLERY DI JOMBANG DENGAN PENDEKATAN DESIGN AND BEHAVIOUR OLEH KONSULTAN INTERIOR ARSITEKTUR V DESIGN Elvira, Elvira; Purwoko, Gervasius Herry
KREASI Vol. 10 No. 2 (2025): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i2.5959

Abstract

Desain interior dan arsitektur adalah desain yang ditujukan untuk memperindah ataupun menambah nilai estetika sebuah bangunan atau ruang. Selain dari menambah nilai estetika, desain juga memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas penggunanya. Dalam beraktivitas, perilaku manusia memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungan. Dari hal tersebut, terlihat bahwa desain bangunan tidak bisa hanya asal dibuat menarik dari tampaknya, namun juga harus memberikan suasana perasaan yang sesuai dengan kegunaan ruang atau bangunan sehingga dalam melakukan aktivitasnya, pengguna bisa merasa nyaman. Menyadari pentingnya keterkaitan antara perilaku manusia dengan ruang yang di desain memunculkan sebuah peluang bisnis interior dan arsitektur. Peluang ini menjadi sarana dalam berdirinya V Design sebagai konsultan interior dan arsitektur dengan pendekatan design and behaviour sebagai nilai tambah. Pendekatan design and behaviour digunakan untuk merancang ruang berdasarkan pemahaman tentang bagaimana lingkungan fisik memengaruhi perilaku pengguna. Konsep suasana ruang yang ingin dihadirkan adalah suasana tenang, sehingga gaya yang dipilih adalah Japandi yang dipadukan dengan konsep minimalis. Selain menjadi solusi permasalahan, gaya yang sedang menjadi tren ini digunakan untuk menambah value pada Cafe dan Marketing Gallery di Jombang ini supaya masyarakat lebih tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Dengan menerapkan pendekatan design and behaviour, diharapkan proyek ini dapat menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga responsif terhadap perilaku pengguna serta dapat meningkatkan interaksi sosial.
Implementation of Green Architectural Rules in the Design of The Griya Samadhi Vincentius Hall In Prigen Village, Pasuruan Regency, East Java Province Evert Indrawan, Stephanus; Herry Purwoko, Gervasius; Noviyanto P. Utomo, Tri
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 9 (2022): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/dev.v3i9.185

Abstract

Griya Samadi Vincent is located in a cool highland, the temperature ranges from 20-24c. A beautiful and quiet area of approximately 6-7 hectares. There is a chapel room and a special indoor room that is usually used for meditation. The entire garden area can be used for outdoor meditation. In addition to the facilities for meditation, there are also several waste processing sites, organic plant nurseries, animal husbandry and the use of biogas as an energy source for the complex. So far, the Griya Samadi Vincentius complex has been managed by the Parish of the Church of the Nativity of the Blessed Virgin Mary, which is a partner of the contributors. So far, Parish, apart from being the manager of financing and maintenance, has also carried out complex developments in terms of the legality of licensing. Where one aspect of licensing is a Building Permit or IMB, in this case the environmental aspect is an important point in regional planning. Therefore, the contributors and the team will plan the building using the Green Architecture method in accordance with the Indonesian Green Building Council standards, namely: Appropriate Site Development, Indoor Air Health and Comfort, Water Conservation, Material Resources and Cycle and Buiding Environment Management.