Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI ANTI KORUPSI DENGAN PROJECT CITIZEN PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Rohani, Rohani; Firmansyah, Syarif
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2023): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v14i1.9150

Abstract

The aim of this research is to implement anti-corruption values to students using the project citizen model.The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in thisresearch, researchers used data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, triangulation and literature study. The analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification.The results of the research show that the implementation of anti-corruption education at IKIP PGRI Pontianak is a mandatory subject for the Civics Study Program and is integrated with Civics courses in other study programs, apart from that it is also implemented through student activities, extracurricular activities, and study program association activities and student unit activities. . The steps in the project citizen model are identifying problems, selecting problems, collecting information related to the problem, developing a class portfolio, presenting the class portfolio and reflecting on learning experiences. The anti-corruption values implemented through the project citizen learning model consist of honesty, discipline, hard work, caring, courage, responsibility, simplicity, independence and justice.
The Influence of Artificial Intelligence in the Resolution of Family Law Disputes: Prospects and Challenges Yuliani, Sri; Firmansyah, Syarif; Prasetya, Raynaldi Nugraha
Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/jmcr.v1i2.370

Abstract

This research aims to explore the prospects and challenges of applying Artificial Intelligence (AI) in family law dispute resolution. The method used in this research is a qualitative approach with literature study and normative juridical analysis, as well as interviews with legal practitioners and academics. The results show that AI has great potential in improving legal efficiency and accessibility by accelerating the mediation process and providing initial legal consultation for the community. However, the research also identified several key challenges, including AI's limitations in understanding the emotional and psychological aspects of family disputes, the risk of algorithm bias, and the legal validity of the resulting decisions. The implications of this research confirm that AI can be a useful support tool in the legal process, but it cannot completely replace the role of humans. Therefore, strict regulations as well as human involvement in the verification process and final decision-making are needed to ensure that justice is maintained.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM GEMBROT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X AKUTANSI KEUANGAN LEMBAGA SMK KOPERASI PONTIANAK Nurhaliza, Nurhaliza; Firmansyah, Syarif; Rube'i, Muhammad Anwar
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7473

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas X AKL SMK Koperasi Pontianak. mengatasi masalah dengan menggunakan model Paikem Gembrot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Paikem Gembrot untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Paikem Gembrot SMK Koperasi Pontianak. Metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian siswa kelas X AKL SMK yang berjumlah 20 orang, dengan jumlah siswa laki-laki 9 orang, dan siswa perempuan 11 orang. Teknik pengumpulan data dokumentasi, observasi, dan penilaian kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar mata pelajaran PPKn di kelas X AKL SMK Koperasi Pontianak pada siklus I tergolong baik dengan rata-rata 65.68 %. Selanjutnya dari 20 orang siswa hanya 13 orang yang tuntas dengan ketuntasaan klasikal 70 %. Pada siklus II tergolong baik dengan rata-rata 83.85% dari 20 orang siswa terdapat 19 orang siswa tuntas dengan ketuntasaan klasikal 95 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Penerapan Model Pembelajaran Paikem Gembrot dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn Kelas X SMK AKL Koperasi Pontianak.
Profil Kekerasan di Satuan Pendidikan Kota Pontianak Tri Mega Ralasari; Syarif Firmansyah
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8861

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dasar untuk memperoleh modal ilmiah yang berdampak pada pengambilan kebijakan jangka pendek, untuk mengetahui, menjelaskan, dan memprediksikan profil fenomena terkait kekerasan di satuan Pendidikan. Dengan tidak lupa menjelaskan keterkaitan penelitian dengan rencana strategis penelitian Universitas PGRI Pontianak yang mencakup pada kajian patologis dan psikologis merujuk pada analisis permasalahan patologis dan psikologis terkait kekerasan di satuan Pendidikan SD, SMP, dan SMA, berjudul Profil Mekanisme Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan Kota Pontianak. Dengan menggunakan metode kuesioner, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui lebih rinci hubungan sebab akibat dengan meminta sampel untuk menjawab dan mengisi pertanyaan yang dibagi kepada 359 responden yang berasal dari tingkat satuan SD, SMP, dan SMA se-Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kekerasan di satuan pendidikan di Kota Pontianak cenderung cukup tinggi pada bentuk kekerasan perundungan/ bullying sebesar 30,1%, dan diikuti oleh kekerasan fisik sebesar 20,6%, dan kekerasan seksual sebesar 17,3%.
The Effectiveness of Interactive PowerPoint Media in Civics Education for Grade XI Students of SMAN 3 Sungai Kakap Hemafitria, Hemafitria; Firmansyah, Syarif; Suci Maelliya Angraini; Dwi Handoko, Wahyuda
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9018

Abstract

This research focuses on evaluating the impact of interactive PowerPoint media on the learning outcomes of Grade XI A students. Utilizing the Classroom Action Research (CAR) method, the study was carried out in two cycles, each involving planning, execution, observation, and reflection. In the first cycle, PowerPoint was used in a conventional manner, which led to minimal student involvement—only 5 out of 26 students (19.23%) met the learning criteria. After evaluating the results, the second cycle introduced more interactive features, such as animations, contextual visuals, hyperlinks, and guiding questions, alongside more participatory teaching methods. This approach significantly increased engagement, with 76.92% (20 out of 26) of students achieving the Minimum Mastery Criteria (KKM). The study concludes that interactive PowerPoint enhances student-centered learning and aligns with 21st-century educational goals. Its innovation lies in applying interactive media specifically to civic education (PPKn), traditionally taught through lectures, thus fostering greater student interaction and improved academic performance.
Model Manajemen Konflik Berbasis Sekolah dalam Layanan BK Komprehensif Untuk Anak Berhadapan Hukum (ABH): Pengembangan dan Validasi di Kota Pontianak Ralasari S, Tri Mega; Firmansyah, Syarif
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7828

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan model manajemen konflik berbasis sekolah dalam BK komprehensif, untuk meningkatkan kesadaran social. Subyek penelitian ini adalah ABH yang ada di jenjang SMP Kota Pontianak dari rentang usia 13-15 tahun, baik laki-laki dan perempuan.Tujuan penelitian untuk memperoleh model hipotetik manajemen konflik berbasis sekolah dalam layanan BK  komprehensif yang valid, praktis, dan efektif digunakan dalam layanan BK kepada ABH. Metode penelitian menggunakan model ADDIE. Dari hasil penelitian kemudian dideskripsikan bahwa: 1) MKBS dalam BK Komprehensif dikategorikan valid berdasar validator pakar kelimuan, bahasa, dan sejarah budaya di Kota Pontianak dengan kriteria validasi sebesar 87% untuk diterapkan; 2) MKBS dalam BK Komprehensif sesuai untuk diterapkan ke ABH untuk meningkatkan tingkat kesadaran sosial yang berada pada kategori rendah yakni sebesar 31.55%. Model ini diharapkan dapat diterapkan di SMP Kota Pontianak untuk dapat meningkatkan kesadaran sosial ABH. Kata Kunci: manajemen konflik berbasis sekolah, anak berhadapan hukum, BK komprehensif
Law Students Understanding of the Principle of the Rule of Law in Indonesia Ramadhan, Wahyu; Yuliani, Sri; Firmansyah, Syarif
Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/jmcr.v2i2.619

Abstract

This study aims to describe the level of students’ understanding of the principle of the rule of law in Indonesia among 47 first semester students of the Law Program at Universitas Panca Bhakti. The research employed a quantitative descriptive approach, with data collected through a closed ended questionnaire comprising three main indicators: supremacy of law, equality before the law, and fair law enforcement. The data were analyzed using descriptive statistical techniques to determine the students’ level of understanding. The results revealed that 30 students (63.83%) demonstrated a high level of understanding of the rule of law, 14 students (29.79%) were in the moderate category, and 3 students (6.38%) were in the low category. These findings confirm that the majority of students have a solid grasp of the fundamental concepts and values of the rule of law, although a small portion still requires improvement through more contextual and applied learning approaches. This study is expected to serve as a reference for law programs in strengthening learning strategies based on constitutional understanding and enhancing legal awareness from the early stages of legal education.
Menumbuhkan Identitas Nasional dan Keterampilan Kewarganegaraan: Peran Pemuda Pancasila dalam Program Pendidikan Kewarganegaraan Firmansyah, Syarif; Firdaus, Muhamad; Budiman, Ridho Dedy Arief; Astriyani, Serly
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji peran organisasi Pemuda Pancasila dalam menumbuhkan identitas nasional dan keterampilan kewarganegaraan di kalangan mahasiswa. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, terutama dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana organisasi Pemuda Pancasila berkontribusi dalam mengembangkan rasa nasionalisme, keterampilan berpikir kritis, serta kolaborasi dan komunikasi di antara mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa UPGRI Pontianak yang merupakan anggota aktif Pemuda Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam Pemuda Pancasila berdampak positif terhadap penguatan identitas nasional dan peningkatan keterampilan kewarganegaraan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan institusi pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat karakter kebangsaan di kalangan mahasiswa. Dampak positif lainnya adalah terbentuknya mahasiswa yang lebih kritis, komunikatif, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran organisasi pemuda sangat penting dalam mendukung pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. ABSTRACT This study examines the role of the Pemuda Pancasila organization in fostering national identity and citizenship skills among students. The main issue faced is the lack of understanding and application of Pancasila values among the younger generation, particularly in the context of civic education. The purpose of this study is to understand the extent to which the Pemuda Pancasila organization contributes to developing a sense of nationalism, critical thinking skills, as well as collaboration and communication among students. The research method used is descriptive qualitative with a thematic approach. The sample consists of 60 students from UPGRI Pontianak who are active members of Pemuda Pancasila. The results of the study show that participation in Pemuda Pancasila has a positive impact on strengthening national identity and improving citizenship skills. The implications of this research suggest that collaboration between youth organizations and educational institutions can be an effective strategy in strengthening national character among students. Other positive impacts include the development of students who are more critical, communicative, and have a deeper understanding of Pancasila values. This study highlights the importance of youth organizations in supporting civic education in higher education.