Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi komunikasi customer bonding C Plus Organizer mempertahankan loyalitas PT. Capella Dinamik Nusantara Sari, Genny Gustina; Wirman, Welly; Wahidar, Tutut Ismi; Fahira, T. Salwa
Manajemen Komunikasi Vol 6, No 1 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v6i1.29650

Abstract

PT. Capella Dinamik Nusantara (PT. CDN) merupakan pelanggan tetap dan loyal C Plus Organizer dari tahun 2011 hingga tahun 2020, yang merupakan usaha bisnis pelayanan jasa yang bergerak di bidang Event Organizer dan Advertising di Pekanbaru. Di tengah berkembangnya perusahaan EO di Pekanbaru, PT. CDN tetap mempercayakan pengerjaan keseluruhan event mereka kepada C Plus Organizer dan menjadi pelanggan tetap selama 10 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi kegiatan customer bonding yang dilakukan oleh C Plus Organizer kepada PT. CDN, yaitu strategi komunikasi penambahan manfaat finansial (adding financial benefits), penambahan manfaat sosial (adding social benefits), dan penambahan ikatan struktural (adding structural ties). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penambahan manfaat finansial, C Plus Organizer memberikan potongan, memberikan pinjaman properti event secara gratis, mengikuti mekanisme pembayaran PT. CDN, dan mendesain dan memproduksi material event yang bisa digunakan berkali-kali untuk menghemat biaya. Untuk penambahan manfaat sosial, C Plus Organizer tidak memendam masalah dan mengakui kesalahan, mempunyai tim yang memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, aktif bertanya, mendengarkan keluhan, aktif memperbarui laporan, melakukan meeting dan briefing dengan PT. CDN dan tim, menciptakan suasana meeting yang baik, mengevaluasi, melakukan eksplorasi dan imajinasi sesuai standar pelaksanaan, melakukan kegiatan yang meningkatkan keakraban, dan memberikan hadiah pada hari-hari besar. Untuk penambahan manfaat struktural, C Plus Organizer membuat database biodata pelanggan dan perusahaan pelanggan, dan database riwayat pekerjaan event PT. CDN untuk memudahkan pemesanan. Intinya Strategi Customer Bonding terletak pada kemampuan mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan serta membangun komunikasi efektif secara berkesinambungan sehingga konsumen menjadi loyal dan puas dengan kinerja perusahaan.
Reporting Rape of Islamic Boarding School Student in Bandung on Detik.com and Republika.co.id Rinjani, Puja; Wahidar, Tutut Ismi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 6, No 2 (2023): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v6i2.41650

Abstract

AbstractAt the end of 2021, the public was shocked by the viral rape case of 13 female Islamic boarding school students in Bandung by Herry Wirawan and has quickly seized public attention. The news was first published on December 9, 2021, by several online media, including Detik.com and Republika.co.id. This study aims to find out the framing of two online media reporting the news of the rape case of Herry Wirawan against his students. The paper uses the Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing model, which explores the media framing of syntactic, script, thematic and rhetorical structures. This study uses the constructivist paradigm and qualitative research as methods. This study discovers that as the media is most aggressively reporting the case, Detik.com looks neutral. There is no tendency to cover up rape cases involving the name of the Islamic boarding school nor to judge the perpetrators explicitly. Although there is no term for neutral journalism, Detik.com presents the title, writes the news in smooth language, is packaged straightforwardly and carefully, and tends to be impartial. Compared to Republika.co.id, who frames the news in a more aggressive approach. It is portrayed from the explicit statements in the news presented, cornering the perpetrators for dragging and tarnishing the image of the Islamic boarding school for their rape case. It appears that  Republika.co.id, with its Islamic ideology, is trying to uphold the truth of the facts concerning the views of religious people on the rape case that has occurred.Keywords: boarding school; Detik.com; online media; rape; Republika.co.idAbstrakPada akhir tahun 2021, publik dihebohkan dengan kasus viral pemerkosaan terhadap 13 santriwati pondok pesantren di Bandung oleh Herry Wirawan. Kasus ini dengan cepat menyita perhatian publik sejak berita dimuat 9 Desember 2021 oleh beberapa media yang memberitakan, khususnya Detik.com dan Republika online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedua media membingkai berita kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap santrinya, peneliti menggunakan framing model Zhondang Pan & Gerald M. Kosicki yang melihat pembingkaian struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Peneliti menggunakan paradigma konstuktivis dan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini memperoleh hasil dimana Detik.com sebagai media online yang paling gencar memberitakan terlihat netral dan tidak adanya kecondongan framing untuk menutup-tutupi kasus pemerkosaan  yang melibatkan nama pesantren atau menghakimi pelaku secara gamblang. Detik.com mengangkat judul dan menulis berita dengan bahasa yang lebih halus serta dikemas secara lugas dan berhati-hati, cenderung untuk tidak memihak, walaupun pada dasarnya tidak ada jurnalistik yang netral. Sementara pembingkaian yang dilakukan oleh Republika.co.id tampak lebih agresif terlihat dari keterangan eksplisit pada setiap berita yang disajikan, menyudutkan pelaku karena menyeret dan mencoreng citra pesantren atas kasus pemerkosaan tersebut. Republika.co.id tampil dengan ideologinya yang bernuasakan islami berusaha menegakkan kebenaran fakta yang menyangkut pandangan umat beragama atas kasus pemerkosaan yang telah terjadi.Kata kunci: Detik.com; media online; pemerkosaan; pesantren; Republika.co.id