Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS FRAMING PADA PEMBERITAAN VAKSINASI DI KOMPAS.COM DAN CAKAPLAH.COM Santi "; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 9: Edisi II Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 vaccination is the administration of vaccines in order to actively generate or increase a person's immunity against diseases caused by the Covid-19 virus. Online media Kompas.com and Cakaplah.com are the national media and local media that mostly report on vaccinations from November to December 2021. There are 7 news stories about vaccinations on Kompas.com and 25 news stories on Cakaplah.com online media. Researchers are interested in discussing framing on vaccination news in the online media Kompas.com and Cakaplah.com in the period November-December 2021. This study uses a qualitative descriptive research method using Robert N's model of framing analysis with agenda setting theory. Robert N. Entman's framing analysis highlights certain aspects with certain realities, which will reveal how the news framing carried out by the online media Kompas.com and Cakaplah.com for reporting vaccination activities in Pekanbaru. The results of this study indicate that the differences in news writing are motivated by differences in the perspectives of each media. Compiled based on 4 elements from Entman, namely Define Problems: the researcher found that Kompas.com provides a consistent perspective on vaccination achievements in Riau. Meanwhile, at Cakaplah.com, the results were found to raise a lot of news about vaccinations in detail. Diagnose Causes (estimating the problem): Kompas.com in estimating the problem only conveys some resistance to the community. Meanwhile, Cakaplah.com tends to estimate the problem in more detail regarding the vaccination target to be achieved. Make Moral Judgment: Kompas.com and Cakaplah.com present news with accurate data from trusted institutions or sources. Treatment Recommendation (emphasizing completion): In presenting the news, Kompas.com only provides information to the public, while the news on Cakaplah.com is more directed to the collaboration between the Government and the community who will carry out vaccinations. Keywords: Framing Analysis, Vaccionations News, Cakaplah.com and Kompas.com
Reporting Rape of Islamic Boarding School Student in Bandung on Detik.com and Republika.co.id Puja Rinjani; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 6, No 2 (2023): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v6i2.41650

Abstract

AbstractAt the end of 2021, the public was shocked by the viral rape case of 13 female Islamic boarding school students in Bandung by Herry Wirawan and has quickly seized public attention. The news was first published on December 9, 2021, by several online media, including Detik.com and Republika.co.id. This study aims to find out the framing of two online media reporting the news of the rape case of Herry Wirawan against his students. The paper uses the Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki framing model, which explores the media framing of syntactic, script, thematic and rhetorical structures. This study uses the constructivist paradigm and qualitative research as methods. This study discovers that as the media is most aggressively reporting the case, Detik.com looks neutral. There is no tendency to cover up rape cases involving the name of the Islamic boarding school nor to judge the perpetrators explicitly. Although there is no term for neutral journalism, Detik.com presents the title, writes the news in smooth language, is packaged straightforwardly and carefully, and tends to be impartial. Compared to Republika.co.id, who frames the news in a more aggressive approach. It is portrayed from the explicit statements in the news presented, cornering the perpetrators for dragging and tarnishing the image of the Islamic boarding school for their rape case. It appears that  Republika.co.id, with its Islamic ideology, is trying to uphold the truth of the facts concerning the views of religious people on the rape case that has occurred.Keywords: boarding school; Detik.com; online media; rape; Republika.co.idAbstrakPada akhir tahun 2021, publik dihebohkan dengan kasus viral pemerkosaan terhadap 13 santriwati pondok pesantren di Bandung oleh Herry Wirawan. Kasus ini dengan cepat menyita perhatian publik sejak berita dimuat 9 Desember 2021 oleh beberapa media yang memberitakan, khususnya Detik.com dan Republika online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedua media membingkai berita kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap santrinya, peneliti menggunakan framing model Zhondang Pan & Gerald M. Kosicki yang melihat pembingkaian struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Peneliti menggunakan paradigma konstuktivis dan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini memperoleh hasil dimana Detik.com sebagai media online yang paling gencar memberitakan terlihat netral dan tidak adanya kecondongan framing untuk menutup-tutupi kasus pemerkosaan  yang melibatkan nama pesantren atau menghakimi pelaku secara gamblang. Detik.com mengangkat judul dan menulis berita dengan bahasa yang lebih halus serta dikemas secara lugas dan berhati-hati, cenderung untuk tidak memihak, walaupun pada dasarnya tidak ada jurnalistik yang netral. Sementara pembingkaian yang dilakukan oleh Republika.co.id tampak lebih agresif terlihat dari keterangan eksplisit pada setiap berita yang disajikan, menyudutkan pelaku karena menyeret dan mencoreng citra pesantren atas kasus pemerkosaan tersebut. Republika.co.id tampil dengan ideologinya yang bernuasakan islami berusaha menegakkan kebenaran fakta yang menyangkut pandangan umat beragama atas kasus pemerkosaan yang telah terjadi.Kata kunci: Detik.com; media online; pemerkosaan; pesantren; Republika.co.id
Konsep Diri Penyintas Covid 19 di Pekan Baru Tantri Puspita Yazid; Welly Wirman; Karim Suryadi; Tutut Ismi Wahidar
JURNAL SIMBOLIKA Research and Learning in Communication Study Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL SIMBOLIKA Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbolika.v8i2.5907

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat dan mengetahui bagaimana konsep diri seorang penyintas COVID-19 yang mana belum banyak diteliti oleh peneliti lain terutama di Pekanbaru. Lokasi penelitian dilakukan di Pekanbaru dengan alasan karena kota Pekanbaru sebagai salah satu wilayah Provinsi Riau dengan jumlah kasus terbesar yakni sebanyak 15.359 kasus selama bulan Maret 2020 – Maret 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yakni menjelaskan fenomena perilaku manusia yang dialami dalam kesadaran, dalam kognitif dan dalam tindakan-tindakan perseptual. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara sebagai instrumen utama penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengalaman komunikasi para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh tahun mereka dinyatakan positif COVID 19. Penyintas yang dinyatakan positif COVID 19 pada tahun 2020 mendapatkan pengalaman komunikasi cenderung kurang menyenangkan dibandingkan dengan penyintas yang dinyatakan positif pada tahun 2021. Konsep diri para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru juga dipengaruhi oleh masa dinyatakan sebagai positif COVID itu sendiri. penyintas yang dinyatakan postif pada tahun 2020 memiliki konsep diri cenderung lebih negatif dibandingkan dengan para penyintas di tahun 2021. Selain itu komponen jenis kelamin, umur, strategi pengobatan, dan status dalam keluarga juga mempengaruhi konsep diri para penyintas COVID 19 di Kota Pekanbaru.
Representasi Konflik Orang Tua dan Anak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Salsabilla Afifah Salsa; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1326

Abstract

Salah satu film yang mengangkat tema keluarga adalah film Ngeri-Ngeri Sedap yang berlatar belakang suku Batak yang didalamnya terdapat konflik antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana representasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan unit analisis semiotika Roland Barthes yang terdapat tiga aspek yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap merupakan penggambaran sosok ayah Batak yang menganut sistem Patriarki yang berwatak otoriter sehingga menuai konflik yang terjadi antara orang tua dan anak. Makna konotasi konflik menggambarkan konflik orang tua dan anak yang dapat ditinjau dari sisi orang tua terhadap anak dan sisi anak terhadap orang tua. Makna mitos konflik dibuktikan dengan kentalnya prinsip adat Batak yang dianut dalam keluarga. Adapun adat Batak yang diangkat pada film Ngeri-Ngeri Sedap yaitu larangan pernikahan beda suku, pendidikan tinggi pada anak dan kedudukan anak laki-laki dalam keluarga. 
Pengembangan Cerita Bergambar sebagai Media Edukasi Pandemi dan Vaksinasi COVID-19 bagi Siswa Suyanto Suyanto; Rahmat Azhari Kemal; Astrid Faradisty; Tutut Ismi Wahidar; Fajri Marindra Siregar
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama lebih dari setahun. Salah satu strategi untukmeningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan pandemi ini adalahmelalui edukasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan media edukasi COVID-19berupa cerita bergambar. Kegiatan pengabdian dilakukan di MTsN 1 Kepulauan Meranti. Materiedukasi COVID-19 disusun dan dibuat dalam bentuk poster, video dan cerita bergambar. Materiedukasi dalam bentuk poster dan video diberikan kepada kepada siswa melalui media sosial sepertiWhatsApp group.  Selanjutnya, penyampaian produk cerita bergambar disampaikan pada saatkunjungan tatap muka ke MTsN 1 Kepulauan Meranti. Tanya jawab dilakukan sebagai evaluasipemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan pada WhatsApp Group ataupun edukasi tatapmuka. Walaupun siswa sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai COVID-19, namun perlupeningkatan kebiasaan terkait protokol kesehatan, seperti penggunaan masker yang benar serta caracuci tangan yang benar. Kata Kunci : cerita bergambar, COVID-19, Kepulauan Meranti, media edukasi.
REPRESENTASI NILAI-NILAI CINTA DALAM NOVEL OBSESSIVE LOVE KARYA SHIREISHOU (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE) Amanda Amanda; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v11i1.7492

Abstract

Novel adalah karya sastra dalam bentuk media cetak ataupun elektronik yang mengkomunikasikan amanat dan nilai-nilai kehidupan didalamnya, salah satunya ialah nilai cinta, salah satu novel yang membahas nilai cinta, adalah novel obsessive love karya shireishou yang terbit di tahun 2020. Novel ini terinspirasi dari kisah nyata dan pernah memenangkan penghargaan Scarlet Pen Awards 2021 yaitu penghargaan terhadap buku dengan genre fiksi kriminal di Indonesia, novel ini mengisahkan bagaimana pemulihan trauma korban kekerasan seksual melalui nilai-nilai cinta, hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana novel obsessive love merepresentasikan nilai-nilai cinta melalui cerita yang disampaikannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan representasi nilai-nilai cinta melalui analisis semiotika Ferdinand De Saussure pada novel obsessive love karya Shireishou. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teori semiotika Ferdinand De Saussure digunakan untuk menganalisis hasil temuan, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya nilai-nilai cinta dalam novel obsessive love yaitu nilai cinta berdasarkan beberapa objeknya menurut teori cinta Erich Fromm yaitu nilai cinta kepada Tuhan, ibu, diri, sesama manusia, dan cinta erotis. Yang diperoleh melalui analisis semiotika Ferdinand De Saussure, berdasarkan konsep penanda dan petanda.Kata Kunci: Representasi, Nilai-nilai cinta, Obsessive Love, Novel
OPINI PEMBACA BERITA DALAM MENGGUNAKAN CLICKBAIT DI MEDIA ONLINE TRIBUNNEWS.COM Lobrianti Elsalsa; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v12i2.7526

Abstract

Penggunaan tulisan headline berita oleh Tribunnews berhasil menarik perhatian banyak orang untuk membuka dan membaca isi berita Tribunnews. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana opini pembaca dalam menggunakan clickbait di media online Tribuunews.com dan bagaimana dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah, pembaca menyimpulkan pendapatnya sendiri ketika baru membaca judul dan dampak yang dirasakan menjadi semakin penasaran untuk membaca berita tersebut dan merasa kecewa jika judul dan isi yang dituliskan berbeda. Penelitian menggunakan teori opini publik, Kegiatan menganalisis opini publik sangat diperlukan untuk melihat bagaimana opini dan dampak yang ditimbulkan oleh pembaca dalam menggunakan clickbait di media online Tribunnews.com dalam penelitian ini. Informan memiliki pendapat versi mereka sendiri tentang penggunaan clickbait, kemasan berita dan fenomena Clickbait. Mayoritas pendapat menyatakan setuju dengan penggunaan Clickbait selama judul dan isi berita relevan sehingga hanya bertujuan untuk menarik minat pembaca dalam membaca berita tersebut.Kata kunci: Clickbait, Tribunnews.com, opini, berita, media online
ANALISIS SEMIOTIKA RASISME DALAM FILM NIGHT SCHOOL Dinul Huda; Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v11i1.7493

Abstract

Sebagai salah satu media yang mencerminkan masyarakat Amerika, film-film Hollywood masih banyak menyimpan unsur rasisme yang dituangkan kedalam beberapa genre film. Salah satu genre yang banyak peminatnya adalah komedi, seperti yang terdapat dalam film Night School yang dirilis pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dianalisa dengan teori Roland Barthes. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dalam film Night School yaitu film ini dapat ditemukan simbol-simbol baik berupa verbal maupun non-verbal yang bisa dianalisis dengan semiotika. Terdapat makna denotasi, konotasi dan mitos yang mengarah kepada tindakan rasisme pada film ini.Kata kunci: Semiotika, Film, Rasisme
EFEKTIVITAS INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE DESA WISATA BULUHCINA (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF TERHADAP AKUN INSTAGRAM @DESABULUHCINA) Tutut Ismi Wahidar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of communication established through social media Instagram is by sharing photos and videos along with descriptions of these posts so that they can attract attention to become followers. Users who are already connected can also interact with each other intensely by providing a comment column on the post. Instagram is widely used by travelers as a reference for tourist sites to be visited. One of them is the Instagram account @desabuluhcina which focuses on posting information related to tourism potential in the Tourism Village of Buluhcina, Riau Province. This study aims to describe the effectiveness of Instagram as a promotional medium for the decision to visit the tourist village of Buluhcina. The research method uses quantitative descriptive methods. The population in this study were 165 people (accounts), and 63 samples used the Taro Yamane formula with a precision of 10%. The data collection technique was carried out using questionnaires and observations on the Instagram account @desabuluhcina. The results of this study are based on the results of the calculation of the hypothesis test using the Pearson formula is 0.947 <0.05 and the coefficient of determination of the effectiveness of the Instagram @desabuluhcina account on the decision of visiting tourists is 90%. Then there is a very high influence of 90% between the effectiveness of Instagram on the @desabuluhcina account on the decision to visit the tourist village of Buluhcina.
Analisis Wacana Kritis Masalah Sosial Dalam Serial Drama Squid Game Novia Sari; Tutut ismi wahidar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v12i1.7500

Abstract

AbstrakSalah satu serial terpopuler Netflix ialah Serial drama Squid game yang mengandung alegori besar masyarakat. Masalah sosial pada dasarnya merupakan suatu kondisi kehidupan dalam masyarakat yang tidak diinginkan atau suatu kondisi kehidupan yang menimbulkan persoalan. Masalah sosial dapat terjadi karena adanya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan, akibat perubahan sosial ekonomi serta penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar wacana masalah sosial dengan metode analisis Wacana Kritis milik Norman Fairclough, berfokus pada “ketidakberesan” fenomena sosial pada serial drama Squid game. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisis Norman fairclough, dengan proses analisis yaitu mengamati subjek, objek, komposisi dan unsur tersirat yang merepresentasikan masalah sosial. Sedangkan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian  merupakan kesimpulan analisis yang sudah dilakukan dimana peneliti memperoleh sebanyak 30 scene yang mengandung unsur masalah sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa serial drama squid game mengandung aspek yang membangun fenomena masalah sosial dari segi komposisi, dialog, dan praktik sosial di dunia nyata. Hasil analisis juga merupakan kritik secara tidak langsung terhadap permasalahan sosial masyarakat yang terjadi. Kata Kunci: serial drama, Netflix, squid game,  masalah sosial, analisis wacana kritis Abstract One of Netflix's most popular series is the drama series Squid game which contains a huge allegory of society. Social problems are basically a condition of life in society that is not desirable or a condition of life that causes problems. Social problems can occur due to obstacles in meeting needs, due to socio-economic changes and the use of science and technology. This study aims to dismantle the discourse of social problems with Norman Fairclough's Critical Discourse analysis method, focusing on the "irregularities" of social phenomena in the drama series Squid game.This research is a qualitative research. Data collection techniques through observation, documentation and literature study. The data analysis technique used is the analysis technique of Norman Fairclough, with the analysis process observing the subject, object, composition and implied elements that represent social problems. While the technique of checking the validity of the data using source triangulation.The results of the study are the conclusions of the analysis that has been carried out where the researchers obtained as many as 30 scenes that contain elements of social problems. The results of the analysis show that the squid game drama series contains aspects that build the phenomenon of social problems in terms of composition, dialogue, and social practices in the real world. The results of the analysis are also an indirect criticism of the social problems that occur in society. Keywords: drama series,  netflix,  squid game,  social problems,  critical discourse analysis