Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.
Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI PEMBUATAN HERBARIUM DIGITAL DI SANGGAR BIMBINGAN WIRA DAMAI, BATU CAVES, SELANGOR, MALAYSIA Dina Chamidah; Sunaryo; Dwi Haryanta; Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.23903

Abstract

Abstract. Biodiversity conservation requires educational approaches that integrate field-based learning with digital technology to enable learners to develop a contextual understanding of the importance of conserving biological resources. This community service program aimed to enhance participants' knowledge and skills in biodiversity conservation through the development of a web-based digital herbarium at Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. The program employed a participatory approach consisting of conservation awareness sessions, flora exploration, species identification, digital documentation, digital herbarium development, website publication, and program evaluation. The participants included 20 individuals, comprising 16 students and 4 teachers. Program effectiveness was evaluated using pretest–posttest assessments, observation sheets, and participant response questionnaires. The results showed that the participants' mean score increased from 57.9 in the pretest to 82.4 in the posttest, with an N-Gain score of 0.58, indicating a moderate level of improvement. Observation results revealed that participants demonstrated good performance in specimen photography, plant identification, digital data processing, digital herbarium preparation, and presentation skills, with achievement scores ranging from 80% to 85%. The program also produced the Digital Herbarium Lovable.dev, a web-based digital herbarium that documents plant species together with their local names, scientific names, taxonomic classification, morphological characteristics, habitats, uses, and photographic records, providing a sustainable conservation-based learning resource. Overall, the program demonstrates that integrating digital technology into biodiversity conservation education can improve participants' understanding, enhance their digital literacy skills, and produce an innovative learning medium that supports the documentation and conservation of local biodiversity.   Abstrak. Konservasi keanekaragaman hayati memerlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas lapangan dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga peserta didik dapat memahami pentingnya pelestarian sumber daya hayati secara kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai konservasi keanekaragaman hayati melalui pengembangan herbarium digital berbasis website di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi konservasi, eksplorasi flora, identifikasi spesies, dokumentasi digital, penyusunan herbarium digital, publikasi website, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 peserta, yaitu 16 siswa dan 4 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, lembar observasi keterampilan, dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 57,9 pada pretest menjadi 82,4 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam pengambilan gambar spesimen, identifikasi tumbuhan, pengolahan data digital, penyusunan herbarium digital, dan presentasi berada pada kategori baik dengan capaian antara 80%–85%. Selain itu, kegiatan menghasilkan prototipe Digital Herbarium Lovable.dev, yaitu website herbarium digital yang memuat dokumentasi spesies tumbuhan beserta informasi nama lokal, nama ilmiah, klasifikasi taksonomi, karakter morfologi, habitat, manfaat, dan dokumentasi visual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis konservasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam konservasi keanekaragaman hayati mampu meningkatkan pemahaman peserta, mengembangkan keterampilan literasi digital, serta menghasilkan media pembelajaran yang mendukung dokumentasi biodiversitas lokal.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Ketawang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Dwi Haryanta; Marmi Marmi; Pramita Laksitarahmi Isrianto; Sunaryo Sunaryo; Dina Chamidah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2282

Abstract

Rat pest (Rattus argentiventer) is one of the main constraints in rice cultivation, potentially causing crop failure of up to 60–70% if not properly controlled. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of farmers in Ketawang Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java, in implementing Integrated Rat Pest Control (PHT). The methods used were Participatory Rapid Rural Appraisal (PRRA) and Rapid Rural Appraisal (RRA), actively involving village officials and farmer groups. Activities included initial discussions, extension services, and field evaluations. The results of the activity showed that farmers gained a better understanding of the concept of integrated pest management (IPM) for rice field rat pests. The implementation of the IPM concept prioritizes technical cultural control techniques and biological control, namely environmental sanitation, simultaneous planting, utilization of natural enemies (Tyto alba owls), mass grouping, fumigation, and the use of poison bait. This program is expected to disrupt the rat breeding cycle, reduce farmers' economic losses, and support local food security in Ketawang Village.