Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Emosional Spiritual Questiont (ESQ) Pada Pendidikan Agama Islam Petorena, Refda; Suradi, Ahmad; Iqbal, Moch
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Ghazali tentang konsep emosional dan spiritual (ESQ) pada pendidikan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen yaitu buku-buku dan jurnal penelitian tentang konsep emosional dan spiritual (ESQ) pada pendidikan agama Islam. sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emosional spiritual quetiont (ESQ) dalam Pendidikan Agama Islam menjadi menolong individu menguatkan iman, akidah, dan pengetahuan terhadap Tuhannya dengan hukum-hukum, ajaran-ajaran dan moral agamanya. Kecerdasan Emosional dalam pendidikan Agama Islam disebut dengan kognitif Qalbiyah karena hati merupakan pusat pendidikan akhlak. Selain itu Spiritual terdiri empat komponen yaitu, qalb (hati/jiwa), roh (al-ruh), an-nafs (nafsu) dan akal (al-‘aql). Keempat komponen yang menjadikan diri manusia memiliki kecerdasan spiritual question untuk mencapai kesempurnaan. sehingga emosional spiritual mampu mengubah setiap perilaku dan kegiatan berdasarkan keyakinannya (iman) kemampuan untuk memotivasi diri dan bertahan mengahadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati, dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati, dan berdoa. Emosional spiritual quetiont (ESQ) yang diterapkan pada pendidikan Agama Islam di Indonesia di masa saat ini masih berdasarkan pendidikan pada masa Al-ghazali di Nizhamiyah yaitu: adanya ruang kelas yang diatur dengan sistem jenjang sesuai dengan perkembangan usia anak. pola asrama, sebagaimana dikembangkan oleh pondok pesantren. Selain itu konsep pendidikan Imam Al-Ghazali di Indonesia adalah menekankan penguasaan materi pelajaran dengan cara menghafal pada tingkat dasar, dan memahami pada tingkat lebih lanjut (aspek kognitif), kemudian menekankan praktek terhadap materi pelajaran melalui sistem riyadhah (ibadah amaliyah) (aspek psikomotorik), dan menekankan penghayatan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari (aspek afektif).
Strategi Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Dalam Menumbuhkan Sikap Sosial Siswa Di Madrasah Sanawiyah (Mts) Roudlotur Rosmani Kota Bengkulu Seftiansari, Annisa; Iqbal, Moch; Saepudin
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v4i3.929

Abstract

The purpose of this study is to determine the strategy of social studies teachers in fostering social attitudes at Mts Roudlotur Rosmani, Bengkulu City. This type of research is field research with a qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. Based on the findings and results of data analysis, it can be concluded that, the strategy of social studies teachers in fostering social attitudes of students at Mts Roudlatur Rosmani, the strategy begins with an explanation regarding the importance of having skills in oneself, how to cultivate and improve social attitudes, and the benefits of having social skills. In addition, the social studies teacher not only explains the theory, but also applies what the theory is intended to be. Social studies teachers improve students' social attitudes, it will be easier to apply. As the social studies subject itself, trying to shape and foster students' characters to be much better. inhibiting factors regarding the strategy of social studies teachers in fostering social attitudes at MTs Roudlotur Rosmani, Bengkulu City, namely internal factors when students have no desire or intention to change social attitudes, then teachers find it difficult to foster social attitudes to students. Meanwhile, external factors include providing good attention and understanding to students in supporting social activities and encouraging them in the learning process, providing good material at each meeting.
Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu Iqbal, Moch
Madaniyah Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/madaniyah.v13i1.608

Abstract

Manajemen sekolah sangat berperan penting dalam ketercapaian mutu sekolah. Manajemen sekolah merupakan penyelarasan sumber daya yang dilakukan secara mandiri. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan tiga tahapan yaitu pertama dengan menggali berbagai data penelitian di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu. penelitian ini sebagai instrumen yang telah disediakan oleh peneliti dengan mewawancarai informan dan menggali beberapa dokumen madrasah, tahap kedua adalah dengan menganalisis data yang telah peneliti dapatkan dalam penelitian sampai ditemukannya sebuah kesimpulan, selanjutnya tahap ketiga adalah melakukan pengecekan keabsahan data dengan mengkonfirmasi kepada madrasah terkait hasil penelitian yang dilakukan apakah sudah sesuai atau tidak. Adapun hasil dari penelitian ini yakni: madrasah memiliki perencanaan strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan dan penetapan program kegiatan dan mengadakan sosialisasi program kegiatan. Kepala MI Plus Nur Rahma memiliki berbagai strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan di antaranya: menjadi contoh atau tauladan bagi seluruh komponen madrasah, Memberikan reward serta punishment kepada guru, mengontrol dan menilai seluruh komponen madrasah, mengadakan berbagai kegiatan tambahan, memberikan pelayanan yang baik, dan meningkatkan pelatihan guru.
Pengaruh Kegiatan Kerohanian Islam (Rohis) Nurul ‘Ilmi Terhadap Pengamalan Ibadah dan Kemampuan Tahsin Al-Qur’an Siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bengkulu Arini, Dinda Putri; Asiyah, Asiyah; Iqbal, Moch
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2024): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v9i1.3976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk menganalisis pengaruh kegiatan rohis Nurul ‘Ilmi terhadap pengamalan ibadah pada siswa di MAN 1 Kota Bengkulu (2) untuk menganalisis pengaruh kegiatan rohis Nurul ‘Ilmi terhadap tahsin Al-Qur’an pada siswa di MAN 1 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan expost facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota Rohis yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, tes lisan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Rohis berpengaruh signifikan terhadap pengamalan ibadah dan tahsin Al-Qur’an siswa. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai konstanta α sebesar 18,796 dan koefisien variabel bebas (X) sebesar 0,802, menghasilkan persamaan regresi Y1 = 18,796 + 0,802X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 92,3% menunjukkan pengaruh kegiatan Rohis terhadap pengamalan ibadah. Uji t menunjukkan t hitung 21,307 > t tabel 1,685 pada taraf signifikan 5%, sehingga Ha diterima. Selanjutnya, uji regresi linier sederhana untuk tahsin Al-Qur’an menunjukkan nilai konstanta α sebesar 8,176 dan koefisien variabel bebas (X) sebesar 0,916, menghasilkan persamaan regresi Y2 = 8,176 + 0,916X. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 91,4% menunjukkan pengaruh kegiatan Rohis terhadap tahsin Al-Qur’an. Uji t menunjukkan t hitung 20,110 > t tabel 1,685 pada taraf signifikan 5%, sehingga Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan Kerohanian Islam Nurul Ilmi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengamalan ibadah dan kemampuan tahsin Al-Qur’an siswa di MAN 1 Kota Bengkulu. Oleh karena itu, kegiatan Rohis ini penting untuk terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan siswa.
Strategi Guru Memproteksi Radiasi Budaya Bebas dalam Akhlak Pergaulan Siswa Pada Era 5.0 di MA Riyadhussholihin Megang Sakti Musi Rawas Roif, Miftahul; Suradi, Ahmad; Iqbal, Moch
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2021): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v6i1.5684

Abstract

Madrasah Aliyah represent a platform for both general and religious education at the foundational and secondary levels. This thesis aims to elucidate the strategies employed by teachers to counteract the influence of free-culture radiation on student social morality. The study employs a qualitative descriptive research methodology. The research subject include the school principal, the ethic and moral education teacher, and the curriculum section head at MA Riyadhussholihin Megang Sakti Musi Rawas. Data collection methods encompass observation, interviews, and documentation, with data validity ensured through triangulation. Data analysis is conducted through data reduction, presentation, and conclusion formulation. The research findings indicate that the teachers’ strategies for addressing diverse ethical perspectives among students in the 5.0 Era at MA Riyadhussholihin Megang Sakti Musi Rawas involve five key strategies: First, assisting students in their learning processes. Second, providing opportunitiescfor students to develop and excel. Third, reinvorcing character education. Fourth, optimizing interactions between students and teachers. Fifth, employing modern educational media.Supporting and hindering factors influencing the effectiveness of these strategies in mitigating the impact of free-culture radiation on student social morality include: Supporting Factors: a) School and Teacher commitment. b) Parental Coopration. c) Prudent use of thecnology. d) Strengthening religious identity. e) Digital ethics education. Hindering Factors: a) The influence of social media. b) Demands of a dense curriculum. c) Students’ levels of acceptance and comprehension. d) Resource limitations. e) Levels of parental involvement.Keyword: Teacher Strategies, Free-Culture Radiation, Social Morality, 5.0 Era
Islam dalam Masyarakat Perkebunan: Dinamika Keagamaan Masyarakat Transmigran di Bengkulu Iqbal, Moch
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 2 (2020): December 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i2.10499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keagamaan masyarakattransmigran di Bengkulu, tepatnya di Desa Abu Syakim, KecamatanPondok Kelapa, Provinsi Bengkulu Utara. Diketahui bahwa Bengkulumerupakan salah satu tempat tujuan transmigrasi penduduk Jawa danBali. Para pendatang kemudian berinteraksi dengan lingkungan baruyang menghasilkan varian-varian yang unik. Metode penelitian iniadalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitianbanyak menggunakan kata-kata subyek, baik lisan maupun tulisan ini  diperoleh dari dua macam sumber: diri penulis dan beberapa informan lainnya. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi berperan pasif dan metode dokumentasi. Menggunakan konsep Weber tentang ‘the disenchanment of the world’ membantu analisis terhadap temuan-temuan di lapangan. Peneliti menemukan terjadi ‘plagiasi’ budaya dan tradisi keagamaan asal Jawa yang dibawa ke wilayah transmigrasi Bengkulu. Terlebih lagi kegiatan ekonominya yang masih berbasis lahan, walau ada perbedaan pola, yaitu dari padi sawah ke perkebunan. Kemudian, tumbuh dan berkembang kegiatan tarekat. Paling tidak ada dua tarekat di desa Abu Syakim: tarekat Qodariyah Naqsabandiyah dan tarekat Shiddiqiyah. Kedua tarekat ini juga dipimpin oleh pendatang.
The Implementation of the Problem-Based Learning (PBL) Model Assisted by Quizizz Media in Religious Education Subjects Rahmawati, Rahmawati; Suradi, Ahmad; Iqbal, Moch
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.21257

Abstract

Religious Education learning at junior high schools still faces challenges related to low student participation and learning motivation, thus requiring innovative learning models and media. This study aims to analyze the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by Quizizz media in Religious Education learning at SMPN 61 Bengkulu Utara and to identify the supporting and inhibiting factors in its application. This study employed a descriptive qualitative approach involving Religious Education teachers and eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the PBL model assisted by Quizizz was implemented through stages of problem identification, solution planning, problem solving, and reflection. Quizizz functioned as an interactive learning medium as well as a formative assessment tool that enhanced student motivation and participation. Supporting factors included teacher competence, student motivation, and access to technology, while inhibiting factors involved limited technological facilities, insufficient teacher digital competence, low student motivation, and time constraints. This study concludes that the integration of PBL and Quizizz contributes positively to improving the quality of Religious Education learning and offers practical implications for innovative instructional practices.