Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Penguatan Kompetensi melalui Kegiatan Pendekar (Pelatihan Kader Posyandu Remaja) di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Mandiri, Ariyati; Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16623

Abstract

ABSTRAK Remaja rentan terhadap masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi, obesitas, masalah  kesehatan reproduksi, prilaku seksual beresiko dan masalah kesehatan lainnya, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang memadai. Posyandu Remaja sebagai  Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), memudahkan akses remaja terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan keterampilan hidup sehat. Tantangan dalam optimalisasi fungsi Posyandu Remaja salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader remaja. Program Pelatihan Kader Posyandu Remaja (PENDEKAR) dirancang untuk meningkatkan  kapasitas kader remaja di Desa Gunungmanik melalui penguatan pemahaman teori dan keterampilan dalam menjalankan fungsi kader.  Metode yang digunakan meliputi  ceramah, praktik, evaluasi  pretest dan postest serta observasi ketermpilan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, dengan 65% peserta mencapai kategori "baik" setelah pelatihan. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa sebagian besar kader mampu menjalankan tugas mereka secara mandiri tanpa bantuan tambahan selama kegiatan posyandu. Program PENDEKAR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan  kader dalam  melaksanakan kegiatan posyandu remaja serta mendorong terbentuknya kader Kesehatan remaja pada setiap RW di wilayah Desa Gunungmanik, sehingga memperkuat layanan kesehatan remaja di tingkat komunitas. Kata Kunci: Kader, Pelatihan, Posyandu, Remaja  ABSTRACT Adolescents are vulnerable to health issues such as nutritional deficiencies, obesity, reproductive health problems, risky sexual behavior, and other health concerns, largely due to inadequate access to information and healthcare services. Posyandu Remaja, as a Community-Based Health Effort (UKBM), facilitates adolescent access to healthcare and promotes healthy life skills. One challenge in optimizing Posyandu Remaja's function is the limited knowledge and skills of adolescent cadres. The Program for Training Adolescent Posyandu Cadres (PENDEKAR) is designed to enhance the capacity of adolescent cadres in Gunungmanik Village by strengthening theoretical understanding and practical skills. The methods used include lectures, practical sessions, pretests and posttests, and skills observation. The evaluation results showed a significant increase in cadre knowledge, with 65% of participants achieving a "good" category after training. Additionally, observations indicated that most cadres could perform their duties independently during posyandu activities. The PENDEKAR program successfully improved the understanding and skills of cadres in conducting adolescent posyandu activities and encouraged the formation of adolescent health cadres in each RW in Gunungmanik Village, thereby strengthening adolescent healthcare services at the community level. Keywords: Adolescents, Cadre, Posyandu, Training
Pemetaan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Mandiri, Ariyati; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12272

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian di suatu wilayah. Data menyebutkan bahwa angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut membutuhkan perhatian khusus agar dapat ditangani dengan baik dan berdampak pada turunnya angka kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (kader kesehatan) agar dapat melakukan pemetaan kesehatan ibu dan anak dalam rangka pemantauan serta deteksi dini masalah kesehatan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Partcipatory Rural Appraisal (PRA) dimana keikutsertaan masyarakat dalam hal ini yaitu kader menjadi peran utama. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan kesehatan ibu dan anak di empat dusun Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Hasil pemetaan kesehatan ibu memuat data dan sebaran ibu hamil, nifas, menyusui, pasangan usia subur pengguna kontrasepsi dan bukan pengguna kontrasepsi serta pasangan pernikahan dini. Hasil pemetaan kesehatan anak memuat data dan sebaran bayi dan balita dengan kondisi sehatan normal maupun beresiko. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kader dibantu oleh fasilitator dapat membuat pemetaan kesehatan ibu dan anak baik dengan kondisi normal maupun beresiko tinggi. Pembuatan pemetaan kesehatan ibu dan anak ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala agar pemantauan dapat dilakukan berkelanjutan oleh berbagai pihak yang terkait seperti bidan desa, puskesmas, dinas kesehatan maupun perangkat desa itu sendiri. Kata Kunci: Pemetaan, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Participatory Rural Appraisal  ABSTRACT One indicator of the level of public health is the death rate in an area. Data shows that the maternal, infant and toddler mortality rates in Indonesia are still high. This requires special attention so that it can be handled well and have an impact on reducing the death rate. The aim of this service activity is to increase community participation (health cadres) so that they can carry out maternal and child health mapping in the context of monitoring and early detection of health problems. The method used in this service activity is Participatory Rural Appraisal (PRA) where community participation in this case, namely cadres, plays the main role. This activity resulted in mapping of maternal and child health in four hamlets of Cikoneng Village, Ciparay District, Bandung Regency. The results of the maternal health mapping contain data and distribution of pregnant, postpartum, breastfeeding mothers, couples of childbearing age who use contraception and those who do not use contraception as well as couples in early marriage. The results of child health mapping contain data and distribution of babies and toddlers with normal and at-risk health conditions. The conclusion of this service activity is that cadres, assisted by facilitators, can map the health of mothers and children in both normal and high-risk conditions. Mapping the health of mothers and children should be carried out routinely and periodically so that monitoring can be carried out continuously by various related parties such as village midwives, community health centers, health services and village officials themselves. Keywords: Mapping, Maternal Health, Child Health, Participatory Rural Appraisal
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PHBS MELALUI PROGRAM GO GREEN didah, didah; Mandiri, Ariyati
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.61884

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Namun, penerapannya di perkotaan masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya edukasi, minimnya fasilitas pemilahan sampah, serta keterbatasan lahan hijau. Tujuan PPM adalah memahami pentingnya PHBS serta mampu mengimplementasikan praktik PHBS untuk kelestarian lingkungan. Tahapan kegiatan nya meliputi Penyuluhan PHBS ramah lingkungan dan konsep daur ulang sampah, Workshop waur ulang dan Pengelolaan sampah rumah tangga, Program HIDROFAM (Hidroponik for Family) serta Go Green Challenge. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, terlihat dari hasil post-test yang lebih tinggi dibanding pre-test, peningkatan instalasi hidroponik di setiap RW, serta antusiasme masyarakat dalam kampanye digital. Kesimpulan dari kegiatan PPM adalah meningkatkan kesadaran PHBS melalui program Go Green ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi masih terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas pemilahan sampah dan kurangnya lahan berkebun. Oleh karena itu, keberlanjutan program memerlukan dukungan dari pemerintah setempat dan partisipasi aktif masyarakat untuk menyediakan sarana pendukung, memastikan penerapan PHBS dan konsep Go Green dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kelurahan Drajat, Kota Cirebon.