Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KONSTRUKSI MASKULINITAS DALAM IKLAN YOUTUBE L-MEN PLATINUM 2025 EDISI OLYMPIC Febriola, Adinda Hani; Wahdiyati, Dini; Setiawati, Titin
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v7i2.37619

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana iklan YouTube Edisi Olympic L-Men Platinum 2025 menampilkan konstruksi maskulinitas. Iklan ini menggunakan elemen visual dan simbolik untuk mempromosikan produk susu tinggi protein untuk pria yang aktif berolahraga. Denis McQuail's teori isi media yang berpendapat bahwa media memiliki peran dalam menyebarkan nilai-nilai budaya dominan dan membentuk makna sosial digunakan dalam metode analisis isi kualitatif dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga komponen utama, berdasarkan teori Janet Saltzman Chafetz, membentuk maskulinitas: (1) penampilan fisik, yang ditunjukkan dengan tubuh yang berotot dan atletis; (2) interaksi interpersonal, yang terdiri dari sifat yang menonjol, seperti dominasi, ketangguhan, dan kepemimpinan;  (3) Intelektual yang ditunjukan yaitu Pria digambarkan mampu menghadapi tekanan, memproses rasa sakit sebagai cara untuk mencapai tujuan, dan tetap fokus dalam jangka panjang dan (4) sifat pribadi, seperti keinginan, persaingan, dan keberhasilan. Ketiga komponen tersebut mendukung gagasan maskulinitas hegemonik, yaitu maskulinitas yang mengontrol dan menggunakan kekuatan fisik sebagai standar maskulinitas.
Diskursus Pemberitaan Media Online mengenai Penerimaan Izin Usaha Pertambangan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Romadlan, Said; Maududi, Mukhlish Muhammad; Wahdiyati, Dini; Putra, Gilang Kumari
Communications Vol. 7 No. 2 (2025): Communications
Publisher : Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.coms7.2.3

Abstract

As an Islamic community organization, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) have received an offer for a mining business license from the Government. This acceptance raises pros and cons from various circles.The controversy over the receipt of mining business licenses by Muhammadiyah and NU then became a discourse in the online media, where there was a discourse of pros and cons over the receipt of the mining permit. This study aims to show the discourse of online media news regarding the receipt of mining business licenses by Muhammadiyah and NU. For this reason, the method used is the discourse analysis of the Halliday-Hasan model which focuses its analysis on three elements, namely (1) tenor of discourse, (2) field of discourse, and (3) mode of discourse. The results of the study show that there are two areas of discourse that appear in the online media, namely approving (pro) and rejecting (con) the receipt of mining business licenses by Muhammadiyah and NU. For the tenor of discourse in the field of discourse who agree are dominated by sources from Muhammadiyah leaders, NU leaders, and members of the House of Representatives. Meanwhile, the tenor of the discourse who refused came from Muhammadiyah internal circles, non-governmental organization activists, academics/experts, and members of the House of Representatives. The mode of discourse used by online media are descriptive, argumentative, and persuasive writing styles. The results of this study strengthen the influence of media routines on the practice of media discourse.
Komunikasi Sosial di Kalangan Pondok Pesantren Muhammadiyah pada Era Disrupsi Said Romadlan; Maududi, Mukhlish Muhammad; Wahdiyati, Dini
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 17 No. 2 (2025): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v17i2.10905

Abstract

Di era disrupsi, komunikasi sosial sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial individu yang tidak dapat diperoleh melalui teknologi komunikasi seperti pembentukan konsep diri, pemenuhan eksistensi diri, menjalin hubungan dan mendapatkan kebahagiaan. Komunikasi sosial penting dilakukan di lingkungan pondok pesantren karena sebagai lembaga yang menekankan pada pendidikan karakter. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren yaitu Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, sebagai salah satu model pendidikan di Muhammadiyah. Fokus permasalahan penelitian ini adalah bagaimana proses komunikasi sosial di kalangan MBS Ki Bagus Hadikusumo? Teori yang digunakan adalah Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead yang memfokuskan pada konsep mind, Self, dan Society. Pendekatan penelitiannya adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi sosial di MBS Ki Bagus Hadikusumo terjadi secara interaktif dan transaksional yang melibatkan dewan mudir, ustadz/ustadzah, ibu/bapak asrama, mudabbir (guru pendamping), santri, dan wali santri. Melalui proses komunikasi sosial secara interaktif dapat membentuk konsep diri, aktualisasi diri, terjalin hubungan dan  tercapainya kebahagiaan para santri. Hasil penelitian ini dapat mengembangkan teori Interaksionisme Simbolik melalui penerapannya pada konteks komunikasi sosial di pondok pesantren. In the disruption era, social communication is needed to accomplish the social needs of individuals that cannot be obtained through communication technology. Social communication is important to be carried out in the Islamic boarding school environment because it is an institution that emphasizes character education. This research was conducted at the Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, as one of the educational models in Muhammadiyah. The focus of this research problem is how is the process of social communication among MBS Ki Bagus Hadikusumo? The theory used is the Symbolic Interactionism by George Herbert Mead who focuses on the concepts of mind, Self, and Society. The research approach is qualitative with a case study method. The results of the study show that the social communication process at MBS Ki Bagus Hadikusumo occurs in an interactive and transactional manner involving the directors (mudir) council, teachers (ustadz/ustadzah), dormitory mothers/fathers, mudabbir (accompanying teachers), students, and guardians of students. Through the social communication process, it can form self-concept, self-actualization, relationships and the achievement of happiness for students. This research can develop the theory of Symbolic Interactionism through its application in the context of social communication in Islamic boarding schools.
Pemanfaatan Humor Dalam Komunikasi Relasional Sebagai Upaya Membangun Sense Of Immediacy Dikalangan Pengajar Pada Pembelajaran Melalui Media Online Prasetya, Hendri; Wahdiyati, Dini; Yunitasari, Yunitasari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11950

Abstract

Komunikasi pengajaran merupakan instrumen penting dalam bidang pendidikan. Yang tidak hanya bersifat transmisional sebagai penyampai materi ajar namun juga bersifat relasional untuk membangun kedekatan dan keterbitan siswa dan pengajar secara emosional. Kedekatan emosional yang diangun melalui strategi komunikasi dipandang mampu membangun motivasi dan semangat belajar siswa utamanya dalam suasan pembelajaran yang penuh tantangan. Pemanfaatan komunikasi humor dalam ruang pembelajaran oleh pengajar menjadi salah satu strategi komunikasi relasional yang ingin diteliti dalam penelitian ini, tak tercuali saat pembelajaran dilakukan melaljui jaringan on line. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan memahami pemanfataan komunikasi humor dalam menciptakan sense of immediacy diantara pengajar dan siswa dalam pembelajaran melalui jaringan media on line. Karakteristik komunikasi bermediasi online menuntut keterampilan penyampaian komunikasi relasional yang berbeda, tidak hanya dalam bentukan pesannya tapi juga kemampuan pemahaman pada karalteristik media on line itu sendiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mewawancarai tenaga pengajar dari kalangan guru dan dosen. Hasil yang diperoleh memperlihatkan pemanfaatan humor ruang pembelajaran cenderung berdimensi bonding humor dan coping humor dengan gaya affialite humor yang lebih menekankan pada penciptaan suasana kebersamaan dan kenyamanan iklim komunikasi
IMPROVING INTERPERSONAL COMMUNICATION BETWEEN PARENTS AND CHILDREN THROUGH EDUCATIONAL GAME TOOLS Wahdiyati, Dini; Romadlan, Said; Maududi, Mukhlish Muhammad; Yunan, Zulfahmi Yasir
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i3.2447

Abstract

The era of disruption caused fundamental changes in society, including in the pattern of family communication and the education system. Parents are busy with their work, while children have to study at school, causing interpersonal communication between parents and children to become less intense. In fact, interpersonal communication between parents and children plays an important role in children's success in learning, reducing stress, and determining children's future. Therefore, it is necessary to revitalize interpersonal communication between parents and children. The purpose of this community partnership program is to help revitalize interpersonal communication between parents and children by utilizing Educational Game Tools. This community partnership program offers a solution to overcome the problem of interpersonal communication between parents and children through a fun educational game approach as well as to reduce the pressure on children due to the burden of learning at school to partners, namely Cahaya Ria Kindergarten, in Ciledug, Tangerang. The results of this program show that the educational game approach is able to build interpersonal communication between parents and children. In addition, this program also can help children overcome learning pressure at school, and is able to reduce children's dependence on the use of gadgets.
Kekerasan Verbal dalam Konten Gaming di Youtube (Analisis Isi Kualitatif Konten Ulasan Permainan Online Maincraft dan Mobile Legend pada Akun Youtube Miuveox dan Brandonkent Everything) Wahdiyati, Dini; Dwi Putra, Reyvianto
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.646 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i02.358

Abstract

Dewasa ini Youtube mampu menjadi substitusi televisi karena kontennya yang variatif dan menghibur. Salah satu konten yang banyak di tonton adalah ulasan video game online. Tayangan ini di update oleh pecinta gaming. Biasanya tanyangan ini konsen pada game tertentu dan mencoba mengulas hal-hal terkait game tersebut. Misalnya tips cara memainkannya, membagi informasi tentang profil karakter hero, pengalaman sensasi memainkan herosebagai karakter tertentu dan masih banyak yang lainnya. Tidak heran konten terkait gaming juga banyak ditonton oleh anak-anak. Sayangnya tayangan ini banyak berisi perkataan kotor, umpatan dan kata tak senonoh yang kerap kali diucapkan. Hal ini terjadi pada sepanjang tayangan berlangsung tanpa disadari ketika mengakses anak bertubi-tubi diterpa kekerasan verbal dari konten yang juga sangat mudah untuk ditiru. Terlebih kini banyak anak bercita-cita menjadi youtuber gaming sehingga tayangan-tayangan seperti ini sangat potensial menjadi role model mereka. Penelitian ini mengkaji kekerasan verbal yang muncul dalam ulasan video game Maincraft dan Mobile Legend pada akun Miuveox dan BrandonKent Everything di Youtube. Masalah penelitian ini akan ditilik menggunakan paradigma konstuktivisme, pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif serta jenis penelitian deksriptif agar dapat menelaah masalah penelitian secara detail. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori komunikasi verbal dan berbagai konsep yang relevan untuk digunakan sebagai alat bedah terkait kekerasan verbal sebagai masalah penelitian. Hasil penelitian menemukan kekerasan verbal di dalam video Miuveox dan BrandonKent Everything sarat dengan perkataan kotor berupa, umpatan dan kata tidak senonoh untuk mengekspresikan kekesalan, kekaguman dan kesenangan. Selain itu ditemukan faktor-faktor yang melatarbelakangi kekerasan verbal dalam konten gaming ini adalah faktor lingkungan yang membentuk kepribadian pembuat konten serta kepentingan ekonomi yakni upaya meraup keuntungan sebanyak-banyaknya bagi pembuat konten. Kekerasan verbal di dalam konten ulasan permainan Minecraft dan Mobile legend dalam akun Miuveox dan BrandonKent Everything berupa umpatan dan makian dari ungkapan perasaan yang menekan saat melakukan permainan. Faktor-faktor yang melatarbelakangi adanya ucapan kata-kata kasar dan tidak senonoh dalam konten ulasan permainan online tersebut adalah faktor lingkungan dari pergaulan yang akhirnya membentuk kebiasaan berkata kotor, kasar dan tidak senonoh serta orientasi ekonomis yakni untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari publikasi konten ulasan permainan online tersebut dengan mengejar iklan dan kuantitas penonton.
Pemaknaan Konten Youtube Fadil Jaidi Tentang Adab Kepada Orang Tua (Studi Resepsi pada Subscriber Millennial) Wahdiyati, Dini; Ovita Violina, Kiki
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v4i02.780

Abstract

Youtube is indeed a substitution for a means of watching the content that can surpass television. The advantage of Youtube as a viewing medium is that it presents thematic shows that can be very closely related to the audience according to their respective interests. Thus the media of this era is very intimate with its users as well as its influence which will be more multiplying. This research examines the meaning of millennial viewers subscriber to Fadil Jaidi's Youtube channel who presents content in the form of witty activities and interactions by involving his father as a content attraction. Millennial subscribers as objects of warning were chosen because they are native viewers of Youtube media. The focus of this study looked at the audience meaning of the content of the episode "The Story Becomes a Slang Child" directed at how the meaning of the content about adab towards parents in the content was studied through Stuart Hall's reception theory and reception analysis methods. This research found that Millennial Dominant hegemonic audiences accept this content as an alternative to entertainment, Negotiated position viewers see more selectively on both sides, namely the positive and negative of the content while Oposition viewers interpret by rejecting behavior in the content because it is considered less civilized to parents. The dominant hegemonic acceptance factor, Negotiated position and Oposition are influenced by cultural identity factors, environment, experiences and parenting backgrounds of each receptor.