Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Hipertensi pada Lansia Apriyeni, Emira; Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Irman, Veolina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17203

Abstract

ABSTRAK  Prevalensi hipertensi pada lansia di Asia diperkirakan sudah mencapai 8-18% dan di Indonesia sebesar 115 juta penduduk (31,7%). Data Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin didapatkan jumlah lansia sebanyak 107 orang dan lebih dari 50% menderita hipertensi. Tingginya kasus disebabkan kurangnya pengetahuan dan sikap lansia dalam pencegahan hipertensi. Hipertensi yang tidak terkendali akan dapat menimbulnya komplikasi penyakit lain dan kematian. Salah satu penanganan dengan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan pada lansia tentang hipertensiagar meningkatkan derajat kesehatan lansia. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual dan leaflet. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dan lancar, peserta aktif memberi dan menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan sampai akhir serta pengetahuan lansia meningkat terkait hipertensi sebesar 8,25. Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya komplikasi hipertensi lebih lanjut pada lansia. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pengetahuan  ABSTRACT  Prevalence of elderly’s hypertension in Asia is estimated to have reached 8-18% and in Indonesia by 115 million people (31.7%). Data from the Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Social Institution, it was found 107 elderly and more than 50% suffered from hypertension. The high cases was due to a lack of knowledge and attitudes of the elderly in preventing hypertension. Hypertension was not controlled will lead to complications of other diseases and death. One of treatment was by increasing the knowledge of the elderly about hypertension. The purpose of this activity was to provide health education to the elderly about hypertension in order to improve the health status of the elderly. The counseling methods was used with audio-visual media and leaflets. The results obtained were health education activities running well and smoothly, participants actively gave and answered questions and followed activities until the end and increased knowledge aound 8.25. This activity to anticipated hypertension complication for eldery.  Keywords: Health Education, Hypertension, Knowledge
EDUKASI PENCEGAHAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2427

Abstract

ABSTRAK Informasi dan teknologi komunikasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Smartphone memfasilitasi individu dalam proses melakukan komunikasi dan memberikan tingkat mobilitas yang memungkinkan pengguna smartphone dapat dihubungi setiap saat. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan nomophobia. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai nomophobia. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,84 point.Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai nomophobia.Kata Kunci : smartphone, nomophobia, informasi, teknologi  ABSTRACT Information and communication technology have become an inseparable part of life. Smartphones facilitate individuals in the process of communicating and provide a level of mobility that allows smartphone users to be contacted at any time. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge about preventing nomophobia. This activity was carried out at Padang 7 State Junior High School. This activity begins by asking questions about teenagers' knowledge about nomophobia. Followed by providing material using power point and giving leaflets. All teenagers were enthusiastic about taking part in this activity as seen from the many questions they asked. This activity was effectively carried out in increasing teenagers' knowledge where it was seen that there was an increase in teenagers before and after receiving counseling as seen from the pre and post test questionnaires, namely 9.84 points. This activity is the first step to provide understanding to teenagers aboutKeywords: smartphone, nomophobia, information, technology
SKRINING KESEHATAN MATA PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fridalni, Nova; Rahayuningrum, Dwi Christina; Yanti, Etri; Eliza, Eliza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2563

Abstract

Mata adalah salah satu indera yang penting bagi perkembangan anak. Sebagian besar pembelajaran pada usia sekolah dasar bergantung pada penglihatan yang baik. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi bisa menghambat kemampuan anak untuk membaca, menulis, dan belajar secara efektif. Skrining kesehatan mata dapat membantu mendeteksi masalah penglihatan pada tahap awal, memungkinkan intervensi yang tepat waktu, dan memastikan bahwa anak-anak mendapat akses ke perawatan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan prestasi akademik mereka. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah diketahuinya kesehatan mata murid SDN 10 Surau Gadang Nanggalo Kota Padang. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang cara menjaga kesehatan mata dan pemeriksaan visus serta wawancara tentang kebiasaan menggunakan gadget pada murid SDN 10 Surau Gadang Nanggalo. Edukasi kesehatan telah diberikan kepada 56 murid yang berasal dari kelas I, begitu juga dengan pemeriksaan visus. Kegiatan berlangsung selama 3 hari. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan murid tentang cara menjaga kesehatan mata dan hasil pemeriksaan visus didapatkan 32 murid memiliki nilai visus tidak normal. Diharapkan orang tua dapat melakukan tindak lanjut terhadap hasil skrining ini sehingga murid gangguan kesehatan mata yang terjadi mendapatkan perawatan yang tepat.Kata kunci : Deteksi, visus, murid.
PEMANFAATAN DAUN MENIRAN UNTUK PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA apriyeni, emira; Patricia, Helena; Rahayuningrum, Dwi Christina
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.2837

Abstract

Lansia yaitu usia 60 tahun ke atas menjadi rentan terkena berbagai penyakit degeneratif, termasuk disfungsi asam urat. Prevalensi asam urat di Indonesia mencapai 24,7%, dengan 1.647 lansia terdiagnosis di Sumatera Barat. Pengobatan konvensional menyebabkan efek samping, sehingga terapi alternatif aman dibutuhkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi lansia tentang efektivitas air daun meniran yang direbus dalam menurunkan asam urat di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pemberian air rebusan daun meniran selama tiga hari kepada lansia yang mengalami tingkat asam urat tinggi. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu lansia yang memiliki kadar asam urat yang tinggi. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu adanya penurunan kadar asam urat pada lansia. Diharapkan kegiatan ini akan menurunkan tingkat asam urat dan meringankan gejala yang di rasakan lansia di PSTW.
Peningkatan Pengetahuan Siswi SMP 43 Padang tentang SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Yanti, Etri; Rahayuningrum, Dwi Christina; Eliza,, Eliza; Dewi, Ratna Indah Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30633

Abstract

 ABSTRAK Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak payudara yang umum terjadi pada wanita usia remaja hingga dewasa muda dan dapat menjadi  faktor  risiko  kanker  payudara.  Deteksi  dini  melalui  Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sangat penting untuk mengenali kelainan sejak awal. Namun, pengetahuan tentang SADARI pada siswi SMP di SMPN 43 Padang, masih rendah sehingga diperlukan intervensi pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabmasi ini bertujuan meningkatkan   pengetahuan  pada  siswi  tentang SADARI . Metode pengabmas dengan melakukan edukasi dan mengevaluasi denganmembagikan kuesioner pre test-posttest Hasil pengabmas menunjukan peningkatan pengetahuan siswsi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan dari hasil Uji statistik Wilcoxon didapatkan  p value = 0,000 (< 0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang SADARI. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan siswi mengenai SADARI sebagai deteksi dini Fibroadenoma Mammae. Saran: Agar sekolah secara berkala melaksanakan program pendidikan kesehatan dengan metode yang variatif dan interaktif. Kata Kunci  : Pengetahuan, siswi , SADARI  ABSTRACTFibroadenoma mammae (FAM) is a benign breast tumor that commonly occurs in women from adolescence to young adulthood and can be a risk factor for breast cancer. Early detection through breast self-examination (BSE) is crucial for early detection of abnormalities. However, knowledge of BSE among junior high school students at SMPN 43 Padang remains low, necessitating health education interventions. This community service activity aims to improve students' knowledge about BSE. The community service method involves providing education and evaluating it by distributing pre-test and post-test questionnaires. The results of the community service activity show an increase in students' knowledge before and after the education. The Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of health education on improving students' knowledge about BSE. Conclusion: Health education effectively improves students' knowledge about BSE as an early detection method for fibroadenoma mammae. Recommendation: Schools should regularly implement health education programs with varied and interactive methods. Keywords: Knowledge, female students, BSE
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KECERDASAN EMOSIONAL Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30632

Abstract

ABSTRAK Perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan remaja disebabkan belum matangnya emosi remaja sehingga mudah terpengaruh dengan lingkungan. Upaya mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang kecerdasan emosional yang baik pada remaja melalui pendidikan kesehatan, layanan konseling serta pelatihan emosi.. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang kecerdasan emosional. Kegiatan ini dilakukan di SMKN 1 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai fenomena kenakalan remaja. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,80 point. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai kecerdasan emosionalKata Kunci : kecerdasan emosional, remaja, perilaku menyimpang, kenakalan remaja   ABSTRACT Deviant behavior among adolescents is caused by their immature emotions, making them easily influenced by their environment. Efforts to develop adolescents' emotions toward emotional intelligence can be achieved by providing them with a good understanding of emotional intelligence through health education, counseling services, and emotional training. The purpose of this activity is to increase adolescents' knowledge of emotional intelligence. This activity was conducted at SMKN 1 Padang. The activity began with questions about adolescents' knowledge of the phenomenon of juvenile delinquency. This was followed by a presentation using PowerPoint and leaflets. All adolescents were enthusiastic about participating in this activity, as evidenced by the numerous questions they asked. This activity was effective in increasing adolescents' knowledge, as evidenced by the increase in adolescents' scores before and after receiving counseling, as evidenced by the pre- and post-test questionnaires, which amounted to 9.80 points. This activity is the first step in providing adolescents with an understanding of emotional intelligence.Keywords: emotional intelligence, adolescents, deviant behavior, juvenile delinquency
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira; Irman, Veolina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3110-3116

Abstract

Bullying merupakan persoalan serius dan mengancam bagi anak Indonesia. Kejadian bullying yang berlangsung lama akan menyebabkan dampak bagi korban bullying, baik fisik, psikologis, dan sosial. Perlu dilakukan program untuk pencegahan bullying yang dapat meningkatkan pengetahuan untuk menurunkan tindakan bullying. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pencegahan bullying. Pengabdian masyarakat dilaksanakan kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran Padang dengan metode ceramah, diskusi, Sebelum kegiatan dilakukan pre test dan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terkait pencegahan bullying. Setelah diberikan edukasi kepada siswa dan siswi SD 37 Pegambiran serta dilakukan evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan siswi mengenai pencegahan bullying yaitu dari 40% menjadi 85%. Diharapkan kepada pihak sekolah dapat menjadikan pendidikan kesehatan mengenai bullying dalam salah satu kegiatan di sekolah.