Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efisiensi Senam Kaki Diabetik terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Postprandial pada Klien DM Tipe II Andari, Fatsiwi Nunik; Rahmalena, Rentia; Wijaya, Andri Kusuma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.426 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10047

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a chronic progressive disease when the body is unable to carry out proper metabolic processes in carbohydrates, lipids and proteins so that it can cause hyperglycemia. DM sufferers need physical activity such as diabetic foot exercises because these exercises can improve the blood circulation process so that the process of delivering nutrients to the tissue is smoother, strengthens muscles and can reduce blood glucose levels. This study aims to determine the effect of diabetic foot exercise on reducing postprandial blood glucose levels in clients with type II diabetes. The purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on age and gender, and also postprandial blood sugar levels. While another goal is to  assess efficiency of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels. This study uses quantitative research with a Quasi Experimental research design in the form of a group pre-post test design with sampling using the Accidental Sampling technique. The sample in this study amounted to 15 respondents with the analysis used was Dependent t-test. Before being given diabetic foot exercises, the results of blood glucose in DM clients were in the high category with an average value of 221.2mg/dl and blood sugar levels after the posttest decreased with a value of 216.4 mg/dl. The results of this study indicate that there is an effect of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels with p value = 0.001. The conclusion of the results of this study is diabetic foot exercises is effective for decreasing postprandial blood glucose levels. Suggestion, it is hoped that diabetic foot exercise can be used as a routine exercise for people with type II diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Postprandial, Diabetic Foot Exercise  ABSTRAK Diabetes melitus (DM) ialah salah satu penyakit yang bersifat kronis progresif pada saat tubuh tidak mampu melakukan proses metabolisme yang seharusnya pada  karbohidrat, lipid dan protein sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Penderita DM membutuhkan aktivitas fisik seperti senam kaki diabetik karena senam tersebut dapat memperbaiki proses peredaran darah sehingga proses penyampaian nutrisi kejaringan lebih lancar, menguatkan otot-otot dan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial pada klien dengan DM tipe II. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik responden meliputi usia dan jenis kelamin serta kadar gula darah post prandial responden. Selain itu, penelitian ini juga akan menilai apakah ada efisiensi senam kaki diabetik terhadap penurunan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperiment dalam bentuk group pre-post test design dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden dengan analisis yang digunakan adalah Dependent t-test. Sebelum diberikan senam kaki Diabetik didapatkan hasil glukosa darah pada klien DM dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai rata-rata 221,2mg/dl dan kadar gula darah setelah posttest mengalai penurunan dengan nilai 216,4 mg/dl. Hasil penelitian ini didapatkan adanya efisiensi senam kaki diabetic terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial dengan p value = 0,001. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah senam kaki diabetic efektif untuk menurunkan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Saran, diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadikan kegiatan senam rutin bagi penderita DM tipe II. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Postprandial, Senam Kaki Diabetik
Teknik Relaksasi Pernapasan dan Bladder Training terhadap Frekuensi Berkemih pada Lansia Wijaya, Andri Kusuma; Andari, Fatsiwi Nunik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.461 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10053

Abstract

ABSTRACT Disorders of urinary frequency or increased frequency of urination where this condition most often occurs in the elderly, of course, this condition requires special attention and is carried out continuously with the aim of minimizing conditions which can certainly be detrimental to sufferers in terms of physical, biological, psychosocial and spiritual health. . One of the interventions in this case non-pharmacological therapy that can be given is breathing relaxation techniques and bladder training where this intervention can certainly reduce the increase in the frequency of urination in an elderly person. Bladder training is one of the efforts to restore impaired bladder function to normal or to neurogenic function. Bladder training is an effective therapy among other non-pharmacological therapies, especially for correcting abnormal urinary frequency. Another non-pharmacological therapy that can reduce the frequency of urination in the elderly is a breathing relaxation technique where it turns out that this therapy can make the elderly able to get used to extending the duration of urination so that eventually the frequency of urination that occurs in the elderly with an abnormal category can change to a frequency that is not excessive. In addition, this breathing relaxation technique is also able to increase the fulfillment of the oxygen needs of the elderly where oxygen is needed by the elderly to improve the performance of a person's neurology or urinary system which ultimately triggers a sensation of urgency resulting in benefits in the form of the elderly being able to control excessive daily urge to urinate. The Purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on the category level of urinary frequency in the elderly before and after being given breathing relaxation techniques and bladder training while another expected goal is to know the effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution. This research is a quantitative study using the Quasi Experiment method (One group pre-post design). Where later this research data will be analyzed both univariately and bivariately using the dependent T test which is used to see the effect of giving breathing relaxation technique therapy and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Social Institution Bengkulu. The results of this study for univariate analysis showed that the frequency distribution of respondents was based on the category of urinary frequency before administration of breathing relaxation techniques and bladder training where most of the 15 respondents had abnormal urination patterns (100%). While the results of the frequency distribution of respondents were based on the category of frequency of urination after giving breathing relaxation technique therapy and bladder training where the majority of respondents had normal urination patterns with a total of 12 respondents (80%), while 3 respondents had abnormal urination patterns (20%). The results of bivariate analysis obtained from this study using the t-dependent statistical test obtained P value = 0.000 <0.05 so that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly. The conclusion of the results of this study is that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution Keywords: Elderly, Bladder Training, Breathing Relaxation Technique.  ABSTRAK  Gangguan frekuensi berkemih atau peningkatan frekuensi buang air kecil dimana kondisi ini paling sering terjadi pada lansia  tentunya kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dan dilakukan secara terus menerus  dengan tujuan agar dapat meminimalisir  kondisi yang tentunya dapat merugikan penderita dari sisi kesehatan baik fisik, biologis dan psikosoial dan spiritual. Salah satu intervensi dalam hal ini terapi non farmakologis yang bisa diberikan ialah melakukan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training dimana intervensi ini tentunya dapat mengurangi peningkatan frekuensi berkemih seorang lansia. Bladder training adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi neurogenic. Bladder training ini salah satu terapi yang efektif diantara terapi nonfarmakologi lainya terutama untuk memperbaiki frekuensi berkemih yang polanya abnormal. Terapi nonfarmakologi lainya yang dapat mengurangi frekuensi berkemih pada lansia ialah teknik relaksasi pernapasan dimana ternyata terapi ini dapat membuat lansia mampu membiasakan memperpanjang durasi berkemihnya sehingga akhirnya frekuensi berkemih yang terjadi pada lansia dengan kategori abnormal dapat berubah  menjadi frekuensi yang  normal atau tidak berlebihan. Selain itu teknik relaksasi pernapasan ini juga mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan oksigen lansia dimana oksigen tersebut dibutuhkan lansia guna meningkatkan kinerja neurologi atau system perkemihan seseorang yang akhirnya memicu terjadinya sensasi urgensi sehingga menimbulkan manfaat berupa lansia akan dapat mampu mengontrol keinginan buang air kecil sehari-hari yang berlebihan. Adapun tujuan yang diharapkan dari penelitian ini ialah diketahui distribusi karateristik responden berdasarkan tingkat kategori frekuensi berkemih   pada lansia sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training sementara tujuan lain yang diharapkan ialah apakah ada pengaruh  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.  Penelitian yang dilakukan ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Experiment (One group pre-post design). Dimana nantinya data penelitian ini akan dilakukan analisis baik secara univariat maupun analisis secara bivariate dengan menggunakan uji t dependent yang dipergunakan untuk melihat pengaruh dari pemberian terapi  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Hasil dari penelitian ini untuk analisis univariat diketahui distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih sebelum pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar 15 responden  tidak normal dalam pola berkemih (100 %). Sementara hasil distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih setelah pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar responden normal dalam pola berkemih dengan jumlah 12 responden (80 %), sementara 3 responden memiliki pola berkemih tidak normal (20%). Hasil analisis bivariat yang diperoleh dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistic uji t-dependent didapatkan  P value= 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia. Kesimpulan hasil dari penelitian ini ialah ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Kata Kunci: Lansia, Bladder Training , Teknik Relaksasi Pernafasan 
Mengontrol Hipertensi melalui Pemberian Jus Buah Naga dan Pendidikan Kesehatan pada Lanjut Usia Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Andari, Fatsiwi Nunik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20114

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi dimana adanya peningkatan tekanan darah kategori tinggi dengan rentan 140 mmHg atau lebih untuk tekanan sistolik dan  untuk tekanan darah diastolic berada pada rentan 90 mmHg atau lebih. Masalah kesehatan hipertensi ini menyerang semua unsur masyarakat yang berada di dunia, terjadi peningkatan penderita hipertensi dari tahun ketahunya dalam hal ini termasuk masyarakat dengan kategori lanjut usia. Lansia atau lanjut usia merupakan keadaan dimana tahapan dari sebuah proses perjalanan hidup manusia yang dengan perubahan penurunan fungsi  tubuh dari seorang lanjut usia terkhusus dalam menghadapi perubahan  stress didalam tubuh lanjut usia tersebut sebagai akibat dari lingkungan yang berada disekitar kehidupan lanjut usia. Proses ini dikatakan juga sebagai keadaan menua dimana adanya proses kemunduran berbagai fungsi dan struktur anatomi dari tubuh seorang manusia. Perubahan struktur anatomi dari lanjut usia akan memiliki akibat pada perubahan fungsi organ system peredaran darah lanjut usia dalam hal ini adanya permasalahan kesehatan yang disebut sebagai hipertensi.  Hipertensi dapat dihindari atau dikontrol dengan berbagai kegiatan salah satunya ialah kegiatan pemeriksaan kesehatan terkait pengukuran tekanan darah, dilanjutkan dengan pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan terkait hipertensi, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan intervensi keperawatan atau pemberian terapi non farmakologi seperti mengkonsumsi jus buah naga sehingga dapat mengontrol munculnya kekambuhan hipertensi. Metode kegiatan yang digunakan ialah pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah lanjut usia mampu mengontrol hipertensi melalui pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan pada lanjut usia. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya 15 lanjut usia yang menderita hipertensi serta terjadi perubahan tekanan darah lanjut usia kearah yang lebih baik dimana terjadi perubahan kategori hipertensi dari yang sebelumnya sebagian besar lanjut usia atau 9 orang lanjut usia (60%) berada pada kategori hipertensi tahap 2 dan 6 orang lanjut usia (40%) berada pada kategori hipertensi tahap 1 setelah pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan sebagian besar lanjut usia penderita hipertensi memiliki tekanan darah dengan kategori pre hipertensi sejumlah 6 orang lanjut usia (40%) sementara sisanya berada pada kategori hipertensi tahap 2 sejumlah 5 orang lanjut usia (33,3%) dan kategori hipertensi tahap 1 sejumlah 4 orang lanjut usia (26,7%). Kesimpulan terjadi perubahan tekanan darah kearah yang lebih baik serta selama kegiatan pengabdian ini lanjut usia penderita hipertensi aktif mengikuti kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu  dengan harapan lanjut usia yang menderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darahnya. Kata Kunci: Hipertensi, Buah Naga, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Hypertension is a condition where there is an increase in high blood pressure with a range of 140 mmHg or more for systolic pressure and for diastolic blood pressure is in the range of 90 mmHg or more. This hypertension health problem attacks all elements of society in the world, there is an increase in hypertension sufferers from year to year in this case including the elderly category. Elderly or elderly is a condition where the stages of a human life journey with changes in the decline of the body's function of an elderly person, especially in dealing with changes in stress in the elderly's body as a result of the environment around the elderly's life. This process is also said to be a state of aging where there is a process of decline in various functions and anatomical structures of the human body. Changes in the anatomical structure of the elderly will have an impact on changes in the function of the elderly's circulatory system organs in this case there is a health problem called hypertension. Hypertension can be avoided or controlled with various activities, one of which is a health check-up activity related to measuring blood pressure, followed by providing education or health education related to hypertension, followed by carrying out nursing interventions or providing non-pharmacological therapy such as consuming dragon fruit juice so that it can control the emergence of recurrence of hypertension. The activity methods used are health checks, socialization of dragon fruit juice and health education about hypertension. The purpose of this community service activity is that the elderly are able to control hypertension through the provision of dragon fruit juice and health education for the elderly. The results of this activity showed that there were 15 elderly people suffering from hypertension and there was a change in the elderly's blood pressure towards the better where there was a change in the hypertension category from the previous most elderly or 9 elderly (60%) were in the stage 2 hypertension category and 6 elderly (40%) were in the stage 1 hypertension category after the provision of dragon fruit juice and health education most elderly people with hypertension had blood pressure with the pre-hypertension category of 6 elderly (40%) while the rest were in the stage 2 hypertension category of 5 elderly (33.3%) and the stage 1 hypertension category of 4 elderly (26.7%). The conclusion was that there was a change in blood pressure towards the better and during this community service activity elderly people with hypertension actively participated in activities starting from health checks, socialization of the provision of dragon fruit juice and health education about hypertension at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Home. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the UPTD of the Pagar Dewa Bengkulu Tresna Werdha Social Home with the hope that elderly people suffering from hypertension can control their blood pressure. Keywords: Hypertension, Dragon Fruit, Health Education
Kestabilan Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Melalui Senam Ergonomis di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu Andari, Fatsiwi Nunik; Wijaya, Andri Kusuma; Weti, Weti; Suryanti, Suryanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20265

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia or increased blood glucose levels due to dysfunction of pancreatic beta cells, leading to impaired insulin secretion, insulin action, or both, as well as disturbances in carbohydrate, fat, and protein metabolism in the body. High blood glucose levels can affect platelet function, potentially causing blood clotting. Lack of physical activity can hinder blood circulation. Peripheral blood circulation disorders affecting nerve fibers may result in oxygen and nutrients deficiency in cells and tissues, which are essential for metabolism. If this ischemic condition persists, tissue may undergo necrosis and trigger complications such as diabetic foot ulcers, which can reduce the quality of life of DM patients and increase the risk of death. Other acute complications include diabetic ketoacidosis, hypoglycemia, and lactic acidosis. If left untreated, these conditions can lead to a coma. Serious long-term complications of DM include cardiovascular disease, stroke, chronic kidney  role in regulating blood sugar levels. One type of exercise recommended for type II DM patients is ergonomic gymnastics. Ergonomic gymnastics is gymnastics inspired by prayer movements, so some of its movements resemble those in prayer. It consists of one opening movement and five fundamental movements. This study is quantitative research with a quasi-experimental design, using a one group pre and post test design, where the researchers provides an intervention to one group and observes the results before and after the intervention. The study aims to determine the effect of ergonomic gymnastics on the stability of GDS of type II DM patients at Puskesmas Kandang, Bengkulu City. The univariate analysis showed that most respondents were aged 70-79 years as many as 6 clients (40%), and the majority were male, namely 10 clients (66.7%). The average GDS level of type II DM patients before the intervention was 249.07 mg/dL, with the highest recorded level at 414 mg/dL while the average GDS of patients after the intervention decrease to 211.13 mg/dL, with the highest recorded level at 360 mg/dL. The bivariate analysis using the Paired Sample T-Test resulted in a p-value of 0.031 < 0.05, indicating significant effect of ergonomic gymnastics intervention on the stability of GDS of type II DM patients at Puskesmas Kandang, Bengkulu City. Keywords: Temporary Blood Sugar (GDS), DM Type II, Ergonomic Gymnastic.  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolisme yang dicirikan dengan adanya hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah yang terjadi karena adanya gangguan pada sel beta pankreas sehingga mengakibatkan gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya serta gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein dalam tubuh. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat berpengaruh pada fungsi platelet, yang berpotensi menyebabkan pembekuan darah. Kurangnya aktivitas fisik dapat menghambat sirkulasi darah. Gangguan sirkulasi darah perifer hingga ke serabut saraf dapat mengakibatkan sel dan jaringan mengalami kekurangan oksigen serta nutrisi yang diperlukan untuk metabolisme. Jika kondisi iskemik ini berlangsung terus-menerus, jaringan dapat mengalami nekrosis dan memicu komplikasi berupa diabetic foot ulcer yang berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita DM dan meningkatkan risiko kematian. Komplikasi akut lainnya yaitu ketoasidosis diabetik, hipoglikemia, dan asidosis laktat. Kondisi ini dapat memicu terjadinya koma jika tidak segera ditangani. Komplikasi jangka panjang serius akibat penyakit DM ini yaitu penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit ginjal kronis, kerusakan saraf, kerusakan mata, dan gangguan kognitif. Peningkatan glukosa darah yang tinggi pada penderita DM tipe II dapat dikendalikan dengan melaksanakan aktifitas fisik atau olahraga secara rutin. Olahraga memainkan peran penting dalam pengaturan kadar gula darah. Salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan pasien DM tipe II adalah senam ergonomis. Senam ergonomis merupakan senam yang diilhami dari gerakan shalat sehingga beberapa gerakannya memang seperti gerakan dalam shalat. ini memiliki 1 gerakan pembuka dan 5 gerakan fundamental.Penelitian ini termasuk pada penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, menggunakan rancangan one group pre and post test, dimana peneliti memberikan intervensi pada satu kelompok untuk dilihat hasilnya antara sebelum dan setelah pemberian intervensi, selanjutnya disimpulkan pengaruh senam ergonomis terhadap kestabilan GDS pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Hasil analisis univariat pada penelitian ini diketahui Sebagian besar responden memiliki usia 70-79 tahun sebanyak 6 klien (40%), %), sementara untuk karakteristik jenis kelamin klien dalam penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 10 klien (66.7%). Untuk rata-rata nilai GDS klien DM tipe II di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu sebelum pemberian intervensi adalah 249.07 dengan nilai GDS tertinggi 414 mg/dLs sedangkan rata-rata GDS klien setelah pemberian intervensi adalah 211.13 dengan nilai GDS tertinggi 360 mg/dL. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini dengan menggunakan uji statistik Paired Sample T Test didapatkan p-value =0.031 < 0.05. Kesimpulan pada penelitian yaitu ada pengaruh pemberian intervensi senam ergonomis terhadap kestabilan GDS klien DM tipe II di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu. Kata Kunci: gula darah sewaktu (GDS), DM Tipe II, Senam Ergonomis
Hubungan Kepatuhan Diet,Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Bengkulu Wijaya, Andri Kusuma; Gita, Apeliani Dwi; Andari, Fatsiwi Nunik
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12697

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a health problem that occurs chronically, where this condition can be manifested by the threshold of blood glucose levels being at an abnormal level. In addition, there is also a condition of disturbance in the metabolic processes of carbohydrates, fats and proteins, where this condition is caused by a decrease in the amount of insulin hormone production. relatively. Diabetes mellitus or the silent killer is a condition where almost a third of patients with this disease do not know they are suffering from Diabetes Mellitus, then the disease eventually develops and has an impact on the body's organs until complications arise, in this case damage to the nervous system, blood vessels, decreased quality of life and damage to other body systems. Patients suffering from diabetes mellitus experience adverse health impacts in the form of a decline in the patient's quality of life, the decline that occurs in this case starting from a decline in physical function, social function, mental health, general health, pain, as well as changes in roles that are motivated by problems. physical and emotional. Several factors can influence the quality of life of diabetes mellitus patients, such as dietary compliance and family support from diabetes mellitus patients. Dietary compliance in this case is the ability to what extent a patient's behavior follows the requirements of a diabetes mellitus patient, in this case starting from compliance with consuming the amount of food, the type of food consumed and the schedule for consuming the food. Support from the family of diabetes mellitus patients will be able to enable patients to increase their success in carrying out self-care as part of improving the quality of life with the ultimate hope of being able to reduce the risk of complications from diabetes mellitus. This research aims to determine the distribution of respondents' characteristics based on the diet adherence category, family support category and patient quality of life category and to determine the relationship between diet adherence and family support on the quality of life of diabetes mellitus patients in the Nusa Indah Health Center Working Area, Bengkulu City. This research was a quantitative study using a cross sectional research design where this design was used to see the results of the relationship between dietary compliance and family support on the quality of life of diabetes mellitus patients in the Nusa Indah Health Center Working Area, Bengkulu City. The results of the univariate analysis from the research showed that the majority of respondents had dietary compliance with 43 respondents (64.2%) in the compliant category, 24 respondents (35.8%) in the non-compliant category in implementing dietary compliance. Meanwhile, the results of the characteristics of respondents based on family support were 44 respondents (65.7%) in the supportive family category, 23 respondents (34.3%) in the unsupportive family category. The results of the characteristics of respondents based on quality of life were 36 respondents (53.7%) in the quality category, 31 respondents (46.3%) in the no quality category. The results of bivariate analysis from this study using the chi-square statistical test showed that the relationship between diet compliance and the quality of life of diabetes mellitus patients was found to be P value 0.025 < 0.05, while the relationship between family support and quality of life of diabetes mellitus patients was p value = 0.012 < 0 .05. The conclusion from the results of this research is that there is a relationship between dietary compliance and family support on the quality of life of diabetes mellitus patients in the Nusa Indah Health Center Working Area, Bengkulu City. Keywords: Compliance, Family, Quality, Diabetes  ABSTRAK Diabetes Mellitus ialah masalah kesehatan yang terjadi secara menahun dimana kondisi ini dapat dimanifestasikan dengan ambang nilai  kadar glukosa darah berada pada rentan abnormal selain itu terjadi juga kondisi gangguan pada proses  metabolisme karbohidrat, lemak, maupun protein sehingga kondisi ini disebabkan oleh menurunya jumlah produksi hormon insulin secara relatif. diabetes mellitus atau the silent killer merupakan keadaan dimana hampir sepertiga pasien dengan penyakit tersebut tidak mengetahui mereka menjadi penderita diabetes mellitus, kemudian penyakit tersebut akhirnya berkembang  dan menimbulkan dampak pada organ tubuh sampai munculnya komplikasi dalam hal ini  kerusakan baik pada sistem saraf, pembuluh darah, penurunan kualitas hidup dan kerusakan pada sistem tubuh lainya. Pasien penderita diabetes mellitus mengalami dampak kesehatan yang kurang baik berupa terjadinya penurunan kualitas hidup pasien, penurunan yang terjadi dalam hal ini mulai dari penurunan pada fungsi fisik, fungsi sosial, kesehatan mental, kesehatan secara umum, nyeri, serta terjadinya perubahan peran yang dilatarbelakangi oleh masalah fisik serta emosional. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi baik buruknya kualitas hidup pasien diabetes mellitus seperti kepatuhan diet dan dukungan keluarga dari pasien diabetes mellitus. Kepatuhan diet  dalam hal ini ialah kemampuan sejauh mana prilaku seorang pasien untuk mengikuti ketentuan terkait penatalaksanaan diabetes mellitus dalam hal ini mulai dari kepatuhan menkonsumsi jumlah makanan, jenis makanan yang dikonsumsi serta jadwal  mengkonsumsi makanan tersebut. Dukungan keluarga pasien diabetes mellitus akan mampu membuat pasien meningkatkan keberhasilan melakukan perawatan diri sebagai bagian dari meningkatkan kualitas hidup dengan harapan akhir mampu mengurangi resiko komplikasi penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini memiliki tujuan berupa diketahui ditribusi karateristik responden berdasarkan kategori kepatuhan diet,  kategori dukungan keluarga dan kategori kualitas hidup pasien serta diketahui hubungan kepatuhan diet dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup  pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan penggunaan rancangan penelitian cross sectional dimana rancangan ini digunakan untuk melihat hasil dari hubungan antara kepatuhan diet, dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu.  Hasil analisis univariat dari peneltian dimana diketahui sebagian besar responden memiliki kepatuhan diet dengan kategori patuh sejumlah 43 responden (64,2%), 24 responden (35,8%) dengan kategori tidak patuh dalam melaksanakan kepatuhan diet. Sementara hasil karateristik responden berdasarkan dukungan keluarga sejumlah 44 responden (65,7 %) dengan kategori keluarga mendukung, 23 responden (34,3%) dengan kategori keluarga tidak mendukung. Hasil karateristik responden berdasarkan kualitas hidup sejumlah 36 responden (53,7%) dengan kategori berkualitas, 31 responden (46,3%) dengan kategori tidak berkualitas. Hasil analisis bivariate dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistic chi-square diketahui hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus didapatkan p value 0,025 < 0,05, sementara hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien  diabetes mellitus dengan p value= 0,012 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini berupa ada hubungan antara kepatuhan diet dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Kata Kunci: Kepatuhan, Keluarga, Kualitas, Diabetes 
Edukasi kesehatan: Pelatihan tanggap bencana dan simulasi gempa bumi Agustinawati, Zulaikha; Angraini, Wulan; Wijaya, Andri Kusuma; Sartika, Andry
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 1 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i1.1436

Abstract

Background: Bengkulu is located between Indian Ocean and Asian tectonic plates, making Bengkulu an area prone earthquake. SMKS Muhammadiyah 9 is located on shoreline with a distance of ± 2 km making the school prone to disasters. School children are one of the vulnerable groups, having greatest risk of being affected disaster. Knowledge of teachers and students is very necessary in order as anticipatory steps need to be prepared for teachers and students. Objective:  determine the effect of health education, disaster response training and earthquake simulation on student knowledge and attitudes towards earthquakes. Methods: Quantitative research with quasy experiment methods pre and post-test at SMKS Muhammadiyah 9 Bengkulu City through health education with lectures, audio-visual videos, disaster response training and earthquake simulations. Sample 52 people with purposive sampling technique. Data analysis used paired t-test. Results: the average difference in knowledge and attitudes teachers and students before and after being given health education, simulation training and earthquake simulation is 2.36 and 5.73.
PEMANFAATAN DAUN SELEDRI DIPEKARANGAN RUMAH UNTUK PENGONTROLAN TEKANAN DARAH DAN MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Fredrika, Larra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyakit hipertensi disederhanakan dengan sebutan tekanan darah tinggi level 140 mm Hg atau lebih dan tekanan darah diastolic pada level 90 mm Hg atau lebih. Hipertensi dapat menyerang hampir semua golongan masyarakat diseluruh dunia, dimana jumlah masyarakat yang mengalami hipertensi semakin bertambah dari tahun ke tahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi diantaranya melakukan kegiatan pengukuran tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan pengobatan atau penanganan untuk menurunkan tekanan darah. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi antara lain monitoring tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, diet sehat dengan kalori yang seimbang melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Kegiatan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi dan mengontrol peningkatan tekanan darah serta membantu masyarakat dalam membudidayakan seledri di Desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Adapun tahapan kegiatanya adalah melakukan pengkajian hipertensi, mengajak masyarakat mengikuti kegiatan senam hipertensi, penyuluhan tentang hipertensi, pemanfaatan tanaman seledri untuk mengontrol tekanan darah, serta pembudidayaan tanaman seledri. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami tentang penyakit hipertensi mulai dari definisi, etiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan diagnostik, pencegahan serta pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan memanfaatkan daun seledri serta terlaksananya budi daya tanaman seledri di pekarangan rumah masyarakat desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara.Kata Kunci : Tekanan Darah, Seledri
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FILTER IPAL KOMUNAL DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK Wati, Nopia; Husin, Hasan; Wijaya, Andri Kusuma; Ramon, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini di latar belakangi oleh limbah botol plastik yang semakin menumpuk. Limbah botol plastik masih dianggap kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk. Dalam proses daur ulang limbah botol plastik diperlukan beberapa proses agar daur ulang limbah botol plastik dapat dimanfaatkan. Sebelum didaur ulang perlu adanya proses pencucian agar kotoran padat maupun kimia yang terkandung pada limbah botol plastik dapat diminimalisir.Permasalahan mitra yaitu masyarakatnya memiliki ekonomi rendah dan sebagian warganya bekerja di tempat pembuangan akhir sampah di Air Sebakul, untuk memenuhi kebutuhan vital mereka sehari-hari menjadi pemulung sampah. Walaupun pekerjaan mereka bergelut dibidang persampahan, tetapi mereka tidak memahami bagaimana cara mengelolah sampah tersebut supaya dapat dijadikan sebagai penambah perekonomian keluarganya. Masyarakat sekitar juga.banyak yang belum mengetahui dampak yang ditimbulkan jika limbah botol plastic ini tidak dikelolah dengan baik. Masyarakat juga belum belum mengetahui bagaimana cara pemanfaatan limbah botol plastic ini sebagai filter untuk IPAL .Pada kegaiatan ini masyarakat diberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan filter IPAL dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang mudh didapatkan oleh masyarakat sekitar. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah sampah plastic botol bekas, dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk menambah perekonomian keluarga.Kata Kunci: Pelatihan, Filter IPAL, Botol Plastik
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Wati, Nopia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRheumatoid artritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Penyakit rheumatoid artritis  terjadi di daerah persendian yang paling sering terkena adalah sendi tangan, pergelangan tangan, sendi lutut, sendi siku, pergelangan kaki, sendi bahu serta sendi panggul dan biasanya bersifat bilateral/simetris. Gejala klinik penyakit sendi/ rheumatoid artritis berupa gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan atau kecelakaan dan berlangsung kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kerusakan dan proliferasi pada bagian membran sinovial, sehingga berdampak pada kerusakan tulang, sendi dan deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan  terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang akan membebani  sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid diantaranya melakukan kegiatan pengkajian terkait riwayat penyakit lansia atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan tentang penyakit Arthritis Rheumatoid, pemberian penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid seperti kompres dengan jahe merah hangat dan senam rematik pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.Kata Kunci :Arthritis Rheumatoid, Nyeri
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE UNTUK MENINGKATKAN IMUN TUBUH DAN NILAI EKONOMI LANSIA SAAT PANDEMIC COVID-19 Novitasari, Selvia; Wijaya, Andri Kusuma; Tresna, Eceh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BPPLU merupakan lembaga social yang khusus memberikan jaminan hidup, pemeliharaan kesehatan, bimbingan mental spiritual dan memberikan penyantunan kepada lanjut usia yang mmengalami keterbelakangan ekonomi, yang diterlantarkan oleh keluarganya dan hambatan fungsi soialnya. Pelatihan pembuatan serbuk jahe bertujuan agar lansia dapat membuat serbuk jahe sendiri untuk tambahan nilai ekonomi saat pandemic covid19 serta meningkatkan daya tahan tubuh lansia. Metode Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dipanti social tresna werdha kota Bengkulu menggunakan metode video dan demonstrasi langsung pembuatan serbuk jahe. Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan pada lansia yang berada dipanti social sehingga lansia mampu memiliki keahlian dan ketrampilan dalam membuat serbuk jahe sendiri agar bisa dijual sehingga dapat meningkatkan ekonomi lansia dan dapat dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh lansia. Keyword: Serbuk Jahe, Covid-19, Ekonomi, Imun Tubuh