Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Efisiensi Senam Kaki Diabetik terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Postprandial pada Klien DM Tipe II Andari, Fatsiwi Nunik; Rahmalena, Rentia; Wijaya, Andri Kusuma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.426 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10047

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a chronic progressive disease when the body is unable to carry out proper metabolic processes in carbohydrates, lipids and proteins so that it can cause hyperglycemia. DM sufferers need physical activity such as diabetic foot exercises because these exercises can improve the blood circulation process so that the process of delivering nutrients to the tissue is smoother, strengthens muscles and can reduce blood glucose levels. This study aims to determine the effect of diabetic foot exercise on reducing postprandial blood glucose levels in clients with type II diabetes. The purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on age and gender, and also postprandial blood sugar levels. While another goal is to  assess efficiency of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels. This study uses quantitative research with a Quasi Experimental research design in the form of a group pre-post test design with sampling using the Accidental Sampling technique. The sample in this study amounted to 15 respondents with the analysis used was Dependent t-test. Before being given diabetic foot exercises, the results of blood glucose in DM clients were in the high category with an average value of 221.2mg/dl and blood sugar levels after the posttest decreased with a value of 216.4 mg/dl. The results of this study indicate that there is an effect of diabetic foot exercise on decreasing postprandial blood glucose levels with p value = 0.001. The conclusion of the results of this study is diabetic foot exercises is effective for decreasing postprandial blood glucose levels. Suggestion, it is hoped that diabetic foot exercise can be used as a routine exercise for people with type II diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Postprandial, Diabetic Foot Exercise  ABSTRAK Diabetes melitus (DM) ialah salah satu penyakit yang bersifat kronis progresif pada saat tubuh tidak mampu melakukan proses metabolisme yang seharusnya pada  karbohidrat, lipid dan protein sehingga dapat menyebabkan hiperglikemia. Penderita DM membutuhkan aktivitas fisik seperti senam kaki diabetik karena senam tersebut dapat memperbaiki proses peredaran darah sehingga proses penyampaian nutrisi kejaringan lebih lancar, menguatkan otot-otot dan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial pada klien dengan DM tipe II. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik responden meliputi usia dan jenis kelamin serta kadar gula darah post prandial responden. Selain itu, penelitian ini juga akan menilai apakah ada efisiensi senam kaki diabetik terhadap penurunan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperiment dalam bentuk group pre-post test design dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden dengan analisis yang digunakan adalah Dependent t-test. Sebelum diberikan senam kaki Diabetik didapatkan hasil glukosa darah pada klien DM dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai rata-rata 221,2mg/dl dan kadar gula darah setelah posttest mengalai penurunan dengan nilai 216,4 mg/dl. Hasil penelitian ini didapatkan adanya efisiensi senam kaki diabetic terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial dengan p value = 0,001. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah senam kaki diabetic efektif untuk menurunkan gula darah post prandial pada pasien DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. Saran, diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadikan kegiatan senam rutin bagi penderita DM tipe II. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Postprandial, Senam Kaki Diabetik
Teknik Relaksasi Pernapasan dan Bladder Training terhadap Frekuensi Berkemih pada Lansia Wijaya, Andri Kusuma; Andari, Fatsiwi Nunik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.461 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10053

Abstract

ABSTRACT Disorders of urinary frequency or increased frequency of urination where this condition most often occurs in the elderly, of course, this condition requires special attention and is carried out continuously with the aim of minimizing conditions which can certainly be detrimental to sufferers in terms of physical, biological, psychosocial and spiritual health. . One of the interventions in this case non-pharmacological therapy that can be given is breathing relaxation techniques and bladder training where this intervention can certainly reduce the increase in the frequency of urination in an elderly person. Bladder training is one of the efforts to restore impaired bladder function to normal or to neurogenic function. Bladder training is an effective therapy among other non-pharmacological therapies, especially for correcting abnormal urinary frequency. Another non-pharmacological therapy that can reduce the frequency of urination in the elderly is a breathing relaxation technique where it turns out that this therapy can make the elderly able to get used to extending the duration of urination so that eventually the frequency of urination that occurs in the elderly with an abnormal category can change to a frequency that is not excessive. In addition, this breathing relaxation technique is also able to increase the fulfillment of the oxygen needs of the elderly where oxygen is needed by the elderly to improve the performance of a person's neurology or urinary system which ultimately triggers a sensation of urgency resulting in benefits in the form of the elderly being able to control excessive daily urge to urinate. The Purpose goal of this study is to know the distribution of respondent characteristics based on the category level of urinary frequency in the elderly before and after being given breathing relaxation techniques and bladder training while another expected goal is to know the effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution. This research is a quantitative study using the Quasi Experiment method (One group pre-post design). Where later this research data will be analyzed both univariately and bivariately using the dependent T test which is used to see the effect of giving breathing relaxation technique therapy and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Social Institution Bengkulu. The results of this study for univariate analysis showed that the frequency distribution of respondents was based on the category of urinary frequency before administration of breathing relaxation techniques and bladder training where most of the 15 respondents had abnormal urination patterns (100%). While the results of the frequency distribution of respondents were based on the category of frequency of urination after giving breathing relaxation technique therapy and bladder training where the majority of respondents had normal urination patterns with a total of 12 respondents (80%), while 3 respondents had abnormal urination patterns (20%). The results of bivariate analysis obtained from this study using the t-dependent statistical test obtained P value = 0.000 <0.05 so that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly. The conclusion of the results of this study is that there is an effect of breathing relaxation techniques and bladder training on urinary frequency in the elderly at Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Institution Keywords: Elderly, Bladder Training, Breathing Relaxation Technique.  ABSTRAK  Gangguan frekuensi berkemih atau peningkatan frekuensi buang air kecil dimana kondisi ini paling sering terjadi pada lansia  tentunya kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dan dilakukan secara terus menerus  dengan tujuan agar dapat meminimalisir  kondisi yang tentunya dapat merugikan penderita dari sisi kesehatan baik fisik, biologis dan psikosoial dan spiritual. Salah satu intervensi dalam hal ini terapi non farmakologis yang bisa diberikan ialah melakukan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training dimana intervensi ini tentunya dapat mengurangi peningkatan frekuensi berkemih seorang lansia. Bladder training adalah salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi neurogenic. Bladder training ini salah satu terapi yang efektif diantara terapi nonfarmakologi lainya terutama untuk memperbaiki frekuensi berkemih yang polanya abnormal. Terapi nonfarmakologi lainya yang dapat mengurangi frekuensi berkemih pada lansia ialah teknik relaksasi pernapasan dimana ternyata terapi ini dapat membuat lansia mampu membiasakan memperpanjang durasi berkemihnya sehingga akhirnya frekuensi berkemih yang terjadi pada lansia dengan kategori abnormal dapat berubah  menjadi frekuensi yang  normal atau tidak berlebihan. Selain itu teknik relaksasi pernapasan ini juga mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan oksigen lansia dimana oksigen tersebut dibutuhkan lansia guna meningkatkan kinerja neurologi atau system perkemihan seseorang yang akhirnya memicu terjadinya sensasi urgensi sehingga menimbulkan manfaat berupa lansia akan dapat mampu mengontrol keinginan buang air kecil sehari-hari yang berlebihan. Adapun tujuan yang diharapkan dari penelitian ini ialah diketahui distribusi karateristik responden berdasarkan tingkat kategori frekuensi berkemih   pada lansia sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi pernapasan dan bladder training sementara tujuan lain yang diharapkan ialah apakah ada pengaruh  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.  Penelitian yang dilakukan ini merupakan sebuah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Experiment (One group pre-post design). Dimana nantinya data penelitian ini akan dilakukan analisis baik secara univariat maupun analisis secara bivariate dengan menggunakan uji t dependent yang dipergunakan untuk melihat pengaruh dari pemberian terapi  teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Hasil dari penelitian ini untuk analisis univariat diketahui distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih sebelum pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar 15 responden  tidak normal dalam pola berkemih (100 %). Sementara hasil distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori frekuensi berkemih setelah pemberian terapi teknik relaksasi pernapasan dan bladder training  dimana sebagian besar responden normal dalam pola berkemih dengan jumlah 12 responden (80 %), sementara 3 responden memiliki pola berkemih tidak normal (20%). Hasil analisis bivariat yang diperoleh dari penelitian ini dengan menggunakan uji statistic uji t-dependent didapatkan  P value= 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia. Kesimpulan hasil dari penelitian ini ialah ada pengaruh teknik relaksasi pernapasan dan bladder training terhadap frekuensi berkemih pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Kata Kunci: Lansia, Bladder Training , Teknik Relaksasi Pernafasan 
Mengontrol Hipertensi melalui Pemberian Jus Buah Naga dan Pendidikan Kesehatan pada Lanjut Usia Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Andari, Fatsiwi Nunik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20114

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi dimana adanya peningkatan tekanan darah kategori tinggi dengan rentan 140 mmHg atau lebih untuk tekanan sistolik dan  untuk tekanan darah diastolic berada pada rentan 90 mmHg atau lebih. Masalah kesehatan hipertensi ini menyerang semua unsur masyarakat yang berada di dunia, terjadi peningkatan penderita hipertensi dari tahun ketahunya dalam hal ini termasuk masyarakat dengan kategori lanjut usia. Lansia atau lanjut usia merupakan keadaan dimana tahapan dari sebuah proses perjalanan hidup manusia yang dengan perubahan penurunan fungsi  tubuh dari seorang lanjut usia terkhusus dalam menghadapi perubahan  stress didalam tubuh lanjut usia tersebut sebagai akibat dari lingkungan yang berada disekitar kehidupan lanjut usia. Proses ini dikatakan juga sebagai keadaan menua dimana adanya proses kemunduran berbagai fungsi dan struktur anatomi dari tubuh seorang manusia. Perubahan struktur anatomi dari lanjut usia akan memiliki akibat pada perubahan fungsi organ system peredaran darah lanjut usia dalam hal ini adanya permasalahan kesehatan yang disebut sebagai hipertensi.  Hipertensi dapat dihindari atau dikontrol dengan berbagai kegiatan salah satunya ialah kegiatan pemeriksaan kesehatan terkait pengukuran tekanan darah, dilanjutkan dengan pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan terkait hipertensi, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan intervensi keperawatan atau pemberian terapi non farmakologi seperti mengkonsumsi jus buah naga sehingga dapat mengontrol munculnya kekambuhan hipertensi. Metode kegiatan yang digunakan ialah pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah lanjut usia mampu mengontrol hipertensi melalui pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan pada lanjut usia. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya 15 lanjut usia yang menderita hipertensi serta terjadi perubahan tekanan darah lanjut usia kearah yang lebih baik dimana terjadi perubahan kategori hipertensi dari yang sebelumnya sebagian besar lanjut usia atau 9 orang lanjut usia (60%) berada pada kategori hipertensi tahap 2 dan 6 orang lanjut usia (40%) berada pada kategori hipertensi tahap 1 setelah pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan sebagian besar lanjut usia penderita hipertensi memiliki tekanan darah dengan kategori pre hipertensi sejumlah 6 orang lanjut usia (40%) sementara sisanya berada pada kategori hipertensi tahap 2 sejumlah 5 orang lanjut usia (33,3%) dan kategori hipertensi tahap 1 sejumlah 4 orang lanjut usia (26,7%). Kesimpulan terjadi perubahan tekanan darah kearah yang lebih baik serta selama kegiatan pengabdian ini lanjut usia penderita hipertensi aktif mengikuti kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu  dengan harapan lanjut usia yang menderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darahnya. Kata Kunci: Hipertensi, Buah Naga, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Hypertension is a condition where there is an increase in high blood pressure with a range of 140 mmHg or more for systolic pressure and for diastolic blood pressure is in the range of 90 mmHg or more. This hypertension health problem attacks all elements of society in the world, there is an increase in hypertension sufferers from year to year in this case including the elderly category. Elderly or elderly is a condition where the stages of a human life journey with changes in the decline of the body's function of an elderly person, especially in dealing with changes in stress in the elderly's body as a result of the environment around the elderly's life. This process is also said to be a state of aging where there is a process of decline in various functions and anatomical structures of the human body. Changes in the anatomical structure of the elderly will have an impact on changes in the function of the elderly's circulatory system organs in this case there is a health problem called hypertension. Hypertension can be avoided or controlled with various activities, one of which is a health check-up activity related to measuring blood pressure, followed by providing education or health education related to hypertension, followed by carrying out nursing interventions or providing non-pharmacological therapy such as consuming dragon fruit juice so that it can control the emergence of recurrence of hypertension. The activity methods used are health checks, socialization of dragon fruit juice and health education about hypertension. The purpose of this community service activity is that the elderly are able to control hypertension through the provision of dragon fruit juice and health education for the elderly. The results of this activity showed that there were 15 elderly people suffering from hypertension and there was a change in the elderly's blood pressure towards the better where there was a change in the hypertension category from the previous most elderly or 9 elderly (60%) were in the stage 2 hypertension category and 6 elderly (40%) were in the stage 1 hypertension category after the provision of dragon fruit juice and health education most elderly people with hypertension had blood pressure with the pre-hypertension category of 6 elderly (40%) while the rest were in the stage 2 hypertension category of 5 elderly (33.3%) and the stage 1 hypertension category of 4 elderly (26.7%). The conclusion was that there was a change in blood pressure towards the better and during this community service activity elderly people with hypertension actively participated in activities starting from health checks, socialization of the provision of dragon fruit juice and health education about hypertension at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Home. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the UPTD of the Pagar Dewa Bengkulu Tresna Werdha Social Home with the hope that elderly people suffering from hypertension can control their blood pressure. Keywords: Hypertension, Dragon Fruit, Health Education
Edukasi kesehatan: Pelatihan tanggap bencana dan simulasi gempa bumi Agustinawati, Zulaikha; Angraini, Wulan; Wijaya, Andri Kusuma; Sartika, Andry
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 1 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i1.1436

Abstract

Background: Bengkulu is located between Indian Ocean and Asian tectonic plates, making Bengkulu an area prone earthquake. SMKS Muhammadiyah 9 is located on shoreline with a distance of ± 2 km making the school prone to disasters. School children are one of the vulnerable groups, having greatest risk of being affected disaster. Knowledge of teachers and students is very necessary in order as anticipatory steps need to be prepared for teachers and students. Objective:  determine the effect of health education, disaster response training and earthquake simulation on student knowledge and attitudes towards earthquakes. Methods: Quantitative research with quasy experiment methods pre and post-test at SMKS Muhammadiyah 9 Bengkulu City through health education with lectures, audio-visual videos, disaster response training and earthquake simulations. Sample 52 people with purposive sampling technique. Data analysis used paired t-test. Results: the average difference in knowledge and attitudes teachers and students before and after being given health education, simulation training and earthquake simulation is 2.36 and 5.73.
PEMANFAATAN DAUN SELEDRI DIPEKARANGAN RUMAH UNTUK PENGONTROLAN TEKANAN DARAH DAN MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Fredrika, Larra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyakit hipertensi disederhanakan dengan sebutan tekanan darah tinggi level 140 mm Hg atau lebih dan tekanan darah diastolic pada level 90 mm Hg atau lebih. Hipertensi dapat menyerang hampir semua golongan masyarakat diseluruh dunia, dimana jumlah masyarakat yang mengalami hipertensi semakin bertambah dari tahun ke tahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi diantaranya melakukan kegiatan pengukuran tekanan darah atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan pengobatan atau penanganan untuk menurunkan tekanan darah. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi antara lain monitoring tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, diet sehat dengan kalori yang seimbang melalui konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Kegiatan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi dan mengontrol peningkatan tekanan darah serta membantu masyarakat dalam membudidayakan seledri di Desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara. Adapun tahapan kegiatanya adalah melakukan pengkajian hipertensi, mengajak masyarakat mengikuti kegiatan senam hipertensi, penyuluhan tentang hipertensi, pemanfaatan tanaman seledri untuk mengontrol tekanan darah, serta pembudidayaan tanaman seledri. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memahami tentang penyakit hipertensi mulai dari definisi, etiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan diagnostik, pencegahan serta pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan memanfaatkan daun seledri serta terlaksananya budi daya tanaman seledri di pekarangan rumah masyarakat desa Serumbung Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara.Kata Kunci : Tekanan Darah, Seledri
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT FILTER IPAL KOMUNAL DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK Wati, Nopia; Husin, Hasan; Wijaya, Andri Kusuma; Ramon, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini di latar belakangi oleh limbah botol plastik yang semakin menumpuk. Limbah botol plastik masih dianggap kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk. Dalam proses daur ulang limbah botol plastik diperlukan beberapa proses agar daur ulang limbah botol plastik dapat dimanfaatkan. Sebelum didaur ulang perlu adanya proses pencucian agar kotoran padat maupun kimia yang terkandung pada limbah botol plastik dapat diminimalisir.Permasalahan mitra yaitu masyarakatnya memiliki ekonomi rendah dan sebagian warganya bekerja di tempat pembuangan akhir sampah di Air Sebakul, untuk memenuhi kebutuhan vital mereka sehari-hari menjadi pemulung sampah. Walaupun pekerjaan mereka bergelut dibidang persampahan, tetapi mereka tidak memahami bagaimana cara mengelolah sampah tersebut supaya dapat dijadikan sebagai penambah perekonomian keluarganya. Masyarakat sekitar juga.banyak yang belum mengetahui dampak yang ditimbulkan jika limbah botol plastic ini tidak dikelolah dengan baik. Masyarakat juga belum belum mengetahui bagaimana cara pemanfaatan limbah botol plastic ini sebagai filter untuk IPAL .Pada kegaiatan ini masyarakat diberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan filter IPAL dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang mudh didapatkan oleh masyarakat sekitar. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelolah sampah plastic botol bekas, dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk menambah perekonomian keluarga.Kata Kunci: Pelatihan, Filter IPAL, Botol Plastik
PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI UNTUK PENGONTROLAN SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA USIA LANJUT Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Wati, Nopia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRheumatoid artritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia, yang mempunyai ciri–ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi. Penyakit rheumatoid artritis  terjadi di daerah persendian yang paling sering terkena adalah sendi tangan, pergelangan tangan, sendi lutut, sendi siku, pergelangan kaki, sendi bahu serta sendi panggul dan biasanya bersifat bilateral/simetris. Gejala klinik penyakit sendi/ rheumatoid artritis berupa gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan, merah, dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan atau kecelakaan dan berlangsung kronis. Selain itu reumatoid artritis juga memiliki karakteristik berupa kerusakan dan proliferasi pada bagian membran sinovial, sehingga berdampak pada kerusakan tulang, sendi dan deformitas yang terjadi pada lansia. Lansia merupakan keadaan dimana adanya penambahan usia seiring dengan  terjadi penurunan fungsi fisiologis, sehingga lansia sering kali memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri hal ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat patologis seperti penurunan fungsi sistem muskuloskeletal karena adanya perubahan komposisi larutan cairan didalam tulang rawan yang akan membebani  sendi untuk bekerja lebih berat lagi yang dapat memicu terjadinya nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid diantaranya melakukan kegiatan pengkajian terkait riwayat penyakit lansia atau pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan tentang penyakit Arthritis Rheumatoid, pemberian penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid seperti kompres dengan jahe merah hangat dan senam rematik pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu.Kata Kunci :Arthritis Rheumatoid, Nyeri
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE UNTUK MENINGKATKAN IMUN TUBUH DAN NILAI EKONOMI LANSIA SAAT PANDEMIC COVID-19 Novitasari, Selvia; Wijaya, Andri Kusuma; Tresna, Eceh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BPPLU merupakan lembaga social yang khusus memberikan jaminan hidup, pemeliharaan kesehatan, bimbingan mental spiritual dan memberikan penyantunan kepada lanjut usia yang mmengalami keterbelakangan ekonomi, yang diterlantarkan oleh keluarganya dan hambatan fungsi soialnya. Pelatihan pembuatan serbuk jahe bertujuan agar lansia dapat membuat serbuk jahe sendiri untuk tambahan nilai ekonomi saat pandemic covid19 serta meningkatkan daya tahan tubuh lansia. Metode Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dipanti social tresna werdha kota Bengkulu menggunakan metode video dan demonstrasi langsung pembuatan serbuk jahe. Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan pada lansia yang berada dipanti social sehingga lansia mampu memiliki keahlian dan ketrampilan dalam membuat serbuk jahe sendiri agar bisa dijual sehingga dapat meningkatkan ekonomi lansia dan dapat dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh lansia. Keyword: Serbuk Jahe, Covid-19, Ekonomi, Imun Tubuh
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Melalui Latihan Enam Langkah Cara Cuci Tangan Yang Benar Pada Anak SD Negeri No 42 Kabupaten Seluma Andri Kusuma Wijaya; Eva Oktavidiati; Fatsiwi Nunik Andari; M Bagus Andrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i12.2026

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan terkait PHBS serta sosialiasi terkait cara cuci tangan yang benar dan pemberian makanan sehat. Proses perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari namanya kesehatan karena ini merupakan hal yang sangat penting. Manusia berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda akan tetapi kesehatan ialah hal yang paling penting dalam proses kehidupan manusia. Manusia yang rentan bermasalah dalam konteks kesehatan ialah kelompok anak usia sekolah. Bentuk pencegahan permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah dengan cara melakukan peningkatan pola hidup sehat dengan melakukan berbagai kegiatan yang mampu menciptakan perilaku hidup sehat pada anak sekolah. PHBS yang dapat diberikan berupa pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan dengan benar, makan makanan dan minuman sehat, tidak meludah sembarangan, tersedia jamban sehat, rutin olah raga, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok diarea sekolah, pemeriksaan berat dan tinggi badan. Hasil kegiatan menunjukkan pemeriksaan berat badan siswa rata-rata kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma adalah 46 kg, sementara rata-rata tinggi badan siswa kelas 5 SDN 24 Kabupaten Seluma ialah 138 cm. Hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait pengetahuanya tentang PHBS dan cara cuci tangan yang benar
Hubungan Aktvitas Fisik, Indek Massa Tubuh terhadap Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Bengkulu Wijaya, Andri Kusuma; Pratama, Muhamad Rivaldo; Andari, Fatsiwi Nunik
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25346

Abstract

ABSTRACT Asthma is an obstructive respiratory disease caused by reversible narrowing of the airways (narrowing that resolves spontaneously). Signs and symptoms include episodes of respiratory obstruction between asymptomatic intervals. However, this reversible condition can sometimes become minimally reversible (narrowing that resolves with treatment). Asthma can also be described as a condition characterized by shortness of breath. This condition demonstrates an abnormal response in the respiratory system to various stimuli, resulting in airway narrowing that can spread to other parts of the body. Asthma, in this context, can be defined as a condition characterized by pathological changes that cause airway obstruction, resulting in bronchospasm, hypersecretion of thick mucus, and mucosal edema. Asthma can recur if triggered by several factors, including environmental factors, food, emotions, and cold air. Polluted environments, such as cigarette smoke, dust, and vehicle pollution, can trigger asthma relapses. Another factor that can trigger an asthma relapse is physical activity. Physical activity, in this case, is linked to asthma attacks because when someone engages in physical activity, such as exercising without warming up or doing strenuous work, they breathe more rapidly, which increases the body's oxygen demand. Asthma attacks caused by physical activity are also known as exercise-induced bronchoconstriction. Besides physical activity, another condition that can trigger an asthma relapse is Body Mass Index (BMI). BMI in asthma patients plays a role in the development and treatment of the disease. The strong relationship between BMI and asthma severity is due to early menarche. Obese individuals have a 50% increased risk of developing asthma. Several of these conditions can trigger asthma flare-ups in severe cases. The study aims to determine the relationship between physical activity and body mass index and the severity of asthma in the Lingkar Timur Community Health Center Work Area of Bengkulu City. This research is a quantitative research using a cross-sectional research design where this design is used to see the results of the relationship between physical activity, body mass index and the severity of asthma in the Nusa Indah Community Health Center Work Area, Bengkulu City. The results of the bivariate analysis of this research activity using the chi-square statistical test showed that the relationship between physical activity and the severity of asthma had a p value of 0.000 0.05, while the relationship between body mass index and the severity of asthma had a p value of 0.000 0.05. The conclusion from the results of this research activity is that there is a relationship between physical activity and body mass index with the severity of asthma in the Working Area of the Lingkar Timur Community Health Center, Bengkulu City. Keywords: Asthma, Activity, Physical, BMI.  ABSTRAK Asma adalah penyakit obstruksi pada sistem saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya penyempitan pada saluran pernapasan yang bersifat reversible (penyempitan bisa menghilang dengan sendirinya) adapun tanda dan gejala penyakit ini ialah adanya episode obstruksi pada pernapasan diantara kedua interval asimtomatik. Namun ada beberapa waktunya kondisi reversible ini dapat berubah  menjadi kondisi minim reversible (penyempitan akan berkurang jika mendapatkan pengobatan). Asma dapat juga disebut sebagai kondisi serangan napas pendek. Kondisi ini memperlihatkan bahwasanya terjadi respon yang terjadi bersifat tidak normal pada sistem saluran pernapasan  terhadap berbagai kondisi rangsangan sehingga berdampak pada penyempitan jalan napas yang dapat melebar kebagian tubuh yang lain. Asma dalam hal ini dapat dikatakan sebagai kondisi dimana terjadinya perubahan secara patologis yang menyebabkan adanya sumbatan  pada jalan napas dengan penyebab bronkospasme, hipersekresi mucus yang bersifat kental dan edema mukosa. Asma dapat kambuh jika dipicu oleh beberapa faktor dalam hal ini lingkungan, makanan, emosi dan udara yang sedang dingin. Lingkungan yang penuh dengan polusi seperti halnya keberadaan asap rokok, debu dan polusi kendaraan merupakan kondisi yang dapat memicu kekambuhan asma. Faktor lainya yang dapat memicu kekambuhan asma ialah aktivitas fisik. Aktivitas fisik dalam hal ini memiliki hubungan dengan serangan asma karena saat seseorang melakukan aktivitas fisik misalnya melakukan kegiatan olah raga tanpa adanya pemanasan atau melakukan pekerjaan yang berat seseorang akan bernapas dengan frekuensi yang lebih cepat dan dalam kondisi ini akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Serangan asma yang disebabkan oleh aktivitas fisik dikenal juga sebagai exercised inducted bronchoconstriction. Selain aktivitas fisik kondisi lainya yang dapat memicu kekambuhan asma ialah Indeks Massa Tubuh (IMT).  Indeks massa tubuh pada pasien asma memiliki peranan dalam perkembangan dan pengobatan penyakit. Hubungan kuat antara indeks massa tubuh terhadap kondisi keparahan penyakit asma  karena adanya proses menarche dini. Seseorang yang mengalami kondisi obesitas berisiko 50 % menderita penyakit asma. Beberapa kondisi ini dapat memicu terjadinya tingkat keparahan asma dalam kondisi yang berat. Penelitian bertujuan untuk diketahui hubungan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu.  Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan penggunaan rancangan penelitian cross sectional dimana rancangan ini digunakan untuk melihat hasil dari hubungan antara aktivitas fisik, indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu.  Hasil analisis bivariat dari kegiatan penelitian ini dengan menggunakan uji statistic chi-square diketahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat keparahan asma didapatkan p value 0,000 0,05, sementara hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat keparahan asma dengan p value= 0,000 0,05. Kesimpulan dari hasil kegiatan penelitian ini ialah ada hubungan antara aktivitas fisik dan indeks massa tubuh terhadap tingkat keparahan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Kata Kunci: Asma, aktivitas, Fisik, IMT.