Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DALAM PENERAPAN PROLANIS EXERCISE  UNTUK MENURUNKAN  KADAR GULA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN Sirait, Cantiqah Puteri; Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 04 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (Hiperglikemia). Prolanis Exercise dirancang untuk pengidap Diabetes Melitus, tujuannya untuk mengatur kadar gula darah. Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian keperawatan keluarga, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Kriteria inklusi penelitian yaitu bersedia menjadi responden, usia > 45 tahun, berjenis kelamin wanita dan belum pernah menggikuti Prolanis Exercise di Puskesmas Pulo Brayan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Pulo Brayan, selama 1 minggu dengan 3 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan keluarga, glukometer, stetoskop. Hasil: Penelitian ini dilakukan kepada  2 orang responden anggota keluarga yang mengalami Diabetes melitus atau  ketidakstabilan kadar gula darah. Implementasi yang dilakukan untuk menurukan kadar gula darah pasien dengan terapi non farmakologis Prolanis Exercise selama 30 menit kepada kedua responen. Diperoleh hasil dari kedua pasien adanya penurunan kadar gula darah pasien 1 menurun 48 mg/dl dari nilai 391 mg/dl dan pasien 2 menurun 55 mg/dl dari nilai 306 mg/dl. Analisa Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Prolanis Exercise efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan diperlukan peran keluarga dalam perawatan pasien Diabetes Melitus. Kesimpulan dan Saran Peran aktif keluarga serta intervensi non-farmakologis yang dilakukan secara rutin efektif membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kenyamanan selama proses keperawatan dirumah. Saran untuk keluarga diharapkan dapat berperan aktif membantu merawat anggota keluarga yang mengalami      Diabetes Melitus supaya kadar gula darahnya dapat terkontrol.
IMPLEMENTASI   PENDIDIKAN   KESEHATAN   KELUARGA TENTANG MANFAAT DAN CARA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI  UNTUK PENCEGAHAN  STUNTING DI UPT PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN Mayusra, Melvianda; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i11.1973

Abstract

  ABSTRACT Complementary feeding (MP-ASI) refers to foods or drinks with specific nutritional content and value provided to infants or children as an addition to breast milk after the age of six months to meet their nutritional needs. The provision of complementary feeding contributes to stunting, particularly when nutritional intake is inadequate. Therefore, it is important to understand the benefits and appropriate methods of providing complementary feeding to ensure adequate nutrition for infants. Health education plays a vital role in improving family knowledge regarding the benefits and methods of complementary feeding. This study used a descriptive research design with a family gursing care case study approach, including assessment, nursing diagnosis. intervention, implementation, and evaluation. The study involved two respondents whose families had limited knowledge about the benefits and methods of providing complementary feeding. The inclusion criteria were families with infants aged 6-12 months and families with low knowledge levels (50%). The research was conducted in the working area of Pulo Brayan Health Center over three days, using leaflet media and questionnaires as instruments. The results showed an increase in knowledge after health education on the benefits and methods of complementary feeding. In case 1. the family reported that they understood and comprehended the benefits and proper methods of complementary feeding. In case 2. the family also reported improved understanding and had begun to apply appropriate complementary feeding practices. The conclusion and recommendation of this study is that health education is effective in increasing family knowledge about the benefits and methods of complementary feeding for infants.   ABSTRAK MP-ASI (Makanan pendamping air susu ibu) merupakan jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan nutrisi tertentu dan nilai gizi yang diberikan kepada bayi atau anak sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka selain ASI setelah bayi berusia 6 bulan. Pemberian MP-ASI adalah salah satu hal yang berkontribusi pada stunting, terutama jika pemberian gizi tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi agar gizi bayi tercukupi dengan baik. Pendidikan kesehatan yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penelitian dilakukan terhadap 2 responden dengan keluarga yang memiliki pengetahuan kurang tentang manfaat dan cara dan pemberian MP-ASI pada bayi. Bayi merupakan anak yang baru lahir sampai berusia 1 tahun dan mengalami proses tumbuh kembangnya Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki bayi usia 6-12 bulan dan keluarga dengan pengetahuan kurang (50%). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan selama 3 hari, dengan menggunakan instrumen media leaflet dan kuesioner. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan, pada pasien 1 keluarga mengatakan sudah mengerti dan paham tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayinya dan pada kasus 2 keluarga mengatakan sudah paham dan mulai menerapkan cara pemberian MP-ASI pada bayinya. Kesimpulan dan saran pendidikan kesehatan efektif dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang manfaat dan cara pemberian MP-ASI pada bayi.  
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA TENTANG MANFAAT IMUNISASI BACILLUS CALMETTE GUERIN (BCG) PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI UPT PUSKESMAS MEDAN DELI Rizka, Fakhiru; Khairani, Ade Irma; Pangaribuan, Resmi
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2268

Abstract

Health education is an effort to deliver health information to individuals or communities with the aim of improving their knowledge regarding health. One of the mandatory basic immunizations is the Bacillus Calmette—Guérin (BCG) vaccine, which serves to prevent tuberculosis. Based on information gathered in the community, there remains a lack of uniform understanding regarding immunization, resulting in many infants not receiving immunization services. This study aims to apply family nursing care by providing health education on the benefits of BCG imntunizationfor infants aged 0—12 months in the working area of Medan Deli Community Health Center. The research employed a descriptive method with a case study approach, involving two families with infants aged 0—12 months. Data were collected through interviews, observations, and the delivery of health education using leaflets. The intervention was carried out to improve family knowledge regarding the benefits of BCG immunization as well as the importance of completing basic immunizations for infants. The results showed that prior to receiving health education, the families ' level ofknowledge was low, and there were concerns about the side effects of immunization. After the health education was provided, there was an increase in family understanding of the benefits of BCG immunization. Families also demonstrated positive changes in attitude toward the implementation of health education delivered to them. Conclusion: Health education is effective in improving family knowledge regarding the benefits of BCG immunization. It is expected that healthcare workers continue to provide consistent and ongoing education to ensure adequate immunization coverage in the community
EFEKTIVITAS SIMULASI BALUTAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN CEDERA RINGAN Pangaribuan, Resmi; Khairani, Ade Irma; Barasa, Dita; Simanjuntak, Saskia
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera ringan merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama, khususnya teknik balutan, masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penanganan cedera ringan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan balutan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi diberikan melalui simulasi balutan cedera ringan dengan metode pembelajaran aktif dan praktik langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired samples t-test untuk variabel pengetahuan dan uji Wilcoxon signed-rank test untuk variabel keterampilan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan setelah intervensi simulasi balutan (p < 0,001). Selain itu, keterampilan siswa dalam melakukan teknik balutan juga mengalami peningkatan yang bermakna secara statistik (p <0,001).Kesimpuan: Simulasi balutan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pertolongan pertama pada cedera ringan. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan di sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap kejadian cedera.