Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendekatan Konseling Perspektif Gender Dalam Menangani Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) (Studi Kasus Di Aliansi Peduli Perempuan Sragen) Ernawati Ernawati; Gadis Deslinda; Sari Asih Guritno
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2019): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v3i2.6401

Abstract

Tujuan penelititan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penanganan perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melalui pendekatan konseling perspektif gender. KDRT yang memperoleh pendampingan dari Aliansi Peduli Perempuan. Metode yang digunakan dalam peneltitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Konseling perspektif Gender meliputi pertama Jenis-jenis Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), kedua Proses penanganan perempuan korban KDRT. Manfaat penelitian ini memberikan gambaran tentang pendekatan konseling perspektif Gender dapat dijadikan assessment melalui layanan pendampingan dan pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga oleh para Aliansi Peduli Perempuan.
MAKNA PERDAMAIAN DARI SUDUT PANDANG PEREMPUAN GENERASI Z Gadis Deslinda; Ernawati Ernawati; Intan Wahyu Istiqomah
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/bg.v4i2.2922

Abstract

This research describes the meaning of peace from the perspective of generation Z women. This generation is also called the millennial generation or today's young people. Z generation women are part of the current generation of young people, who certainly have different perspectives in interpreting peace in this country.There is sufficient evidence regarding the increasing attitude of intolerance among students and today's students.From a number of results of studies of high school students and college students it was revealed that 9.5% of respondents tended to be intolerant of minority groups.From the Campus Islamic Research it was found that 65% of student respondents supported sweeping actions carried out arbitrarily by radical Islamic mass organizations (Directorate General of Higher Education Ministry of National Education, 2007).This fact is interesting to examine further about how generation Z women interpret peace in this country. This research is applied qualitative research and uses the Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) approach.The results show four main categories related to the meaning of peace from the perspective of generation Z women, namely making peace with themselves, not easily suspicious and prejudiced with others, respecting differences, and easily forgiving others. 
REGULASI DIRI SANTRI PROGRAM TAHFIDZ DALAM PEMBELAJARAN DARING DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Gadis Deslinda; Musa Asy’arie; Taufik Taufik
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 6, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v6i1.20540

Abstract

The Covid-19 outbreak requires all elements of education to adapt to the learning process carried out by distance education which has never been implemented before. Learning with the online system faced by students who memorize the Al-Quran will have an impact on their memorization targets. The purpose of this study is to reveal a more in-depth picture of self-regulation in tahfidz program students when participating in online learning amid the Covid-19 pandemic, and to reveal internal and external factors that can support and hinder self-regulation of tahfidz program students in online learning in the midst of the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative research with a phenomenological study approach. The subjects in the study amounted to 9 students of the tahfidz program who did online learning. Determination of the sample in this study using purposive sampling technique. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. Data analysis by means of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.The results of the study stated that students who memorized the Koran had good self-regulation by motivating themselves in memorizing the Koran to get closer to Allah SWT by carrying out obligatory and sunnah practices in an istiqomah manner and giving the best for their parents, students managing their emotions by telling stories to people who he trusts and believes that this pandemic is a test from Allah SWT, in strategy and self-management, students arrange daily activities at home with online memorization and murojaah deposit schedules. For students, parental support and a conducive family environment when online learning is very much needed so that they can regulate themselves better, the absence of an ustadz role model, the absence of direct rewards and punishments and the absence of friends in the struggle in a murojaah group in online learning make students less passionate (spirit) so that there is a reduced atmosphere of solemn mysticism in online memorization deposits. The students' self-evaluation ability is shown by a wiser attitude in dealing with exams, one of which is the exam during the COVID-19 pandemic.
PEMBELAJARAN NILAI -NILAI PERDAMAIAN UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DAN TOLERANSI PADA REMAJA DI SURAKARTA Ernawati Ernawati; Galih Fajar Fadilah; Gadis Deslinda; Ahmad Khoiri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Survei dari Setara Instutite menjelaskan terdapat 61,1 persen dari 760 siswa yang terlibat termasuk kategori toleran; 35,7 persen masuk kategori intoleran pasif (puritan); 2,4 persen yang masuk kategori intoleran aktif; dan 0,3 persen atau sekitar 3-4 orang dikatakan bisa berpotensi menjadi teroris. Rendahnya pemahaman remaja terhadap nilai-nilai perdamaian memicu munculnya intoleran dan buurknay konsep diri dikalangan remaja.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pembelajaran nilai-nilai perdamaian untuk meningkatkan konsep diri dan toleransi pada remaja di Surakarta. Kegiatan pengabdian masayrakat ini dilakukan di Surakarta pada tanggal 4 Maret 2023. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan game secara berkelompok agar menarik bagi remaja dalam memberikan pembelajaran nilai perdamaian agar meningkatkan konsep diri dan toleransi pada remaja. Adapun pelaksanaan nya melalui tahapan sebagai berikut : 1) tahap persiapan, 2) tahapan pelaksanaan, 3) tahap penutup dan evaluasi. Peserta berjumlah 30 remaja berasal dari berbagai sekolah dan kampus di Surakarta dengan berbagai latar belakang agama, suku dan bahasa. Hasil pengabdian masyarakat ini dengan tema pembelajaran nilai perdamaian ini untuk meningkatkan konsep diri dan toleransi pada remaja sangat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Hal tersebut didapatkan dari wawancara dan observasi yang di lakukan selama pengabdian ini. Para peserta mengatakan bahwa mengikuti pembelajaran tentang nilai perdamaian ini selain menambah banyak teman dengan berbagai latar belakang juga dapat memberikan pemahaman sekaligus cara berdamai dengan diri sendiri dan orang lain.
Self-Compassion Pada Wanita Yang Pernah Mengalami Keguguran Hanifah, Khanifah; Deslinda, Gadis; Ernawati
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5201

Abstract

Abstract: Women who have had miscarriages are prone to experiencing mental health problems, such as experiencing stress, frustration and depression. Women need high self-compassion to be able to overcome them. Women who experience a lack of self-compassion will become maladaptive, such as assuming they have a problem, always judging others negatively, and being bound by negative emotions. Self-compassion is an open attitude, moved by the suffering experienced, compassion and care for oneself, understanding one's shortcomings and failures without judging, accepting one's strengths and weaknesses, and realizing the same experience can happen to others. This study aims to get an overview of self-compassion in women who have had a miscarriage. This qualitative research uses a phenomenological approach by collecting data using interviews, observation and documentation. This study involved three female informants who had experienced a miscarriage using purposive sampling and significant other techniques. The survey results show that self-compassion can help individuals accept when facing problems. The researcher concluded that the three informants had self-compassion in themselves and that there were three components of self-compassion in the three informants of this study. Keywords: Miscarriage; self-compassion; Woman Abstak: Wanita yang pernah mengalami keguguran rentan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti mengalami stress, frustasi dan depresi. Wanita membutuhkan self compassion yang tinggi untuk dapat mengatasinya. Wanita yang mengalami self-compassion yang kurang maka akan menjadi maladaptif seperti menganggap bahwa dirinya bermasalah, selalu menilai orang lain secara negatif, dan selalu terikat dengan emosi negative. Self-compassion adalah sikap terbuka, tergerak oleh penderitaan yang dialami, kasih sayang dan peduli diri sendiri, memahami kekurangan dan kegagalan seseorang tanpa menghakimi, menerima kelebihan dan kekurangan seseorang, dan menyadari pengalaman yang sama dapat terjadi pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai self-compassion pada wanita yang pernah mengalami keguguran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga informan wanita yang pernah mengalami keguguran menggunakan teknik purposive sampling dan significant other. Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa self-compassion dapat membantu individu menerima ketika menghadapi persoalan dalam hidupnya. Peneliti menyimpulkan bahwa ketiga informan memiliki self-compassion dalam dirinya, sesuai dengan terdapatnya tiga komponen self-compassion dalam diri ketiga informan penelitian ini. Kata Kunci: Keguguran; Self-compassion; Wanita
IMPLEMENTASI PELATIHAN MODUL PENDIDIKAN PERDAMAIAN UNTUK MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA PADA GURU MI DI SUKOHARJO Ernawati, Ernawati; Susilowati, Eny; Deslinda, Gadis; Sujoko, Dimas; v, Nayla
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.21663

Abstract

Pentingnya kualitas guru menjadi salah satu faktor yang harus menjadi perhatian banyak pihak. Peningkatan kualitas guru harus mendapat perhatian yang serius. Hal tersebut sesuai dengan amanahUU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu guru harus mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negarayang demokratis serta bertanggung jawab. Pemaknaan beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dapat di maknai berbeda oleh setiap pendidik dan menjadi alasan pembenaran untuk mengajarkan fanatisme pada peserta didik yang akhirnya bisa menumbuhkan bibit intoleransi pada penganut agama lain. Ini akan menjadi masalah yang lebih besar apabila diterapkan oleh seorang pendidik di tingkat pendidikan usia dini. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan pelatihan modul pendidikan perdamaian untuk mewujudkan moderasi beragama pada guru MI se Sukoharjo. Tujuan khususnya yaitu untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengajar tentang Pendidikan perdamaian pada peserta didiknya untuk mewujudkan moderasi beragama pada guru MI se Sukoharjo. Tahapan metode pengabdian ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan temuan dari hasil analisis data tersebut membuktikan bahwa implementasi pelatihan modul pendidikan perdamaian berkontribusi positif dalam mewujudkan moderasi beragama pada guru MI se Sukoharjo. Modul 12 nilai perdamaian secara umum merupakan sebuah pedoman yang khusus dirancang guna meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengajar tentang Pendidikan perdamaian pada peserta didiknya untuk mewujudkan moderasi beragama pada guru MI se Sukoharjo. Sehingga guru MI mendapatkan pengetahuan mendalam dan perubahan paradigma terkait perdamaian dan sekaligus mendapatkan manfaat praktis cara mewujudkan perdamaian di lingkungan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah masing-masing.
Penerapan Manajemen Waktu melalui Jadwal Harian Untuk Siswa Kelas 6 SD N 1 Kismoyoso Boyolali Gadis Deslinda, Gadis; Intan Ayu Saputri; Achmad Mufid Marzuqi; Muhammad Husin Al Fatah
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2024): Desember : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v2i6.1077

Abstract

Pengelolaan waktu yang efektif merupakan keterampilan penting bagi anak-anak untuk mencapai tujuan belajar dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen waktu melalui penggunaan jadwal harian yang dirancang khusus untuk anak-anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi Pemaparan materi berkaitan dengan manajemen waktu, pelatihan pembuatan jadwal harian, dan wawancara singkat dengan peserta untuk mengevaluasi dampak kegiatan. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa anak-anak merasa lebih terorganisir dan mampu mengatur aktivitas harian mereka dengan lebih baik setelah mengikuti program ini. Selain itu, mereka juga melaporkan peningkatan dalam fokus dan produktivitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendidik anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan waktu yang baik.
Bimbingan Kelompok dengan Teknik Behavior Contract Guna Meningkatkan Motivasi Belajar Mawarni, Sekar Arum; Fadillah, Galih Fajar; Deslinda, Gadis
TAUJIHAT: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2024): TAUJIHAT: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah - Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/tj.v5i1.8124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar santri melalui bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract. Metode yang digunakan adalah penelitian survey. Subjek yang peneliti gunakan adalah santri TPQ Al-Muttaqien Nusukan. Pemilihan subjek penelitian menggunakan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria santri yang memiliki taraf motivasi belajar rendah. Peneliti menggunakan kuesioner motivasi belajar hasil modifikasi. Pengambilan data dalam penelitian dilaksanakan sebanyak tiga kali, yang diawali dari pre-test, siklus I, dan siklus II. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rerata di masing-masing siklus. Hasil pre-test sebesar 76.1, pada siklus I berlangsung peningkatan hingga 89.5 dan pada siklus II mencapai 93.8. Dari hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan motivasi belajar dapat terjadi setelah adanya bimbingan kelompok teknik behavior contract.
The correlation between trait mindfulness and fear of missing out among students who use instagram Anjani, Nadwa; Deslinda, Gadis
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11, No 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525544

Abstract

The increasing use of Instagram plays a significant role in connecting its users to other people. However, this convenience has led to the Fear of Missing Out (FoMO) phenomenon. Students who experience FoMO always try to connect to social media and obsessed with the moments around them because of their low trait mindfulness. There is a gap between the results of the previous research and the findings of a preliminary study conducted by researchers on students who use Instagram in Solo Raya. Thus, this study aims to examine the correlation between trait mindfulness and FoMO among students who use Instagram. This research used a quantitative method and applied a correlational approach involving 271 college students who use Instagram in Solo Raya are both male or female aged 18-25. The sampling technique in the study used cluster sampling. The data collection instruments use 2 scales, namely the Trait Mindfulness scale and the FoMO scale. Hypothesis testing was carried out using Pearson product-moment and the rxy result was -0.528 with a significance value of 0.000 (p<0.05). The results showed a negative correlation between trait mindfulness and FoMO. The effective contribution of trait mindfulness to FoMO is 27.9%. The implication of this research is to show the need for strategic efforts such as mindfulness training for college students who use Instagram. This study contributed to reinforcing the literature on similar topics.
The correlation between trait mindfulness and fear of missing out among students who use instagram Anjani, Nadwa; Deslinda, Gadis
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202525544

Abstract

The increasing use of Instagram plays a significant role in connecting its users to other people. However, this convenience has led to the Fear of Missing Out (FoMO) phenomenon. Students who experience FoMO always try to connect to social media and obsessed with the moments around them because of their low trait mindfulness. There is a gap between the results of the previous research and the findings of a preliminary study conducted by researchers on students who use Instagram in Solo Raya. Thus, this study aims to examine the correlation between trait mindfulness and FoMO among students who use Instagram. This research used a quantitative method and applied a correlational approach involving 271 college students who use Instagram in Solo Raya are both male or female aged 18-25. The sampling technique in the study used cluster sampling. The data collection instruments use 2 scales, namely the Trait Mindfulness scale and the FoMO scale. Hypothesis testing was carried out using Pearson product-moment and the rxy result was -0.528 with a significance value of 0.000 (p<0.05). The results showed a negative correlation between trait mindfulness and FoMO. The effective contribution of trait mindfulness to FoMO is 27.9%. The implication of this research is to show the need for strategic efforts such as mindfulness training for college students who use Instagram. This study contributed to reinforcing the literature on similar topics.