Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan pemberian Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kualitas Nyeri Punggung Di Klinik Zein Holistic Therapy Makassar Kiki Angreini Jusman; Sunarti Sunarti; Nur Ilah Padhila; Mardiah Mardiah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung merupakan sakit atau kaku yang bisa terjadi di sepanjang tulang belakang, mulai dari leher hingga tulang ekor. Nyeri punggung biasanya dikarenakan gangguan pada tulang belakang atau jaringan disekitarnya, seperti otot, pembuluh darah atau saraf. Ada banyak cara untuk mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri, mulai dari mengonsumsi analgestic, teknik distraksi dan relaksasi, hingga asuhan keperawatan holistic. Terdapat beberapa titik bekam yang dilakukan oleh peneliti pada pasien yaitu sebelas titik di punggung pasien. Manfaat dari bekam adalah menghilangkan zat-zat yang menyebabkan rasa tidak nyaman seperti histamin dan bradikinin yang berasal dari peradangan atau kematian jaringan. Karya ilmiah akhir ners ini merupakan metode studi kasus terhadap Ny.R sebagai subjek yang menderita nyeri punggung, dengan menggunakan numerik (NRS) untuk menilai tingkat nyeri subjek sesudah intervensi. Hasil asuhan keperawatan dengan intervensi manajemen nyeri yaitu pemberian bekam kering selama 1x40 menit pada klien dengan assessment nyeri teratasi dikarenakan nyeri berkurang dari skala 5 menjadi skala 3 adapun beberapa diagnosa keperawatan lainnya yang ditemukan yaitu nyeri akut dan ansietas. Rekomendasi pemanfaatan terapi bekam sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik bagi pasien dengan keluhan nyeri punggung. Kesimpulan berdasarkan pemberian terapi bekam yang sudah diberikan kepada Ny.R untuk menurunkan rasa nyeri yang di akibatkan oleh spasme otot bekam mampu mengatasi masalah yang dialami oleh klien tersebut.
Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia 2 - 5 Tahun Adiva Suci Chairunnisa; Samsualam; Wa Ode Sri Asnaniar; Nur Ilah Padhila; Sunarti
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.801

Abstract

The influence of knowledge on child development is very important because mothers have sufficient knowledge and high education will pay more attention to the development of their children. On the other hand, if the mother does not pay attention to the child's development and does not provide stimulation to its development, the child will experience developmental delays. using a descriptive research design conducted at PAUD Kb Permata Bunda Nambo Village from July to August 2022. The determination of the sample was carried out using a total sampling technique with a sample size of 38 respondents. Data analysis using univariate analysis for frequency distribution. The results of this study indicate that the majority of respondents have less knowledge as many as 9 respondents (23.7) and 29 respondents with good knowledge (76.3). Consisting of good gross motor development as many as 28 people (73.7%) who lacked as many as 10 people (26.3%), good fine motor skills as many as 24 people (63.2%) who lacked as many as 14 people (36.8 %), good language development as many as 22 people (57.9%) who lacked as many as 16 people (42.1%), good social development of children as many as 32 people (84.2%) who lacked 6 people (15, 8%). The conclusion of this study most of the respondents have a low level of knowledge on gross motor development, fine motor development, language development and social development in children. Suggestions are expected for all mothers who have children 2-5 years to further increase knowledge about child development stimulation.
Hubungan Faktor Risiko dengan Prediktor Preventif Pengetahuan Diabetes Melitus pada Remaja Rima Melati; Munir , Nur Wahyuni; Nur Ilah Padhila; Rahmat Hidayat
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.917

Abstract

Diabetes mellitus is an increase in blood glucose levels, the occurrence of DM can be caused by several factors, such as age, gender, BMI and family history of DM. This study aims to determine the relationship between risk factors and preventive predictors of Diabetes Mellitus in adolescents at SMAN 5 Makassar. The research design used is a quantitative research method using a multiple correlation design with a cross sectional approach. The sampling technique used stratified sampling with a total sample of 106 teenagers at SMAN 5 Makassar. Research data was taken by distributing questionnaires on risk factors and preventive predictors. The test conducted in this study was the Fisher Exact Test. The results of the Fisher Exact Test showed that there was no relationship between risk factors (age, gender, BMI and family history of DM) with preventive predictors such as knowledge of DM, diet and exercise patterns of DM (age p-value 1.000, gender p-value 0.190 , family history p-value 0.664, BMI p-value 0.397), diet (age p-value 1.000, gender p-value 0.743, family history p-value 0.743, BMI p-value 0.701 and exercise pattern (age p- value 0.052, gender p-value 0.211, family history p-value 1.000, BMI p-value 0.012) The conclusion of this study shows that predictor factors in adolescents such as knowledge of DM, eating patterns and exercise patterns have no relationship with risk factors for DM incidence It is hoped that this research can serve as literature for future researchers.Further research is expected to be able to see the effectiveness of education in the early prevention of diabetes mellitus in adolescents.
PENERAPAN TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN LOW BACK PAIN DI KLINIK ZEIN HOLISTIC THERAPY A. Fajri Nur Islami; Sunarti Sunarti; Nur Ilah Padhila; Mardiah Mardiah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan berdampak besar pada kualitas hidup serta produktivitas kerja. Penanganan farmakologis konvensional sering menimbulkan efek samping, sehingga terapi non-farmakologis seperti bekam basah menjadi alternatif yang menjanjikan. Penelitian ini merupakan laporan kasus asuhan keperawatan terhadap pasien perempuan berusia 57 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah kronis. Intervensi dilakukan berupa terapi bekam basah pada titik Al-Warik dengan pendekatan asuhan keperawatan mencakup pengkajian, diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi menggunakan metode SOAP dan skala nyeri numerik. Sebelum intervensi, pasien melaporkan nyeri berat dengan skala 7/10. Setelah dilakukan terapi bekam basah selama 5 menit, skala nyeri menurun menjadi 5/10. Pasien menunjukkan peningkatan mobilitas, penurunan ketegangan otot, serta merasa lebih nyaman. Terapi disertai edukasi dan latihan mobilisasi ringan. Terapi bekam basah dapat diterapkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan komplementer untuk pasien dengan nyeri punggung bawah. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar untuk menguatkan bukti efektivitasnya dalam konteks praktik keperawatan klinik. Terapi bekam basah pada titik Al-Warik efektif menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien dengan Low Back Pain, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan holistik berbasis terapi komplementer
Penerapan Terapi Bekam Basah Dengan Keluhan Nyeri Otot di Klinik Zein Holistik Terapi Kota Makassar Suci Aliefia Putri; Wa Ode Sri Asaniar; Eliati Paturungi; Nur Ilah Padhila
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2377

Abstract

Nyeri otot merupakan sensasi sakit atau tidak nyaman yang dirasakan oleh seseorang dan terjadi pada otot. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, ketegangan otot, kelelahan, atau kondisi medis tertentu seperti arthritis atau fibromyalgia. Nyeri otot yang membatasi rentang gerakan sendi juga fleksibilitas dan mobilitas merupakan gangguan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari. Penanganan dari nyeri otot dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu melakukan peregangan, mendapatkan pijatan, dan terapi seperti bekam. Studi kasus yang menggambarkan suatu temuan pada satu kasus pasien nyeri otot, dimana manajemen perawatan menggunakan terapi bekam basah. Untuk mengetahui gambaran nyata tentang penerapan terapi bekam basah terhadap Tn. G dengan keluhan nyeri otot di Klinik Zein Holistik Terapi Makassar. Penelitian menunjukkan terdapat penurunan nyeri setelah diberikan perlakuan, dimana sebelum terapi bekam basah pasien memiliki skala nyeri 5 atau nyeri sedang, sedangkan sesudah terapi bekam basah memiliki skala nyeri 2 atau nyeri ringan, sedangkan secara visual didapatkan pasien mengatakan nyeri bagian ekstremitas tangan kanan berkurang dan nyeri berkurang. Penerapan intervensi terapi bekam basah dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan keluhan nyeri otot.
Penerapan Terapi Oksigen Pada Anak Dengan Kejang Demam Di RSUD Labung Baji Kota Makassar Muh. Akbar Hashemi Rafsanjani; Nur Ilah Padhila; Idelriani; H. Syahrir
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2420

Abstract

Kejang demam adalah perubahan fungsi otak yang cepat, sementara, atau tiba-tiba yang terjadi pada suhu tubuh yang lebih tinggi. Di seluruh dunia, 18,3 juta insiden kejang demam pada tahun 2019 dimana terdapat 154 ribu orang menderita kejang demam yang berujung pada kematian. Pada tahun 2018, angka kejadian kejang demam di Indonesia mencapai 22,2% kasus. Kejang demam yang terjadi lebih dari 15 menit tanpa pengobatan awal yang cepat dan tepat dapat terjadi apnea yang menyebabkan hipoksia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan terapi oksigen pada anak kejang demam di rumah Sakit Labuang Baji. Metode yang digunakan dalam penangan anak kejang demam adalah pemberian terapi oksigen untuk mencegah terjadinya sianosis. Pada kasus kejang demam An. A diagnosa yang mundul adalah hipertemia berhubungan dengan proses penyakit, risiko aspirasi ditandai dengan penurunan kesadaran. Setelah dilakukan asuhan keperawatan didapatkan termoregulasi membaik, tingkat aspirasi menurun dan tingkat nausea menurun.