Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI Simamora, Febrina Angraini; Daulay, Nanda Masraini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i1.388

Abstract

Kecemasan adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa khawatir, gelisah, bahkan takut seolah-olah akan terjadi sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada dirinya. Kecemasan banyak terjadi pada pasien menjelang dilakukannya operasi. Terapi murottal Al-Qur’an merupakan salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan karena dapat menimbulkan respon relaksasi bagi yangmendengarkannya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panyabungan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahPre-Experimental Design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpul kemudian diolah dan di analisis menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitneyuntuk melihat pengaruh terapi murottal terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan jumlah 15 responden, dengan hasil analisis uji statistik Wilcoxondiperoleh nilai p value adalah 0,001, dan hasil analisis uji statistik Mann Whitneydiperoleh nilai p value adalah 0,000, dengan menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terapi murottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panyabungan. Diharapkan terapi murottal Al-Qur’an ini terus diaplikasikan sebagai terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kecemasan pasien pre operasi di RSUD Panyabungan.
Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. Daulay, Nanda Masraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 1 (2021): Vol. 6 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i1.395

Abstract

Stroke is a neurogenic disease that causes disorders of brain function both locally and globally and the most common cause of disability. Patients should get a good handling to prevent physical and mental disability. The purpose of this research was determine the effect of passive Range Of Motion (ROM) exercise on muscle strength and range of motion of limb joints in post-stroke patients. The research design was a quasi experiment with a one group pretest and post test design approach. The research was conducted to 17 out patients of UPT RSUD South Tapanuli Regency. Data analysis used the wilcoxon test. The result indicated the effect of passive ROM exercise on muscle strength with p-value of 0,001 in the upper extremity and p-value of 0,001 in the lower extremity. They also showed the effect of passive ROM exercise on the range of joint motion with p-value of 0,001 in the upper extremity and p-value of 0,001 in the lower extremity. ROM exercise could be recommended by the Nurse as a rehabilitation program for handling post-stroke patients.
FAKTOR RESIKO TERJADINYA PREDIABETES DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Simamora, Febrina Angraini; Daulay, Nanda Masraini; Hidayah, Arinil -
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.901

Abstract

Pradiabetes adalah kondisi kesehatan yang serius di mana kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya, tetapi belum cukup tinggi didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Prediabetes banyak terjadi pada responden yang berumur >45 tahun. Data WHO didapatkan bahwa setelah mencapai usia 30 tahun, kadar glukosa darah akan naik 1-2 mg%/tahun pada saat puasa dan akan naik sebesar 5,6-13 mg%/tahun pada 2 jam setelah makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang menyebabkan terjadinya prediabetes di kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian Crosssectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas terdapat responden berumur 40-49 tahun sebanyak 22 orang (42,3%), mayoritas terdapat responden memiliki IMT >25 kg/m2 sebanyak 30 orang (57,7%), mayoritas aktivitas fisik ringan sebanyak 28 orang (53,8%), mayoritas memiliki keluarga dengan riwayat DM sebanyak 37 orang (71,2%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor resiko terjadinya prediabetes di Kota Padangsidimpuan antara lain adalah usia, IMT, aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan DM. Semakin tinggi usia maka resiko untuk kadar gula darah yang tidak terkontrol akan semakin besar. Diharapkan kepada pasien dengan prediabetes untuk mampu melaksanakan perawatan diri yang baik sehingga dapat mencegah komplikasi prediabetes menjadi diabetes dan penyakit mikrovaskuler dan makrovaskuler lainnya. Prediabetes is a serious health condition in which blood sugar levels are higher than normal, but not high enough to be diagnosed as type 2 diabetes. Prediabetes occurs mostly in respondents aged >45 years. WHO data found that after reaching the age of 30 years, blood glucose levels will rise 1-2 mg%/year during fasting and will increase by 5.6-13 mg%/year 2 hours after eating. The purpose of this study was to determine the risk factors that cause prediabetes in the city of Padangsidimpuan. This research is a cross-sectional study with a total sample of 52 respondents selected by purposive sampling. The results showed that the majority of respondents aged 40-49 years were 22 people (42.3%), the majority of respondents had BMI > 25 kg/m2 of 30 people (57.7%), the majority of light physical activity were 28 people (53 .8%), the majority had families with a history of DM as many as 37 people (71.2%). From the results of the study it can be concluded that the risk factors for prediabetes in Padangsidimpuan City include age, BMI, physical activity, family history of DM. The higher the age, the risk for uncontrolled blood sugar levels will be even greater. It is expected that patients with prediabetes will be able to carry out good self-care so as to prevent complications from prediabetes into diabetes and other microvascular and macrovascular diseases.
Perubahan Kepribadian Penderita Stroke dan Kecemasan pada Caregiver Stroke Daulay, Nanda Masraini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 7 No 2 (2022): Vol. 7 No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v7i2.904

Abstract

Stroke sufferers are unable to independently meet their daily needs, most have difficulty controlling their emotions. Changes in the personality of stroke sufferers are one of the complaints that are often conveyed by caretakers or caregivers of stroke sufferers. The aim of this study is to find out the description of changes in the personality of stroke patients and anxiety to caregivers in the work area of ​​the Sihepeng Mandailing Natal Health Center in 2021. The research design is descriptive with cross-sectional approach. The population in this study were caregivers of 29 stroke sufferers. The sampling technique in this study was total sampling so that a total sample of 29 people was obtained. The results showed that 19 respondents (65.5%) had positive personality changes and 48.3% (14 respondents) had no anxiety in the anxiety category. This study recommends that caregivers be able to have a positive effect in providing care and be able to accept personality changes that occur in stroke sufferers. All family members must be able to provide positive support to each other so that the stroke patient feels better so that anxiety does not occur in the caregiver.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2022 Daulay, Nanda Masraini; Siregar, Nia Damayani; Sujoko, Edy; Simamora, Febrina Angraini; Harahap, Nurhasanah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1035

Abstract

Stroke atau cedera serebrovaskuler adalah hilangnya fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya suplai darah ke bagian-bagian otak, yang merupakan puncak dari penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke di RSUD kota padangsidimpuan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 32 responden menggunakan teknik purposive sampling. Dengan nilai p = 0,0000 (p<0.000), berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian stroke pada pasien stroke di RSUD kota padangsidimpuan dengan hasil p=0.0002 (p<0,05) dan ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian stroke di RSUD kota padangsidimpuan dengan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien stroke harus menjaga kesehatannya untuk menghindari komplikasi stroke.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN SELF CARE ACTIVITY PADA PENDERITA DM DI PUSKESMAS GUNUNG TUA TAHUN 2023 Sagala, Nanda Suryani; Daulay, Nanda Masraini; Napitupulu, Natar Fitri; Yasin, Kombang Ali; Hairani, Winda May
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1195

Abstract

Dukungan keluarga merupakan hal penting dalam penatalaksanaan pencegahan diabetes melitus untuk meminimalkan terjadinya komplikasi yang muncul. Self care activity diabetes merupakan tindakan membantu mengendalikan gula darah yang dapat menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan self care activity pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Gunung Tua. Jenis penelitian ini kuantitatatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cros sectional study. Populasi pada penelitian sebanyak 96 pasien diabetes melitus dengan jumlah sampel 77 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan uji statistik uji chi square. Hasil penelitian signifikan dengan p value=0,001 menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan self care activity pada penderita diabetes melitus di puskesmas Gunung Tua Padang Lawas Utara. Saran dari penelitian ini pentingnya perilaku perwatan diri (self care) diabetes meliputi diet dan pola makan yang teratur, aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, minum obat secara rutin, cek gula darah dan perawatan kaki secara teratur sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal. Perlunya keterlibatan dukungan keluarga agar perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus optimal.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SAMBUNG NYAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINANGA KECAMATAN BARUMUN TENGAH Daulay, Nanda Masraini; Simamora, Febrina Angraini; Hidayah, Arinil
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1249

Abstract

Hypertension cannot be cured but can be controlled so that it does not appear for a long time (years to decades) but still be watched out for. One of the medicinal plants that can be used as a herbal medicine for hypertension is the life-saving plant. The aim of this research is to determine the effect of giving boiled water from Sambung Nyawa leaves on reducing blood pressure in hypertension sufferers in the working area of the Binanga Community Health Center, Barumun Tengah District. This research design uses a quasi-experimental method. The population in this study were residents suffering from hypertension in the Binanga Community Health Center working area from January-December 2021, namely 198 people. The sampling technique in this research was a purposive sampling technique with a sample size of 22 people. The results of the research using the Wilcoxon statistical test showed that there was a significant influence between the effect of giving boiled water from splicing life leaves on reducing blood pressure in hypertension sufferers in the working area of the Binanga Community Health Center, Barumun Tengah District with a p-value = 0.000 (<0.05). The results of this study recommend that hypertension sufferers and their families are able to understand and comprehend the use of non-pharmacological therapy, namely boiled life-giving leaves as an alternative treatment for lowering blood pressure in hypertension sufferers. Keywords: life-giving leaves, blood pressure, hypertension
Kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Sagala, Nanda Suryani; Daulay, Nanda Masraini; Yasin, Kombang Ali; Sujoko, Edy; Harahap, Nurhasanah; Harahap, Eky Mario
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1799

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering ditemukan serta memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Terjadinya diabetes dan komplikasinya yang terus berlanjut menyebabkan sebanyak 1 orang meninggal setiap 8 detik di dunia, yang berarti sekitar 11.000 jiwa meninggal dalam sehari. Penderita DM berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan mengkontrol kadar glukosa darah diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kayu Laut Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 130 orang, dengan sampel sebanyak 60 orang menggunakan metode purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kepatuhan yang baik dalam melakukan kontrol kadar gula darah, dan sebanyak 22 responden (36,7%) tidak patuh dalam melakukan kontrol kadar gula darah. Diharapkan kepada perawat agar melakukan pendidikan kesehatan dan rutin mengajak penderita diabetes melitus tipe 2 untuk rutin melakukan kontrol kadar gula darah sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi lainnya.
IBM LATIHAN ADAPTASI GERAK TUBUH PASIEN PASKA STROKE BAGI KELOMPOK CAREGIVER KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN Daulay, Nanda Masraini; Yaturramadhan Harahap, Hasni; Suryani Sagala, Nanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1201-1205

Abstract

Penderita stroke sering mengalami masalah gangguan gerak. Latihan adaptasi gerak tubuh pasien paska stroke bagi kelompok caregiver keluarga bertujuan untuk membantu pasien menggunakan kemampuan yang masih dimilikinya dalam melakukan aktivitas sehari-hari walaupun dengan keterbatasan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah caregiver keluarga pasien paska stroke, perawat dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Populasi dalam pengabdian masyarakat ini adalah caregiver pasien paska stroke dan kader kesehataan berjumlah 32 orang. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan, latihan gerak paska stroke, serta kunjungan ke rumah. Manfaat latihan adaptasi gerak paska stroke yaitu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien paska stroke. Hasil survei kepuasan mitra menunjukkan 98% merasa puas dengan kegiatan ini. Disaranakan agar pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan materi lain dari peningkatan peran caregiver dalam melakukan perawatan pasien paska stroke.