Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Conference on Research and Community Services

PENGARUH PROGAM PENDAMPING GIZI TERHADAP POLA ASUH MAKAN DAN STATUS GIZI BALITA Hidayati, Tutik; Sary, Yessy Nur Endah; Hanifah, Iis
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia termasuk negara. Permasalahan gizi secara nasional saat ini adalah balita gizi kurang dan balita gizi buruk. Berdasarkan survey pemantauan status gizi (PSG) di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan kasus gizi buruk diperoleh angka prevalensi gizi kurang menurut BB/U padatahun 2017sebesar 9,44%, meningkat dibandingkan  tahun 2016 yaitu  terdapat 8,65% balita gizi kurang. Balita dianggap resiko gizi terbesar karena pola pemberian makan yang buruk berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan. Hal tersebut menyebabkan kelompok usia balita terjadi peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan April 2018 didapatkan data bahwa Probolinggo mendapat peringkat kedua untuk daerah gizi kurang di Jawa Timur. Di Tahun 2017 terdapat 130 balita yang mengalami gizi kurang tepatnya di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo. Penyebab gizi kurang adalah karena pola dan asupan makanan balita yang mengandung gizi kurang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental,yaitu dengan mengukur kenaikan/perbandingan pola asuh makan dan status gizi sebelum dan sesudah progam pendamping gizi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita dengan gizi kurang di Pesisir  Kalibuntu  Kabupaten  Probolinggo  sebanyak  130 orang.  Sampling menggunakan Total Sampling.Sampel adalah seluruh ibu yang mempunyai balita gizi kurang dan gizi burukdi Pesisir Kalibuntu KabupatenProbolinggo sebanyak 130 orang. Pengumpulan Data menggunakan lembar Observasi dan wawancara. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan wilcoxon match paired test dan  analisis multivariate menggunakan regresi logistik  kemudian ditarik kesimpulan. Hasil uji regresi logistik diperoleh besarnya nilai Exp (B) pada analisis regresi logistik pola asuh makan memiliki nilai 85,008 yang berarti bahwa pola asuh makan memiliki peluang 85,008 kali untuk berubah. Sedangkan variabel status gizi memiliki nilai Exp (B) sebesar 3,663, dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa status gizi memiliki peluang meningkat 3,663 kali.
HUBUNGAN EMO DEMO (EMOTIONAL DEMONSTRATION) ASI SAJA CUKUP DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Hidayati, Tutik
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan diakui sebagai hal yang tidak mudah. Berbagai macam faktor  menjadi penyebab rendahnya cakupan bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Kurangnya persiapan ibu untuk menyusui serta buruknya pengatahuan, persepsi, sikap, dan perilaku ibu tentang ASI eksklusif adalah faktor penyebab banyaknnya kegagalan pemberian ASI eksklusif. Sementara itu minimnya dukungan lingkungan sekitar ibu yang meliputi petugas kesehatan suami dan keluarga. Susu formula adalah faktor lain yang di tuding sebagai rendanya cakupan pemberian ASI eksklusif (Toto Sudarto & Nur Aini,2019). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian analitik dan desain cross sectional (potong lintang), dimana penlitian menggunakan kuesioner kepada 73 responden dari 90 populasi yang digunakan sebagai sample penelitian dengan menggunakan tehnik random sampling. Penlitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2020 sampai dengan selesai di Desa Gading. Hasil penelitian diperoleh karakteristik yang mengikuti permainan Emo-demo (ASI saja cukup) sebanyak 95,9 % dibanding yang tidak mengikuti sebesar 4,1 %. Ibu yang memberikan ASI eksklusif tanpa makanan tambahan apapun selama 6 bulan sebanyakn72,6 % lebih besar di banding dengan yang tidak ASI sebesar 27,4 % sedangkan hubungan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI eksklusif diketahui sebanyak 53 % baik. Berdasarkan uji chi square diperoleh nilai p = 0,04 dengan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ada hubungan antara permainan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI ekskslusif Desa Gading. Saran perlu adanya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan terhadap modul-modul terbaru Emo-demo untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif