Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PELATIHAN KADER POSKESTREN PADA PROGRAM PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA DENGAN PENDAMPINGAN MINUM TTD, SISTEM PAKAR DIAGNOSA, ISI PIRINGKU, DAN EMODEMO Yuliana, Wahida; Hanifah, Iis; Hidayati, Tutik
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan serius yang banyak dialami remaja putri, dengan prevalensi mencapai 35,7% di Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kebutuhan zat besi, menstruasi, dan asupan gizi yang tidak memadai, yang berisiko mengganggu perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan kesehatan jangka panjang. Upaya pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sering terkendala rendahnya kepatuhan akibat efek samping dan kurangnya pemahaman. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif kreatif yang melibatkan remaja secara langsung sebagai agen perubahan, dalam hal ini melalui pengoptimalan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di lingkungan pesantren melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode partisipatif diterapkan dengan melatih 56 remaja putri sebagai kader Poskestren. Pelatihan mencakup pemberian materi, praktik penggunaan sistem pakar untuk diagnosis anemia, simulasi penyuluhan dengan teknik emodemo, dan perencanaan menu "Isi Piringku". Evaluasi efektivitas dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana kategori pengetahuan baik naik dari 46,4% (26 orang) menjadi 75,0% (42 orang). Kegiatan ini berhasil membekali kader dengan pemahaman dan keterampilan praktis, sehingga menciptakan sistem pendampingan sebaya yang berkelanjutan untuk mendukung program pencegahan anemia dan kesehatan reproduksi di pesantren
HUBUNGAN ANTARA PERNIKAHAN DINI TERHADAP KUALITAS PERAWATAN BAYI DI PUSKESMAS PEMBANTU BRABE Sholihah, Almaraatus; Nur Endah Sary, Yessy; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.343

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan. Orang tua dengan keterbatasan ekonomi cenderung menikahkan anaknya lebih awal karena tidak mampu melanjutkan pendidikan anak. Selain itu, kehamilan pada usia remaja akibat perilaku seksual berisiko juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Pernikahan dini dapat berdampak pada kesiapan ibu dalam menjalankan peran pengasuhan, khususnya dalam perawatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi di Puskesmas Pembantu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang memiliki riwayat pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai kualitas perawatan bayi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi, dengan nilai p < 0,002 (p < 0,05). Ibu yang menikah pada usia dini cenderung memiliki kematangan emosional dan finansial yang lebih rendah sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan bayi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan kualitas perawatan bayi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (13-15 TAHUN) DI SMP SAQO RANGKANG KECAMATAN KRAKSAAN PROBOLINGGO Pangesti, Riski Purweni Dwi; Hidayati, Tutik; Hikmawati, Nova
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.361

Abstract

Remaja putri berisiko menderita anemia lebih tinggi daripada remaja putra. Hal ini didasarkan pada kenyataan remaja putri sering melakukan diet agar tubuh tetap langsing, tetapi tidak memperhitungkan kebutuhan tubuh akan zat gizi, baik makro maupun mikro. Anemia terjadi karena kekurangan zat besi dan asam folat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemi pada remaja putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment. Populasi dan sampel dalam penelitian mencakup semua remaja putri yang mengalami anemia di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo yang berjumlah 36 orang. penelitian. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Berdasarkan uji statistic wilcoxon, diketahui bahwa nilai p value 0,000 dengan α <0,05. Karena nilai signifikansi < α maka H0 ditolak dan h1 diterima yang berarti bahwa ada keefektifan pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada Remaja Putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Probolinggo. Dapat disimpulkan bahwa tablet tambah darah efektif untuk menurunkan anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN KETERPAPARAN INFORMASI DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI USIA 13-15 TAHUN MELAKUKAN SADARI DI SMP WAHIDIYAH KECAMATAN SENDURO Fitri Dwi Oktafiani; Hidayati, Tutik; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.362

Abstract

Kanker payudara merupakan massa ganas yang berasal dari pembelahan sel abnormal pada jaringan payudara. Kanker payudara sering ditemukan dalam stadium yang sudah lanjut sehingga sebagian besar prognosisnya buruk. Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan kanker payudara adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini jika dilakukan secara dini, maka akan lebih efektif sebagai tindakan deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja Putri Usia 13 -15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro yang berjumlah 33 orang dengan penentuan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menghasilkan nilai nilai Asymp Sig. sebesar 0,044. Karena nilai Asymp Sig. <0,05 maka dapat disimpulkan ada hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja putri usia 13 – 15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiah Kecamatan Senduro. Diharapkan responden perlu lebih aktif dalam mencari informasi terkait SADARI dan mempraktikanya
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI PUSTU POHSANGIT LERES Imaniyah, Nurul; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.364

Abstract

Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 62,77%. Efek samping kontrasepsi suntik paling utama adalah gangguan pola haid, sedangkan efek lainnya adalah peningkatan berat badan antara 1–5 kg. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Pustu Pohsangit Leres 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang ke Pustu pohsangit Leres berjumlah 33 orang dan keseluruhan dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Tidak terdapat hubungan bermakna antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,687 > α = 0,05. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu yang menjadi calon akseptor KB tentang jenis, manfaat, kelebihan, kekurangan serta efek samping kontrasepsi.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI DESA WATUWUNGKUK Alifah, Nur; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.365

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus terhadap pemenuhan zat gizi, salah satunya melalui konsumsi tablet Fe secara rutin. Namun, kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe masih menjadi permasalahan. Dukungan suami sebagai pendamping utama selama masa kehamilan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Desa Watuwungkuk. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Desa Watuwungkuk sebanyak 33 orang, yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan suami dan buku KIA. Hasil analisis menggunakan uji statistik Pearson Chi-Square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 dengan α 0,05. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Desa Watuwungkuk. Semakin tinggi dukungan suami, maka semakin besar tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe.
Hubungan Usia Pengenalan MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Maron Laifa, Nurul; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.398

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor risiko stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai waktu. Pengenalan MP-ASI yang terlalu dini maupun terlambat dapat memengaruhi status gizi dan pertumbuhan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Maron, prevalensi stunting masih mencapai 9,5%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia pengenalan MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 179 balita yang dipilih secara stratified random sampling dari populasi 324 balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia pengenalan MP-ASI dan kejadian stunting (p < 0,05). Pemberian MP-ASI tepat waktu pada usia 6 bulan penting sebagai upaya pencegahan stunting.
Improving Pregnancy Preparedness: Impact of Preconception Education on Folic Acid Awareness in Women of Childbearing Age Hidayati, Tutik; Iis Hanifah; Yuliana, Wahida
Jurnal Kebidanan Midwiferia Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/midwiferia.v12i1.1755

Abstract

Background: Preconception is an important early stage before pregnancy to determine the quality of the baby to be born. Approximately 24–60% of women, both in developing and developed countries, experience folic acid deficiency because the folic acid content in their daily diet is insufficient to meet the needs of pregnant women. Objectives: The purpose of this study was to analyze the effect of education about the importance of folic acid on healthy pregnancy preparation in women of childbearing age in Condong Village. Method: This study design was preeksperimen. The research variables were measured at a certain time to obtain a picture of the situation at that time. The population in this study were all women of childbearing age, totaling 67 people. The sampling technique used simple random sampling, resulting in a sample of 46 people. Data collection used a questionnaire, and analyzed using the Wilcoxon statistical test. The results of the study showed that preparation in planning a healthy pregnancy before being given education was sufficient for 26 respondents (56.5%), and preparation in planning a healthy pregnancy after being given education was good for 27 respondents (58.7%). The Wilcoxon test analysis showed a p-value of 0.000 < 0.005, indicating an effect of preconception education on the role of folic acid on healthy pregnancy planning among women of childbearing age.. Conclusion: This study concludes that there is an effect of preconception education on the role of folic acid on healthy pregnancy planning among women of childbearing age in Condong Village.