Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EDUKASI PRAKONSEPSI TENTANG PERAN ASAM FOLAT DALAM PERSIAPAN PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR Hidayati, Tutik; Hanifah, Iis; Yuliana, Wahida
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.572

Abstract

Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik, mental dan pengetahuan, oleh karena itu perencanaan kehamilan harus dilakukan sebelum masa kehamilan oleh wanita usia subur (WUS). Komplikasi kehamilan bisa terjadi akibat sejumlah kondisi yang telah ada sebelum hamil maupun yang terjadi saat hamil. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan wus dalam persiapan peencnaan kehamilan sehat. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu memberikan edukasi prakonsepsi tentang peran asam folat terhadap perencanaan kehamilan sehat pada Wanita usia subur. Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Wanita Usia Subur dan Kader, sebanyak 40 orang. Tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil kegiatan PKM pada hari Selasa, 20 Juni 2025 yaitu Peserta paham dan mampu menjelaskan kembali asam folat dan manfaatnya. Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan bisa memberikan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan peranan petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi asam folat pada sebelum dan saat hamil.. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan peranan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang pentingnya memahami peranan asam folat
PELATIHAN ORANG TUA HEBAT DALAM PENGGUNAAN METODE BABY LED WEANING (BLW) Hanifah, Iis; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.575

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang balita di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo, sering kali melibatkan hambatan dalam mencapai kemandirian makan, yang dipengaruhi oleh persepsi tradisional, keterbatasan pengetahuan orang tua tentang metode modern seperti Baby Led Weaning (BLW), serta kesenjangan akses terhadap makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan sesuai. Data awal di lokasi sasaran menunjukkan bahwa meskipun kesadaran akan gizi seimbang telah ada, pengetahuan tentang implementasi praktis BLW dan keterampilan menyiapkan makanan bergizi untuk stimulasi makan mandiri masih sangat rendah. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga aplikatif, untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik pengasuhan sehari-hari dalam rangka mendukung perkembangan motorik halus dan status gizi anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap terstruktur: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode utama mencakup tiga sesi intervensi, yaitu penyuluhan, pelatihan praktik langsung dalam menyiapkan menu utama dan camilan bergizi, serta sesi tanya jawab untuk evaluasi. Kegiatan melibatkan 46 peserta (orang tua balita) dan didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa Profesi Bidan, Kepala Desa, bidan setempat, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pretest, 60,87% peserta berada dalam kategori cukup, dan 39,13% kategori kurang. Setelah intervensi (posttest), terjadi peningkatan drastis di mana 30,43% peserta mencapai kategori baik, 56,52% kategori cukup, dan hanya 13,04% yang tetap dalam kategori kurang. Hasil ini membuktikan efektivitas pendekatan edukasi yang menggabungkan teori, praktik, dan dialog interaktif. Diskusi lebih lanjut menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini didukung oleh model pembelajaran orang dewasa (andragogi) dan lingkungan sosial yang kolaboratif, sekaligus menyoroti perlunya pendampingan berkelanjutan untuk mengonsolidasi perubahan perilaku dan menjangkau kelompok sisa yang pengetahuannya masih kurang
PELATIHAN KADER POSKESTREN PADA PROGRAM PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA DENGAN PENDAMPINGAN MINUM TTD, SISTEM PAKAR DIAGNOSA, ISI PIRINGKU, DAN EMODEMO Yuliana, Wahida; Hanifah, Iis; Hidayati, Tutik
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan serius yang banyak dialami remaja putri, dengan prevalensi mencapai 35,7% di Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kebutuhan zat besi, menstruasi, dan asupan gizi yang tidak memadai, yang berisiko mengganggu perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan kesehatan jangka panjang. Upaya pencegahan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sering terkendala rendahnya kepatuhan akibat efek samping dan kurangnya pemahaman. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif kreatif yang melibatkan remaja secara langsung sebagai agen perubahan, dalam hal ini melalui pengoptimalan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di lingkungan pesantren melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode partisipatif diterapkan dengan melatih 56 remaja putri sebagai kader Poskestren. Pelatihan mencakup pemberian materi, praktik penggunaan sistem pakar untuk diagnosis anemia, simulasi penyuluhan dengan teknik emodemo, dan perencanaan menu "Isi Piringku". Evaluasi efektivitas dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana kategori pengetahuan baik naik dari 46,4% (26 orang) menjadi 75,0% (42 orang). Kegiatan ini berhasil membekali kader dengan pemahaman dan keterampilan praktis, sehingga menciptakan sistem pendampingan sebaya yang berkelanjutan untuk mendukung program pencegahan anemia dan kesehatan reproduksi di pesantren
HUBUNGAN ANTARA PERNIKAHAN DINI TERHADAP KUALITAS PERAWATAN BAYI DI PUSKESMAS PEMBANTU BRABE Sholihah, Almaraatus; Nur Endah Sary, Yessy; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.343

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan. Orang tua dengan keterbatasan ekonomi cenderung menikahkan anaknya lebih awal karena tidak mampu melanjutkan pendidikan anak. Selain itu, kehamilan pada usia remaja akibat perilaku seksual berisiko juga menjadi salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Pernikahan dini dapat berdampak pada kesiapan ibu dalam menjalankan peran pengasuhan, khususnya dalam perawatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi di Puskesmas Pembantu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang memiliki riwayat pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai kualitas perawatan bayi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kualitas perawatan bayi, dengan nilai p < 0,002 (p < 0,05). Ibu yang menikah pada usia dini cenderung memiliki kematangan emosional dan finansial yang lebih rendah sehingga berpotensi memengaruhi kualitas perawatan bayi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan kualitas perawatan bayi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (13-15 TAHUN) DI SMP SAQO RANGKANG KECAMATAN KRAKSAAN PROBOLINGGO Pangesti, Riski Purweni Dwi; Hidayati, Tutik; Hikmawati, Nova
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.361

Abstract

Remaja putri berisiko menderita anemia lebih tinggi daripada remaja putra. Hal ini didasarkan pada kenyataan remaja putri sering melakukan diet agar tubuh tetap langsing, tetapi tidak memperhitungkan kebutuhan tubuh akan zat gizi, baik makro maupun mikro. Anemia terjadi karena kekurangan zat besi dan asam folat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemi pada remaja putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment. Populasi dan sampel dalam penelitian mencakup semua remaja putri yang mengalami anemia di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo yang berjumlah 36 orang. penelitian. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Berdasarkan uji statistic wilcoxon, diketahui bahwa nilai p value 0,000 dengan α <0,05. Karena nilai signifikansi < α maka H0 ditolak dan h1 diterima yang berarti bahwa ada keefektifan pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada Remaja Putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Probolinggo. Dapat disimpulkan bahwa tablet tambah darah efektif untuk menurunkan anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN KETERPAPARAN INFORMASI DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI USIA 13-15 TAHUN MELAKUKAN SADARI DI SMP WAHIDIYAH KECAMATAN SENDURO Fitri Dwi Oktafiani; Hidayati, Tutik; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.362

Abstract

Kanker payudara merupakan massa ganas yang berasal dari pembelahan sel abnormal pada jaringan payudara. Kanker payudara sering ditemukan dalam stadium yang sudah lanjut sehingga sebagian besar prognosisnya buruk. Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan kanker payudara adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini jika dilakukan secara dini, maka akan lebih efektif sebagai tindakan deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja Putri Usia 13 -15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro yang berjumlah 33 orang dengan penentuan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menghasilkan nilai nilai Asymp Sig. sebesar 0,044. Karena nilai Asymp Sig. <0,05 maka dapat disimpulkan ada hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja putri usia 13 – 15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiah Kecamatan Senduro. Diharapkan responden perlu lebih aktif dalam mencari informasi terkait SADARI dan mempraktikanya
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI PUSTU POHSANGIT LERES Imaniyah, Nurul; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.364

Abstract

Akseptor KB terbanyak di Indonesia didominasi akseptor KB suntik sebesar 62,77%. Efek samping kontrasepsi suntik paling utama adalah gangguan pola haid, sedangkan efek lainnya adalah peningkatan berat badan antara 1–5 kg. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB di Pustu Pohsangit Leres 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang ke Pustu pohsangit Leres berjumlah 33 orang dan keseluruhan dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kontrasepsi suntik dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Tidak terdapat hubungan bermakna antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan akseptor KB dengan nilai p = 0,687 > α = 0,05. Disarankan bagi ibu yang ingin menjadi akseptor KB agar lebih bijak dalam menentukan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Perhatikan manfaat, kelebihan dan efek samping kontrasepsi yang akan digunakan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya kepada ibu yang menjadi calon akseptor KB tentang jenis, manfaat, kelebihan, kekurangan serta efek samping kontrasepsi.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI DESA WATUWUNGKUK Alifah, Nur; Yuliana, Wahida; Hidayati, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.365

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus terhadap pemenuhan zat gizi, salah satunya melalui konsumsi tablet Fe secara rutin. Namun, kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe masih menjadi permasalahan. Dukungan suami sebagai pendamping utama selama masa kehamilan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Desa Watuwungkuk. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Desa Watuwungkuk sebanyak 33 orang, yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan suami dan buku KIA. Hasil analisis menggunakan uji statistik Pearson Chi-Square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 dengan α 0,05. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di Desa Watuwungkuk. Semakin tinggi dukungan suami, maka semakin besar tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe.