Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Dampak Lingkungan Produksi Biodiesel dari Minyak Sawit dengan LCA (Life Cycle Assessment) di Indonesia Ari Paminto; Mahawan Karuniasa; Evi Frimawaty
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.64-71

Abstract

Produksi energi primer di Indonesia pada tahun 2018 yang terdiri dari minyak bumi, gas bumi, batu bara, dan energi terbarukan mencapai 1.504 juta SBM (Setara Barel Minyak). Ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) terutama di sektor transportasi masih tinggi. Komitmen global terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong pemerintah Indonesia untuk mendukung peran energi baru dan terbarukan. Penilaian siklus hidup (LCA) telah menjadi teknik populer yang diterapkan untuk mengevaluasi dampak lingkungan, konsumsi energi dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari produksi biofuel. Untuk mengevaluasi dampak siklus hidup biodiesel, banyak tahapan yang harus dipertimbangkan termasuk perubahan penggunaan lahan, perkebunan, milling, pemurnian, konversi bahan bakar. Sudah ada beberapa penelitian yang melaporkan siklus hidup produksi minyak sawit. Namun, sebagian besar masih berfokus pada emisi GRK dan kebutuhan energi. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan menyajikan LCA dengan kategori dampak yang lebih luas dari produksi biodiesel di Indonesia mulai dari fase perkebunan hingga fase produksi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penyumbang utama dampak lingkungan produksi biodisel adalah penggunaan pupuk pada tahap perkebunan dan proses transesterifikasi pada pabrik biodiesel.
Behavioral Intention of Domestic Organic Waste Segregation in Urban Communities (Case Study: Sukmajaya and Cilodong Districts, Depok City) Putri, Rohana Carolyne; Karuniasa, Mahawan; Wahyono, Sri
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.1.92-100

Abstract

Waste management is a significant and widespread issue that challenges many countries, particularly developing countries. Organic waste is a primary contributor to greenhouse gas (GHG) emissions in waste management, making it a crucial problem to address. Proper waste management practices, including decentralized organic waste management, are necessary to address this issue. However, this decentralization requires the support of the community’s waste segregation behavior. Therefore, this study was conducted in Sukmajaya and Cilodong Districts to analyze the intention of organic waste sorting behavior utilizing Theory of Planned Behavior (TPB) analysis. The results showed that only two constructs, attitude and perceived behavioral control, positively impacted the intention to sort organic waste. In this study, norm construction does not serve as a supporting construction for the waste sorting intention. Additionally, knowledge of waste sorting programs and activities significantly affects perceived behavioral control.
The Estimation of Economic Valuation on Carbon Sequestration of Agroforestry Land System: Estimasi Nilai Ekonomi Serapan Karbon pada sistem agroforestri di KPH Bogor Siagian, Kristi; Karuniasa, Mahawan; Mizuno, Kosuke
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.2.231

Abstract

Peran Perhutani dan petani lokal dalam mengembangkan agroforestri di KPH Bogor penting dalam upaya mitigasi iklim berbasis penyerapan karbon. Areal yang luas di bawah kewenangan Perhutani dengan masyarakat lokal di sekitar kawasan tersebut membangun kemitraan berbasis agroforestri sebagai bagian dari pengelolaan hutan lestari. Perbedaan komposisi tanaman pada tujuh sistem agroforestri di KPH Bogor ditemukan pada masing-masing BKPH. Petani menyesuaikan tanaman multiguna yang ditanam dengan tanaman induk Perhutani yang lebih dominan. Stok karbon yang tersimpan di lahan agroforestri dapat meningkatkan pendapatan petani berdasarkan harga karbon, seperti nilai sosial dan ekonomi karbon. Potensi peningkatan karbon tahunan rata-rata yang dihitung berdasarkan stok karbon agroforestri di atas permukaan pada 7 petak contoh berkisar 2,26 – 66,65 ton CO2e per hektar, sedangkan pada 2 sistem lahan monokultur berkisar 13,65 – 18,29 ton CO2e per hektar. Peningkatan karbon dalam sistem pengelolaan lahan agroforestri lebih baik dibandingkan dengan hutan monokultur, karena memiliki keragaman tanaman dengan umur yang berbeda. Dari segi pendapatan karbon, semakin luas lahan agroforestri yang dikelola petani, semakin tinggi pula pendapatan karbon yang diterima. Dengan menggunakan metode transfer manfaat selama periode mitigasi 20 tahun, diperkirakan pendapatan meningkat 1,8 kali dari penjualan serapan karbon pada tingkat inflasi 3%.