Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Belajar Baca Al-Quran terhadap Emotional Intelligence (EI) Pada Anak Usia di sekolah Dasar Islam Terpadu Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2018
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.848 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v8i02.316

Abstract

Kecerdasan emosional atau sering disebut dengan emotional intelligence terbentuk dari masa kanak-kanak dan stimulasi ketika mereka berinteraksi dalam keluarga, lingkungan dan sekolah. Stimulasi dapat berupa berbagai metode seperti aktivitas fisik atau aktivitas soft skill. Penelitian ini memfokuskan soft skill activity yang belajar membaca Al Quran selama 30 menit. Kegiatan ini dilakukan setiap hari (Senin sampai Jumat), apakah ada hubungan dengan kecerdasan emosi kesejahteraan, pengendalian diri, emosional dan sosial. Sampel yang digunakan terdiri dari 136 siswa yang berusia 9 tahun sampai 10 tahun (rata-rata usia M = 10,5, anak laki-laki = 68 anak perempuan = 68). Siswa diperbolehkan mengisi kuesioner yang berisi 36 pertanyaan menggunakan skala Trait emotional intelligence questaniore-Child Form (TEIQue-CF) dengan skala Likert di mana ada kemakmuran, pengendalian diri, emosional dan sosial. Siswa adalah mereka yang masih bersekolah aktif sejak kelas 1 di SDIT tersebut. Ada beberapa arti signifikan dari stimulasi soft skill: pengendalian diri dan sosial. Adapun kesejahteraan dan emosi belum berkembang dengan baik karena usia yang masih relatif muda. Penelitian ini diadopsi dari bentuk kuisioner emosi anak (TEIQue-CF) yang bersifat baku. Emotional intellegence adalah teknik untuk menilai dan melakukan rangsangan ulang, terutama softskill. Kecenderungan seorang anak akan dirangsang jika lingkungan juga melakukan rangsangan seperti itu. Belajar membaca Al-Quran adalah salah satu cara untuk menstimulasi softskill untuk meningkatkan emosional intellegence.
Hubungan Praktik Pengasuhan dan Perilaku Eliminasi, Terapan Model Promosi Kesehatan (HPM) pada Anak Prasekolah di JABODETABEK: Studi Cross-Sectional Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 01 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 01 March 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v13i01.2176

Abstract

Background: The practice of parenting for preschool age children is not yet in demand by parents. The application of the health promotion model (HPM) is a commitment to changing elimination behavior in the process of urinating and defecating. Objectives: The objective of this study was to determine behavior health promotion model (HPM) is associated with toilet training in preschool children. Methods: Desain cross-sectional quantitative study used 70 respondents in the areas of Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi (JABODETABEK). Using a Google Form questionnaire from September 12 -17 September 2022 distributed online. Result: Of the 70 participants, There was no parenting practice, and the elimination behavior of preschool age children was low, 39 (75.5%). Practice parenting has been done already, and the elimination behavior of preschool, high 13 (72.2%). There was a relationship between practice parenting and elimination behavior using the applied health promotion model (HPM) in preschool children, P-value of 0.001. Participation in parenting practice was 7.8 more effective against high elimination behavior in preschool age children. Conclusion: Parenting practice activity supported the success of preschool children's elimination behavior. Implementation of the health promotion model (HPM) in stages according to the child's growth and development.
The Effect of Implementing Medical Play on Anxiety Levels Due to Hospitalization in Preschool Children Andriastuti, Anes; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12860

Abstract

Introduction : Preschool age is susceptible to various diseases, so it is not uncommon to require hospital care and experience hospitalization. One therapy that can help reduce the impact of hospitalization on children is play therapy (medical play).Objective : To analyze the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children in the child care room.Method : This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design . The sampling technique was purposive sampling , with a sample size of 30 respondents. Data analysis was performed using the Marginal Homogeneity test.Results : The results of the study showed that the analysis of the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children obtained a p-value of 0.00 (p 0.05).Conclusion : There is a significant effect of the application of medical play on the level of anxiety in children during hospitalization. The results of this study are expected to be a reference for hospitals, especially in the application of the concept of atraumatic care , by utilizing play therapy as an effective alternative to reduce children's anxiety during treatment.
POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA SEKOLAH MENAATI TATA TERTIB DI MI ARRAFIIYAH BOGOR Putri, Silviana; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Jaya, Danur
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.82

Abstract

Anak usia sekolah merupakan masa yang banyak terjadi perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sehingga mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya. Pendidikan karakter bagi anak menyesuaikan dengan usia. Hal ini menjadi faktor berpengaruh kedisiplinan anak. Pengasuhan orang tua memegang peranan penting dengan bentuk pola asuh demokratis otoriter dan permisif. Desain: Jenis metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain spearman rho. Hasil: Di peroleh bahwa responden yang memiliki pola asuh demokratis 29 (96,67%) orang yang memiliki perilaku disiplin dan 1 (3,33%) orang belum disiplin, sedangkan pola asuh otoriter terdapat 20 (76,92%) orang memiliki perilaku disiplin dan 6 (23,08%) orang belum disiplin, untuk pola asuh permisif terdapat 2 (6,06%) orang yang memiliki perilaku disiplin. 28 (84,85%) belum disiplin dan 3 (9,09) tidak disiplin. Hasil data korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,778 kategori korelasi sangat kuat, Sedangkan P-Vallue adalah 0,000 lebih kecil dari pada batas kritis 0,05 berarti ada korelasi atau ada hubungan yang signifikan, maka H0 ditolak dan HA diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan anak usia sekolah dalam menaati tata tertib di Mi Arraiiyah desa ciomas kabupaten bogor,
INKOMPATIBILITAS GOLONGAN DARAH DAN PENYAKIT IBU DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBIN DI RSUD CENGKARENG Mariana, Hilda Eka; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Lestari, Nur Eni
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.83

Abstract

Hiperbilirubin neonatus merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada neonatus  dan dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian neonatal jika tidak ditangani dengan baik . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inkompatibilitas golongan darah dan penyakit ibu dengan kejadian hiperbilirubin neonatus di Ruang Rooming In RSUD Cengkareng pada periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional retrospektif dari data sekunder berupa rekam medis dengan total sampling 230 neonatus sebagai sampel yang diambil dari data rekam medis. Dengan pengambilan data menggunakan ceklis dan di olah data nya menggunakan Chi square, Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara inkompatibilitas golongan darah dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,003), Selain itu, penyakit ibu seperti anemia, preeklamsi, dan diabetes mellitus juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,051). Hasil penelitian ini menggaris bawahi pentingnya deteksi dini dan penanganan faktor risiko pada ibu hamil untuk mengurangi kejadian hiperbilirubin pada neonatus.
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) SMP Plus Y di Lenteng Agung, Jakarta Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.100

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Hasil ini menunjukkan bahwa kesehatan biopsikososial berperan penting dalam pembentukan harga diri remaja. Ketika kondisi biopsikososial mendukung, remaja memiliki peluang 12 kali lebih besar untuk memiliki harga diri yang baik. Sementara itu, lingkungan fisik tidak secara langsung memengaruhi harga diri; namun, remaja dengan harga diri yang baik cenderung memandang lingkungan sebagai tantangan yang dapat mendorong terbentuknya strategi koping yang adaptif. Kesimpulannya, perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.17

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI BBLR DI RUANG PERINATOLOGI Adethia, Silvy; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i10.1876

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a cause of high neonatal mortality and can cause various health problems such as growth and development disorders, which ultimately trigger anxiety in mothers. The purpose of this study was to analyze the relationship between family and social support with the anxiety levels of mothers who have LBW babies in the Perinatology. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample in this study were 40 postpartum mothers with LBW babies, selected through consecutive sampling technique. The independent variables included family support and social support, while the dependent variable was the level of maternal anxiety. Data were analyzed using the Spearman rank test. The results showed that the majority of mothers experienced moderate anxiety (80%), received sufficient family support (45%), and received high social support (75%). There was a significant relationship between family support and maternal anxiety levels (p = 0.044; r = -0.320) and a very significant relationship between social support and maternal anxiety levels (p = 0.000; r = -0.613). The conclusion of this study is that the higher the family and social support received by mothers, the lower the level of anxiety they feel, although support is not the only determining factor in anxiety. The initial hypothesis stating there is no relationship is rejected, because there is evidence of a significant relationship.
Pola Asuh Orang Tua Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Sekolah Menaati Tata Tertib Sugianto, Silviana Putri; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Jaya, Danur
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.34

Abstract

Anak usia sekolah merupakan masa yang banyak terjadi perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sehingga mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya. Pendidikan karakter bagi anak menyesuaikan dengan usia. Hal ini menjadi faktor berpengaruh kedisiplinan anak. Pengasuhan orang tua memegang peranan penting dengan bentuk pola asuh demokratis otoriter dan permisif. Desain: Jenis metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain spearman rho. Hasil: Di peroleh bahwa responden yang memiliki pola asuh demokratis 29 (96,67%) orang yang memiliki perilaku disiplin dan 1 (3,33%) orang belum disiplin, sedangkan pola asuh otoriter terdapat 20 (76,92%) orang memiliki perilaku disiplin dan 6 (23,08%) orang belum disiplin, untuk pola asuh permisif terdapat 2 (6,06%) orang yang memiliki perilaku disiplin. 28 (84,85%) belum disiplin dan 3 (9,09) tidak disiplin. Hasil data korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,778 kategori korelasi sangat kuat, Sedangkan P-Vallue adalah 0,000 lebih kecil dari pada batas kritis 0,05 berarti ada korelasi atau ada hubungan yang signifikan, maka H0 ditolak dan HA diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan anak usia sekolah dalam menaati tata tertib di Mi Arraiiyah desa ciomas kabupaten bogor,
EDUKASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DENGAN POLA SAH MENGGUNAKAN MODEL BIOPSIKOSIAL Sulistiyorini, Desy; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 2 (2025): Periode Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i2.6772

Abstract

Many school children still have limited knowledge about the safety of snack foods, causing them to choose snacks based on taste without considering the ingredients. To facilitate nutrition education for school children, instructional media in the form of PowerPoint slides were used. The snakes and ladders game method is highly suitable for school-aged students because it is interactive and enjoyable. The aim of this community service activity was to provide education on PJAS (school snacks) safety using the SAH approach (Fresh, Safe, and Hygienic) with the Biopsychosocial model. The method applied was lectures supported by PowerPoint slides. Based on the results of questionnaires regarding students' knowledge about PJAS safety, pre-test and post-test scores were obtained. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis showed an increase in students' knowledge about snack food safety after the intervention. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test resulted in p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students' knowledge and attitudes between pre-test and post-test. Thus, PJAS food safety education using the Biopsychosocial model approach was proven effective in improving students' knowledge and attitudes regarding snack food safety.