Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Effect of Implementing Medical Play on Anxiety Levels Due to Hospitalization in Preschool Children Andriastuti, Anes; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12860

Abstract

Introduction : Preschool age is susceptible to various diseases, so it is not uncommon to require hospital care and experience hospitalization. One therapy that can help reduce the impact of hospitalization on children is play therapy (medical play).Objective : To analyze the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children in the child care room.Method : This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design . The sampling technique was purposive sampling , with a sample size of 30 respondents. Data analysis was performed using the Marginal Homogeneity test.Results : The results of the study showed that the analysis of the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children obtained a p-value of 0.00 (p 0.05).Conclusion : There is a significant effect of the application of medical play on the level of anxiety in children during hospitalization. The results of this study are expected to be a reference for hospitals, especially in the application of the concept of atraumatic care , by utilizing play therapy as an effective alternative to reduce children's anxiety during treatment.
POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA SEKOLAH MENAATI TATA TERTIB DI MI ARRAFIIYAH BOGOR Putri, Silviana; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Jaya, Danur
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.82

Abstract

Anak usia sekolah merupakan masa yang banyak terjadi perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sehingga mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya. Pendidikan karakter bagi anak menyesuaikan dengan usia. Hal ini menjadi faktor berpengaruh kedisiplinan anak. Pengasuhan orang tua memegang peranan penting dengan bentuk pola asuh demokratis otoriter dan permisif. Desain: Jenis metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain spearman rho. Hasil: Di peroleh bahwa responden yang memiliki pola asuh demokratis 29 (96,67%) orang yang memiliki perilaku disiplin dan 1 (3,33%) orang belum disiplin, sedangkan pola asuh otoriter terdapat 20 (76,92%) orang memiliki perilaku disiplin dan 6 (23,08%) orang belum disiplin, untuk pola asuh permisif terdapat 2 (6,06%) orang yang memiliki perilaku disiplin. 28 (84,85%) belum disiplin dan 3 (9,09) tidak disiplin. Hasil data korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,778 kategori korelasi sangat kuat, Sedangkan P-Vallue adalah 0,000 lebih kecil dari pada batas kritis 0,05 berarti ada korelasi atau ada hubungan yang signifikan, maka H0 ditolak dan HA diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan anak usia sekolah dalam menaati tata tertib di Mi Arraiiyah desa ciomas kabupaten bogor,
INKOMPATIBILITAS GOLONGAN DARAH DAN PENYAKIT IBU DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBIN DI RSUD CENGKARENG Mariana, Hilda Eka; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Lestari, Nur Eni
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.83

Abstract

Hiperbilirubin neonatus merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada neonatus  dan dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian neonatal jika tidak ditangani dengan baik . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inkompatibilitas golongan darah dan penyakit ibu dengan kejadian hiperbilirubin neonatus di Ruang Rooming In RSUD Cengkareng pada periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional retrospektif dari data sekunder berupa rekam medis dengan total sampling 230 neonatus sebagai sampel yang diambil dari data rekam medis. Dengan pengambilan data menggunakan ceklis dan di olah data nya menggunakan Chi square, Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara inkompatibilitas golongan darah dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,003), Selain itu, penyakit ibu seperti anemia, preeklamsi, dan diabetes mellitus juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubin neonatus (p-value = 0,051). Hasil penelitian ini menggaris bawahi pentingnya deteksi dini dan penanganan faktor risiko pada ibu hamil untuk mengurangi kejadian hiperbilirubin pada neonatus.
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) SMP Plus Y di Lenteng Agung, Jakarta Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.100

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Hasil ini menunjukkan bahwa kesehatan biopsikososial berperan penting dalam pembentukan harga diri remaja. Ketika kondisi biopsikososial mendukung, remaja memiliki peluang 12 kali lebih besar untuk memiliki harga diri yang baik. Sementara itu, lingkungan fisik tidak secara langsung memengaruhi harga diri; namun, remaja dengan harga diri yang baik cenderung memandang lingkungan sebagai tantangan yang dapat mendorong terbentuknya strategi koping yang adaptif. Kesimpulannya, perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
Analisis Kesehatan Biopsikososial dan Lingkungan Fisik dengan Harga Diri Remaja Usia Dini (Generasi Z) Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Sulistiyorini, Desy
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.17

Abstract

Remaja yang memasuki masa pubertas pada usia sekitar 13 tahun atau yang sedang menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama merupakan individu yang sedang berada dalam tahap pencarian identitas diri. Pada usia ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai perubahan, sehingga kondisi kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik dapat memengaruhi pembentukan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesehatan biopsikososial dan lingkungan fisik terhadap harga diri remaja usia dini. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1–15 Mei 2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 82 siswa, yang berasal dari SMP Y Plus, Lenteng Agung, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan biopsikososial yang mendukung ditemukan pada 74 responden (90,2%) dan dalam kategori baik pada 8 responden (9,8%). Lingkungan fisik yang mendukung ditemukan pada 79 responden (96,3%) dan cukup mendukung pada 3 responden (3,7%). Sementara itu, harga diri tergolong baik pada 75 responden (91,5%) dan cenderung stabil pada 7 responden (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan biopsikososial dan harga diri remaja, dengan nilai p sebesar 0,01 dan odds ratio sebesar 12,33. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara lingkungan fisik dan harga diri remaja (nilai p = 0,762). Perkembangan harga diri pada remaja merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan hingga memasuki usia dewasa. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kesehatan biopsikososial secara konsisten sangat diperlukan. Selain itu, modifikasi lingkungan fisik juga dapat meningkatkan motivasi remaja untuk terus mengembangkan harga dirinya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI BBLR DI RUANG PERINATOLOGI Adethia, Silvy; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i10.1876

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a cause of high neonatal mortality and can cause various health problems such as growth and development disorders, which ultimately trigger anxiety in mothers. The purpose of this study was to analyze the relationship between family and social support with the anxiety levels of mothers who have LBW babies in the Perinatology. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample in this study were 40 postpartum mothers with LBW babies, selected through consecutive sampling technique. The independent variables included family support and social support, while the dependent variable was the level of maternal anxiety. Data were analyzed using the Spearman rank test. The results showed that the majority of mothers experienced moderate anxiety (80%), received sufficient family support (45%), and received high social support (75%). There was a significant relationship between family support and maternal anxiety levels (p = 0.044; r = -0.320) and a very significant relationship between social support and maternal anxiety levels (p = 0.000; r = -0.613). The conclusion of this study is that the higher the family and social support received by mothers, the lower the level of anxiety they feel, although support is not the only determining factor in anxiety. The initial hypothesis stating there is no relationship is rejected, because there is evidence of a significant relationship.
Pola Asuh Orang Tua Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Sekolah Menaati Tata Tertib Sugianto, Silviana Putri; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu; Jaya, Danur
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i01.34

Abstract

Anak usia sekolah merupakan masa yang banyak terjadi perubahan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sehingga mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadiannya. Pendidikan karakter bagi anak menyesuaikan dengan usia. Hal ini menjadi faktor berpengaruh kedisiplinan anak. Pengasuhan orang tua memegang peranan penting dengan bentuk pola asuh demokratis otoriter dan permisif. Desain: Jenis metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain spearman rho. Hasil: Di peroleh bahwa responden yang memiliki pola asuh demokratis 29 (96,67%) orang yang memiliki perilaku disiplin dan 1 (3,33%) orang belum disiplin, sedangkan pola asuh otoriter terdapat 20 (76,92%) orang memiliki perilaku disiplin dan 6 (23,08%) orang belum disiplin, untuk pola asuh permisif terdapat 2 (6,06%) orang yang memiliki perilaku disiplin. 28 (84,85%) belum disiplin dan 3 (9,09) tidak disiplin. Hasil data korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah 0,778 kategori korelasi sangat kuat, Sedangkan P-Vallue adalah 0,000 lebih kecil dari pada batas kritis 0,05 berarti ada korelasi atau ada hubungan yang signifikan, maka H0 ditolak dan HA diterima yang artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan anak usia sekolah dalam menaati tata tertib di Mi Arraiiyah desa ciomas kabupaten bogor,
EDUKASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DENGAN POLA SAH MENGGUNAKAN MODEL BIOPSIKOSIAL Sulistiyorini, Desy; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 2 (2025): Periode Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i2.6772

Abstract

Many school children still have limited knowledge about the safety of snack foods, causing them to choose snacks based on taste without considering the ingredients. To facilitate nutrition education for school children, instructional media in the form of PowerPoint slides were used. The snakes and ladders game method is highly suitable for school-aged students because it is interactive and enjoyable. The aim of this community service activity was to provide education on PJAS (school snacks) safety using the SAH approach (Fresh, Safe, and Hygienic) with the Biopsychosocial model. The method applied was lectures supported by PowerPoint slides. Based on the results of questionnaires regarding students' knowledge about PJAS safety, pre-test and post-test scores were obtained. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis showed an increase in students' knowledge about snack food safety after the intervention. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test resulted in p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students' knowledge and attitudes between pre-test and post-test. Thus, PJAS food safety education using the Biopsychosocial model approach was proven effective in improving students' knowledge and attitudes regarding snack food safety.
The Effect of Implementing Medical Play on Anxiety Levels Due to Hospitalization in Preschool Children Andriastuti, Anes; Lestari, Nur Eni; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
JENDELA NURSING JOURNAL Vol. 9 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12860

Abstract

Introduction : Preschool age is susceptible to various diseases, so it is not uncommon to require hospital care and experience hospitalization. One therapy that can help reduce the impact of hospitalization on children is play therapy (medical play).Objective : To analyze the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children in the child care room.Method : This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design . The sampling technique was purposive sampling , with a sample size of 30 respondents. Data analysis was performed using the Marginal Homogeneity test.Results : The results of the study showed that the analysis of the effect of implementing medical play on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children obtained a p-value of 0.00 (p < 0.05).Conclusion : There is a significant effect of the application of medical play on the level of anxiety in children during hospitalization. The results of this study are expected to be a reference for hospitals, especially in the application of the concept of atraumatic care , by utilizing play therapy as an effective alternative to reduce children's anxiety during treatment.
Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, Status Nutrisi, Status Imunisasi dengan Kejadian Pneumonia Ariani, Anis Fitri; Purnamasari, Eka Rokhmiati Wahyu
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i1.1832

Abstract

Pneumonia pada anak merupakan salah satu kondisi serius yang perlu diwaspadai oleh orang tua karena dapat menimbulkan komplikasi berbahaya bahkan kematian apabila tidak segera ditangani. Faktor resiko pnemonia dapat disebabkan karena faktor lingkungan dan juga dari faktor individu anak seperti berat badan lahir, status gizi dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan riwayat pemberian ASI, status gizi dan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita usia 12-59 bulan di Ruang Perawatan RS Marinir Cilandak Tahun 2024. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis Penelitian Deskriptif dengan desain penelitian Deskriptif Kuantitatif dan pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan Deskriptif Retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pada balita usia 12-59 bulan yang mengalami pneumonia di ruang perawatan anak RS Marinir Cilandak dari tahun 2023 sampai tahun 2024 sebanyak 193 balita. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampel, Jadi sampel dalam penelitian ini adalah 193 Responden. Peneliti menggunakan uji Chi Square dan uji Uji Sperman rank. Berdasarkan hasil penelitian gambaran riwayat pemberian ASI mayoritas tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 57%, mayoritas status gizi normal (76,7%), mayoritas anak tidak lengkap mendapatkan imunisasi sebanyak 51,8% dan mayoritas 85,5% anak mengalami kejadian pneumonia. Hasil Uji statistik hubungan riyawat ASI Pvalue 0,022, status gizi P value = 0,008 dan Status imunisasi P value 0,041. Kesimpulan P value < 0,005 artinya ada hubungan riwayat pemberian ASI, status gizi dan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita usia 12-59 bulan di Ruang Perawatan RS Marinir Cilandak Tahun 2024. Saran bagi Perawat melakukan edukasi kepada orangtua yang anaknya mengalami pneumonia untuk memberikan informasi dampak dari kejadian pneumonia